Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 52_Mengancam


__ADS_3

"Tanpa aku bertindak ternyata mereka malah menggali lubangnya sendiri," gumam Brian dari markas kebesaran klan Elang dengan senyum yang merekah.


Di rumah sakit Maria, Aris dan Ketty saling menyalahkan satu sama lainnya karena Sheila tidak jadi untuk memberikan mereka uangnya.


"Ini semua salah kalian," bentak Aris dengan nada marahnya.


"Kok jadi salah kita sih, kan kamu juga yang ngomong tadi." sahut Ketty tidak terima saat sang suami menuduhnya dan juga Maria.


"Arrgggg," marahnya sambil mencabut slang infus yang memang sebenarnya tidak tersambung ke dalam dan keluar dari rumah sakit karena rencana mereka gagal untuk mengelabuhi Sheila. (Dasar orang licik!)


Rencana yang sebenarnya bisa saja berjalan baik namun karena kesalahan mereka sendiri sehingga semua rencana pun gagal dan mereka tidak mendapatkan uang yang di inginkan malah harus membayar rumah sakit yang seharusnya tidak di perlukan.


Sedangkan Sheila sudah keluar dari rumah sakit dan ingin langsung menuju ke restoran karena bagaimana pun dia sudah izin hanya setengah hari saja bukan, jadi mau tidak mau Sheila pun harus bekerja dan melupakan kesedihannya sementara.


Namun tetap saja di dalam mobil dia menangis karena mengetahui rencana buruk dari keluarganya sendiri, dia bersyukur untung saja dia datang tepat waktu sehingga bisa tahu apa rencana busuk dari keluarganya itu yang hanya memanfaatkan dirinya saja.


Setelah sampai di restoran dia Kun berusaha untuk menghilangkan bekas air mata dan bengkak di wajahnya karena menangis dari tadi, setelah itu dia langsung masuk ke dalam restoran.


"Sheila, akhirnya kamu dateng juga." ucap mbk Ika dengan semangatnya, karena memang dia sudah cukup lama tidak melihat Sheila yang katanya pak Bagas sedang cuti.


"Hai, mbk Ika. kangen ya sama aku," ucap Sheila dengan menggoda rekan kerjanya.


"Ihh, iya lah." jawab mbk Ika dengan sumringahnya karena dia memang sangat kangen dengan rekan kerjanya yang satu ini, udah cantik, baik dan pekerja keras.


Dan untuk sekarang Laura bodyguard dari Sheila sudah tidak mengawasi Sheila di dalam restoran tetapi dia berada di luar restoran yang ada post pantau dan di sana juga ada Thomas yang juga ikut beristirahat di sana.


Memang setelah restoran di beli oleh Brian semua fasilitas sangat lengkap bahkan ada ruang istirahat untuk karyawan meskipun tidak luas tetapi lebih nyaman dari dulu karena Brian ingin Sheila juga beristirahat di sana dengan nyaman.


Dan jangan lupa untuk pengawasan Brian sudah memasang banyak cctv di sana hanya untuk mengawasi sang istri takut jika ada sesuatu hal terjadi.

__ADS_1


Waktu berjalan seperti biasanya dan Sheila sudah bisa lebih tenang dalam mengerjakan pekerjaan dan tidak berfikiran tentang orang tuanya lagi, meski pun terkadang dia masih memikirkan bagaimana nanti mereka namun Sheila harus tegas dalam bertindak setelah di nasehati oleh Maya dan juga dan suami kemarin saat ingin meminjam uang tersebut.


Mengingat Brian senyum sumringah tercetak jelas di wajah Sheila entah kapan terakhir dia sangat merasa bahagia, Sheila bahkan tidak ingat karena masa lalunya di lalui dengan banyak cobaan yang membuat Sheila sekarang makin kuat lagi.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Sedangkan di tempat lain Brian memang sengaja tidak pergi ke kantor karena sekarang markas sedang banyak tawanan yang membuat gara-gara dengan klan Elang.


Brian sekarang berada di sebuah ruangan pengap dengan sirkulasi udara minim, dia berjalan mendekati tawanannya yang sudah terkulai lemas karena telah mendapatkan beberapa pukulan menyakitkan dari anak buahnya. Melihat Brian datang pria tersebut merasa takut hingga meringkuk mencoba menjauh dari Brian namun karena dia sedang di ikat sehingga dia hanya bisa meronta-ronta saja.


"Hai, tenang lah Mr. Bram. Kau tidak akan aku apa-apa kan tetapi kau harus memberitahukan ku kepada siapa kau mengabdi sehingga beraninya kau menyerang ku?" tanya Brian dengan tatapan tajamnya, Mr. Bram tertangkap karena berusaha untuk membunuh beberapa anak buah Brian beberapa waktu lalu dan juga berusaha membakar markas elang meski pun gagal karena memang Bram sendiri yang tidak berniat untuk membakar, dia hanya di perintahkan saja, entah dari mana dia bisa masuk tetapi Brian sudah sangat ketat dalam menyeleksi anak buahnya dan kebanyakan adalah anak anak dari orang tua yang dulu pernah bekerja dengan papinya.


"Kau tidak perlu tahu Brian!" bentaknya.


"Ohh, sebelum kau mengatakannya pun aku sudah tahu siapa dalangnya!" ucap Brian.


"Apa maksudmu?" tanya Mr. Bram yang takut jika Brian tahu siapa yang menyuruh nya melakukan hal tersebut.


"Hahahaha, hey Bram jangan kita aku tidak tahu semuanya! Aku ini Brian Albern Ardolph penguasa negara ini." bentak Brian memperjelas kedudukannya di depan tawanannya.


"Maafkan aku Brian, aku hanya di suruh semua hanya akal akalan dari tuan Jeffry," ucap pria tersebut.


"Siapa pun itu tapi kalau juga terlibat bukan, oh ya dan kalau tidak salah kau punya istri dan juga cucu semata wayang yang baru saja berusia 1 tahun bukan?" sahut Brian mengancam Bram yang sudah seperti ketakutan saat ia mengucapkan cucu dan juga istrinya.


Boom seperti bom meledak bram pun segera memberontak dan meminta agar Brian tidak menyakiti cucunya dan istri nya karena hanya mereka lah keluarga satu-satunya.


"Brian, aku mohon jangan ancam aku dan jangan sakiti anak dan istriku. Aku akan lakukan apapun asalkan jangan sakiti mereka, aku mohon!" pinta Bram dengan memohon semoga saja Brian tidak menyakiti cucu dan istrinya.


Tangannya terus saja dia rapatkan seperti seseorang yang sedang bersalah, memang Bram telah kehilangan anaknya dalam kecelakaan atau lebih tepatnya karena ulah dari Jeffry pemimpin klan Elang karena dulu Jeffry sangat menyukai anak perempuannya sehingga saat Melisa anaknya menikah Jeffry tidak terima dan melakukan rencana jahat tersebut sehingga menewaskan Melisa dan sang suami di tempat kejadian, saat itu Melisa sedang mengandung usia 9 bulan sehingga yang terselamatkan hanya anaknya berjenis kelamin laki-laki namanya Cristian atau biasa di panggil Tian.

__ADS_1


Bram bekerja dengan Jeffry karena dia di ancam kalau tidak mau maka taruhannya adalah nyawa istri dan cucunya itu lah yang membuat Bram mau bekerja sebagai anak buah dari Jeffry dan Brian tahu akan hal itu, maka dari itu dia memang tidak berniat untuk membunuh Bram.


"Hahahaha, tidak semudah itu Bram." sahut Brian dengan wajah menyeringai nya.


"Aku akan lakukan semuanya sesuai kemauan mu, tapi aku mohon jangan libatkan istri dan cucu ku Brian." sahut Bram namun Brian tak menyahutinya dan memilih untuk berjalan pergi meninggalkan Bram yang sedang meronta-ronta untuk melepaskannya dan meminta Brian agar tidak menyakiti anak istrinya.


"Sekarang kita ke mana bos?" tanya Aldo saat dia malah di suruh untuk mengikuti mereka.


"Ikut saja!" perintah Brian, Aldo pun hanya mengikutinya saja tanpa banyak berbicara lagi.


Sampai lah mereka di sebuah rumah kecil dan sederhana yang sangat berbeda dari rumah rumah di sebelahnya yang terbilang lebih mewah dan bagus. Tak lama keluar seorang anak kecil dengan langkah yang tidak lancar karena memang usia nya yang masih kecil.


"Tian sayang. jangan keluar dulu, tunggu nenek nak!" ucap suara perempuan paruh baya dari dalam dan berlari ke depan menemui sang cucu.


"Bos, ini bukannya rumah dari Mr. Bram?" tanya Aldo yang mulai paham di mana dia sekarang, ucapan Aldo pun hanya mendapatkan anggukan dari Brian.


Wanita paruh baya tersebut sudah keluar dari rumah dan mengendong cucunya dan dia melihat ada tamu yang berdiri di rumahnya segera ia menghampiri Brian dan Aldo.


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita paruh baya tersebut yang bernama Natali istri dari Mr. Bram tawanan Brian.


Sebenarnya Bram ke sini karena permintaan sang papi, meski pun klan Elang terkenal jahat dan juga kejam tetapi mereka tidak pernah berbuat kasar dengan orang orang yang tidak bersalah dan apa lagi ternyata ayah dari Natali adalah salah satu sahabat dari kakeknya Brian yang sudah meninggal sehingga papi Boni meminta Brian untuk membawa keluarga tersebut ke mansionnya agar bisa di rawat dan terhindar dari pasukan Rajawali yang bisa sewaktu-waktu membunuh mereka karena hal itu akan membuat papi Boni mengingkari janjinya dengan sang ayah yaitu kakek Brian sudah buat dulu untuk melindungi setiap keluarga klan Elang.


.


.


TBC


šŸ„•šŸ„•šŸ„•

__ADS_1


Gimana nih ceritanya seru gak ya??


Sebelumnya author minta maaf karena kemarin hanya update satu bab saja karena kesibukan author di dunia nyata membuat author tidak sempat untuk up bab selanjutnya, tapi akan author usahakan ya untuk update terus bab nya supaya readers sekalian semakin semangat dalam membaca dan jangan lupa dukung terus karya ini agar semakin bertumbuh dan membuat semangat author dalam menulis.


__ADS_2