
Sudah hampiri satu minggu Sheila berada di rumah sakit, begitu pun ia juga tidak masuk kerja dan Sheila belum tahu akan kabar tentang pemecatan Tiffany dan juga kehancuran Tiffany.
Hari ini Sheila sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, sehingga Sheila tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena jujur Sheila sangat bosnya berada di rumah alit apa lagi Brian yang sangat overprotektif dengannya bahkan untuk ke kamar mandi aja harus Brian yang mengantarkan dan Sheila hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya kepadanya.
"Udah siap?" tanya Brian saat semuanya sudah siap dan tinggal melajukan mobilnya ke arah mansionnya.
"Iya." jawab Sheila singkat.
Tak butuh waktu lama mobil pun berangkat menuju ke mansion, tak lama mobil sudah sampai dia sana, Sheila pun turun dengan menggandeng tangan Brian awalnya Brian melarang Sheila untuk berjalan lebih baik naik kursi roda tapi Sheila karena dia sudah baik-baik saja, akhirnya Brian pun menuruti saja keinginan sang istri.
"Selamat datang kembali sayang," sambut mami salma menyambut kedatangan Sheila.
"Terima kasih mi," balas Sheila dengan senyum merekah.
"Ya udah mending kamu istirahat dulu sana pasti capek," sahut papi Boni yang berada di samping mami Salma.
"Iya, Pi." jawab Sheila singkat, kemudian Brian pun membawa Sheila ke kamarnya untuk istirahat padahal sebenarnya Sheila sudah sangat cukup waktu untuk istirahat.
Keesokan harinya Sheila masih tidak di perbolehkan untuk bekerja sehingga dia hanya bisa bersantai-santai di kamarnya sedangkan Brian bekerja karena memang Sheila yang menyuruhnya bagaimana bisa Brian tidak masuk kerja lagi karena hampir satu Minggu ia menemani Sheila di rumah sakit. Sheila mulai merasa bosan di kamarnya jadi dia memutuskan untuk turun ke bawah mencari suasana lain, saat turun Sheila melihat maminya yang sedang menonton berita di siaran televisi.
"Mami," panggilnya membuat mami Salma pun menoleh ke arahnya.
"Sayang, kamu udah baikan kok udah keluar sih?" tanya mami Salma saat melihat sang menantu turun dari lantai dua ke arahnya.
"Iya, mi. Sheila udah baikan kok," sahutnya kemudian duduk di samping sang mami. Tak lama telepon nya berdering.
Drreettt drreett drreettt
Tiba-tiba telepon Sheila berdering menandakan ada telepon masuk di sana, segera Sheila mengambil handphone yang ia bawa.
"Siapa?" tanya mami Salma saat melihat Sheila mendapat telepon masuk.
"Temen Sheila mi," sahut Sheila kemudian mengangkat telepon tersebut.
[Halo.]
__ADS_1
[Astaga Sheila, elo kenapa gak pernah telepon gue sih!] pekik seseorang dari sebrang sana.
[Maafin gue ya may,] ucap Sheila, Yap yang meneleponnya adalah Maya sahabat kuliahnya yang sekarang dia sedang bekerja di perusahaan sang pacar, atau lebih tepatnya sang tunangan.
[Gue denger elo sakit ya?]
[Iya, may.]
[Kalau gitu gue mau jenguk elo, boleh kan? Kemarin juga elo kan belum selesai ngasih sesuatu sama gue,] sahut Maya yang mengingatkan Sheila akan berita atau kabar yang ingin Sheila berikan.
[Astaga aku lupa!] pekiknya yang baru sadar akan Maya yang akan dia beritahukan soal Brian.
[Bentar aku minta izin dulu boleh gak,] sahut Sheila meminta izin untuk membawa Maya ke mansionnya karena Sheila pasti belum boleh untuk ke luar rumah bukan.
[Oke, aku tunggu kabarnya.] setelah itu Sheila pun mematikan teleponnya dan melihat ke arah mami salma yang dari tadi memang melihatnya.
"Mami," panggil Sheila sedikit tegang untuk meminta izin.
"Iya sayang, ada apa?" tanya mami Salma.
"Boleh banget dong sayang, kapan emangnya ke sini?" tanya mami Salma antusias karena ingin tahu bagaimana rupa sahabat dari menantunya tersebut.
"Mungkin besok mi, soalnya dia sekarang masih kerja." sahut Sheila.
"makasih, mi." sahut Sheila dan mendapat anggukan dari mami Salma.
Malam harinya Brian sudah pulang, dia pulang sedikit lebih sore karena dia sangat mengkhawatirkan sang istri, Meksi pun ada mami nya namun akan lebih baik kalau dia sendiri yang menjaganya.
"Sore sayang," sapa Briand Aat dia masuk ke dalam kamarnya dan melihat Sheila yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang, kamu udah sampai?" tanya Sheila menghampiri sang suami.
"Iya." jawabnya singkat kemudian membawa Sheila kedalam pelukannya.
"Udah sana mandi, bau asem gini peluk peluk." ucap Sheila kemudian pergi meninggalkan Brian sendirian di kamarnya sedangkan Sheila turun ke bawah.
__ADS_1
Brian segera memberitahukan tubuhnya kemudian setelah sudah siap dia pun mengikuti sang istri ke bawah untuk makan malam. Semua orang makan dengan tenang dan juga damai sesekali mereka juga menanyakan kondisi Sheila.
Malam semakin larut Sheila dan Brian sudah berada kamarnya, rencananya Sheila akan meminta izin kepada sang suami untuk mengajak Maya mansionnya.
"Ada apa?" tanya Briand Aat melihat Sheila yang sepertinya ragu untuk berbicara dengannya saat mereka sedang bersandar di sadarnya ranjang mereka.
"emmm,, sayang." panggil Sheila ragu.
"Ada apa?" sahut Brian masih fokus dengan buku di tangannya.
"Besok Maya mau jenguk aku boleh gak?" tanya Sheila meminta izin.
"Maya sahabat kamu itu?" tanya Brian lagi sambil menutup buku di tangannya dan mengalihkan pandangan ke arah sang istri tercintanya itu dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Iya. Boleh ya," ucapnya merengek-rengek.
"Iya, tapi kamu gak boleh terlalu lelah ya," sahut Brian mendapat anggukan antusias dari Sheila.
"Terima kasih sayang," jawab Sheila kemudian memeluk erat tubuh sang suami.
"Iya, ya udah kalau gitu minum susunya dulu dan langsung tidur." ajak Brian, Sheila langsung saja meminum susunya dan berbaring di pelukan sang suami dengan bersandar di dada bidang sang suami, Brian mengelus rambut panjang sang istri sambil sesekali mengecup kening Sheila hingga sang empunya tertidur pulas karena memang sudah mengantuk.
Pagi hari pun tiba, Sheila dan Brian sedang tertidur pulas. Hari ini adalah weekend tapi Brian harus ke markas, sedangkan Sheila sudah memberitahu Maya kemarin malam kalau dia bisa datang ke rumah Sheila karena Sheila sudah meminta izin. Maya sendiri sebenarnya sangat penasaran dengan sosok suami sahabatnya itu tetapi Maya mencoba untuk menunggu hingga sang sahabatnya sendiri yang memberitahukan nya dan akhirnya hari ini pun terjadi.
Sheila mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan dengan suasana sekitar.
"engg," lengkuh nya kemudian bangun dari tempat tidurnya. Namun Brian malah menahan tubuh sang istri dengan terus memeluk erat di pinggangnya.
"Ih, lepasin sayang!" gumam Sheila karena dia malah di bawah ke dalam pulang sang suami.
"5 menit lagi sayang," ucapnya, Sheila pun hanya diam saja dan menuruti keinginan sang suami karena memang tempat itu sangatlah nyaman.
Beberapa saat Sheila pun meminta sang suami untuk bangun karena sudah terlalu lama Brian tidur dengan langkah berat Brian pun bangun dan melepaskan pelukannya dari Sheila, melihat hal itu Sheila pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap siap setelah siap dia pun turun untuk membantu mami Salma tetapi di larang sehingga dia hanya duduk manis di meja makan. Brian pun juga setelah bangun langsung bersiap untuk pergi ke markas.
Bersambung..........
__ADS_1