Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Menyalakan Api


__ADS_3

Brian pergi ke markas untuk melihat keadaan orang tuanya sendirian, awalnya Sheila kekeh ingin ikut untung saja mama Daniar melarangnya sehingga bisa membebaskan Brian untuk pergi sendirian tanpa Sheila.


Sampai sana dia segera mencari keberadaan orang tuanya, memang di samping markas ada rumah tidak terlalu besar namun cukup lengkap semua peralatan rumah tangga dia sana karena dulu sebelum menikah Brian juga sering sekali tidur di sana.


"Mi, Pi!" panggil Brian namun tidak ada respon, dia pun segera melangkahkan kaki lebar nya menuju lebih dalam lagi masuk ke dalam rumah.


Saat sampai di dapur dia melihat sang mami yang sedang asyik dengan bi Nana yang juga ikut di borong ke sana, sedangkan bi Natali, Tian dan juga sang suami mami Salma menempatkan mereka di villa keluarga Ardolph yang pernah mereka kunjungi waktu itu karena suasananya yang asri bisa membuat Tian lebih ceria, begitulah pikir mami Salma.


"Mi," panggil Brian saat sudah sampai di dapur.


"Sayang, kok kamu ke sini sih? Sheila gak ikut kan!" ucap mami Salma khawatir kalau sang menantu ikut ke sini.


"Enggak kok mi, tadi mama Daniar sudah mencegatnya." ucap Brian.


"Syukur kalau begitu, lebih baik kamu sama Sheila berada di sana saja beberapa hari sampai mansion selesai di perbaiki." solusi mami Salma.


"Iya, tapi papa Bastian juga bilang gini mi. Kalau Brian ngikut Sheila aja mi dia lebih nyamanan di mana karena yang terpenting sekarang kan kenyamanan dia dan baby nya," ucap Brian penuh dengan pengertian membuat mami Salma terharu dan tak sabar menanti sang cucu hadir di dunia.


"Iya, kamu bener bri. mami sama papi mu juga ngikut aja apa keinginan kalian sayang," sahut mami Salma dan mendapat senyuman tipis dari Brian, ingat tipis sekali bahkan mungkin mami Salma tidak tahu kalau anaknya itu sebenarnya sedang tersenyum.


"Kondisi mami sama papi gimana?" tanya Brian duduk di meja makan karena sang mami menyuruhnya tadi dan menyiapkan banyak makanan.


"Kondisi kami baik baik aja kok sayang, kemarin untung nya bi Nana masih bangun jadi masih bisa selamat dan untung nya saja yang terbakar hanya ruang tamu yang tidak ada berkas penting dan juga tambah belakang sebagian." tutur mami Salma menjelaskan semuanya kepada sang anak.


Tak lama papi Boni datang dari luar, beliau dari markas untuk bertemu dengan uncle Steven yang berada di sana ingin mengetahui rincian permasalahannya.

__ADS_1


"Brian," ucap papi boni saat melihat anak nya di sana.


"Pi."


"Kamu sudah lama?" tanya papi Boni.


"Enggak kok barusan,"sahut Brian sambil melanjutkan sarapannya padahal tadi dia sudah sarapan di mansion mama Daniar namun entah mengapa dia merasa tergoda dengan masakan sang mami akhirnya dia pun sarapan untuk ke dua kalinya deh.


Setelah memastikan kondisi orang tuanya baik baik saja Brian pun pergi menuju ke markas di mana di sana sudah ada Aldo yang siap untuk melaporkan tentang kejadian semalam.


"Tuan," sapa Aldo saat Brian baru saja duduk di kursi kebanggaannya.


"Bagaimana?!" tanya Brian tak sabaran.


Brian sudah menduga akan hal itu karena siapa lagi kalau bukan Liam itu yang bahkan Brian belum pernah bertemu dengannya dan hanya melihat fotonya saja. Brian pun beranjak dan menuju ke tahanan bawah tanah di sana ada beberapa orang yang masih meminta tolong saja ingin di keluarkan, padahal kalau sudah masuk ke dalam penjara klan elang maka jangan harap bisa keluar lagi menghirup udara segar bahkan tidak akan pernah terjadi lagi karena pilihannya hanya ada dua tetap hidup tapi berada di penjara tersebut atau mati saja.


Brian berjalan mendekati pelaku pembakaran rumahnya dengan Aldo di belakangnya, Brian tak habis fikir padahal pria di depannya itu sudah cukup tua namun tetap mau di suruh untuk melakukan hal seperti itu.


"Tuan, mohon lepaskan saya!" ucap pria tua tersebut dengan memohon dan bersimpuh hadapan Brian.


"Pak tua, kau sudah menyalakan api bukan maka kau juga harus memadamkan nya jadi tunggu lah api akan menyala lagi mungkin di rumah mu," tutur Brian dengan kejam nya dan menendang pak tua tersebut yang bersimpuh di kakinya.


"Dan jangan pernah menyentuh kaki ku dengan tangan kotor mu itu!" tegas Brian kemudian pergi meninggalkan pria tua yang sudah meronta ronta untuk memaafkannya.


"Aldo segera bakar rumah pak tua itu dan aku mau semua keluarganya tak selamat kemudian kita bu*uh pria itu!" ucap Brian dengan tegas dan kejam nya membuat siapa pun sangat segan untuk mendekati Brian saat sedang marah seperti ini.

__ADS_1


"Baik, tuan." ucap Aldo.


Setelah itu Brian pun memilih untuk kembali ke mansion karena sekarang adalah weekend jadi dia tidak harus ke kantor dan meninggalkan sang istri sendirian terlalu lama.


Sedangkan Aldo pun mengikuti perintah tuannya itu, sekarang dia dan beberapa anak buahnya sudah berada di salah satu rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terllau kecil, setelah memantau beberapa jam semua keluarga sudah pulang ada yang bekerja dan yang lainnya karena semuanya sudah berada di rumah dan di dalam tadi sudah di pasang alat yang otomatis bisa mengunci sendiri membuat semua orang yang berada di dalam tidak akan bisa keluar dari sana.


Semua keluarga berjumlah 4 orang yaitu dua wanita dan dua pria sedang kan pria tua yang di sekap di penjarah bawah tanah itu di pasang monitor untuk melihat bagaimana kejadian kebakaran tersebut terjadi.


Saat api membesar orang di dalam meminta tolong namun tidak ada yang keluar karena mereka sedang asyik dengan dunia nya masing masing, saat api sudah menghangus ratanya bangunan orang orang para berbondong bondong ke sana dan merasa prihatin dengan seluruh anggota keluarga yang hangus rata tak tersisa.


Sedangkan Aldo dan anggota lainnya sudah tancap gas pergi meninggalkan perumahan tersebut dengan santainya seperti tidak terjadi apa-apa, karena bagi anggota klan elang siapa yang sudah memulainya maka harus mengakhiri nya juga bukan.


Sedangkan di markas penjara bawah tanah pria tua tersebut meronta ronta saat melihat kamera cctv menampakkan jasad jasad keluarganya yang sudah hangus semuanya, sekarang hanya ada dirinya seorang yang tersisa dan mungkin sebentar lagi akan mengikuti mereka kembali ke tuhan.


Tahanan yang lainnya juga ikut menyaksikan bagaimana kekejaman klan elang membaut mereka merinding ngeri, ada yang sedikit bersyukur keluarganya selamat meski pun dia berada di penjara ini sekarang.


Sedangkan Brian yang berada di mobil Dnegan yoga yang menjadi supir juga menyalakan iPad nya dan melihat rumah yang sudah terbakar hangus dan juga jasad yang sudah berbaris rapi membuatnya sedikit puas, karena baginya siapa yang sudah berani berbuat tidak menyenangkan kepada klan elang apa lagi keluarganya maka siap-siap untuk mendapatkan balasannya.


Dan balasannya tidak akan semudah dan segampang yang di fikirkan karena Brian adalah pria bertangan dingin yang tidak segan segan untuk membu*uh siapa pun, dia yang sudah menyalakan api maka dia juga yang harus memadamkannya bukan.


.


.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2