Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Sheila Tahu Identitas Brian


__ADS_3

Di sisi lain Brian sudah berangkat, mungkin karena tempat yang jauh dari kota sehingga membuat perjalanan lebih jauh lagi dan mobil tak juga sampai di tempat tersebut.


Sedangkan para orang tua berada di rumah markas dan menunggu kabar baiknya, namun untuk papi Boni, papa Bastian dan uncle Steven dan uncle Eric sedang mengikuti Brian di belakang karena menurut mereka sangat berbahaya jika Brian harus pergi sendirian meski pun mereka tahu bahwa di sekeliling tempat tersebut sudah di kepung oleh anak buahnya semuanya dan mereka juga ingin memastikan sendiri keadaan Sheila.


Dan juga menyaksikan kehancuran sebenarnya dari klan Rajawali adalah impian mereka semuanya karena mereka sudah menunggu kejadian hebat ini, di mana Jeffry dan kepomankannya itu akan segera di lenyap kan oleh Brian karena bagaimana pun tidak ada yang berani mengusik Brian saat dia sedang marah apa lagi marah besar seperti ini, meski pun begitu nyawa Brian dalam taruhannya karena mereka tidak tahu apa rencana dari Liam dan yang lainya.


Sampai di depan rumah yang di share oleh Liam Brian segera turun dan membawa Jeffry sneidrian menuju ke dalam rumah tersebut, saat masuk di melihat banyak bodyguard di sana dengan badan kekar kekar menunjukkan kekuatan besarnya.


Sedangkan yang lainnya bersembunyi di tempat aman dan untuknya Liam tidak tahu sama sekali akan hal tersebut bahwa rumah nya sudah di kepung oleh pasukan Elang dan siap untuk menyerang kapanpun.


Mata Jeffry masih tertutup dengan kain dan mulutnya yang di lakban membuat dia tidak bisa mengeluarkan sama sekali suaranya dan juga tangannya yang masih saja di ikut ke belakang membuat pergerakan Jeffry sulit.


Salah satu anak buah Liam pun mengabarkan hal tersebut di mana Brian sudah datang dengan membawa pamannya dan berjalan ke arah rumah tersebut.


"Tuan, orang yang sedang anda tunggu sudah datang dan dia hanya membawa tuan Jeffry saja tanpa ada orang lain!" ucap bodyguard yang memberitahukan hal itu kepada Liam di ruangan pribadi Liam di mana di sana juga ada Tiffany dan juga Maria.


"Apakah benar dia sendirian?!" tanya Liam sedikit tidak percaya karena seorang brian tidak akan gegabah dengan melangkah sendirian di rumah seperti ini.


"Iya, tuan. Tadi kami sudah memeriksanya dan tidak ada alat apapun di badannya," sahut bodyguard nya lain.


"Oke, kalau begitu kamu pergi dulu aku akan menyusul." ucap Liam kemudian bodyguard tersebut Kun keluar dari ruangan tersebut.


Liam pun berdiri dari sana dan menuju keluar di mana dia melihat Brian berjalan ke arahnya dengan menyeret pamannya yang sudah rentah itu dengan kasar.


"Wah Mr. Brian akhirnya datang juga!" sahut Liam menyambut Brin namun sambutannya sama sekali tak di gubris oleh Brian.


"Di mana Sheila dan Laura!" bentak Brian dengan lantangnya membuat Sheila yang di lantai tiga saja bisa mendengar suara sang suami dari sana.


"Nona itu suara tuan Brian!" ucap Laura dengan senang karena dia percaya bahwa tuannya pasti datang menjemput sang istri.


"Iya, Laura. semoga saja itu Brian tapi aku takut kalau Brian sampai terluka bagaimana," sahut Sheila takut karena dia tahu bahwa orang yang menyekapnya itu pasti akan melakukan hal yang aneh aneh karena mereka saja sudah menculik Sheila dengan keji padahal Sheila sedang hamil.


Tak lama pintu terbuka dan menampakkan Tiffany dan juga Maria yang berjalan dengan sombongnya dan juga jangan lupa dengan pakaian yang mereka pakai sungguh tidak sopan sekali bahkan mereka sama saja dengan tidak memakai pakaian semua bentuk mereka cetak dengan jelas membuat siapa pun tahu bagaimana bentuk mereka bukan.


Dari kejauhan Sheila bisa melihat bahwa mereka masuk dengan tatapan marah dan kesal, segera mereka menghampiri Sheila dengan marah kemudian menjambak rambut mulus Sheila dengan kasar membuat kepala Sheila ikut mundur ke belakang karena kuatnya tarikan dari Tiffany, sedangkan Maria menahan Laura yang terus memberontak karena melihat nona mudanya di perlakukan sangat tidak baik seperti itu.


"Aawww!" pekik Sheila merasa sakit di ujung kepalanya.

__ADS_1


"Nona!" pekik Laura ketus berontak dari cengkraman Maria meski pun tangan nya di ikat ke belakang.


"Kenapa nangis, takut heh!" bentak Tiffany mencurahkan semua kekesalannya kepada Sheila.


"Asal elo tahu, gara gara elo dateng hidup gue jadi ga tenang mulai dari gue di keluarin dari kantor, rumah gue di sita dan juga keluarga gue semuanya meninggal! sekarang ini gue sneidrian," sahut Tiffany mengeluarkan uneg-uneg nya kepada Sheila.


"Tapi aku gak tahu akan semuanya itu tif, itu semua karena perbuatan kamu," sahut Sheila mencoba menjelaskan kepada Tiffany bahwa semuanya itu juga bukan kehendak Sheila.


"Itu semua salah elo, asal elo tahu Brian menghancurkan gue, dia memecat gue dan menyita rumah dan semua yang gue punya, dan asal elo tahu Brian tak hanya memecat dan menyita dia bahkan membunuh seluruh keluarga gue, mama papa dan jga adik gue semuanya mati di bunuh oleh Brian!" pekik Tiffany membuat Sheila diam membeku tidak mengerti maksud dari ucapan Tiffany itu.


"Apa maksud kamu?!" tanya Sheila dengan sedikit penasaran dan mencoba untuk positif thinking.


"Asal elo tahu, Brian tak sebijak dan alim yang seperti elo mengerti. Dia itu adalah ketua mafia kejam di negara ini bahkan dia juga memiliki klan di luar negara ini! dia juga tak segan segan akan membunuh siapa pun yang berbuat salah dengannya!" pekik Tiffany lagi membuat Sheila untuk kedua kalinya membeku di tempat.


Sedangkan Laura yang mendengar ucapan Tiffany tadi ikut membeku karena sekarang nona mudanya tahu akan identitas suaminya yang sudah mereka tutupi dari awal namun sekarang malah terbongkar.


Sheila melihat ke arah Laura untuk mencari jawaban namun yang Sheila dapat kan adalah tatapan mata Laura yang seperti mencoba untuk menghindar dari tatapan Sheila yang penuh tanda tanya itu membuat Sheila merasa bahwa perkataan Tiffany kali ini adalah benar.


"Laura, apa maksud nya tadi?" tanya Sheila kepada Laura namun Laura hanya diam saja tak menjawab Dnegan terus menundukkan kepalanya dan tidak memberontak lagi.


"Itu artinya yang di bilang sama Tiffany itu benar!" sahut Maria mendekati ke arah Sheila sambil mencengkram dagu Sheila.


"Apa! enggak mungkin, Brian bukan orang seperti itu kak!" sahut Sheila menyangkal ucapan dari kakaknya itu, bagaimana bisa sang suami yang menurut Sheila adalah suami idaman dan sempurna itu adalah seorang mafia kejam seperti di ucapkan oleh kakaknya dan juga Tiffany tadi.


"Kalau elo gak percaya elo akan tahu sendiri bagaimana nantinya kita akan ngehancurin ketua mafia itu," ancam Maria dengan seringai tajamnya.


Sedangkan di lantai bawah Brian meminta kepada Liam untuk membawa Sheila kehadapan nya untuk melihat bahwa kondisi Sheila baik baik saja baru Brian akan melepaskan Jeffry, bukankan itu yang di namakan barter.


"Aku akan melepaskan Jeffry jika Sheila berada di sini," sahut Brian membuat Liam mengerenyitkan dahinya namun dia paham maksud dari musuh bebuyutannya itu.


"Oke, tapi lepaskan kain yang menutupi kepala paman ku dan juga kain di mulutnya itu." sahut Liam dan di angguki oleh Brian.


"Oke," jawab Brian singkat.


Setelah itu Jeffry pun bisa melihat keponakan kesayangannya itu beristri tepat di depannya membuat terasa haru tak terbendung dari kedua orang itu.


"Sekarang ikut," ucap Liam.

__ADS_1


Brian sudah menduga bahwa Liam akan membawanya masuk seperti ini dan malah Rika membawa Sheila yang keluar sehingga Aldo juga sudah bersiap di tempatnya bahkan Liam dan anak buahnya tidak menyadari bahwa anak buah Brian sudah menyebar dan ada yang sudah masuk ke dalam rumah tersebut namun karena persembunyian mereka yang rapi membuat Liam dan yang lainnya tidak sadar akan hal itu dan hanya Brian saja yang sadar di mana saja tempat anak buahnya berada bahkan sebelum dia mengetahui persis posisi rumah tersebut.


Sampai di lantai tiga Liam segera membuka pintu di mana Sheila dan Laura berada dan di sana juga ada Maria dan juga Tiffany yang memang Liam suruh untuk menjaga Sheila dan Laura agar nantinya mereka bisa menyaksikan bagaimana tubuh Brian lemah tak berdaya karena terkena timah panas darinya apa lagi setelah Liam tahu bahwa sang istri tidak mengetahui bahwa Brian adalah seorang mafia kejam, bagaimana reaksi dari Sheila saat tahu tentang terbongkarnya identitas asli sang suami nantinya.


Saat baru saja masuk Brian sudah bisa melihat sang istri yang duduk di lantai dingin tanpa alas apapun membuat Brian tak tega melihatnya bahkan dari wajah Sheila saja sudah bisa di lihat seperti nya dia banyak menangis karena matanya sangat sembab, wajahnya yang bengkak dan juga pucat.


Setelah masuk Liam pun menendang Brian hingga Brian terjatuh di lantai membuat Sheila tak tega melihat sang suami seperti itu, sedangkan Jeffry sudah berada di tangan Liam dan dia segera membuka ikatan tangannya dan membawa Jeffry berada di belakangnya sedangkan Liam membalaskan dendam nya kepada Brian dengan akan menendangnya lagi namun Brian langsung bangkit dan menyangkalnya membuat Liam terjatuh.


Tiffany yang melihat tuan nya terjatuh pun mendekat ke arah Sheila dan membawanya kebelakang dengan pisau yang ia pegang ia letakkan di leher Sheila seperti ingin membuat ancaman kepada Brian, Brian yang melihat hal itu pun segera mengangkat ke dua tangannya karena jika ia bersikeras melawan maka Sheila lah yang menjadi taruhannya sedangkan Sheila mencoba untuk kuat dengan melawan bahkan leher nya terkena pisau di ujungnya namun tidak dalam.


"Diam!" bentak Tiffany membuat Sheila terdiam di tempat karena bagaimana pun sekarang dia tidak sendirian jika dia melawan maka baby nya bisa terluka, Sheila tidak ingin hak tersebut terjadi maka dari itu lebih baik dia patuh saja.


Liam segera menodongkan pistol ke arah kepala Brian karena sudah berani melawannya, bagaimana pun sekarang Brian sudah kalah dan Liam lah pemenangnya sehingga dia bisa berkuasa dengan leluasa, namun tanpa Liam tahu bahwa semua kelakuannya sudah di lihat langsung oleh anggota klan elang di mana ada papi Boni, papa Bastian dan para uncle uncle di persembunyian mereka.


Brian juga sudah melihat semua juru tembak sudah bersiap untuk melakukan tugasnya dan juga sudah di cek semuanya bahwa kaca tersebut tidak anti peluru sehingga bisa di pastikan satu kali bidikan maka target akan terkena, Brian hanya perlu memberikan isyarat agar anak buahnya bergerak namun yang harus ia selamatkan terlebih dahulu adalah sang istri yang sekarang di dalam tekanan pisau.


Laura bisa melihat tuannya memberikan isyarat kepadanya untuk menarik Sheila di hitungan ketiga, karena Laura melihat tangan tuannya itu membentuk angka tiga dan Laura juga mengamati sekitar dan tak sengaja dia bisa melihat Aldo yang sudah siap dengan senjatanya, Laura pun mengangguk pelan dan menunggu aba aba dari tuannya itu untuk menyelamatkan nona muda dari pisau di lehernya.


.


.


Bersambung..........


HAI READERS SEMUANYA πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


GIMANA NIH KABARNYA SEMUA SEMUANYA SEHAT SELALU YA DAN DI BERI KELANCARAN DALAM SEGALA HAL😊


GIMANA NIH CERITANYA MAKIN SERU GAK YA???? AUTHOR BEBERAPA HARI INI JARANG SEKALI UPDATE KARENA MASALAH KESEHATAN AUTHOR YANG TERUS MENURUN JADI MOHON MAAF KALAU PARA READERS SEKALIAN TERGANGGU YAπŸ™ SEMOGA READERS SEMUANYA DIBERI KESEHATAN DAN BISA MENJALANKAN AKTIVITAS NYA DENGAN LANCAR YA SEMUANYA YA πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ’ͺπŸ’ͺ


AUTHOR AKAN USAHAKAN UNTUK TERUS UPDATE SETIAP HARI MESKI PUN CUMA SATU BAB, NANTI KALAU SUDAH MEMBAIK AUTHOR AKAN USAHAKAN UNTUK UPDATE LEBIH BANYAK BAB LAGI YA READERS πŸ™πŸ˜Š


APA LAGI UNTUK BAB BAB SELANJUTNYA MUNGKIN AKAN SANGAT SERU LAGI KARENA NANTINYA SHEILA AKAN TAHU IDENTITAS ASLI BRIAN YANG SEORANG MAFIA DAN JUGA KELUARGANYA YANG JUGA SEORANG MAFIA, BAGAIMANA SHEILA AKAN MENANGGAPI HAL TERSEBUT APA KAH DIA AKAN MENGERTI ATAU DIA AKAN MARAH DAN PERGI MENINGGALKAN BRIAN SEDIRIAN KARENA BERITA BESAR YANG BARU SAJA IA KETAHUI? ATAU APAKAH BRIAN BAHKAN TIDAK SELAMAT DARI CENGKRAMAN LIAM DAN MEMBUAT SHEILA HARUS MENJADI SINGEL PARENTS DI USIANYA HANG MASIH MUDA KARENA DI TINGGAL SANG SUAMI?πŸ€”


JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR YA AGAR AUTHOR BISA SEMANGAT LAGI DALAM MENULIS KARENA BAGAIMANA PUN KARYA INI TIDAK AKAN BISA BERKEMBANG SEBESAR INI TANPA DUKUNGAN DARI READERS SEKALIAN YANG TERUS MENSUPPORT AUTHOR DARI SEGALA SISI MEMBUAT AUTHOR SEMAKIN BERSEMANGAT LAGI MENULIS😊


AUTHOR SANGAT MENGHARAPKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN FAVORIT, LIKE, VOTE, DAN BERIKAN HADIAH DI KARYA INI AGAR AUTHOR BISA TERUS BERSEMANGATπŸ’ͺ

__ADS_1


OH YA AUTHOR MAU NGASIH TAHU AJA UNTUK BULAN DEPAN AUTHOR AKAN NGELUARIN KARYA TERBARU AUTHOR YANG KE DUA,πŸ₯³πŸŽ‰ SEMOGA READERS SEMUANYA SUKA YA DAN JANGAN LUPA TERUS PANTENGIN AKUN AUTHOR BIAR READERS SEMUANYA TAHU SAAT AUTHOR NGELUARIN CERITA BARU YA😊


SALAM HANGAT DARI AUTHOR UNTUK READERS SEMUANYA πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ₯°πŸ₯°β™₯️β™₯️


__ADS_2