Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 39_Memiliki Seutuhnya


__ADS_3

"Clara kok ke sini, bukannya kamar kamu di lantai bawah ya?" tanya Sheila karena bingung saat Clara malah membawa nya ke lantai yang sama dengan ballroom dan menuju ke kamarnya, yaitu kamar terbesar dan mewah di sana.


Clara yang di ajak bicara hanya diam saja tak menanggapinya dan terus menarik lengan Sheila, Sheila hanya menurut saja tanpa banyak berbicara lagi.


Sampai mereka di depan pintu kamar Sheila Clara pun langsung izin meninggalkan nya sendirian di sini.


"Kak, aku ke bawah dulu ya, kakak segera masuk terus kakak nikmatin aja oke!" ucap Clara kemudian benar-benar meninggalkan Sheila di depan kamar nya.


Sheila belum mengerti ucapan Clara akhirnya dia pun masuk ke dalam mungkin saja nanti Clara akan balik lagi.


Baru saja masuk ke dalam Sheila sudah melihat Brian dalam dan dengan memandangnya lekat sekali, saat Sheila menutup pintunya baru berbalik badan Brian sudah berada tepat di depannya dia menyatukan keningnya dengan Sheila sedangkan Sheila sedikit gugup dan was was takut akan sesuatu hal yang bahkan Sheila tidak berani untuk membayangkannya.


"Brian ada apa?" tanya Sheila dengan gugup namun Brian tidak menjawab dan semakin mengikis jaraknya dengan Sheila hingga mereka saling menempel satu sama yang lainnya.


Saat Sheila sedang gugup tiba-tiba bibir tipisnya merasa ada benda kenyal lainnya yang menempel ke bibirnya dengan rakus, itu adalah bibir Brian yang sudah sangat aktif di bibir Sheila mulai dari mencium, ******* hingga menggigit membuat si empunya mengerang karena sensasi tak tertahankan.


"Aahhh, bri mmmpphhhh!" ucapnya terpotong karena Brian kembali menyerangnya lagi dengan rakus namun dengan lembut.


"Boleh kah aku meminta hak ku?" tanya Brian melepaskan ciumannya saat melihat Sheila sudah kehabisan nafas dan terengah-engah.


Sheila hanya diam dan menganggukkan kepalanya memperbolehkan Brian untuk melanjutkan aktivitasnya karena itu adalah memang hak dari sang suami.


Tanpa ditunggu lagi Brian sudah menyerang Sheila lagi sekarang lebih dengan rakus karena sudah di balut dengan nafsu mungkin.


Tak mau menyia-nyiakan tangannya yang kosong, Brian pun meraba paha Sheila yang sialnya sangat mulus dan putih.


Brian menyibakkan baju atas Sheila hingga tersisa bra saja yang menutupi bagian atasnya Brian tidak mau menyia-nyiakan kesempatan segera ia lepas ikatan bra Sheila sehingga menampakkan gundukan kembar yang selama ini ia bayang bayangkan.


Tangannya mulai lihat menyentuh gundukan tersebut dengan Brian masih mencium Sheila, sedangkan Sheila sudah mengeluarkan d*s*h*n yang membuat Brian tambah semangat untuk menggempur sang istri.


Setelah puas dengan gundukan kembarnya tangan Brian sudah bergerak turun melewati perut hingga terakhir di area sensitif Sheila, Brian masuk mencium Sheila memberikan kenikmatan yang sungguh nikmat kepada Sheila.


"Engghhhh," lengkuh Sheila saat ia merasakan tangan Brian masuk ke dalam area sensitifnya.

__ADS_1


"Bri... bri!" sahut Sheila di barengi dengan d*s*h*n nikmat karena ini pertama kali untuknya merasakan sensasi yang aneh pada dirinya.


"Sayang, kamu sempit sekali!" ucap Brian.


Brian terus melakukan aksinya dengan di barengi banyaknya erangan yang di berikan, Brian terus menghujani Sheila dengan kenikmatan.


Entah sudah berapa jam mereka melakukan penyatuan tersebut dan juga berapa kali penyatuan namun Brian tak ada lelahnya bahkan Sheila sudah terlambat lemas karena stamina Brian yang sangat kuat, sampai pukul 3 dini hari mereka baru selesai dengan aktivitas malamnya yang menguras energi.


Sheila sudah bisa membayangkan dia besok akan sangat sakit sekali area bawahnya karena Brian yang terus memaksa masuk ke dalam.


"Terima kasih, sayang!" ucap Brian setelah mereka melaksanakan aktivitas malamnya dan juga karena dia adalah yang pertama bagi sang istri membuat ada rasa bangga di hati Brian.


"Aku sudah memilikimu seutuhnya sayang, terima kasih!" ucapnya dengan datangnya juga pelepasan terakhir.


"Terima kasih, sudah menjaganya untuk ku!" ucap Brian sambil mengelap keringat yang jatuh di dahi Sheila.


Sedangkan sudah tidak menghiraukan lagi bagaimana kondisinya yang ia rasakan sekarang adalah capek ia ingin sekali istirahat.


Brian pun menyelimuti tubuh polos sang istri yang sudah banyak tanda kepemilikan nya di sana, sungguh pemandangan yang indah menurut Brian namun hanya Brian saja yang boleh melihat pemandangan indah ini.


Waktu sudah pagi, namun bagi sepasang suami istri ini adalah masih malam hari karena aktivitas mereka malam tadi membuat mereka telat tidur dan harus begadang.


Sheila mencoba mencari tempat yang nyaman untuknya, karena memang Sheila merasa terganggu mungkin karena suara bel pintu yang terdengar dari luar.


"Engghh," lengkuh Sheila akhirnya membuka matanya kemudian dia pun menemukan Brian yang masih tertidur dengan memeluknya, Sheila yang sadar akan kondisinya yang tidak memungkinkan untuk bangun pun ingin membangunkan Brian saja namun belum sempat ia membangunkan bel pintu sudah berbunyi lagi membuat Brian juga terusik dalam tidurnya.


"Selamat pagi," sapa Brian saat pertama kali bangun yang di lihat istri cantiknya yang sedang tersipu malu.


"Brian, itu ada yang menunggu dari tadi." ucap Sheila memberitahukan kepada Brian.


"Eh, kalau gitu biar aku aja yang bukain." ucapnya kemudian beranjak dari tempat tidurnya dengan memakai kimono tidur nya yang sudah bercecer di lantai.


Saat Brian baru saja membuka pintu di sana sudah ada Clara dengan Celine anak dari uncle Eric yang masih berusia 3 tahun berada di depan pintu.

__ADS_1


"Ada apa Clara?" tanya Brian dengan tajam karena Clara sudah membangunkannya.


"Kak Sheila nya ada uncle?" tanya Clara to the point, Clara memang terlihat sangat akrab dengan Sheila dan Celine juga terus saja mau dengan Sheila hingga Brian dari kemarin tidak bisa berdekatan dengan Sheila untung saja kemarin dia membujuk Clara untuk membawa Sheila ke kamar karena Brian ingin berbicara penting dan Clara patuh saja.


"Dia lagi tidur, capek mungkin." ucapnya, tak lama ada yoga yang juga datang ingin menemui bosnya itu.


"Bos!" pekik yoga sedikit berlari untuk segera sampai di depan pintu kamar bosnya.


"Ada apa?" tanya Brian tajam.


"Tidak di suruh masuk dulu?" sahut yoga dengan terengah-engah sambil sesekali mengintip ke arah dalam dan Brian langsung menghalangi padangan yoga bisa gawat kalau yoga sampai melihat tubuh sang istri yang sekarang sedang polos tanpa pakaian.


"Yoga langsung katakan?" perintah Brian akhirnya yoga pun menghentikan aksinya.


"Eh ada non Clara dan si manis Celine." ucap yoga.


"Hai om yoga," ucap Clara kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Uncle aku sana Celine pergi mau sarapan dulu, nanti kalau kak Sheila sudah bangun bilangin ya di cari sama aku dan Celine juga." ucap Clara dana mendapat anggukan dari Brian.


"Iya," sahutnya. Clara pun benar-benar pergi meninggalkan kamar Brian.


"Ada apa Yog?" tanya Brian.


"Tadi saya telepon bos tapi gak di angkat jadi saya ke sini, tadi Mr. Kevin mengabarkan kalau rencana pembangunan sudah siap dan Mr. Kevin ingin minggu depan bos bisa ke sana dan mereka bilang hari ini adalah keputusannya agar nantinya proyek bisa di jalankan." sahut yoga.


"Aku lupa belum memikirkannya, nanti setelah siap aku akan menemui mu di food court atas," sahut Brian.


"Baik, bos. kalau begitu saya pamit!" ucap yoga dan mendapat anggukan dari Brian.


Yoga pun pergi dan Brian kembali masuk ke dalam dan melihat Sheila yang ternyata tertidur lagi.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2