
Satu Minggu berlalu, sekarang adalah waktunya untuk mengadakan pesta pembukaan resort di Bali namun diadakannya di new York habis itu akan di adakan di Bali setelahnya.
Banyak pengusaha yang di undang di sini dan juga beberapa pejabat tinggi yang menghadirinya sehingga bisa di pastikan ini adalah salah satu pesta bergengsi yang banyak orang ingin berada di dalamnya, bahkan para wartawan saja berebut ingin mengambil kursi wartawan yang sudah di sediakan karena jika tidak kebagian kursi bisa dipastikan mereka tidak akan bisa masuk karena memang penjagaan yang sangat ketat.
"Sayang, kamu udah siap?" tanya Brian saat baru saja masuk ke dalam kamarnya.
"Iya, sebentar!" pekik Sheila dari jauh.
Brian yang masuk ke dalam kamar hanya bisa memandang sang istri yang terlihat begitu cantik dengan make up tipis dan juga gaun yang tidak terbuka menampakkan aura kecantikannya apa lagi dengan perut yang sedikit menonjol penambah pesona seksi dari Sheila membuat Brian tidak rela jika sang istri harus pergi dengan pakaian seperti itu.
"Ayo, sayang." ajak Sheila saat dia sudah siap namun Brian malam melamun entah apa yang di fikirkan.
"Sayang," panggil Sheila lagi membuat Brian tersadar.
"Iya, ada apa sayang?"
"Ayo berangkat, tadi ngajak berangkat kok sekarang malah bengong sih. Aku jelek ya?!" ucap Sheila sambil melihat pantulannya di cermin apa kah ada yang salah dengan penampilannya sekarang ini.
"Enggak kok, kamu cantik bangun hingga aku rasanya enggan untuk pergi ke pesta sayang maunya terus sama kamu aja di kamar!" goda Brian membuat Sheila tersipu malu.
"Udah ah, yuk buruan keluar." ucap Sheila keluar kamar di ikuti oleh Brian di sampingnya sambil mengarahkan tangan Sheila untuk menggenggam tangannya.
Saat turun ke bawah di sana ternyata sudah ada mami Salma dan papi Boni yang sudah menunggu, semua keluarga Ardolph memang datang ke acara mulai dari mami dan papi, kemudian ada uncle Steven dan juga keluarga dan jangan lupa uncle Eric juga yang jauh jauh terbang dari Indonesia hanya untuk menghadiri peresmian resort di Bali.
"Wah, kamu cantik banget sih sayang!' ucap mami Salma saat melihat sang menantu turun dengan anggun sekali.
"Makasih mi," jawab Sheila.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang." ucap papi Boni namun langsung di potong oleh Sheila.
"Mi, Pi, sayang!" panggil Sheila membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Ada apa sayang?" tanya Brian.
"Kayaknya aku harus berangkat duluan deh, kamu kan tahu kalau karyawan lainnya tidak tahu akan identitas aku yang sebenarnya gimana coba nanti reaksi mereka saat ngelihat aku malah bareng sama kalian," ucap Sheila menjelaskan kepada mereka bertiga.
"Iya juga sih, tapi masa kamu gak masuk sama kita sayang?" sahut mami Salma sedikit tidak terima.
"Sayang, lebih baik sekarang kita sekarang umumin aja ya tentang pernikahan kalian mami gak tenang kalau kamu harus terus terusan sembunyi sembunyi kayak gini," lanjut mami Salma.
"Iya, benar apa yang di katakan oleh mami kalian. Papi sebenarnya juga gak tenang kalau kalian harus kayak gini," lanjut papi Boni mendukung ide sang mami.
"Brian sih sudah siap saja pi mi, tapi brian tetap mengikuti keputusan dari Sheila," ucap Brian.
"Bagiamana sayang, bagaimana kalau acara nanti juga sekaligus buat ngumumin bahwa kamu adalah istri dari Brian dan juga menantu dari keluarga Ardolph," shut mami Salma meminta jawaban.
"Untuk saat ini Sheila tidak tahu harus bagaimana mi, Pi, sayang. Sheila ngerasa sepetinya jangan hari ini karena Sheila merasa belum siapa penuhnya," ucap Sheila mencoba membuat mereka mengerti.
"Iya, sayang. Kami tentang aja, kami ngerti kok dan gak akan menuntut kamu buat langsung memberitahukan yang sebenarnya tapi jangan lupa kamus salah istri dari Brian yang otomatis orang harus tahu itu," ucap papi Boni dan di angguki oleh Sheila.
"Iya, Pi. Makasih!" jawab Sheila.
"Kalau begitu lebih baik kamu pergi dulu aja sama Thomas dan juga Laura, aku mami sama papi ada tepat di belakang kamu," ucap Brian dan di angguki oleh Sheila.
Setelah itu Sheila pun berangkat Dnegan Laura dan juga pak Thomas yang menyetir, Brian memang tidak akan membiarkan sang istri sendirian menyimak harus ada Laura di sampingnya karena Brian sudah tahu rekam jejak Laura yang memang sudah di latih sejak kecil untuk menjadi seorang pengawal keluarga Ardolph.
__ADS_1
Sampai di grand Ard hotel, di sana sudah ada banyak sekali wartawan yang sudah menunggu kedatangan presdir Ard Company siapa lagi kalau bukan Brian. Sekarang ini mobil Brian berada di belakang mobil Sheila Yangs Diah terparkir dan Sheila sudah keluar dengan indah.
Dengan Laura yang membukakan pintunya, para wartawan juga merasa asing dengan Sheila karena jarang sekali ia melihat orang secantik Sheila sekarang ini di sini karena kebanyakan tadi banyak sekali pengusaha yang wajahnya sudah sangat mereka kenal tapi untuk Sheila mereka tidak terlalu tahi, namun saat membawa name tag di tangannya para wartawan di buat menganga tak percaya ternyata di Ard Company ada karyawan cantik seperti wanita yang baru saja mereka lihat.
"Wah, cantik banget gak sih. Gue harus bisa dapetin tuh karyawan deh kayaknya," gumam salah satu wartawan yang sedang memotret Sheila yang sedang berjalan di red karpet.
"Elo ya, giliran ada cewek cantik aja matanya langsung on point. Tapi menurut gue dia udah punya suami deh," balas yang lainnya.
"Dari mana emangnya elo tahunya?"
"Eh elo gak lihat tuh perutnya, kayaknya dia udah menikah dan sedang hamil!" ucap salah satu wartawan membuat wartawan lainnya juga ikut fokus dengan perut Sheila yang sedikit menonjol.
"Yah gue telat dong, meski hamil kenapa pesonanya tetap keluarnya tambah seksi banget gak sih!"
Semua wartawan di buat kagum dengan kecantikan Sheila yang menurut mereka sangat natural sehingga tidak perlu banyak editan dalam artikel mereka nanti karena semua sudut yang mereka jepret selalu saja terlihat mempesona.
Setelah itu Sheila pun masuk ke dalam mencari keberadaan teman temannya yang tidak Sheila lihat dari tadi, semua karyawan dan juga tamu undangan melihat Sheila Dnegan berbagai jenis tatapan mulai dari tatapan kagum hingga tatapan iri dan benci semuanya ada.
Sedangkan setelah Sheila masuk, tak lama mobil Brian di mana di dalamnya ada mami Salma, papi Boni dan tentunya Brian Dnegan yoga yang mengendarai mobil tersebut pun sampai di depan jalur red karpet, segera mereka pun turun dari sana dan menyapa para wartawan yang sudah menunggu.
Brian tampil dengan sangat tamban dengan setelan jas dari desainer termahal membuat aura dingin, cuek dan juga kejamnya semakin terlihat keluar sama seperti seorang pangeran yang sangat susah untuk di gapai oleh semua orang.
Setelah selesai menyapa beberapa wartawan Brian, mami Salma dan papi Boni pun segera masuk ke dalam dan sebelum acara di mulai mereka pun menyapa beberapa rekan bisnis mereka yang memang sengaja mereka undang untuk memeriahkan acara peresmian ini.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........