
Sedangkan di tempat lain Liam sedang berada di markasnya dengan Tiffany dan juga Maria di sana, mereka memang saat di bar Maria tiba-tiba merencanakan untuk membakar mansion keluarga Ardolph karena berfikir kalau Sheila berada di sana namun ternyata Sheila tidak ada di sana.
Mereka juga mendapatkan kabar bahwa orang suruhan mereka telah di tangkap dan juga keluarga sudah hangus terbakar, itu semua adalah ulah dari Brian yang marah karena sudah membuat celaka keluarganya.
Liam marah besar kepada Maria yang sudah merencanakan hal bodoh seperti itu, namun Liam tidak tahu apakah Brian sudah tahu siapa pelaku sebenarnya atau tidak karena anak buahnya tidak berhasil mendapatkan informasi nya, namun dari pengamatan yang di lakukan seperti nya Brian tidak tahu kalau Liam yang menyuruh orang tersebut. (Padahal Brian sudah tahu semuanya tapi mema ihng Brian bersikap biasa saja seperti tidak tahu siapa pelakunya karena ingin memancing lebih jauh lagi agar Limar masuk ke perangkapnya).
"Terus bagaimana langkah kita selanjutnya ini?!" sahut Tiffany dengan sedikit kesal padahal dia sudah senang sekali tadi dan berharap Sheila berada di dalam kebakaran tersebut, namun kebakaran tersebut hanya terjadi di beberapa bagian saja padahal mereka berharap agar menghanguskan seluruh mansion mewah tersebut.
"Lebih baik kalian diam atau kalian dulu yang akan aku bu*uh!" pekik Liam karena wanita di depannya ini terus saja berbicara tanpa henti.
Maria dan Tiffany pun diam tak mengeluarkan sepatah kata pun karena dia juga sedikit takut dengan Liam yang seperti sudah mengeluarkan taring tajamnya.
"Kita jalankan rencana kita semula," shut Liam membuat Tiffany dan Maria saling berpandangan dan juga mengingat rencana partner balas dendamnya itu.
Keesokan harinya Brian ada meeting mending di kantor dan tidak bisa menemani Sheila yang harus memeriksakan kandungannya yang sudah memasuki bulan ke tujuh kehamilannya, tak terasa memang padahal Sheila masih merasa bahwa baby nya belum tumbuh besar namun hari ini baby El nya sudah tumbuh besar saja dan tinggal Minggu lagi akan bersamanya.
"Sayang, maaf ya aku gak bisa nemenin karena ada meeting dadakan di kantor tapi aku janji setelah aku selesai aku akan langsung ke ruang sakit jadi kamu tenang aja sebelum kamu periksa kandungan aku sudah ada di sana," sahut Brian sedikit kecewa.
Brian tadi sudah ingin mengosongkan jadwalnya tetapi lagi lagi jadwal klien yang juga sangat padahal dan ini adalah meeting penting untuk menentukan kerja sama internasional jadi Brian tidak bisa mengabaikannya dan Sheila juga bisa mengerti kesibukan sang suami, lagi pula setiap bulan nya Brian selalu mengantarnya jadi tidak apa-apa lah kalau Brian tidak bisa mengikuti jadwal chek up nya untuk bulan ini.
"Iya, sayang. Kamu tenang aja aku gak papa kok, aku bisa sendiri jadi kamu jangan khawatir ya." sahut Sheila mencoba menenangkan sang suami yang terus meminta maaf padanya karena tidak bisa menemaninya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, kalau gitu aku pergi dulu." pamit Brian kemudian meninggalkan sang istri namun sebelum itu ia mengecup singkat kening, pipi dan bibir tipis sang istri.
Sheila yang di tinggal Brian pun sebenarnya sedikit sedih karena seharusnya hari ini adalah hari di mana mereka bisa melihat jenis kelamin sang anak karena setiap melakukan check up kandungan baby El selalu saja bersembunyi tak mau menampakkan jenis kelaminnya membuat Sheila dan Brian sedikit gemas karena sepertinya baby El ingin membuat kejutan untuk mami dan deddy nya.
"Sayang, hari ini deddy gak bisa nemenin kita ya jadi kamu sama mami aja yang ke dokter," gumam Sheila mengajak baby di dalam perutnya berbicara.
Setelah itu Sheila pun mulai bersiap untuk pergi ke rumah sakit di mana dia sudah membuat janji dengan dokter Andin hari ini jadi dia tidak ingin membuat dokter Andin menunggu dirinya lama.
Setelah selesai bersiap Sheila pun keluar dari kamarnya dan sarapan, sedangkan Brian tadi tidak sarapan karena dia segera harus menuju ke kantornya. Setelah sarapan Sheila pun menuju ke mobilnya untuk berangkat di ikuti oleh Laura dan juga beberapa bodyguard yang di siapkan oleh Brian untuk menjaga sang istri.
Awalnya Sheila tidak mau di jaga terlalu ketat oleh beberapa bodyguard yang di siapkan oleh Brian tapi dia tidak bisa menolaknya sehingga Sheila pun hanya bisa pasrah dengan perintah Brian.
Sampai di rumah sakit Sheila segera menuju ke ruangan dokter Andin untuk memeriksa kandungannya, dokter Andin menyambut baik Sheila di sana dan segera memeriksa Sheila dengan hati-hati karena jika dia salah memeriksa maka bisa di pastikan profesi dokternya menjadi taruhannya.
"Bagaimana dok?" tanya Sheila.
"Begini ya nona, saya ingin memberitahukan bahwa kandungan anda sekarang sangat baik dan stabil bahkan sepertinya dia sangat lincah sekali sekarang seperti tak sabar ingin segera bertemu dengan orang tuanya," ucap dokter Andin membuat Sheila tersenyum sumringah.
Setelah itu dokter Andin pun mulai menjelaskan kondisi sekarang dan juga tentang jenis kelamin sang jabang bayi yang terus saja bersembunyi.
"Bagaimana dengan jenis kelaminnya dok?" tanya Sheila yang sangat penasaran dengan jenis kelamin sang baby.
__ADS_1
"Sepertinya baby nya sampai sekarang masih senang bersembunyi nona, karena dia sama sekali tidak menampakkan dirinya sama sekali tetapi sangat aktif sekali." ucap dokter Andin membuat Sheila sedikit menyayangkan namun juga tetap bahagia karena janinnya tumbuh dengan baik di dalam perutnya.
"Astaga sayang ternyata kamu masih malu malu juga ya," sahut Sheila Dnegan mengelus lembut perutnya sambil berbicara kepada sang janin.
"Ya sudah kalau begitu saya keluar dulu dok," pamit Sheila dan di angguki oleh dokter Andin.
"Iya, nona. Semoga janinnya selalu sehat dan semoga juga bulan depan baby nya sudah gak malu malu lagi ya," sahut dokter Andin dan di angguki oleh Sheila.
Setelah itu Sheila pun keluar dari sana dengan Laura dan bodyguard lainnya, saat dia keluar mata semua orang tertuju padanya membuat Sheila sedikit risih dan tak nyaman sehingga dia pun pergi segera dari sana.
Sedangkan di sisi lain Brian sampai di kantor dengan cepat karena dia sudah telat meeting nya dan klien sudah menunggu nya dari tadi.
Hampir tiga jam meeting berlalu dan baru selesai dan Brian di beritahukan oleh Sheila bahwa dia sudah selesai check up kandungan dan akan pulang kembali ke mansion jadi Brian tidak usah ke rumah sakit.
Brian pun menyayangkan ternyata dia tidak bisa berjumpa dengan baby nya namun Brian pun tetap senang dan dia pun memilih untuk kembali ke mansion saja dan menunggu sang istri.
Namun yang tak Brian tahu ternyata saat Sheila berada di rumah sakit Maria tak sengaja melihat Sheila yang ke sana tanpa Brian sang suami dan hanya ada Laura dan beberapa bodyguard, dia berfikir sepertinya hari ini sangat pas untuk mereka melancarkan aksinya bukan untuk mencelakai Sheila karena dia sedang tidak bersama Brian yang penjagaannya sangat ketat meski pun bodyguard di sana juga sangat ketat.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........