
Satu Minggu setelahnya kondisi Brian sudah lebih baik lagi, dokter Haikal juga datang ke villa karena Sheila yang memintanya awalnya Brian tidak mau namun karena bujukan dari sang istri Brian pun akhirnya mau, saat di luar terlihat garang tetapi jika dengan pawangnya maka seorang mafia pun takut juga contohnya ya seperti Brian sekarang ini.
Saat sedang asyik duduk santai berduaan dengan sang istri di ruang keluarga di mana mereka sedang menonton televisi, namun fokus Sheila malah tidak kepada televisi nya, dia malah gugup karena ingin mengatakan sesuatu kepada sang suami.
"Sayang," panggil Sheila membuat Brian mengalihkan pandangannya yang semula ke arah televisi menuju ke arah sang istri.
"Ada apa hm?" tanya Brian sambil tangannya terus merangkul bahu Sheila.
"Aku mau ketemu sama papa sama Mama," sahut Sheila meminta izin.
"Oh, ya udah nanti aku suruh mereka ke sini ya." jawab Brian tidak salah bukan.
"Bukan itu," tutur Sheila yang mengatakan bahwa ucapan sang suami salah.
"Maksudnya?" tanya Brian yang bingung dengan ucapan sang istri.
"Aku mau ketemu sama mama sama papa, bukan mama Daniar dan juga papa Bastian, tetapi aku mau ketemu sama mama Ketty dan juga papa Aris, dan kak Maria juga!" sahut Sheila membuat Brian mengerenyitkan dahinya.
"Buat apa?" tanya Brian menelisik maksud dari sang istri.
"Aku mau ketemu aja, aku kan belum bertemu dengan mereka sudah lama sekali dan juga aku belum melihat kondisi mereka di markas klan kamu," sahut Sheila.
Sheila memang tahu kalau orang tuanya yang dulu yaitu Aris dan juga Ketty dan kakaknya yang mencoba menyelakainya itu ternyata di tangkap oleh klan mafia nya Brian, awalnya Sheila tidak setuju karena bagaimana pun mereka pernah menjadi anggota keluarganya namun karena bujukan dari sang suami akhirnya Sheila pun menurutinya saja, dia juga setelah mengetahui hal tersebut tidak pernah berkunjung ke markas bahkan bagaimana tampak luarannya saja Sheila tidak tahu kalau Sheila terus di kurung di villa mewah tersebut dan tak tahu bagaimana kondisi di luaran sana bahkan dia tak tahu kalau ternyata bangunan di samping villa nya adalah markas utama klan elang.
"Apa kah kamu sudah siap buat ketemu sama mereka?" tanya Brian takut jika sang istri masih merasa trauma jika bertemu dengan mereka yang berada di tahanan bawah tanah karena Brian tahu bahwa sang istri masih sering ketakutan jika mengingat kejadian mencekam waktu itu bahkan masih sering memimpikan hal tersebut.
__ADS_1
"Iya, sayang. Aku udah siap kok," jawab Sheila, mau tidak mau Brian pun mengiyakan keinginan sang istri karena bagaimana pun Brian tahu mau Sheila ingin bertemu dengan keluarga lamanya.
"Ya sudah kalau begitu sebentar lagi kita akan ke sana," sahut Brian membuat Sheila senang karena dalam ekspektasi nya Brian akan memarahinya dan tidak mengizinkan nya itu bertemu dengan keluarga lama nya.
Sheila sebenarnya butuh keberanian untuk bertemu dengan orang orang yang dulu berusaha untuk mencelakainya namun rasa bersalah selalu saja menghantui Sheila apa lagi kepada orang tua lama nya, meskipun mereka tidak menghujani Sheila Dnegan cinta tapi Sheila tetap di asuh oleh mereka sehingga Sheila tetap berhutang banyak hal kepada mereka.
"Beneran ya! Hey, kalau gitu aku ganti baju dulu." sahut Sheila kemudian pergi menuju kamar utama untuk mencari baju.
Sedangkan Brian yang melihat tingkah sang istri pun sangat merasa bahwa sang istri sangat lah lucu sekali, apa lagi sekarang Sheila sedang hamil membuat tubuhnya menjadi sangat seksi sekali bagi Brian.
Cukup sebentar Sheila bersiap akhirnya keluar juga, sedangkan Brian hanya menunggu saja karena ia sudah berpakaian rapi dan juga tempat yang sangat dekat membuat Brian lebih baik menggunakan pakaian santai saja, sedangkan Sheila sudah siap dengan tas dan juga pakaiannya yang rapi belum tahu saja dia kalau ternyata tempat markas dan juga villa nya sangatlah berdekatan sehingga tanpa Sheila mengganti pakaiannya pun seharusnya tidak apa-apa bukan.
"Ayo, sayang!" ajak Sheila sangat antusias karena dia sudah sangat merasa bersalah tetapi juga marah karena mereka mencoba untuk membunuh Sheila agar bisa mendapatkan Brian padahal dulu nya mereka adalah orang yang menyuruh Sheila untuk menggantikan kakaknya Maria.
Brian pun mengikuti saja sang istri dari belakang apa lagi sekarang ini Sheila sangat antusias sehingga Brian tidak ingin mematahkan semangat juang Sheila.
"Sayang, lebih baik kita ajakan aja ya." sahut Brian menutup kembali pintu mobil yang akan di tumpangi oleh sang istri.
"Kenapa?" tanya Sheila bukankah mereka akan ke markas tetapi kenapa Brian malah menyuruhnya untuk menutup pintu mobil padahal mereka saja belum pulang.
"Karena tempat markas berada tak jauh dari villa jadi lebih baik kita jalan kaki sayang, bagaimana?" tanya Brian mendapat senyuman manis dari sang istri.
"Wah boleh banget, aku udah kangen banget nih sama jalan jalan sepeti ini," sahut Sheila karena dia sudah lama sekali tidak jalan jalan santai seperti ini karena hamil dan juga banyaknya permasalahan dia beberapa waktu lalu dan Brian juga kadang mencegahnya untuk Sheila agar tidak jalan jalan karena bisa membuat Sheila lelah nantinya.
Saat akan mulai jalan mami Salma datang dengan papi Boni dan melihat anak dan menantu nya sedang bersiap untuk keluar yang mereka juga tidak tahu mau ke mana mereka berdua.
__ADS_1
"Sayang," panggil mami Salma membuat Sheila langsung menoleh ke arah sumber suara dan menemukan mami Salma yang berjalan mendekatinya.
"Mami," jawab Sheila dengan senyum sumringahnya.
"Kalian kami kemana?" tanya mami Salma yang sudah berada di depan Brian dan Sheila.
"Kita mau ke markas," jawab Brian singkat padat jelas dasar manusia lempeng leleh kalau sama Sheila aja tapi kalau sama yang lainnya cuek lagi.
"Ngapain kalian ke sana?" sekarang papi Boni yang bertanya karena beliau tidak pernah melihat Sheila ke markas kenapa sekarang malah ingin ke markas.
"Sheila ingin ketemu sama mama sama papa Sheila yang dulu pi dan juga kak Maria, udah lama banget Sheila gak ketemu mereka Pi dan Sheila juga mau lihat kondisi mereka," sahut Sheila.
"Kamu yakin?" tanya papi Boni takut jika nanti Sheila tidak kuat jika melihat markas karena ada beberapa tahanan lainnya dan juga kondisi keluarganya yang dulu cukup memperihatinkan.
"Iya, Pi. Sheila yakin!" jawab Sheila sehingga membuat papi Boni dan mami Salma pun memperbolehkannya.
"Ya sudah kalau begitu kalian ke markas saja, papi sama mami biar di sini saja ya soalnya kan sebentar lagi mama sama papa mu bakalan dateng!" sahut Papi Boni dan mendapat anggukan dari Brian dan jga Sheila bersamaan.
"Iya, Pi." jawab mereka berdua bersamaan.
"Kalau begitu kami pergi dulu Pi, mi." pamit Brian di angguki oleh ke dua orang tuanya.
Sheila dan Brian pun berjalan menjauh dari villa dan bergerak menuju ke markas, Sheila yang tidak pernah tahu bagaimana area sekitar villa pun hanya bisa takjub karena pemandangan yang termasuk ajaib sekali, di dalam hutan dia bisa melihat ada air terjun yang memancarkan air yang tinggi dan juga taman bunga yang sangat indah padahal Sheila yakin bahwa mereka sekarang ini berada di dalam hutan.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........