Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Pindah Posisi


__ADS_3

Sampai di kantor Sheila ke ruangannya dan juga Brian pun sama ke ruangannya dan bertemu dengan Monica dan juga jovanka yang khawatir akan kondisi Sheila setelah kejadian kemarin.


"Sheil, elo gak papa kan?" tanya jovanka.


"Iya, gue gak papa kok." jawabnya dan mereka pun kembali bekerja seperti sedia kalanya.


namun tiba-tiba saat sedang bekerja pak Edwin memanggilnya dan menyuruhnya untuk keruangan Presdir membuat banyak karyawan lainnya sedikit iri karena tidak banyak orang yang bisa di panggil untuk masuk ke ruangan presdir.


Sedangkan saat sampai di ruangannya Brian pun menyuruh Sheila dan juga Bu Ella untuk ke ruangannya, awalnya Sheila sedikit bingung karena saat di mobil tadi Brian tak berbicara apa pun dan hanya diam, namun sekarang dia malah memanggilnya ke ruangannya membuat banyak karyawan iri padanya.


Sheila pun naik ke lantai di mana ruangan Presdir berada, saat dia sudah di persilahkan masuk oleh yoga Sheila pun segera masuk dan melihat di sana sudah ada Bu Ella yang juga ternyata di panggil.


"Pagi, pak Bu." ucap Sheila formal.


"Oke, saya memanggil kalian berdua ke sini adalah Bu Ella saya ingin memberitahukan bahwa mulai sekarang Sheila pindah posisi menjadi sekertaris pribadi saya dan harus berada di lantai ini, hadis segera urus surat pemindahan tugas dan umumkan di papan buletin," sahut Brian kepada Bu Ella dan mendapatkan anggukan paham, sedangkan Sheila yang mendengarkan hal itu di buat terkejut atas pernyataan sang suami barusan.


"Apa maksudnya ini?" tanya Sheila yang sudah tidak bisa formal lagi.


"Kenapa sayang?" tanya Brian.


"Kenapa aku harus pindah tempat Brian," ucap Sheila yang sudah sangat kesal.


"Ini perintah jadi gak boleh di larang, atau kamu tinggal pilih saja tetap bekerja atau berhenti bekerja," ucap Brian memberi ancaman kepada Sheila.


Mendengar ancaman dari sang suami Sheila pun memilih untuk diam dan tidak membalas lagi karena bagaimana pun dia akan kalah dengan sang suami dalam segi apapun.


Setelah itu Sheila pun kembali ke ruangannya dan mulai mengemasi barang-barang nya yang ada di mejanya karena mulai hari ini juga Sheila akan pindah posisinya menjadi sekertaris pribadi padahal itu hanyalah alasan dari Brian akan bisa lebih dekat dengan sang istri.


"Sheila, elo beneran pindah posisi jadi sekertaris nya pak Brian?" tanya jovanka penasaran dan ada beberapa karyawan juga yang mengerubungi Sheila, apa lagi karyawan wanita yang syok mendengar bahwa Sheila akan menjadi sekertaris pak Brian karena setahu mereka pak Brian sangat lah pilih pilih dalam urusan sekertaris, bahkan mereka tahunya hanya pak yoga saja yang menjadi sekertaris dari Presdir mereka, tapi tiba-tiba Sheila di panggil ke atas untuk menjadi sekertaris tambahan pasti ada yang tidak beres.

__ADS_1


"Iya, gue juga gak tahu kenapa. Tapi kayanya sih sekarang pak Brian butuh tenaga tambahan buat di lantai nya jadi panggil salah satu deh," ucap Sheila mencari alasan yang tepat agar semuanya tidak curiga.


"Tapi kok bisa elo ya yang notabennya baru aja bekerja bahwa belum sampai satu bulan," ucap salah satu karyawan wanita yang juga mengerubungi meja Sheila.


"Gue juga gak tahu sih, tapi yang milih itu Bu Ella. Entah bagaimana penilaian nya gue mah sebagai karyawan ya cuma ngikut ngikut aja," shut Sheila mencoba tetap tenang.


Setelah penjelasan dari Sheila tadi karyawan lainnya sudah mulai mengerti, karena bagaimana pun semuanya itu adalah keputusan atasan mereka jadi mereka juga tidak bisa protes toh meski pun mereka tidak menjadi sekertaris tak masalah karena bayaran mereka tetap besar juga meski pun ada beberapa yang tak suka dengan kabar Sheila sengaja sekertaris Brian karena banyak yang mengincar Brian tapi tak pernah di perduli kan.


Setelah berpamitan Sheila pun menuju ke ruangan Brian dengan beberapa barang di tangannya, sampai di depan lift ternyata yoga susah menyambutnya dan membawakan barang barangnya, Sheila pun berjalan menuju meja yang akan dia tempati, tepatnya meja samping yoga.


Awalnya Brian ingin agar Sheila berada di satu ruang dengannya tetapi Sheila menolak karena takutnya nanti banyak karyawan lain yang merasa curiga dengan nya.


"Terima kasih, pak yoga." ucap Sheila saat yoga baru saja menaruh barang barang nona mudanya di meja.


"Maaf, nona muda tolong jangan panggil saya seperti itu." ucap yoga tidak enak saat Sheila memanggilnya pak.


"Astaga terus aku harus panggil gimana, yoga! ya kali aku panggil gitu bagaimana kalau karyawan lainnya curiga, udah gak papa aku panggil pak aja okey!" ucap Sheila kemudian yoga pun hanya bisa pasrah dengan keinginan nona mudanya ini.


"Pak, apa pekerjaan saya sekarang?" tanya Sheila.


"Pekerjaan nona adalah hanya diam saja, kalau nona ingin tidur silahkan aja saya siapkan," ucap yoga membuat Sheila terkejut bagaimana bisa dia malah di suruh tidur.


"Saya mau bekerja bukan tidur!" ucap Sheila.


"Tapi tuan muda menyuruh saya membuat anda nyaman nona," ucap yoga.


"Aduh udah gak usah panggil nona kalau di kantor pak yoga, panggil Sheila saja okey!" sahut Sheila.


"Akan saya usahakan," sahut yoga.

__ADS_1


"Bagus, ayo lah pak yoga sekarang kasih saya kerjaan saya sangat bosan sekali." ucap Sheila memohon mau tidak mau yoga pun memberikan pekerjaan kepada Sheila namun hanya sekedar kerja yang ringan ringan.


Sedangkan di sisi lain Brian sedang fokus dengan berkasnya tiba-tiba yoga masuk dan memberikan kabar bahwa rapat akan di mulai sekitar 1 jam lagi.


Brian pun bersiap karena rapat kali ini di adakan di restoran bintang lima dan di kantor, dia pun merasa Sheila akan aman jika ia tinggalkan bukan.


"Kalau begitu mati kita berangkat," shut brian keluar dari ruangannya dan menuju ke arah Sheila yang sedang asyik duduk santai setelah baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


"Sayang," panggil Brian membuat Sheila menoleh ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Sheila.


"Aku harus meeting dengan klien di luar, kamu gak papa kan kalau aku tinggal?" ucap Brian sedikit khawatir.


"Aku gak papa kok,* jawab Sheila.


"Oh ya, kamu di sini saja untuk makan siangnya mami Salma akan datang ke sini. Tadi mami bilang kalau dia masak makanan kesukaan kamu jadi mami Salma memilih untuk membawanya sendiri." ucap Brian.


"Beneran?" tanya Sheila dan di angguki oleh Brian.


"Yeyy,,, ya udah sana meeting aku juga mau lanjut kerja," ucap Sheila.


"Kalau kerja jangan terlalu capek ya sayang, aku janji bakalan balik segera setelah meeting nya selesai," ucap Brian dan di angguki oleh Sheila.


Brian pun pergi meninggalkan kantor, tak lama kemudian mami Salma juga sampai di kantor karena memang waktu jam makan siang sudah akan tiba.


"Sayang," panggil mami Salma saat sudah berada di lantai ruangan Briand an melihat Sheila yang sedang merenggangkan tubuhnya setelah selesai kerja.


"Mami," ucap Sheila saat melihat maminya berada di sana.

__ADS_1


Mami Salma dan Sheila pun makan makanan yang di bawa oleh mami Salma di ruangan kitchen yang di sediakan di lantai tersebut hanya untuk Brian dan juga yoga karena hanya mereka berdua saja yang berada di sana.


Bersambung..........


__ADS_2