
"Ada apa bri?" tanya uncle Bastian.
"Sebenarnya Sheila ini sedang hamil," jeda Brian.
"Apa hamil!!" pekik mereka terkejut.
"Apa! Hamil?! Sayang kamu sudah punya suami, siapa dia sayang mana kok gak kamu ajak sih?!" pekik mama daniar panjang lebar sambil mencari keberadaan menantunya yang tidak ia lihat sama sekali.
"Tante, sebenarnya Sheila sudah menikah dengan Brian," ucap Brian kembali membuat ketiganya terdiam.
"Apa! kamu suaminya Sheila?!" tanya uncle Bastian.
"Iya, uncle." ucapnya.
"Jadi waktu papi kamu telepon kalau kamu sudah menikah ternyata dengan Sheila i?!" ucap uncle Bastian dengan tak percaya.
"Iya, tapi Brian sungguh tidak tahu kalau ternyata Sheila adalah anak uncle Bastian dan tante Daniar yang hilang beberapa tahun lalu makanya Brian juga sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Sheila adalah anak dari uncle dan Tante," ucap Brian merasa tidak enak karena dia seperti telah menyembunyikan anak uncle Bastian dan juga Tante Daniar.
"Jadi kamu suami Sheila?!" tanya uncle Bastian dan di angguki oleh Brian dan juga Sheila.
"Jadi Sheila sekarang itu sedang...?!" jeda mama Daniar menebak nebak.
"Iya, sekarang Sheila sengaja hamil Tante," ucap Brian.
"Iya, ma, pa, kak." lanjut Sheila.
"Apa! Hamil," syok mama daniar.
__ADS_1
"Astaga ada tambahan bonus dong!" sahut mama Daniar sambil mengusap usap perut sang anak.
"Cucu nenek di sana yang anteng ya jangan buat mami kamu kesakitan," ucap mama Daniar membuat Sheila sekali lagi meneteskan air matanya, ia merasa sangat senang andaikan dari dulu dia merasakan kebahagiaan ini mungkin hari ini nasibnya tidak pernah malang seperti dahulu.
"Jadi bagiamana kamu mengetahui kalau Sheila adalah anak saya?" tanya uncle Bastian dengan Brian.
"Dari ini," ucap Brian sambil memberikan kalung peninggalan yang di berikan oleh Bastian dulu kepada Marsha sang anak sebelum adanya penculikan tersebut.
"Benar ternyata Sheila adalah anak kami, terima kasih bri sudah mencari keberadaan Marsha untuk kami," ucap uncle Bastian.
"Tapi bagiamana kalian bisa menikah?!" tanya Leon sang kakak yang sangat penasaran karena bisa bisanya seorang mafia kejam seperti Brian bisa menikah, apa lagi dia menikah dengan adiknya yaitu Marsha.
"Ceritanya panjang, nanti kalau ada kesempatan lagi akan Brian ceritakan, lebih baik sekarang kita bisa perbincangkan banyak hal karena pasti kalian sedang kangen kangenan nya dengan Sheila bukan," ujar papi Boni menyudahi perbincangan dari Brian dan Leon.
"Brian, mulai sekarang kamu jangan panggil kamu uncle sama tante lagi ya, sekarang ini kamu seharusnya manggil kamu itu papa, mama." ujar mama Daniar.
"Iya, ma. Akan Brian usahakan walau pun mungkin sedikit kurang terbiasa," sahut Brian dengan canggung karena harus menggantikan nama panggilan seperti biasanya.
"Sebenarnya kami tidak ingin memberikan restu pada kalian karena kami tidak ada saat kalian menikah dulu tapi karena papa tahu bagiamana Brian ini jadi mau tidak mau papa dan papa merestui kalian sepenuh hati.
"Jadi mama sama papa merestui kami?" tanya Sheila sekarang ini dan di angguki oleh mereka berdua.
"Iya, sayang." jawabnya.
"Etttt, tapi elo belum izin ke gue Brian. Ingat sekarang ini Sheila adalah adik gue dan elo berarti harus panggil gue kakak dong," ucap Leon merasa puas menggoda Brian.
"Oh, apaan sih. Pokoknya gue minta restu elo karena bagiamana pun gue sama Sheila sudah menikah bahkan sekarang dia sedang mengandung anak gue, elo kapan nyusulnya?!" ejek Brian juga merasa puas sekali.
__ADS_1
"Sialan elo bri," ucap Leon saat mendengar ejekan sahabatnya itu.
Setelah itu mereka pun saling menyantap makanan dan berbincang banyak hal, rasanya mereka menjadi keluarga yang bahagia sekali antara pihak Brian dan juga Sheila seperti tidak ada sekat sama sekali semuanya saling berbaur, apa lagi Sheila yang sangat bersyukur karena dia sekarang di kelilingi oleh orang tua yang mencintainya, tetapi dia juga sedikit memikirkan orang tuanya dulu karena bagaimana pun mereka juga telah membesarkan Sheila selama ini meski pun mereka tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya kepada Sheila.
"Ada apa sayang?" tanya mama Daniar yang melihat Sheila murung dan membuat semua orang yang mendengar mama Daniar pun menoleh ke arah mereka berdua.
"Sebenarnya Sheila merasa tidak enak dengan orang tua Sheila yang telah merawat Sheila selama ini, bagaimana perasaan mereka kalau tahu Sheila sudah menemukan orang tua Sheila yang sesungguhnya karena Sheila belum memberitahukan mereka akan hal ini," ucap Sheila mengkhawatirkan soal Aris dan juga Ketty padahal yang seharusnya Sheila ketahui adalah sekarang ini mereka sedang bersenang senang dengan uang yang di berikan oleh yoga dan Aldo saat ingin meminta informasi soal nona mudanya kemarin dan juga mereka juga telah menandatangani surat bahwasanya kalau semua informasi ini palsu maka mereka kan mendapat hukuman berat bahkan kematian dan tidak akan ada polisi yang bisa menyelidiki kasus tersebut.
"Sayang, dari yang mama dengar bahwa mereka memperlakukan kamu tidak baik sayang." ucap mama Daniar.
"Ma meksipun begitu mereka tetap mau menampung Sheila di rumah mereka dan juga membesarkan Sheila hingga saat ini," ucap Sheila memberikan penjelasan.
"Sudah lebih baik gak usah bahas hal sepeti ini dulu, lebih baik sekarang kita fokus ke kehamilan Sheila." ujar mami Salma.
"Bener banget tuh jeng Salma, aku sama sekali gak nyangka ternyata kita kan menjadi besan seperti ucapan kita dulu saat masih muda, kalau siapa di antara kita yang melahirkan pria atau wanita maka mereka harus menikah, ini seperti takdir karena kalian ternyata menikah sehingga ucapkan kita benar jeng," ucap ." ucap mama Daniar.
"Iya, aku juga sama sekali enggak nyangka loh jeng!" ucap mami Salma, setelah itu mereka mulai banyak berbincang banyak hal.
Hingga waktu sudah menunjukkan hampir jam 4 sore artinya mereka sudah berbincang-bincang banyak hal di sana sekitar beberapa jam lamanya, Meksi pun lama tapi suasananya sangat nyaman membuat siapa pun pasti betah terus mengobrol banyak hal.
"Mama, pa, kak Leon. Sheila harus pulang karena sekarang sudah sore," pamit Sheila membuat mereka bertiga rasanya tidak ingin berpisah, mereka takut jika berpisah maka mereka akan menunggu lama lagi untuk bertemu.
"Sayang, bagiamana kalau kamu tinggal bareng kami aja!" ajak mama Daniar tidak rela sang anak sudah harus pergi.
"Ma, Sheila sekarang sudah memiliki suami jadi Sheila harus mengikuti kemana pun suami Sheila pergi. Sheila janji bakalan jenguk mama, papa sama kak Leon sering sering." ucap Sheila.
Mau tidak mau mereka pun berpisah dari pertemuan ini namun jangan khawatir Sheila besok sudah membuat janji dengan mama dan papanya untuk bertemu kembali untuk melepas rindunya yang masih kurang, untuk Leon dia tidak bisa ikut karena harus segera balik ke Austria karena ada tugas penting yang menunggunya di sana sehingga dia harus balik terlebih dahulu padahal ia juga masih kangen dengan Marsha kecilnya.
__ADS_1
Papa bastian dan keluarga pun pergi terlebih dahulu kemudian di susul oleh Brian dan yang lainnya pergi dari restoran itu, Sheila merasa sangat senang hari ini bahkan sepanjang hari Sheila terus saja tersenyum sumringah, Brian yang melihat hal itu pun merasa senang karena sekarang sang istri sangat gembira sekali.
Bersambung..........