Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Mencari Tuan Jeffry


__ADS_3

Tiffany yang sekarang berada di kos sewaannya pun teringat akan tuan Jeffry orang yang berjanji akan membantunya untuk membalas dendam kan dendamnya kepada Sheila, tapi setelah kejadian waktu itu di pesta Tiffany tidak pernah lagi melihat batang hidungnya bahkan di club langganannya pun tuan Jeffry nya itu tak pernah kelihatan.


"Iya, tuan Jeffry kok gak pernah kelihatan lagi ya? Apa dia sekarang melarikan diri yang gak mau bantu aku?!" tanya Tiffany pada dirinya sendiri seperti sedang menerawang sesuatu hal.


Tiffany pun mencoba menelepon tuan Jeffry nya itu namun tidak di angkat, ia mencoba untuk meneleponnya lagi siapa tahu tuannya itu sedang tidak mendengarkan telepon nya tadi.


"Kemana sih tuan Jeffry ini!" sahut Tiffany dengan sedikit kesal.


Karena tak kunjung mendapat respon akhirnya Tiffany pun memilih untuk pergi ke club mahal yang biasanya Jeffry kunjungi untuk bermain dengan beberapa jal*ng dan juga sering Tiffany kunjungi untuk mencari uang sebagai jal*ng, sungguh perpaduan yang sangat pas sekali bukan.


"Hai, Tiffany. Tumben sekali kamu ke sini jam segini?" tanya pemilik club' di mana dia sangat paham bagaimana jadwal Tiffany ke club mereka namun melihat Tiffany sekarang berada di sana membuat pemilik nya tersebut pun bertanya tanya.


"Miss, aku dateng ke sini untuk menanyakan tuan Jeffry karena aku beberapa waktu ini tidak bisa menghubunginya." sahut Tiffany.


"Oh tuan Jeffrey, aku sebenarnya juga tidak tahu Tiffany karena sudah lama tidak melihatnya datang ke club ku ini padahal dia adalah salah satu pelanggan VIP di sini." sahutnya dengan sedih karena harus kehilangan pelanggan kaya nya.


"Apa jadi tuan Jeffry juga tidak datang ke club?!" tanya Tiffany dengan sedikit ada keterkejutan di dalamnya.


"Iya, ada apa emangnya?" tanya pemilik club'.


"Gak ada apa-apa, aku hanya ingin mengetahui kabarnya saja." sahut Tiffany.


"Oh ya Miss, tahu alamat tuan Jeffry gak? aku merasa sepetinya ada yang tidak beres deh," sahut Tiffany.


"Aku gak tahu soal itu tapi sepertinya aku punya alamat markas dari tuan Jeffry, kau tahu mendiri kan beliau adalah salah satu ketua mafia di klan nya!" ucap wanita tersebut membuat Tiffany tersadar dengan ucapan pemilik club tersebut.


"Kalau begitu aku minta alamatnya!" sahut Tiffany.


Tak lama Tiffany pun mendapatkan alamat yang di berikan oleh pemilik club', dengan tergesa gesa Tiffany pun segera menuju ke alamat tersebut.


Saat menuju ke sama Tiffany sama sekali tidak tahu kemana arahnya karena dia hanya berpaku pada GPS yang ia nyalakan itu, tak lama dia pun sampai di sebuah bangunan tua yang menampilkan kesan kumuh dan tak terawat yang berdiri di sekitar kawasan pinggiran kota yang pasti tak ada orang yang berniat untuk berkunjung ke situ.


Sampai sana Tiffany segera berjalan ke arah pintu di mana di sana ada beberapa orang penjaga yang Tiffany menghadang Tiffany di sana dengan muka garangnya.


"Ada perlu apa nona di sini?!" tanya salah satu anak buah Liam.

__ADS_1


"Aku mencari tuan Jeffry," sahut Tiffany dengan tegasnya.


"Apa hubungan nona dengan tuan Jeffry?!" tanya orang tersebut.


"Aku pokoknya ada urusan dengan tuan Jeffry, dan sepertinya aku tidak pernah melihat wajah kalian deh." sahut Tiffany penuh penyelidikan.


"Nona tunggu di sini akan saya panggilkan bos saya," sahut salah satu anak buah tersebut kemudian masuk ke dalam.


Saat ini Liam sedang berada di markas dengan beberapa anak buahnya yang ia kirim dari Jerman ke sini, dia ingin membalas dendam kepada Brian sehingga dia harus memiliki rencana yang matang bukan.


Saat sedang bersantai di markas setelah membahas masalah pamannya tiba-tiba Richard anak buah kepercayaan Liam datang menghampiri nya dan memberitahu kan bahwa ada orang yang sedang mencari paman Jeffry.


"Tuan, di luar sana ada seorang cewek yang sedang mencari tuan Jeffry." ucap Richard membuat Liam mengerenyitkan dahinya pasalnya sekarang semua anak buah dari pamannya sudah tertangkap terus siapa yang mencari pamannya lagi.


"Siapa?" tanya Liam.


"Saya juga kurang tahu tuan, tapi dari tadi dia mencoba untuk menerobos masuk padahal saya sudah bilang kalau tuan Jeffry tidak ada," sahut Richard lagi membuat Liam mengerti.


Setelah itu ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke depan menghampiri orang yang sedang mencari pamannya karena setahu Liam seluruh anak buah paman Jeffry nya itu adalah laki laki dan tidak ada yang perempuan.


"Cari siapa?!" tanya Liam dengan nada tegasnya melihat ke arah Tiffany.


Sedangkan Tiffany yang melihat ada sosok tampan yang kekar dari dalam rumah kumuh tersebut membuat matanya berbinar tak percaya bahwa masih ada stok pria tampan di dunia ini setelah ia tahu bahwa mantan bosnya itu sudah menikah.


"Halo, cari siapa!" teriak Liam karena melihat wanita di depannya ini malah terbengong di sana, Tiffany yang mendapat ucapan tersebut young langsung tersadar dan mulai menetralkan pikiran dan jantungnya.


"Saya ingin mencari tuan Jeffry kemana ya?" tanya Tiffany dengan nada sopan nya.


"Tuan Jeffry?!" tanya Liam dan di angguki oleh Tiffany.


"Iya." balas Tiffany.


"Dia sedang tidak ada di sini," jawab Liam.


"Kemana dia, aku sudah menghubungi nya dari tadi tapi selalu tidak di angkat." gerutu Tiffany.

__ADS_1


"Ada apa memangnya kau mencari paman ku?" tanya Liam.


"Oh, jadi tuan Jeffry itu paman mu berarti kamu tahu bukan di mana dia sekarang?!" sahut Tiffany.


"Aku tahu tapi tidka bisa memberitahukan mu karena aku sendiri sedang berusaha untuk bertemu dengan nya," sahut Liam membuat Tiffany mengerenyitkan dahinya tidka mengerti.


"Kenapa memangnya, apakah ini berhubungan dengan aku yang tidak bisa menghubunginya?!" tanya Tiffany dengan kepo nya.


"Sampai kapan pun kalau kau menghubungi paman ku itu, dan kau tidak akan pernah dapat balasan karena sekarang dia sedang di kurung oleh musuh bebuyutan." sahut Liam entah mengapa dia memberitahukan hal tersebut kepada wanita di depannya.


"Musuh bebuyutan?! Siapa?"


"Klan Elang," sahut Liam.


"Maksudnya?"


"Pemimpin klan mafia di negara ini bahkan tidak ada yang menandingi kekuatan mereka," sahut Liam yang memang mengakui kekuatan musuhnya itu.


"Mafia!" sahut Tiffany sambil menutup mulutnya tak percaya bahwa dia akan mendengar kata mafia di dunia ini karena dia merasa hal tersebut hanya ada di dalam cerita novel.


"Siapa?!" tanya Tiffany lagi.


"Brian." Liam menjawab dengan singkat, namun nama tersebut membuat Tiffany malah terkejut untuk yang ke dua kalinya.


"Brian, maksud kamu Brian Presdir Ard Company?!" tanya Tiffany mencoba untuk memancing Liam agar menjawabnya.


Dan respon Liam sangat membuat Tiffany terkejut lagi karena dia menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan dari Tiffany, sedangkan Tiffany sudah terkejut untuk yang ke sekian kalian karena ia tak menyangka bahwa mantan bosnya itu adalah seorang mafia.


Tiffany pun tiba-tiba mengingat akan keluarganya yang meninggal secara tragis dan juga hilangnya semua aset rumahnya itu semua ternyata ulah dari mantan bosnya, hal itu membuat Tiffany tiba-tiba merasa marah kepada Sheila namun langsung takut juga mengingat kemarahan dari Brian yang bisa melenyapkan siapapun yang berurusan dengannya.


.


.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2