
Setelah menghabiskan camilan malamnya Brian dan Sheila pun izin pamit ke kamar terlebih dahulu karena besok mereka harus kerja.
Sampai kamar Brian malah sibuk di ruang kerjanya dan Sheila malah di biarkan sendirian lagi seperti sebelumnya membaut Sheila sudah bisa sendirian. Karena merasa sangat bosan Sheila pun memilih untuk menonton drama Korea yang sedang ramai diperbincangkan banyak orang di sosial media, hingga larut malam pun Sheila menontonnya sehingga dia tanpa sadar tertidur di sofa kamarnya dengan layar televisi yang terus saja menyala.
Sedangkan Brian malah fokus dengan pekerjaannya, karena tadi ada kejadian mobil Sheila yang mogok sehingga dia memutuskan untuk membawanya pulang dan mengerjakan di rumah dan alhasil sekarang lah Brian berada di ruang kerjanya sampai larut malam.
Setelah di rasa waktu sudah sangat larut dia lun kembali ke kamarnya dan melihat sosok sang istri yang tertidur pulas di sofa kamar mereka membuat Brian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri tersebut.
Seger apa mengangkat tubuh Sheila ala bridal style kemudian membaringkan tubuhnya di kasur empuk milik mereka, setelah itu Brian pun menyusul sang istri terbang ke alam mimpi di sampingnya.
Pagi harinya seperti biasanya Sheila bangun terlebih dahulu, dia sedikit blank karena ia merasa kemarin malam dia tidur di sofa namun saat lagi hari saat ia bangun ternyata dia sudah berada kasur, dia pun melihat sang suami yang masih saja asyik dengan mimpinya dan bisa menebak pasti sang suami yang menggendong nya sampai sini, memikirkan hal itu membuat Sheila tersenyum simpu.
Setelah sadar dari tidurnya Sheila pun menyiapkan dirinya mulai Ari mandi, ganti baju dan juga make up tipisnya untuk bekerja, kemudian tak lupa dia juga menyiapkan keperluan sang suami sehingga nanti Brian tak perlu ribut-ribut lagi karena barangnya yang belum di siapkan.
Sesudah di rasa semuanya sudah siap Sheila pun beranjak dari kamar dan menuju ke dapur dimana mami Salma pasti sudah siap di sana, padahal dia adalah nyonya besar di sini namun mami Salma selalu turun langsung ke dapur.
"Selamat pagi," sapa Sheila kepada semua orang.
"Pagi, sayang." jawab mami Salma.
"Pagi, nona." jawab bi Nana juga dan bi Natali.
Mereka pun menyiapkan sarapan simpel hari ini karena memang kemarin mereka sudah makan cukup berarti di tambah lagi camilan sehingga sekarang hanya sarapan ringan yang membutuhkan waktu singkat dalam pembuatannya, tak lama makanan tersebut pun jadi dan mami Salma menyuruh Sheila untuk memanggilkan Brian untuk segera turun dan sarapan, akhirnya Sheila pun memilih untuk naik ke atas.
Sedangkan Brian yang berada di kamar pun membuka matanya dan tak menemukan sang istri di sampingnya, dengan langkah berat dia pun masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya karena ini sudah waktunya dia untuk ke kantor.
Saat Sheila masuk ternyata di ranjang sudah Tidaka dan sang suami dan ia mendengar suara gemericik air menandakan ada orang di dalam kamar mandi sehingga Sheila memilih untuk menunggu Brian di sofa kamar sekalian Sheila ingin meminta izin untuk ikut liburan bersama kantor boleh atau tidak.
Tak lama Brian muncul dengan maskulinnya dengan handuk yang hanya menutup bagian pinggang ke bawah hingga lutut dan bagian atas yang terpampang jelas membuat Sheila mengalihkan pandangannya.
"Gak usah menghindar orang biasanya malah lihat semuanya," sahut Briand sarkas sekali kemudian meninggalkan Sheila yang yang mematung menuju ke walk in closet.
Setelah siap dengan jas kantornya dan peralatan yang lainnya Brian pun keluar dari walk in closet dan melihat Sheila yang masih berada di sofa menunggunya.
"Yuk turun!" ajak Brian ingin menarik tangan sang istri mengajak nya turun ke bawah.
"Bentar sayang, aku mau ngomong sama kamu!" sahut Sheila mencegah sang suami yang sudah akan beranjak dari kamar.
__ADS_1
"Ada apa?" tanyanya memutarkan tubuhnya menghadap ke sang istri.
"Duduk dulu yuk," ajak Sheila dan Brian pun menurutinya saja.
"Ada paa hm?" tanya Brian saat sudah duduk sambil merapikan rambut terurai sang istri.
"Sayang, kamu pasti sudah tahukan tentang liburan kantor?" tanya Sheila dan di angguki oleh Brian.
"Aku mau minta izin kamu buat ikut itu boleh gak?" tanya Sheila lagi meminta izin.
Diam, suasana menjadi diam dan tak ada suara membuat Sheila ketar ketir takut jika Brian tidak mengizinkannya karena dari ekspresi sang suami seperti tidak menyetujui Sheila ikut akan liburan tersebut.
"Kamu mau ikut?" tanya Brian balik dan di angguki oleh Sheila.
"Terus bagaimana dengan aku?" Brian bertanya lagi.
"Kamu emangnya gak ikut?" tanya Sheila bergantian dan mendapat anggukan dari Brian.
"Aku gak bisa ikut karena masih banyak pekerjaan di kantor," alasan Brian kepada Sheila.
"Yah, padahal aku pingin banget loh ikut." ucap Sheila sedikit sedih karena tidak bisa ikut liburan kantor pertama nya.
"Aku akan beri kamu izin tapi dengan satu syarat." sahut Brian menawarkan persyaratan.
"Apa?!" sahut Sheila kembali antusias mendengar ucapan Brian.
"Kalau aku berada di kantor siang hari nya, maka kamu harus makan bersama aku," ucap Brian memberikan persyaratan seperti itu.
"Ih, mending aku gak ikut liburan aja. Aku juga bisa ngajak mami liburan sendiri," shut Sheila sedikit cemberut kemudian berniat meninggalkan Brian di kamar namun segera di tahan oleh Brian.
"Jadi gak mau?" tanyanya dan di angguki oleh Sheila.
"Dasar emang ya, oke aku izinin! padahal aku ingin banget kamu memohon agar di izinin buat ikut liburan," sewot Brian dengan sedikit cemberut.
Sheila yang melihat wajah sang suami seperti sedang kesal pun langsung mencium singkat pipi sang suami, Brian yang mendapat perlakuan itu pun tak tinggal diam dia pun menarik Sheila hingga kedua bibir mereka menyentuh, sedangkan Sheila di buat kaget dengan perbuatan sang suami, salah memang Sheila mengambil tindakan seperti itu tadi.
Untungnya saja Brian hanya sampai batas mencium saja tanpa ada ronde selanjutnya sehingga Sheila tidak harus bersusah payah untuk bersih-bersih lagi dan merasakan dia sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Setelah sarapan pagi Sheila seperti biasa di antar oleh pak Thomas dan juga Laura dengan mobil yang lain karena mobil yang biasa di tumpangi Sheila sedang berada di bengkel untuk servis. Sedangkan Brian berangkat sendiri dengan di antar oleh yoga.
Samapi kantor di sana ternyata sudah ad Monica dan juga jovanka yang menunggu Sheila di luar kantor.
"Sheila!" pekik dua orang tersebut saat melihat Sheila berjalan mendekat ke arah mereka berdua, untungnya saja mereka tidak melihat Sheila turun dari mobil tersebut.
"Ada apa?" tanya Sheila saat dia sudah berada di depan teman kerjanya itu.
"Eh, gimana elo jadi ikuti gak buat liburan kantor? Karena kan ini hati terakhir untuk pendaftar, soalnya biar sekalian di proses." sahut Monica menjelaskan hal tersebut dan di angguki oleh jovanka.
"Gue udah izin dan gue di bolehin buat ikut!" pekik Sheila sangking senangnya.
"Beneran?" tanya Monica lagi, karena kemarin Sheila sangat putus asa saat Monica dan jovanka ajak, mereka kita Sheila tidak akan bisa ikut.
"Iya, beneran dong." sahut Sheila.
"Yeyy, kita liburan!" pekik Monica dengan loncat loncat dan di ikuti oleh jovanka dan juga Sheila.
"Hhemm!" terdengar suara seseorang yang sedang batuk di dekat mereka bertiga yang sedang kegirangan membuat mereka bertiga pun berhenti dan melihat siapa yang berani mengganggu mereka saat sedang senang sepeti ini.
"Apa.." potong Monica saat melihat siapa yang sedang ia ajak bicara tersebut.
"Ini kantor bukan taman bermain!" sahut orang tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.
Siapa lagi kalau bukan Brian yang baru saja tiba tetapi langsung melihat sang istri dan rekan kerja yang lainnya sedang senang rupanya dengan lompat-lompat membuat Brian tak habis fikir.
Bersambung..........
HAI READERS πππ
JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR YA DI @LALA_SYALALA13
BUAT YANG REQUEST SHEILA HAMIL ENAKNYA GIMANA YA, SHEILA HAMIL ATAU ENGGAK YA???
DI TUNGGU SAJA BUAT YANG MENANTI-NANTI HAL ITU YA TAK LAMA LAGI BAKALAN BANYAK HAL-HAL BARU YANG BAKAL TERBONGKARππ
TERUS DUKUNG AUTHOR YA READERS π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR π₯°π₯°ππβ₯οΈβ₯οΈπππ