
"Ada apa Pi?" tanya Brian.
"Papi ada misi buat kamu!" ucap papi Boni.
Papi Boni pun memberitahukan misi khusus untuk Brian dan klan elangnya.
Setelah selesai memberitahukan misi tersebut papi Boni pun menyuruh agar Brian menangani masalah ini.
"Bagaimana mana son kamu bisa kan? ini permohonan dari uncle Bastian Bri," ucap papi Boni.
Bastian Kiel adalah salah satu sahabat dari papi Boni di dunia mafia, beliau tinggal di negara Z dan juga mendirikan klan Tiger yang menjadi salah satu klan mafia berkuasa di sana.
"Akan Brian usahakan pi, tapi Brian tidak bisa janji karena kejadian itu sudah sangat lama sekali," ucap Brian.
"Iya, papi tahu. Tapi semoga saja masalah ini bisa terpecahkan." ucap papi Boni sungguh sungguh.
"Iya, Pi."
Setelah mengatakan misi rahasia mereka Brian pun keluar dari ruang kerja papinya dan bersiap-siap untuk ke markas menyampaikan misi yang di berikan oleh papinya tadi setelah siap Brian turun dan melihat mami Salma dan Sheila yang baru saja masuk ke dalam dari kegiatan di taman belakang.
"Brian, Kamu mau ke mana?" tanya mami Salma saat melihat Brian sudah rapih dengan jaketnya.
"Brian ada urusan sebentar mi," ucap Brian dengan mendekat ke arah mami Salma dan Sheila berada.
"Aku keluar sebentar ya, nanti kalau urusannya selesai aku pasti bakalan segera pulang." lanjut Brian meminta izin kepada Sheila.
Sheila hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan memberikan izin kepada Brian untuk mengurus urusannya.
Setelah mendapat izin, Brian pun segera keluar dari mansionnya dengan mengendarai motor sport keluaran terbarunya.
Brian memang jarang menggunakan motor sport nya kalau tidak ke markas dan urusan mendesak agar segera sampai tujuan karena biasa nya dia menggunakan mobil saja.
Dia melesat begitu cepat saat memakai motor sport nya, entah berapa kecepatan yang ia tempuh tapi dalam waktu sekejap sudah berada di area hutan tempat markas Elang berada.
Segera ia masuk ke dalam saat sudah sampai di sana dan di sambut oleh Aldo dan yoga yang kebetulan mereka kalau Weekend memang suka berkeliaran di markas, di sana juga ada uncle Steven dan Brandon yang sedang mengobrol sungguh markas tidak pernah sepi dari mereka semuanya dan anggota anggota yang lainnya.
"Brian, tumben pagi-pagi kamu ke sini!" sahut uncle Steven.
"Iya uncle, aku ada kabar penting yang ingin aku berikan kepada mereka!" ucap Brian sambil menunjuk anak buahnya dan uncle Steven pun menganggukkan kepalanya mengerti.
Brian pun mengajak Aldo dan yoga ke dalam ruangannya dan jangan lupa uncle Steven dan Brandon juga ikut masuk karena ingin mendengarkan kabar tersebut.
Kemudian Brian pun memberitahukan misi yang sudah di berikan oleh papinya tentang masalah dari Bastian Kiel salah satu sahabat papinya.
"Apa Bastian Kiel?" tanya uncle Steven.
__ADS_1
"Uncle pernah dengar soal masalah itu dulu, ternyata sampai sekarang belum juga terselesaikan masalah itu?" ucap uncle Steven dan mendapat anggukan dari Brian.
"Jadi bagaimana, apakah kita terima atau tolak?" tanya Brian.
"Menurut uncle lebih baik kalian terima saja, apa lagi ini adalah permintaan dari papi mu, son." ucap uncle Steven.
Akhirnya mereka pun sepakat dengan permintaan sang papi untuk membantu masalah yang di alami oleh sahabat papinya, meski Brian jarang bertemu dengan uncle Bastian namun papinya sangat dekat dengan beliau jadi Brian juga tidak ingin mengecewakan untuk papinya.
š„š„š„
Sedangkan di sisi lain setelah selesai dari taman belakang Sheila ingin belajar masak dari sang mami dan mami Salma mengajak Sheila untuk memasak masakan daerahnya nanti setelah dari taman, Sheila pun merasa senang bukan main lagi karena ingin sekali bisa memasak masakan dari daerah selain makanan yang awan dia temui di kota yang menurutnya sangat enak.
"Sekarang kita mau masak apa mi?" tanya Sheila saat mereka berdua sudah berada di dapur dengan bahan bahan yang sudah di sediakan tak lupa bi Nana juga ada di dapur untuk membantu.
"Kita mau masak sayur asem, tempe penyet, sambal orek sama ayam kecap gimana?"
"Wah boleh banget mi!" seru Sheila sangat semangat.
Mereka pun mulai masak masakan Indonesia, karena ke asyik mereka hingga tanpa sadar sudah memasuki jam makan siang dan Brian juga belum datang padahal tadi katanya sebentar saja.
"Selesai," ucap mami Salma saat semua masakan sudah selsai di masak dan juga sudah selesai di sajikan.
"Wah kayaknya enak banget deh mi, jadi gak sabar pingin coba!" ucap Sheila di meja makan dan ada papi Boni juga di sana.
Tak lama suara deru mesin motor terdengar menandakan seorang yang sedang di tunggu-tunggu sudah datang.
"Wah udah waktunya makan siang nih," ucapnya kemudian mengambil duduk di samping Sheila.
"Enak kayaknya nih menu makan siangnya," ujar Brian.
"Iya dong, kan mami sama Sheila yang masak!" sahut mami Salma.
"Beneran?" tanya Brian sekali lagi melihat wajah sang istri.
"Iya, baru belajar semoga kamu suka." gumam Sheila.
"Pasti suka, kan istri aku yang masak." balas Brian sekali lagi.
Makan siang yang sangat menggugah selera sekali, membuat makan siang ini menjadi ramai karena adanya perdebatan antara mami dan Brian.
"Sayang, gimana kerjaannya di restoran itu?" tanya Brian saat dia dan Sheila duduk di sofa ruang keluarga karena mami dan papi ada keperluan di luar sehingga meninggalkan mereka berdua saja.
"Biasa aja kok Bri, ada apa emangnya?"
"Enggak ada, aku cuma pingin tahu aja." ucapnya.
__ADS_1
"Kamu bukannya sudah lulus ya kuliahnya?" tanya Brian dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Terus kenapa memilih untuk tetep kerja di restoran kan bisa gunain ijasah sarjana kamu untuk kerja kantoran Sheila, atau kamu mau kerja di kantor ku aja!" sahut Brian.
"Enggak, aku udah terlalu nyaman kerja di sana Brian sama males buat cari kerja lagi. Kalau aku kerja di kantor kamu malah gak akan nyaman aku soalnya pasti ketemuan sama kamu," ucap Sheila.
Brian sebenarnya mau Sheila bekerja di kantornya dari pada harus di restoran seperti itu, karena di restoran pekerjaannya adalah pekerja kasar dan berat dan juga jauh dari pantauan Brian.
Sedangkan di kantor nanti Sheila tidak harus terlalu berat sehingga badannya bisa lebih rileks dan juga Brian bisa memantau kegiatan Sheila selama di sana.
"Ya udah terserah kamu sajalah," ucap Brian.
Saat sedang menemani Sheila menonton televisi tiba-tiba telepon Brian berbunyi.
drreettt drreett drreettt
[Halo,]
[Brian?]
[Ini siapa ya kalau boleh tau?]
[Saya Bastian Bri!]
[Uncle Bastian, maaf Brian tidak tahu kalau itu uncle,]
[Santai saja Bri, oh ya uncle telepon kamu karena uncle dengar kamu sudah menerima permintaan dari saya! untuk kamu membantu saja,]
[Iya, uncle tenang aja. papi juga sudah memberitahukan ke Brian, secepatnya Brian bakalan mencari nya uncle,]
[Terima kasih, Brian. uncle tunggu kabar baiknya dari kamu!]
Setelah mengucapkan hal itu Bastian pun memutuskan telepon dan begitu pula dengan Brian, dia sudah bertekad akan menyelesaikan permintaan dari uncle Bastian bagaimana pun caranya.
"Siapa?" tanya Sheila saat Brian sudah selsai dengan telepon nya.
"Uncle Bastian temen papi tadi telepon cari papi," alasan Brian dan Sheila langsung percaya saja tanpa bertanya lebih.
"Oh," hanya itu saja jawaban dari Sheila membuat Brian gemas ingin mencium bibir tipis sang istri.
.
.
TBC
__ADS_1
Gimana nih para readers ada yang tahu gak ya misi nya apa?š¤