
Meski pun berita tersebut sudah hilang tetapi karena sudah menyebar luas sehingga banyak warganet yang mulai menyerang akun Instagram dari Sheila, di sana ada beberapa foto Sheila yang terpajang di sana, dan sudah di serbu banyak sekali haters dengan kata kata cacian karena menjadi wanita perusak hubungan orang lain tanpa mereka tahu yang sebenarnya.
Sheila sekarang sudah berada di mansion karena mami Salma dan papi Boni menyuruh agar Sheila kembali pulang saja agar keselamatannya terjamin apa lagi sekarang identitas Sheila sedikit terbuka membuat semua musuh akan mencari tahu latar belakang Sheila yang sebenarnya.
"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya mami Salma saat melihat Sheila baru saja sampai dan masuk ke dalam.
"Sheila gak papa kok mi," sahut Sheila duduk di ruang tamu dengan mami Salma dan juga papi Boni.
Tak lama uncle Steven dan juga Tante Melinda dan jangan lupa dengan Clara yang datang ke mansion mereka.
"Boni," panggil uncle Steven.
"Kak," balas papi Boni.
"Bagaimana dengan situasi di luar?" tanya uncle Steven dengan papi Boni.
"Sudah sedikit tenang kak, sepertinya Brian yang menyuruh yoga membereskan ini semuanya, tapi meski begitu masih ada beberapa berita yang muncul meski pun tidak sebesar kemarin malam," sahut papi Boni menjelaskan semuanya kepada uncle Steven.
"Bagus kalau begitu," sahut uncle Steven.
"Tapi kita harus tetap waspada kak, karena takutnya nanti klan Rajawali mengetahui kebenarannya maka nyawa Sheila dalam bahaya," sambung papi Boni.
"Iya, bener kata mu bon."
Sedangkan para wanita mencoba menenangkan Sheila yang mungkin masih sedikit syok dengan berita bohong seperti itu. Untung saja Tante Melinda tahu masalahnya sehingga Tante Melinda tidak akan salah paham bukan dengan berita heboh murahan tersebut.
Selamat tiga hari ini Sheila tidak keluar dari mansion sama sekali, bosan jangan di tanya lagi tapi dia juga harus mempertimbangkan keselamatannya karena masih ada beberapa wartawan yang mencari keberadaannya dan ingin mewawancarainya, bahkan Brian setelah berita itu keluar tak sekali pun ia meneleponnya membuat Sheila merasa sedih.
__ADS_1
"Apakah ini akan menjadi hari terakhir ku, kenapa Brian tidak juga menghubungi ku, apakah aku membuat kesalahan?" gumam Sheila dengan lirihnya.
Sedangkan Brian yang berada di negara Y sedang membereskan semua pekerjaan di sana agar nantinya dia tidak harus bakal balik lagi, dia memang tidak menghubungi Sheila sama sekali setelah terakhir dia menghubunginya tiga hari lalu, karena Brian sibuk dan dia juga sedang memantau semua berita yang berada di negara X saat dia tidak ada, dia juga tahu Sheila sekarang sudah tidak bekerja lagi karena harus stay di mansionnya.
"Yoga, bagaimana apa kah semuanya sudah selesai?" tanya Brian setelah mereka meninjau lokasi pembangunan resort.
"Semuanya sudah selesai bos, dan untuk transaksi dengan Mr. Kevin juga sudah kemarin." sahut yoga.
"Bagus, kalau gitu segera siapkan jet nya dan kita akan berangkat pulang setelah ini!" sahut Brian dengan tegas, dan yoga pun menjalankan perintah dari bosnya tersebut.
Tak lama setelah itu mereka pun sampai di tempat di mana jet pribadinya sudah terparkir rapih di sana, segera Brian naik dan juga yoga meninggalkan negara Y untuk menuju ke tempatnya dan dia ingin segera menghampiri sayang istri yang pasti sedang sedih karena tidak ada dia di sisinya beberapa hari ini.
Setelah lama di perjalanan akhirnya Brian sampai juga di mansion utama keluarga Ardolph, segera ia masuk kedalam mungkin karena waktu dia tiba sudah malam sehingga tidak banyak orang yang masih terjaga mungkin hanya pengawal dan beberapa asisten saja sedangkan yang lainnya pasti sedang istirahat.
Segera setelah masuk mansion Briana segera naik ke lantai atas untuk menemui sang istri, saat dia masuk ke kamarnya penampakan pertama yang ia lihat adalah tubuh sang istri yang begitu ia rindukan sedang tertidur pulas seperti seorang bayi yang merengek, begitu mengemaskan sekali untuk Brian rasanya ia sangat ingin menerkam sang istri.
Gejolak selama beberapa hari ini langsung membalut gairahnya membuncah saat melihat Sheila, hanya sang istri lah yang bisa menuntaskannya namun karena Brian tahu pasti Sheila capek sehingga dia harus menuntaskannya sendiri malam ini di kamar mandi dengan air dingin.
Pagi harinya Sheila sudah bangun, ia merasakan cengkraman erat di pinggangnya membuat Sheila melihat ke arah pinggang yang sedang di peluk erat oleh seseorang, Sheila pun merasa kaget dan sontak membalikkan badannya dan melihat sang suami yang sedang tertidur pulas dengan tangan yang terus memeluk erat Sheila tidak membiarkan Sheila untuk bergerak sedikitpun.
Saat Sheila akan melepaskan pelukan tersebut, Brian malah mempererat pelukannya dan menuntun Sheila agar bersandar di dada bidangnya menyalurkan kehangatan di sana, Sheila hanya menurut saja karena jujur dia sangat senang saat melihat sang suami sudah berada di sampingnya, karena Sheila dari kemarin sudah berfikir negatif saja saat suaminya tak juga menghubunginya namun melihat Brian yang berada di pelukannya membuat dia sedikit lega.
"Sayang!" panggil Sheila dengan lirih membuat mata Brian terbuka dan memandang Sheila tak percaya.
"Kamu tadi panggil aku apa?" tanya Brian lagi tak percaya kalau sang istri sudah memanggilnya dengan sebutan mesra tersebut, padahal kemarin kemarin juga panggilan begitu tapi bagi Brian sungguh masih aneh tapi dia sangat suka.
"Sayang!" panggil Sheila lagi kemudian bersembunyi di dada bidang Brian yang hanya tertutup kaos tipisnya.
__ADS_1
Brian yang melihat tingkah lucu Sheila pun tak ingin menyia-nyiakan waktunya dan segera menyerang sang istri yang dari kemarin membuat Brian harus bermain sendiri.
Brian mencium mesra Sheila menyalurkan kerinduan yang terpendam beberapa hari ini, Sheila juga membalasnya seperti tak ingin moment tersebut hilang. Dan pagi hari ini terjadilah penyatuan mereka yang sudah mereka rindukan beberapa hari ini, di dalam kamar tersebut hanya ada desa*an kenikmatan yang tersaji, bahkan Sheila sudah sangat lemas karena tenaga Brian yang tak kunjung padam.
Brian pun memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini karena dia ingin seharian berduaan dengan sang istri.
"Sayang," panggil Sheila saat mereka selesai melakukan kegiatan pagi tadi dengan tubuh mereka yang masih di balut oleh selimut tebal untuk menutupi tubuh polos mereka berdua, Sheila bersandar di dada bidang sang suami dan memainkan jarinya di area tersebut.
"Ada apa? Hem." sahut Brian.
"Kamu kapan sampek sini?" tanya Sheila karena memang dia tidak tahu kapan sang suami datang.
"Kemarin malam, sebenarnya aku pingin banget bangunin kamu tapi saat lihat kamu pulas banget tidurnya aku jadi gak tega." sahut Brian menjelaskan kepada sang istri.
"Ohh, terus kamu udah tahu berita heboh kemarin?" tanya Sheila mencoba untuk bertanya kepada Brian soal berita tentang dia yang heboh.
"Iya, aku tahu kok. kamu tenang aja kan yang sebenarnya bukan seperti itu," balas Brian kemudian memeluk erat tubuh Sheila lagi.
.
.
TBC
HAPPY NEW YEAR 2022 ππ
HAI READERS SELAMAT TAHUN BARU 2022ππ SEMOGA KITA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK LAGI, DAN SEMUA KEINGINAN YANG TERTUNDA DI TAHUN SEBELUMNYA TAHUN INI AKAN TERWUJUD YA READERSπ
__ADS_1
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR YA AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM MELANJUTKAN CERITA INI DAN BISA MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG MENGESANKAN KEPADA PARA READERS SEKALIANππππ
SALAM HANGAT DARI AUTHOR πππ₯°π₯°