Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)

Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)
#15


__ADS_3

"Ki, sarah masih duduk di bangku lo?" tanya febbry yang baru masuk kelas, melihat Kian duduk yang masih duduk di bangku sarah pagi ini.


"Seperti yang lo liat." cuek kian sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya.


"Oh.... Tumben lo sarapan di sekolah?"


"Gak keburu gw di rumah. Lagian gw hari ini dapet jatah piket jadi harus pagi." yang masih sibuk makan.


Tak lama kemudian datanglah Sarah namun tak sendiri ia bersama Jerry.


"Astaga... gw gak mimpi kan ini?!"


"Bersisik lu febbry, ya lagian terserah mereka berdua lah. Sewot banget sih lu." masih sibuk dnegan makannya walaupun ia tau kalau sarah bersama Jerry. Jerry mengantar sarah sampai masuk kelas.


"Udah kali. Gak sekalian aja sampai meja nya di antarin." sindir febbry yang tak jauh berdiri dari Kian.


Jerry pun mendengar apa yang dikatakan febbry dan ia tau betul jika sindiran itu pasti untuk dirinya.


"Sewot aja lu jomblo." ucap jerry lalu menghampiri kian. Ia menatap sebentar kian namun kian tak perduli.


"Wahh... nasgor nih. Pasti enak." hendak menggapai nadi goreng kian.


Plak.....


"Akhh.. sakit Ki." keluhnya sebab kian menampar tangannya.


"Kebiasaan. Mau nyomot makanan orang aja"


"Iya lah, mumpung ada makanan gratis."


"Gak ada gak ada. Pergi lo, jangan ganggu makanan gw." titah Kian. Ia diam sejenak memandangi kian. Kian pun mantap balas nya sambil mengangkat satu alisnya. "Kenapa gak suka heh?!"


Srakh...


Makanan yang dimeja itu langsung di rebut dan dibawa kabur olehnya. Dan mengucapkan terima kasih sambil menjerit.

__ADS_1


"Makasih Cantikkkkkk.... nasi gorengnya enak banget!!" ia berlari sambil menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.


"WOY JERRY GAK TAU DIRI BANGET SIH LO!!! HUWAAA....BALIKIN NASI GORENG GW. GW MASIH LAPER WOYYYYY!!!" rengek kian di depan pintu kelasnya yang tak bisa lagi mengejar Jerry.


"Sabar ya....Tuh anak napa akhir akhir ini jadi sering deket lu sih Ki?" tanya febbry yang melihat kedua tangannya di dada dan menghampiri kian yang masih memandang kepergian nasi gorengnya.


Kian yang mendengar hanya memandang sinis ke arah febbry. Dan lalu beranjak pergi ke bangkunya.


Sedangkan di lain sisi ada Sarah yang selalu memandang Devan. Benar benar memandang Devan dengan bebrapa kali berkedip saja. Ia duduk di bangkitnya namun tetap menoleh ke arah Devan. sedikitnya si mpu merasa terusik dan tak nyaman diperlakukan oleh Sarah.


"Heh, wanita gila. Alihkan pandangan lo jika masih sayang dengan kedua bola mata itu." ucapnya dingin dengan mata yang menyilip tajam.


"Uhh... sayangnya tidak akan. Gw cuma mau ngomong aja. Apakah akan sesusah itu?"


"Gw gak ada waktu buat denger bacotan lo."


"Semakin lo sering nolak gw, gw bakal semakin deket sama lo Devan." ucap Sarah percaya diri dengan senyum manis bercampur licik.


"Dasar wanita Rubah." Gumamnya


"Apa sekolah ini tidak menyaring dulu siswa yang masuk ke sekolah ini, sampai wanita Rubah ini dapat masuk." cibirnya


"Devan, gak baik kalo lo ngajak ngomong gw tapi dengan suara yang kecil. Lama lama semua orang juga akan curiga, lebih baik bicarakan dengan baik dan biasa saja." Ucap Sarah yang sengaja suaranya dibesarkan agar satu kelas mendengar. Karna hal tersebut tentu akan menjadi gosip baru di kelas. Ada yang peduli dan ada juga yang tidak. Dan itu tentu tidak akan terlewatkan oleh febbry.


"Hah, serius lo sar. Lo udah jadian sama ,Devan?" teriaknya tak percaya dari bangkunya. Namun Sarah hanya mengangguk dan tersenyum bahagia.


Karna malas mendengar ocehan Sarah yang tidak penting itu, Devan pun langsung bangkit dan hendak pergi keluar kelas. Namun Sarah kembali meneriaki nya.


"Devan lo mau kemana?!! Jangan lupa kita harus mengerjakan tugas kelompok siang ini di rumah Kian. Hey!! Jangan marah. Kita masih bisa kencan lain waktu. Yang penting kerjakan dulu tugas itu ya." teriaknya yang membuat hampir semua orang melongo heran.


Di kantin mereka bertiga makan bersama tanpa ada yang mengganggu.


"Lo serius udah jadian ama Devan Sar?" tanya febbry


"Serius, tapi baru calon. Oh ya Ki gw udah bilang ke Devan buat ke rumah lo ngerjain tugas."

__ADS_1


"Hn..." Cuek kian yang masih mantap dengan makannya.


"Kok Hn doang sih."


"Ye kirain. Gw bilangin ke lo ya, Devan gak bakal dateng tau gk" celetuk febbry


"Tapi ge udah bilang secara langsung sama kirim pesan juga. Dan nanti gw bakal kirim pesan lagi supaya dia gak lupa."


"Hahaha....lucu Lo sar. Seorang Devan gak bakal mau baca pesan dari lo. Bukan cuma lo doang sih anak anak kelas juga sering sih. Gak pernah dibales ama dia. Di buka aja nggak. Dia tuh kayak seleb sok ngartis banget dh anaknya. Dan kian juga udah langganan sekelompok ama dia. Dia gak pernah dateng buat kerjain tugas. jangankan buat kerjain nongol buat menunjukkin dia ada juga gak." jelas Febbry panjang lebar.


"Masa sih. Iya Kian?" tanya nya pada Kian dan menengok sebentar mengangguk mengiyakan perkataan febbry.


"Hmm...tapi gw gak bakal patah semangat kok." ucapnya optimis.


________


"Ki, gw udah cantik belum?" tanya sarah disela merapikan rambutnya. Ya, setelah pulang sekolah sarah langsung ke rumah Kian bahkan ia sudah membawa baju ganti. Agar saat bertemu Devan ia tak memakai baju sekolah lagi.


Kian menoleh, "Udah kok. Tapi dari pada lo dandan terus mending lo kerjain tugasnya." ucap Kian. Saat ini mereka sedang berada di ruang tamu duduk lesehan dengan meja yang penuh buku dan tentu saja makanan. Sarah membawa sengaja membawa makanan banyak agar bisa berlama di rumah Kian.


Setengah jam berlalu.....


"kok Devan belum dateng juga ya? padahal gw udah siap siap" harap nya dengan wajah yang murung. Namun orang yang ditunggunya tak kunjung datang juga padalah ia sudah berdandang dengan sangat cantik bahkan baju yang ia kenakan seperti akan berkencan. Tak lupa ia meminjam beberapa riasan Kian. Sebenarnya kian sudah memberitahunya namun sarah tetap bersikukuh, akhirnya kian pun meminjamkannya.


"Kan gw udah bilang. Jangan berharap lebih sama tuh anak. Tetap aja lo ngeyel. kan kecewa sekarang."


"Iya iya. Btw tuh nomor emang gak aktif atau gimana sih? kesel gw dari tadi centang satu mulu. Ditelpon juga gak aktif."


"Devan pake WA ilegal jadi dia bisa tuh ngatur wa sesuka hati dia. Kalo masalah telpon gak aktif gw juga gak tau. Mungkin emang dimatiin ama dia. Atau gak da jaringan. Udah daripada lo meratapi hp lo mending kerjain tugasnya. Masih dua soal juga."


"Emang lo gak pernah perlu ama dia Ki?"


"Pernah sih. Dan gw juga sempet telpon dia. Tapi cuma di bales lewat chet aja, di telpon gak diangkat."


"Ouh gitu ya." ucapnya pasrah.

__ADS_1


'Hati lo terbuat dari Apa sih Van, sampe bener bener gak beri gw akses sama sekali buat sekedar modus ke elo.'


__ADS_2