Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Keracunan


__ADS_3

Brian pun membawa Sheila pergi dari sana dengan tergesa gesa takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan karena kesadaran Sheila semakin berkurang. Biar makan nanti saja Brian menangani hal yang terjadi tadi karena fokus pertama Brian sekarang adalah Sheila.


"Sayang, bangun ya." ucap Brian saat mereka melewati lobi dan di sana juga ada yoga yang baru akan menyusul bosnya itu ke kantin kantor.


"Bos," panggil yoga sedikit kaget saat melihat bos ya itu sedang menggendong nona muda dengan tergesa gesa.


"Siapkan mobil!" perintahnya dan di angguki oleh yoga.


Segera yoga menyiapkan mobil untuk membawa Sheila ke ruang sakit dengan Laura yang juga ikut ke rumah sakit. Sedangkan jangan di tanya lagi saat semua karyawan melihat adegan tadi mereka dibuat bengong, bingung dan tidak mengerti pasalnya Presdirnya itu jarang sekali bertindak atau pun terjun langsung seperti tadi, bahkan mereka tidak tahu wanita yang membantu Sheila bangun tadi siapa yang tiba-tiba saja muncul.


Tiffany juga melihat kejadian tersebut di buat kesal dan jengkel karena rencananya gagal di tambah lagi adanya Brian yang membantu Sheila, sedikit rasa takut di dalam hati Tiffany bagaimana kalau perbuatannya itu ketahuan, tetapi Tiffany mencoba untuk tidak panik dan bertingkah seperti biasanya saja.


Monica dan jovanka juga sama hal nya dengan karyawan lainnya yang bingung dengan situasi tersebut, di satu sisi mereka mengkhawatirkan Sheila di sisi lain mereka juga penasaran dengan Sheila karena bisa menarik perhatian pak Brian padahal baru beberapa hari kerja, namun mereka harus tetap berfikir positif mungkin saja pak Brian sedang mengkhawatirkan karyawannya karena memang jarang ada kejadian seperti sekarang ini.


Sedangkan Sheila, Brian sekarang sedang berada di mobil menuju ke rumah sakit milik keluarga Ardolph dengan yoga yang menyetir dan juga ada Laura yang juga ikut dalam mobil duduk di samping kemudi.


Sampai di rumah sakit, mereka langsung di sambut hormat oleh suster dan juga dokter. Mereka masuk melalui jalur khusus sehingga tidak banyak orang yang tahu soal Sheila dan juga Brian, Sheila di bawa ke ruang gawat darurat dengan dokter yang dengan memeriksanya.


"Maafkan saya tuan karena sudah lalai dalam menjaga nona muda," sahut Laura merasa bersalah.


"Ya sudah, lebih baik kalian berdua cari informasi terkait kejadian hari ini. untuk Sheila biar saya yang menemaninya," sahut Brian.


"Baik, tuan." ucap yoga dan juga Laura bersamaan kemudian pergi meninggalkan Brian sendirian.


Saat sedang menunggu Sheila selesai di periksa oleh dokter, yoga dan Laura pun berjalan mendekati Brian yang sedang duduk di depan ruang pemeriksaan.


"Bos," panggil yoga saat sudah sampai di tempat Brian duduk.


"Katakan!" tita nya sangat tajam dan juga penekanan yang rendah membuat aura membunuh nya terpancar, siapa pun yang melihat Brian seperti ini pasti akan takut sama hal nya seperti yoga dan juga Laura saat ini.

__ADS_1


Belum sempat yoga mengatakan sesuatu pintu ruang pemeriksaan sudah terbuka dan menampakkan dokter Oliv salah satu dokter kepercayaan keluarga Ardolph turun temurun dari kakek orang tua hingga beliau sekarang ini.


"Dokter Oliv, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Brian tak sabar.


"Kondisi tubuhnya sekarang sangat lemah, itu di sebabkan oleh Sheikh yang keracunan makanan untung saja cepat di bawah ke rumah sakit karena dari yang kami periksa racun di tubuh nona Sheila cukup berbahaya," ucap dokter Oliv.


"Racun?" tanya Brian tak mengerti apa apa soal racun.


"Kamu belum tahu bri?" tanya dokter Oliv kepada Brian dan mendapat gelengan.


"Jadi setelah dilakukan pemeriksaan sepertinya istrimu habis minum racun?"


"Iya, atau kalau tidak maka bisa saja dia di racuni," sahut dokter Oliv kemudian pamit undur diri dari sana.


Setalah di pastikan dokter Oliv tidak ada, yoga pun menyampaikan informasi yang sudah ia dapatkan tadi.


"Bos," panggil yoga membuat Brian melihat ke arahnya.


"Setelah kami telusuri ternyata nona muda sepertinya di racun bos, dan sepertinya ada orang yang tidak suka dengan nona muda bos." ucap yoga membuat air mendidih di dalam diri Brian.


"Siapa yang berani melakukan hal itu?" tanya Brian dengan anda sudah memuncak.


"Untuk itu kami sedang menyelidiki nya bos," sahut yoga.


"Segera usut tuntas hal ini, karena aku tidak ingin Sheila menderita akan hal bodoh seperti ini, akan ku pastikan kalau orang itu akan sengsara atau bahkan akan ku pastikan dia akan mati di tanganku juga" sahut Brian dengan nada kejamnya.


"Siap, tuan." ucap yoga dan juga Laura berbarengan.


Setelah itu Brian pun masuk ke dalam kamar pasien di mana di sana ada Sheila yang terbaring dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya. sedangkan yoga dan Laura kembali ke kantor untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

__ADS_1


Brian duduk di samping Sheila dengan tangannya yang sudah menggenggam tangan kecil Sheila tersebut menyalurkan rasa hangat dan juga rasa kangennya karena Sheila yang tak kunjung sadar dari tidurnya.


"Sayang, bangun ya." sahut Brian dengan nada datarnya namun percayalah dia juga sangat khawatir dengan keadaan sang istri sekarang ini.


Sedangkan Laura dan yoga setalah dari rumah sakit pun kembali ke kantor untuk mencaritahu informasi tentang kejadian tadi, pastian ada orang yang memang sengaja ingin mencelakai nona muda mereka.


Pertama-tama mereka melihat kamera cctv untuk mencari pelaku, mereka fokusnya pencarian di sana dan beberapa saat yoga sekilas melihat pegawai yang sedang berada di dapur yang sepertinya membawa suatu barang.


"Cari wanita ini," ucap yoga menunjuk pegawai dapur yang di berikan bungkusan kecil tadi.


Tak lama anak buah Brian sudah membawa pegawai staf yang di sogok oleh Tiffany tadi, sedangkan Tiffany yang kebetulan lewat di sana terkejut pasalnya staf yang ia suruh untuk memberikan atau menaburkan racun tabur tadi.


"Ini nggak boleh terjadi," sahut Tiffany dengan nada takutnya.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya yoga to the point.


"Saya tidak mengerti tuan," sahut staf tersebut dengan nada pelan takut jika ketahuan.


"Okey, karena kamu memilih untuk diam mata rasakan saja akibatnya," sahut yoga menakut-nakuti nya.


"Oak yoga tolong maafkan sayang, jangan lakukan hal itu pak!" ucap wanita tersebut memohon ampun.


"Kalau begitu siapa yang nyuruh kamu?" tanya yoga dengan sedikit penekanan.


"Di.... dia adalah Tiffany karyawan divisi pemasaran, dia memberikan saja obat bubuk yang di suruh untuk menaburkan di makanan Sheila," sahut staf tersebut kemudian di suruh oleh yoga pergi.


"Ternyata benar memang nona muda di racuni." sahut yoga kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dan memberikan informasi yang ia dapat dan juga beberapa bukti soal hal tersebut di mana cctv juga menangkap hal itu, yoga sendiri memang belum memanggil Tiffany namun dari cctv sangat jelas jelas kalau Tiffany lah yang memberikan bubuk tersebut dan yoga juga sudah memeriksa kandungan di dalam makanan dan juga bungkus yang di berikan Tiffany tadi kepada staf wanita tadi ternyata mengandung bahaya racun tersebut.


Sedangkan karyawan lainnya masih saja menggosipkan akan hal tadi, penarasan sekali dengan Sheila bagaimana kondisinya sekarang apa lagi sampai sekarang Presdir mereka juga belum kembali.

__ADS_1


Sedangkan Brian masih saja setia berada di samping Sheila, memegang tangannya erat seperti tidak boleh terpisahkan. Dia sangat merasa bersalah karena meniggalkan Sheila sendirian tadi.


Bersambung..........


__ADS_2