
Dua bulan berlalu, tidak ada pergerakan sama sekali dari Tiffany dan Maria dan juga hidup Sheila lebih tentram lagi karena dia merasa di manja di keluarga Ardolph.
Semua penjuru negeri sudah mengetahui tentang Sheila istri dari Brian Albern Ardolph pengusaha muda nan tampan sehingga saat Sheila berjalan-jalan di mall dengan Laura pasti akan banyak orang yang melihatnya ada yang menatapnya dengan tatapan menuju dan banyak juga yang menatapnya dengan tatapan iri hati.
Sekarang ini Sheila memang sudah tidak bekerja lagi karena perintah Brian dan juga karena kehamilan Sheila yang sudah memasuki bulan ke 6 membuat perutnya sudah menonjol dan juga terlihat lebih seksi sehingga Brian tidak ingin pemandangan indahnya ini di nikmati pula oleh orang lain, bahkan untuk keluar mansion dan berjalan-jalan pun Brian kadang tidak memperbolehkannya kalau pun boleh itu pasti dengan bujukan Sheila di bantu mama Daniar dan mami Salma.
Brian memang lebih posesif kepada Sheila, padahal Sheila hanya ingin keluar rumah saja untuk memanjakan matanya karena seharian dia harus berada di mansion tetapi Brian malah tidak mengizinkannya.
Sedangkan kondisi markas masih sama dengan Jeffry yang sudah babak belur di sana, beberapa kali Jeffry ingin kabur dari markas elang tetapi terus saja ketahuan hingga membuat Brian naik pitam kemudian dia pun melampiaskannya kepada anak buah Jeffry yang juga di tahan di sana.
Karena dengan membu*uh anak buahnya maka Jeffry akan sangat tersiksa dari pada dirinya sendiri yang di bu*uh, dia melihat anak buahnya yang mati mengenaskan membuatnya lebih sakit padahal hidup mereka tak jauh dari bu*uh membu*uh.
"Bangun!" bentak Aldo saat dia masuk ke dalam di mana di sana ada Jeffry sendirian karena memang Brian menaruh Jeffry di ruangan terpisah dengan tahanan yang lainnya untuk lebih bisa memantaunya.
"Apa!" bentak Jeffry balik, pria paruh baya itu sudah pasrah jika nasibnya berakhir di sini karena dia merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa keluar dari sini.
"Berani juga ya elo bentak gue!" sahut Aldo kemudian melayangkan Bogeman mentah keada Jeffry.
Tak lama Brian masuk dan melihat Aldo sedang menghajar Jeffry yang penampilannya sudah sangat mengenaskan, sungguh untuk di lihat saja sudah sangat jijik, bahkan sudah tidak bisa di katakan manusia hidup lagi.
"Aldo," panggil Brian membuat Aldo menghentikan tinjuan nya dan berjalan cepat ke arah Brian.
"Iya, tuan." jawabnya saat sampai di depan Brian.
"Kamu ikut saya dan biarkan orang itu sendirian," sahut Brian.
__ADS_1
Mereka berdua pun segera keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke ruangan pribadi Brian yang berada di markas, di sana juga ada papi Boni, papa Bastian dan uncle Steven sedangkan uncle Eric sudah kembali ke Indonesia karena memang dia juga memiliki pekerjaan di sana yang tidak bisa di tinggal terlalu lama.
Brian pun segera duduk dan semuanya orang segera melihat ke arah Brian yang sangat serius tersebut bahkan papi Boni pun tak tahu mengapa sang anak menyuruhnya ke markas.
"Ada apa bri? Apakah ada hal yang penting hingga menyuruh kami semuanya ke sini?" tanya papi Boni.
"Sebenarnya beberapa bulan ini Brian merasa kalau ada seseorang yang sedang mengincar keluarga Ardolph," sahut Brian membaut semua orang terkejut.
"Maksud kamu?!" tanya uncle Steven.
"Brian juga tidak tahu, Aldo dan yoga merasakan hal itu dan juga itu sepetinya berhubungan dengan percobaan pelarian Jeffry beberapa kali ini." ucap Brian.
"Dan sepertinya mereka sedang mengincar Brian," ucap Brian lagi.
"Terus apa yang harus kita lakukan nak?!" tanya papa Bastian sedikit khawatir.
"Apa yang kamu bicarakan! Kamu masih di sini kenapa kit harus jaga Sheila, dia itu tanggung jawab mu bri!!" ucap papa Bastian tak terima karena Brian seperti mengucapkan salam perpisahan di saat sang istri sedang hamil.
"Brian tidak tahu apa yang akan terjadi nanti pa, jadi Brian hanya ingin berjaga-jaga saja." sahut Brian yang memang sudah tidak terkendali karena biasanya Brian sangat optimis namun sekarang di seperti sudah kalah sebelum berperang.
Brian merasa bahwa pelakunya sekarang sedang mengawasi gerak geriknya sehingga dia merasa tidak baik jika harus bertemu dengan sang istri di luar maka dari itu Brian pun menyuruh agar Sheila tidak keluar, itu lah alasan kuatnya mengapa Brian tidak mengizinkan Sheila keluar.
Laura juga pernah melaporkan saat dia dan nona mudanya itu keluar ada seorang laki-laki yang terus menerus mengikuti nya dan memperhatikannya atau lebih tepatnya memperhatikan nona mudanya itu.
Setelah perdebatan panjang akhirnya para tetua pun mengerti dan pergi untuk melihat keadaan Jeffry, Brian juga memberitahukan kalau mereka tidak bisa membu*uh Jeffry sekarang karena Brian merasa bahwa pria yang mengincar keluarganya adalah suruhan dari Jeffry maka dari itu semuanya pun mengerti dan menunggu dengan sabar.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya pria itu!" gumam Brian pelan dan juga mengepalkan tangannya kuat kemudian menggebrak kan meja karena merasa sangat penasaran dengan sosok pria tersebut.
"Yoga," panggil Brian.
Yoga pun menghampiri tuan nya itu dengan tergesa-gesa karena yoga melihat seperti nya suasana hati bosnya itu sedang tidak bagus jadi sebisa mungkin yoga tidak ingin membuat tuannya itu marah.
"Iya, tuan." ucap yoga.
"Segera cari tahu siapa pria yang sedang memata-matai kita, terutama saat di kantor karena aku sering sekali menangkap basah dia sering mengawasi saya," ucap Brian memberikan perintah.
"Baik, tuan." ucap yoga kemudian segera pergi dari ruangan Brian itu meninggalkan Brian sendirian di sana.
"Akan ku pastikan kau juga akan membusuk di sini seperti tuan mu itu!" tutur Brian dengan senyum devil nya, saat aura mafia Brian sudah keluar maka siapa pun pasti akan langsung bergidik ngeri melihatnya bahkan mami Salma saja takut jika anak dan suaminya sudah memasang wajah seramnya itu.
Beberapa hari ini memang ada sesosok pria misterius yang terus mengawasi Brian dari jauh, dia melakukan itu karena tuannya telah tertangkap oleh klan elang siapa lagi kalau bukan Jeffry.
Dia adalah anak buah Jeffry yang ingin membalas dendam karena telah menangkap tuannya, dia juga tidak tahu sekarang bagaimana kondisi tuannya itu apa kah masih hidup atau sudah mati tapi yang sekarang ahrus ia lakukan adalah membalas dendam kepada klan elang atas tuannya, dengan pertama tama yaitu mengawasi terlebih dahulu gerak gerik lawan agar tidak tertangkap basah.
.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA 👋👋👋
GIMANA NIH KONDISINYA SEMOGA SEMUANYA SEHAT SELAU KARENA SEKARANG SEDANG MUSIM HUJAN JADI DI JAGA KONDISINYA YA, JANGAN LUPA KALAU KELUAR RUMAH PAKAI MASKER YA KARENA SEKARANG INI PENINGKATAN JUMLAH ORANG YANG SUDAH TERKONFIRMASI POSITIF SEMAKIN BANYAK JADI AUTHOR MOHON UNTUK TETAP JAGA KESEHATAN KARENA KALAU BUKAN KITA SENDIRI YANG MENJAGA DIRI KITA SENDIRI SIAPA LAGI?!!!
__ADS_1
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR TERUS YA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT LAGI DALAM MENULISKAN LEBIH BANYAK KARYA LAGI DAN AUTHOR MOHON UNTUK TERUS SUPPORT AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW AKUN AUTHOR KEMUDIAN LIKE, VOTE DAN HADIAHNYA YA😊🙏🙏
SALAM HANGAT DARI AUTHOR YA READERS 🙏🙏😊😊🥰🥰♥️♥️