
Sedangkan di sisi lain Brian sedang meeting dengan para manajer di ruang rapat sehingga ia tidak mengetahui sesuatu hal yang terjadi dengan sang istri di kantin tadi hingga masuk ke ruang kesehatan tadi.
Sedangkan yoga yang mengetahui hal tersebut pun segera masuk ke ruang rapat dan menghampiri Brian dengan wajah sedikit cemas.
"Ada apa?" tanya Brian membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut pun menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Presdir nya itu.
"Tuan sekarang nona muda berada di ruang kesehatan," bisik yoga kepada Brian membuat Brian syok.
"Apa!" pekik Brian membuat semuanya orang menjadi takut meskipun tidak tahu apa penyebabnya.
"Oke, rapat hari ini kita akhiri sampai sini dan bu Ella segera ke ruangan saya," ucap Brian kemudian meninggalkan ruang rapat dan menuju ke ruangannya di susul oleh Bu Ella dan juga yoga.
"Ada apa pak?" tanya Bu Ella.
"Segera Bu Ella ke ruang kesehatan, sekarang Sheila berada di sana dan bawa dia keruangan saya tanpa ada yang melihatnya." tita Brian dengan tegas membuat siapapun pasti langsung takut.
"Baik, tuan." balas Bu Ella kemudian pergi meninggalkan ruangan Brian dan menuju ke ruang kesehatan untuk membawa Sheila ke Presdir nya itu.
Bu Ella pun sampai di sana dan melihat Sheila dan teman teman yang lainnya yaitu Monica dan jovanka yang juga berada di sana.
"Bu Ella," sapa semua orang saat mengetahui Bu Ella di sana.
"Iya." balasnya singkat.
"Kalian kenapa di sini?" tanya Bu Ella.
"Ini Sheila dari tadi mual Bu jadi kita bawa dia ke ruang kesehatan," jawab jovanka.
"Kalian kembali kerja saja biar Sheila sama saya," ucap Bu Ella.
Akhirnya Monica dan jovanka pun izin pamit terlebih dahulu karena di suruh oleh Bu Ella, sedangkan Sheila di suruh tetap di sana sehingga Sheila pun hanya diam saja.
Setelah di pastikan Monica dan jovanka tidak ada Bu Ella pun mengajak nona mudanya itu untuk pergi dari ruang kesehatan.
__ADS_1
"Mari ikut saya," ucap Bu Ella sangat sopan sedangkan dokter Meira yang lihat pun sedikit tercengang dengan sikap Bu Ella pasalnya dia tahu kalau Bu ella itu termasuk orang yang perfeksionis dan tidak takut pada apa pun kecuali pak Brian Presdir mereka di sini.
"Dokter Meira terima kasih ya, kalau begitu saya permisi." ucap Sheila berpamitan.
Sheila pun mengikuti langkah bu Ella yang menuju ke lift, untung saja tidak ada karyawan yang sedang lewat karena memang baru saja jam masuk kantor setelah istirahat tadi.
Sampai di lantai ruangan Brian Sheila pun merasa sangat kaget karena dia tadi tidak menyadari kemana dia akan pergi.
"Bu kita mau ke mana?" tanya Sheila saat lift sudah terbuka dan Bu Ella sudah keluar dari lift dan di susul oleh Sheila.
"Kamu ikut saja," shut Bu Ella melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Brian dan di ikuti oleh Sheila di belakangnya.
Tok tok tok
Ketuk Bu Ella karena yoga juga masih berada di ruangan Brian yang memberikan berkas yang tuan nya mau itu.
"Masuk!" sahut Brian dari dalam telah menandatangani berkas pentingnya.
"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya Brian sambil memeluk sang istri tanpa menyadari tatapan dari dua orang yaitu Bu Ella dan juga yoga yang masih berada di sana.
Sheila yang di peluk tiba-tiba pun merasa sedikit malu karena di sana masih ada Bu Ella dan juga asisten yoga.
"Sayang, jangan gini ih malu tahu!" ucap Sheila dengan mencoba melepaskan pelukannya dari sang suami.
Mendengar hal itu Brian pun melihat ke arah yoga dan Bu Ella yang sedang berbaris rapi di samping.
"Kalian berdua boleh pergi, dan Bu Ella Sheila hari ini akan cuti setengah hari jadi tolong urus semuanya." ucap Brian.
"Baik, pak." balas Bu Ella.
Setelah itu yoga dan Bu Ella pun keluar dari ruangan Brian dan memberitahu ke pak Edwin kalau Sheila kerja setengah hari, awalnya pak Edwin sedikit terkejut pasalnya Bu Ella yang memberitahukan nya berarti Sheila dapat izin, karena Bu Ella jabatannya lebih tinggi dari pada pak Edwin.
Sedangkan di ruangan brian, Sheila masih saja berdiri di dekat pintu sampai Brian menanyakan kembali keadaan sang istri.
__ADS_1
"Sayang, kamu sakit yang mana?" tanya Briana sedikit khawatir.
"Aku gak papa kok sayang, tadi cuma di infus sebentar sama dokter Meira karena kurang cairan sayang," ucap Sheila.
"Astaga, kalau begitu lebih baik sekarang kita ke rumah sakit ya." ajak Brian.
"Sayang, aku beneran gak papa kok." balas Sheila.
"Beneran?"
"Iya, sayang."
"Kalau begitu kamu sekarang ke ruang istirahat aja ya sayang, selesai bekerja kita baru pulang," ucap Brian dan di angguki oleh Sheila.
Sheila pun istirahat di ruang istirahat Brian di samping ruang kerjanya dan pintu yang menyambung di sana, rasanya Sheila juga sangat capek karena harus ke toilet terus dari tadi sehingga ia pun mengikuti saja ucap sang suami.
Tak terasa jam menunjukkan jam pulang kerja, Brian pun sudah selesai dengan pekerjaannya dan dia pun segera menuju ke ruang istirahat di mana sang istri berada di sana.
Namun saat Brian masuk dia melihat Sheila yang sedang lelap tertidur membuat Brian tidak tega untuk membangunkannya. Brian pun keluar ruangan dan memerintahkan yoga untuk menyiapkan mobil di parkiran khusus yang hanya bisa di akses dari lantai Brian dan juga lift khusus presdir saja.
Setelah mobil siap Brian pun mengangkat sang istri ala bridal style dengan lembut agar sang istri tidak terbangun dari tidurnya karena Brian tahu Sheila pasti sangat lelah sehingga ia tertidur seperti ini.
Sampai di parkiran Brian pun segera masuk dengan menggendong Sheila dengan yoga membukakan pintu untuk bosnya kemudian setelah Brian sudah masuk segera yoga masuk juga menuju ke kursi kemudi.
Mereka pun melaju menuju ke mansion keluarga Ardolph di mana Laura dan pak Thomas sudah pulang terlebih dahulu karena sudah di beri kabar kalau nona mudanya akan pulang dengan tuan muda.
Sampai di mansionnya Brian pun mengangkat Sheila menuju ke kamarnya, sedangkan mami Salma yang melihat hal itu pun berbisik kepada Brian.
"Kenapa?" bisik mami Salma.
"Tidur, Brian ke atas dulu ya." pamit Brian dan di angguki oleh ma mi Salma.
Bersambung..........
__ADS_1