Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Berangkat Liburan


__ADS_3

"Astaga gue malu ada pak Brian tadi!" pekik Monica karena hampir saja membentak Brian.


"Salah sendiri," sahut jovanka menertawakan Monica.


"Udah lebih baik kita masuk." ajak Sheila.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam dan segera melanjutkan pekerjaannya yang kemarin belum terselesaikan, karena dalam beberapa hari ini harus segera selesai agar saat liburan nanti mereka tidak lagi terpikirkan oleh pekerjaan.


Tak terasa satu hari sebelum keberangkatan karyawan kantor untuk berlibur, rencana berlibur kali ini adalah Jepang, salah satu negara wajib untuk di kunjungi.


"Sayang, kamu beneran mau pergi?" tanya Brian saat Sheila sedang membereskan barang-barangnya untuk di bawa besok pagi.


"Iya, sayang. aku udah daftar dan juga tiket udah ada loh," sahut Sheila sambil melihat ke arah Brian yang sedang merajuk agar Sheila tidak pergi.


Akhirnya Brian pun diam tak berbicara lagi, sedangkan Sheila melanjutkan aktivitas nya mengemasi pakaiannya untuk liburan di Jepang sana.


Brian pun memilih untuk ke ruang kerjanya sambil mengecek beberapa dokumen yang harus segera ia urus, namun saat sedang membolak baliknya berkasnya tiba-tiba Brian menelepon yoga untuk melakukan sesuatu.


[Halo, bos.]


[Yoga, segera siapkan pesawat untuk besok pagi.] perintah Brian.


[Bos, mau kemana?]


[Saya akan ikut liburan dengan karyawan ke Jepang dan kamu juga ikut sana,] sahut Brian.


[Ba... baik bos.]


Setelah itu Brian pun mematikan teleponnya dan fokus kembali dengan berkasnya, dia tidak akan memberitahukan kepada Sheila kalau besok dia juga akan ikut agar nanti Sheila merasa surprise saat sudah berada di sana dan ada dia. Memikirkan hal itu Brian pun tersenyum senyum sendiri memikirkan bagaimana ekspresi sang istri nantinya.


TOK TOK TOK


Ketukan pintu membuyarkan fokus Brian membuatnya mengalihkan pandangannya dari berkas berkas yang menumpuk.


"Masuk!" begitulah pekiknya singkat.


Pintu terbuka dan menampakkan Sheila yang sudah rapih dengan baju tidurnya atau lebih tepatnya lingerie yang menggoda iman, membuat Brian menatap Sheila dengan intens nya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Sheila yang melihat bingung ke arah sang suami yang terus saja melihatnya.


"Ada apa katamu?" tanya Brian dengan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Sheila yang mematung melihat Brian yang terus saja mendekatinya.


"Masih bertanya ada apa! setelah menggoda ku sayang," shut Brian kemudian menggendong Sheila ala bridal style membuat Sheila mau tidak mau pun memegang erat leher Brian yang menuju ke kamar mereka.


Brian pun membaringkan Sheila kemudian mengecup singkat bibir Sheila dengan lembut membuat Sheila juga ikut terbawa oleh perlakuan sang suami. Akhirnya malam sebelum perpisahan pun menjadi malam romantis menurut Sheila tanpa ia tahu kalau Brian sebenarnya juga ikut pergi ke Jepang.


Pagi harinya Sheila bangun terlebih dahulu seperti biasanya, kemudian membangunkan sang suami yang seharusnya berangkat ke kantor, aneh memang semua karyawannya sedang berlibur tetapi bosnya malah harus tetap kerja.


"Sayang, bangun!" sahut Sheila membangunkan sang suami.


"Iya, sayang." gumam Brian sambil berusaha membuka matanya.


"Buruan sayang, aku bentar lagi mau berangkat takutnya telat ih!" ujar Sheila lagi sedikit kesal karena suaminya ini sangat sulit sekali di bangunin padahal mami Salma bilang kalau Brian itu termasuk orang yang mudah bangun namun setelah menikah entah mengapa sangat susah sekali.


"Iya, sayang aku." sahut Brian lagi kemudian mulai bangun dan menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih setelah itu bersiap siap dan turun ke bawah dengan Sheila juga, untuk koper sendiri sudah di bawa oleh pak Thomas dan sudah berada di mobil tinggal menunggu Sheila untuk sarapan saja.


"Kamu beneran jadi ikut sayang?" tanya Brian lagi harap harap Sheila akan membatalkan niatnya.


"Iya, sayang. koper aku udah ada di mobil loh ya masa aku berubah pikiran sih," sahut Sheila.


"Iya, Pi." jawab Brian.


"Sayang, kamu jangan lama-lama ya di sana. Mami pasti bakalan kangen sama kamu," ucap mami Salma saat selesai sarapan dan Sheila akan berangkat menuju ke bandara di mana tempat titik kumpul keberangkatan.


"Iya, mi. nanti pasti Sheila akan telepon mami kalau sampai sana, mami sama papi mau hadiah apa dari sana?" tanya Sheila menawarkan oleh-oleh yang di inginkan oleh mami nya.


"Mami mau Brian junior aja deh," sahut mami Salma dan di angguki oleh papi Boni, sedangkan Sheila yang mendengarkan hanya bingung apa yang di maksud dengan ucapan maminya tadi karena setahu Sheila Brian juga tidak ikut. Jadi apa maksud dari Brian junior?


"Maksudnya?" tanya Sheila.


"Udah gak usah di pikirin mending berangkat deh keburu ketinggalan pesawat loh," ucap brian dan di angguki oleh Sheila.


"Kalau gitu Sheila pergi dulu ya mi, Pi, sayang." pamit Sheila kemudian masuk ke dalam mobil.


Setelah beberapa saat mobil pun sampai di bandara dan di tempat di mana beberapa karyawan Ard Company sedang menunggu karyawan lainnya.

__ADS_1


"Aduh kenapa di sini sih pak Thomas!" sahut Sheila kepada pak Thomas karena memarkirkan mobilnya di dekat rombongan.


"Maaf nona, karena tadi sebelum berangkat tuan muda menyuruh saya untuk mengantar Nina sampai di depan rombongan dan memastikan nona sampai dengan selamat," ucap pak Thomas sehingga mau tidak mau Sheila pun menurut saja, akan gawat kalau tidak menuruti perintah sang suami.


Dengan berat hati Sheila pun turun dari mobil, sedangkan karyawan yang sudah sampai sedikit bingung karena ada mobil mewah yang berhenti di depan rombongan mereka dan banyak pula yang berfikir siapa gerangan yang menaikinya sepetinya adlah karyawan kantor.


Sheila turun juga diikuti oleh pak Thomas dan juga Laura, pak Thomas pun menurunkan koper milik Sheila dan juga Laura.


Kalau kalian bertanya mengapa Laura juga membawa koper jawabannya adalah karena Brian yang menyuruh Laura untuk ikuti dengan Sheila memastikan bahwa Sheila baik-baik saja meskipun Brian ikuti tetapi tetap saja mereka pasti akan memberikan jarak agar tidak ketahuan oleh karyawan lainya sehingga Sheila pun juga setuju dengan alasan bahwa Laura sedang ingin berlibur dan juga Sheila sudah izin ke Bu Ella.


"Makasih, pak." jawab Sheila kemudian pak Thomas pun berlalu dengan mobilnya.


"Sheila!" pekik Monica dan juga jovanka saat Sheila baru saja berjalan dengan Laura ke arah rombongan.


"Hei kalian kenapa?" tanya Sheila.


"Eh, elo beneran keluar dari mobil mewah tadi, dan juga Laura kenapa di sini?" tanya Monica.


"Itu ehh... mobil Laura! iya mobil keluarga nya Laura, dia juga ikut liburan aku karena dia sangat bosan di rumah, iya itu!" ucap Sheila membuat Laura hanya bisa merasakan bingung dan juga takut, bagiamana kalau tuan muda nya tahu soal ini pasti dia akan tidak ada di dunia ini.


"Ya, udah ayok kita ke sana sebentar lagi kita akan berangkat!" ajak jovanka.


Mereka pun segera menuju ke tempat tunggu karena sebentar lagi mereka akan check-in dan masuk ke dalam pesawat untuk menuju ke Jepang tempat mereka liburan nanti.


"Yeyy berangkat!" pekik Monica senang sekali saat sudah berada di dalam pesawat, tetapi yang aneh Sheila tidak satu tempat duduk dengan Monica, jovanka dan juga karyawan lainnya tetapi dia malah berada di kelas bisnis di mana di sana adalah tempat untuk manajer dan juga petinggi yang lainnya.


Sheila duduk di dekat bu Ella dan juga Laura di belakang Sheila, rasanya sangat canggung Sheila takut jika Bu Ella berfikir yang tidak tidak tentangnya.


"Kamu tenaga aja Sheila, saya sudah tahu kok." ucap Bu Ella singkat padat jelas.


"Maksud ibu?" ucap Sheila sedikit bingung dan takut semuanya campur aduk.


"Pak Brian sudah memberitahukan ibu soal kamu, dia menyuruh ibu untuk mengawasi kamu jadi kamu jangan canggung lagi. Malah seharusnya kamu berada di kelas VVIP pesawat," ucap Bu Ella dengan tenangnya, sedangkan Sheila yang mendengarkan hal itu hanya bisa syok dan tak percaya kalau Bu Ella yang mengetahui hubungannya dengan Brian.


"Kamu tenang saja, saya tidak akan membocorkan rahasia ini nona muda," ucap Bu Ella sangat formal dengan Sheila.


"Bu... Bu Ella jangan gitu dong, panggilan Aya sepeti biasanya saja," sahut Sheila.

__ADS_1


"Apakah tidak apa-apa?" tanya Bu Ella dan mendapat anggukan dari Sheila, karena Bu Ella sudah mengetahui hal tersebut entah mengapa Sheila merasa sedikit lega setidak nya dia tidak harus berjuang sendirian bukan untuk menutupi identitas aslinya.


Bersambung..........


__ADS_2