Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Mual


__ADS_3

Samar samar Sheila pun bangun dari tidurnya dan melihat wajah sang suami yang sangat dekat dengannya, dengan deru nafas yang stabil menandakan bahwa sang suami sedang tertidur lelap membuat Sheila tidak tega untuk membangunkannya.


Sheila pun beranjak dari tempat tidurnya dengan pelan pelan agar Brian tidak bangun karena Sheila tahu kalau sang suami pasti capek, apa lagi hari ini adalah hari pertama Perka setelah berlibur ke Jepang kemarin.


Setelah bersih bersih Sheila pun bersiap-siap dengan pakaian kerjanya karena dia juga ahrus kerja bukan, Sheila berjalan keluar kamar dan berniat untuk membantu si dapur, namun saat ia sampai ternyata semua nya telah tersaji rapi membuat Sheila celingukan karena tidak menemukan orang sama sekali di sana.


"Sayang, udah bangun." sahut mami Salma berjalan menuju ke arah Sheila.


"Iy.. iya, mi." jawabnya.


"Ini udah selesai semuanya mi?" tanya Sheila dan di angguki oleh mami Salma.


"Iya, sayang. lebih baik kamu panggil suami kamu aja suruh sarapan, semuanya udah tersedia ini." ucap mami Salma dan di angguki oleh Sheila.


Sheila pun akhirnya memilih untuk naik ke atas berniat untuk membangunkan sang suami, namun saat ia akan masuk Brian sendiri ternyata sudah bersiap-siap dengan pakaian kantornya tinggal memasang dasinya saja.


"Sayang, kamu udah bangun. kalau begitu yuk buruan ke bawah udah di tunggu sama mami sama papi juga," ucap Sheila yang akan keluar namun langsung di tahan oleh Brian membaut Sheila yang tidak siap akhirnya jatuh ke pelukan sang suami.


"Aduh, kamu ini kenapa sih!" pekik Sheila karena terkejut tadi.


"Kamu mau kemana?" tanya Brian sambil melepaskan pelukannya dan melihat penampilan sang istri.


"Maksudnya?" balik Sheila bertanya.


"Kamu mau kemana dengan pakaian seperti ini sayang?"


"Kok kamu malah tanya sih, aku mau kerja lah." jawab Sheila.


"Enggak!" perintah Brian membuat Sheila sedikit terkejut.


"Maksud kamu apa?!!"


"Kamu gak boleh kerja sayang."


"Sayang, aku mau tetep kerja bagaimana pun aku masih seorang karyawan," jawab Sheila dengan melasnya namun Brian terus menolaknya dan Sheila juga terus memohon hingga lama kelamaan Brian mm jlai kehabisan akal untuk menyuruh sang istri agar tidak bekerja sehingga dia pun mengizinkan Sheila untuk bekerja.

__ADS_1


Setelah berdebat panjang akhirnya mereka berdua pun keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan di mana di sana sudah ada mami Salma dan juga papi Boni.


"Pagi mi, Pi." sapa Sheila dan Brian bersama sama.


"Pagi, sayang." balas mereka pun bersama sama.


Mereka pun makan dengan tenang, mami Salma yang tadi juga bertanya tentang pekerjaan Sheila pun awalnya tidak mengizinkan namun karena Sheila kekeh dan di bantu oleh Brian akhirnya mami Salma pun mengizinkannya.


Setelah selesai sarapan Sheila dan Brian pun berangkat kerja dengan Sheila yang pergi terlebih dahulu dengan pak Thomas dan juga Laura, rasanya baru kemarin liburan tetapi si sudah sangat ingin liburan lagi.


Sampai di kantor pun Sheila segera ke ruangannya dengan senang karena bisa bertemu dengan rekan rekan kerjanya yang lainnya, bahkan di sana sudah ada Monica dan jovanka temannya.


Sedangkan Brian tiba lebih lama dari Sheila karena dia berangkat terakhir dari pada Sheila, saat dia masuk semua karyawan menyambutnya dengan hormat namun Brian hanya melihat saja kemudian melanjutkan langkahnya ke lift.


"Sheila," panggil Monica saat melihat Sheila baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Hai," balas Sheila.


Mereka pun mulai bekerja kembali setelah satu minggu berlibur, setelah beberapa lama akhirnya waktu makan siang pun tiba, Sheila dan yang lainnya pun menuju ke arah kantin kantor untuk makan siang dengan Sheila yang membawa bekal nya sendiri.


"Sheila, elo kenapa?" tanya jovanka saat mereka sudah duduk di meja makan dengan amalan siang di tangannya.


"Enggak tahu, aku ngerasa gak enak sama perutku." ucap Sheila.


"Elo sakit?" tanya Monica.


"Enggak kok," balas Sheila kemudian dia pun sudah tidak sanggup untuk menahannya akhirnya dia pun ke toilet, semua salah Sheila karena tidak membawa obat dari rumah sakit kemarin sehingga dia tidak bisa menahan rasa mual nya.


"Eh, aku ke toilet bentar ya!" ucap Sheila tanpa menunggu jawaban dari Monica dan juga jovanka.


Sheila pun akhirnya sampai di toilet dan memuntahkan Yanga ada di perut nya, rasanya sangat tidak enak, Sheila merasa mual yang sangat padahal dia sama sekali belum makan telah sarapan tadi, tapi dia merasa mual saat mencium aroma masakan kantin tadi padahal awalnya dia biasa saja.


Setelah dirasa mual nya mulai reda, Sheila pun beranjak dari toilet dan kembali ke meja makannya, namun baru juga akan keluar dari toilet dan menuju ke mejanya Sheila mencium aroma makanan itu lagi membuat mual nya kembali lagi membuat Sheila harus kembali lagi, sumpah rasanya menyiksa sekali bagi Sheila ini, hingga ia harus bolak balik ke beberapa kali pula.


Sedangkan Monica dan jovanka yang menunggu Sheila yang tak kunjung datang hingga makan siang mereka habis pun mulai merasa khawatir, mereka pun menuju ke toilet di mana Sheila di sana.

__ADS_1


"Sheila!" panggil mereka berdua yang langsung melihat Sheila sedang sangat lemas karena harus terus bolak balik ke toilet.


"Sheila, elo kenapa?" tanya jovanka segera menuju ke arah Sheila.


"Gue ngerasa gak enak banget perut gue," ucap Sheila.


"Kalau gitu mending kita segera ke ruang kesehatan di kantor cepet!" sahut Monica.


Mereka berdua pun menuntun Sheila untuk ke ruang kesehatan di mana di kantor di sediakan untuk karyawan yang tiba-tiba sakit seperti Sheila sekarang ini.


Sampai di sana segera mereka di sambut oleh dokter di sana.


"Ada apa ini?" tanya dokter maira.


"Dok ini dari tadi teman saya mual terus dok," ucap Jovanka dengan membawa Sheila untuk berbaring di tempat tidur pasien.


Dokter Meira pun memeriksa Sheila yang sedang berbaring di sana, sedangkan Sheila sudah merasa lebih baik dari sebelumnya karena dia sudah tidak mencium aroma makanan tadi.


"Apakah kamu sedang hamil?" tanya dokter Meira dan di angguki oleh Sheila.


"Dok, tolong jangan bilang ke temen saya ya," minta Sheila.


"Kenapa?"


"Saya belum siap untuk memberitahu mereka dok, saya mohon ya." mohon Sheila lagi membuat dokter Meira pun menganggukan kepalanya mengerti.


"Terima kasih, dok."


Setelah di periksa Sheila pun bangun dan menuju ke Monica dan jovanka yang sedang menunggu di meja dokter Meira.


"Dok bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Monica dan jovanka saat Sheila dan dokter Meira keluar dari ruang pemeriksaan.


"Sheila baik baik saja, hanya mungkin dia sedang masuk angin sehingga dia merasa tubuhnya kurang fit." ucap dokter Meira dan di angguki oleh mereka berdua.


"Maaf, Mon, jov gue harus bohong karena gue belum siap untuk memberitahukan yang benarnya sama kalian," gumam Sheila dalam hatinya sedikit merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2