
Setelah perjalanan panjang akhirnya rombongan sudah sampai di bandara internasional Haneda Jepang, dengan langkah senangnya semua karyawan keluar dari pesawat dan menuju ke bis yang sudah di sediakan oleh kantor.
Sheila juga sudah keluar dari bandara dan menuju ke bis karyawan di temani oleh Monica dan juga jovanka dan jangan lupa Laura yang terus saja berada di dekat Sheila.
"Akhirnya kita sampai di Jepang juga ya," shut Monica dengan senangnya menghirup udara musim semi Jepang.
"Iya, akhirnya setelah tahun kemarin gue gak ikut ke Inggris." sahut jovanka karena tahun kemarin dia tidak bisa ikut karena sakit dan harus di rawat.
Mereka pun juga ikut naik di bis dengan Sheila yang duduk dengan Laura karena memang Sheila sendiri yang minta ke Bu Ella, bisa gawat kalau tidak apatis Laura akan berdiri terus di sampingnya kan kasihan.
Sampai di hotel megah dan terkenal Jepang dengan kualifikasi bintang 5 membuat siapa saja yang ke sana serasa seorang pengusaha dan orang kaya karena yang bisa menyewa hotel seperti itu adalah para orang kaya yang punya uang banyak.
"Oke, semuanya tenang. Untuk kamar sudah saya atur dan bisa cek di handphone kalian masing masing," sahut Bu Ella.
Sheila juga ikut mengecek namanya dengan siapa dia akan sekamar dan betapa terkejutnya Sheila ternyata ia sekamar dengan Bu Ella membuat Sheila sedikit was was, sedangkan Laura berada di kamar sebelah Bu Ella.
"Sheil, elo kok sama Bu Ella sih?" tanya Monica sedikit curiga.
"Gu.. gue juga gak tahu Mon, kan yang ngatur semuanya Bu Ella." sahut Sheila memberikan penjelasan.
"Iya juga sih, ya kit agak sekamar dong." ucap Monica dengan sedikit sedih.
"Udah gak papa kan cuma tidurnya aja yang gak sekamar tapi kan kalau keluar bisa barengan," sahut Jovanka.
"Iya, bener apa yang di ucapkan sama Jovanka Mon." tambah Sheila.
"Ya udah deh, kalau gitu sekarang kita ke kamar kita masing masing aja lah," ajak Monica dan mendapat anggukan dari jovanka dan juga Sheila.
Monica satu kamar dengan jovanka dan satu karyawan lainnya di kamar satu lantai di bawah Sheila sedang Sheila satu kamar dengan Bu Ella di lantai atasnya dan juga Laura di kamar sampingnya, padahal di sana adalah lantai untuk para atasan bahkan ada pak Edwin juga di sana, namun pak Edwin dan manajer lainnya tidak tahu kalau Sheila adalah istri dari bosnya kecuali Bu Ella dan Bu Ella juga sudah memberikan alasan mengapa Sheila satu kamar dengannya yaitu karena kehabisan kamar, padahal itu hanyalah bisa-bisaannya dari Bu Ella.
__ADS_1
"Sheila!" panggil Bu Ella saat Sheila baru saja masuk ke dalam kamar.
"Iy... iya Bu," ucap Sheila sedikit gugup.
"Kamu jangan terlalu gugup gitu ih," sahut Bu Ella.
"Maaf Bu."
"Udah gak papa, oh ya ini kunci kamar kamu." ucap Bu Ella memberikan kunci kamarnya.
"Loh, bukannya ini kunci kamarnya ya Bu?' tanya Sheila karena Bu Ella malah memberikan kunci kamar yang lainnya kepadanya.
"Ini kunci kamar saya, kalau kamu itu yang ini." sahut Bu Ella kemudian memberikan kunci tersebut.
"Bu ini kam kamar atas, ini kamar paling mewah Bu." sahut Sheila saat melihat lantai yang tertulis di kunci tersebut dan juga nama kamar yang membuat siapa pun tahu kalau itu adalah salah satu kamar mewah di hotel tersebut.
"Udah kamu pergi aja, kebetulan depan kamar ini adalah lift jadi bis memudahkan kamu untuk naik." balas Bu Ella.
Sheila pun masuk lift menuju ke lantai atas di mana kamarnya berada dengan Laura yang terus aja berada di sampingnya, entah apa sebenarnya yang di suruh Brian sampai-sampai Laura sama sekali tidak beranjak dari dekat Sheila sama sekali.
Sedangkan Brian yang setelah Sheila pergi dia langsung juga pergi dengan yoga sudah menunggunya di mobil.
"Mi, Pi. Brian berangkat dulu ya," pamit Brian.
"Iya, hati-hati sayang." jawab mami dan papi bersamaan setelah itu Brian pun pergi.
Mami dan papi tahu kalau Brian akan menyusul Sheila ke Jepang sehingga saat tadi mami bilang untuk kado Brian junior pun mami Salma ingin menggoda Sheila dan Brian tetapi mami lupa kalau Sheila belum tahu akan Brian yang juga ikut ke Jepang meskipun Medan penerbangan karena Brian akan naik jet pribadi nya.
Sampai di Jepang Brian lebih duluan, segera ia melajukan mobilnya ke hotel di mana para karyawan akan menginap di sana. Brian sudah mengatur semuanya melalui Bu Ella sehingga nantinya Sheila akan berada di satu kamar dengan Brian. Brian sudah mendengar kabar dari yoga kalau rombongan sudah datang ke hotel dan juga sudah pe.bagian kamar hingga Sheila sudah memasuki lift pun yoga terus mengabari bos nya itu.
__ADS_1
Sampai lift terbuka dan Sheila pun mencari keberadaan nomor kamar di tangannya, saat dia sudah melihat ketika kamar tersebut Sheila pun berjalan mendekat dan berniat untuk membukanya, namun Laura malah izin pamit ke Sheila.
"Maaf, nona muda. saya rasa saya ahrus ke kamar saya karena ada barang saya yang tertinggal, lebih baik nona masuk saja nanti kalau nona ada kebutuhan langsung hubungi saya," ucap Laura pamit.
"Ya udah kalau gitu kamu ke kamar kamu saja istirahat karena saya juga akan istirahat, capek banget soalnya!" sahut Sheila dan di angguki oleh Laura, kemudian Laura pun pergi meninggalkan Sheila sendirian.
Saat Sheila membuka pintu dia melihat ada tubuh manusia yang membelakanginya membuat Sheila sedikit ketakutan.
"Maaf, sepertinya saya salah kamar." ucapnya meminta maaf kemudian akan pergi meninggalkan kamar tersebut.
"Kamu tidak salah kamar," ucap pria tersebut siapa lagi kalau bukan Brian yang masih saja membelakangi Sheila.
"Kok kayak gak asing ya sama suaranya," curiga Sheila karena merasa sangat tidak asing dengan suara tersebut.
Tak lama tubuh tegap itu pun memutar dan menampakkan lelaki yang tadi berada di mansion tetapi saat ini malah berada di depannya.
"Sayang!" kejut Sheila melihat Brian di dalam kamar tersebut.
"Hai sayang," ucapnya dengan gembira kemudian malah memeluk erat tubuh Sheila.
"Kok kamu ada di sini sih?" tanya Sheila tak percaya kalau Brian berada di Jepang.
"Emangnya kenapa? gak boleh!" sahut Brian.
"Bukan begitu, bukannya kamu bilang kamu gak bisa ikut karena harus mengerjakan pekerjaan kamu ya," ujar Sheila.
"Sebenarnya sih iya, tetapi karena istriku kekeh ingin tetap ikut jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan masalah tersebut kemarin-kemarin, jadi hari ini aku bisa menyusul ikut istri ku liburan. Bagiamana coba Brian yang tampan ini di tinggal lama oleh sang istri nya, kan ngenes sayang ku," ucap Brian merasa sangat gemas dengan sang istri padahal ada niatan menyindir Sheila.
"Hehe, maaf ya suami ku. Tapi aku seneng deh kalau kamu bisa ikut," ucap Sheila memang dia senang sang suami bisa ikut liburan kali ini.
__ADS_1
Bersambung..........