
Setelah penembakan tersebut Brian pun memilih untuk kembali ke mansion dan berencana besok pagi dia akan menjenguk reksa anak buahnya yang sudah dalam kondisi baik baik saja setelah operasi yang berjalan beberapa jam lamanya.
Brian pun sampai di mansionnya tengah malam dengan pakaian yang masih bersimbah darah segar, Brian mengira kalau Sheila sudah tidak makanya dia memilih untuk bersih-bersih di kamar saja.
Sampai kamar dia pun segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari banyaknya darah, namun yang Brian tidak tahu ternyata Sheila sebenarnya tadi kebangun karena mendengar suara mobil Brian.
Sheila tidak langsung bangun tetapi dia malah melihat pemandangan yang membuatnya ngeri yaitu sang suami masuk ke kamar dengan pakaian dan tubuh yang bersimbah darah membuat Sheila merasa merinding, sehingga ia pun mengurungkan niatnya untuk bangun dan pura pura tertidur agar tidak membuat sang suami curiga.
"Brian, sebenarnya apa yang kamu sembunyi in dari aku?!" gimana Sheila dalam hatinya sedih saat melihat sang suami sepertinya memiliki sesuatu yang di sembunyikan.
Sedangkan Brian setelah mandi dia pun menuju ke arah sang istri dan tertidur di samping Sheila dengan memeluknya namun sebelum itu dia juga mengelus lembut perut sang istri.
Sheila masih sadar saat ini namun dia mencoba untuk tetap rileks dan pura pura tidur saja karena dia tidak ingin memikirkan hal hal negatif tentang sang suami.
Pagi harinya Sheila bangun terlebih dahulu kemudian menuju ke kamar mandi karena dia akan bertemu dengan mama Daniar di salah satu restoran, Sheila berencana mengajak Brian untuk ikut karena sekarang masih weekend, namun Brian mengatakan bahwa dia akan acara kantor padahal Sheila sama sekali tidak tahu kalau ada acara padahal dia adalah sekertaris nya.
Sheila pun sampai di restoran di mana mama Daniar dan papa Bastian sudah menunggunya di sana dengan senang hatinya menyambut kedatangan sang anak, bahkan mama Daniar tidak bisa tidur malam tadi karena menantikan pertemuan antara dia dan juga Sheila sang anak.
Sheila memang meminta untuk memanggilnya Sheila saja karena dia sudah terbiasa dengan nanas Sheila bukan Marsha, semua orang pun setuju dan mulai mengganti cara memanggil anak mereka menjadi Sheila bukan memanggilnya Marsha lagi.
"Sayang," sapa mama Daniar memeluk sang anak.
"Mama, papa. Udah nunggu lama ya! Maaf tadi si jalan macet banget," ucap Sheila merasa tidak enak karena dia sudah telat.
__ADS_1
"Gak papa kok sayang, mama juga gak mau kamu kenapa kenapa kalau ngebut lebih baik pelan pelan aja tapi selamat," ucap papa Bastian dan di angguki oleh mama Daniar.
"Iya, sayang. Bener banget apa yang di ucap sama papa kamu," sahut mama Daniar.
Merek akun segera memesan banyak makanan, awalnya Sheila menolak karena mereka pasti akan mengeluarkan banyak uang namun papa Bastian dan juga mama Daniar tidak mempermasalahkan hal itu, Sheila pun memesan beberapa makanan yang sangat ia inginkan beberapa hari lalu karena Brian terlalu ketat untuk makanan, kebetulan tadi Sheila juga tidak sarapan karena dia pikir dia akan makan dan benar bukan dia sekarang makan dengan lahap sekali hingga menghabiskan beberapa piring, nafsu makan ibu hamil emang tidak ada tandingannya ya.
Setelah puas dengan makanannya keluarga bahagia itu pun memilih untuk ke mall terbesar di sana, Sheila dengan senang terus saja menggandeng tangan sang mama dan papa di samping kanan kirinya dan Sheila berada di tengah.
Mereka mencari beberapa baju bayi dan juga beberapa peralatan bayi, padahal Sheila meminta agar tidak beli terlebih dahulu karena sekarang ini kandungannya masih sangat dini untuk membeli barang barang bayi, Sheila menyarankan untuk membelinya saat kandungan Sheila sudah memasuki usia dua puluh delapan minggu an saja atau sekitar tujuh bulan masa kehamilannya saja.
"Ma, pa. Lebih baik beli barang barangnya saat kandungan Sheila sudah besar aja ya, udah memasuki trimester ketiga kehamilan," saran Sheila.
"Begitu ya?!" ucap mama Daniar.
"Ya sudah deh, kalau begitu saat cucu Oma ini udah besar di perut mami Sheila kita ke sini lagi ya," ucap mama Daniar dengan mengelus lembut perut Sheila.
Sheila hanya bisa tersenyum mendapat perlakuan seperti itu, dia merasa di jadikan ratu oleh keluarganya ini sehingga Sheila sangat senang sekali.
Setelah itu mereka pun berjalan jalan lagi dengan santai menuju ke lorong barang barang branded tempat di mana Sheila pernah mendapatkan perlakuan tidak sepantasnya di sana namun Sheila sudah mencoba melupakan kejadian tersebut dan berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu lagi.
"Sayang, kamu mau apa?" tanya mama Daniar.
"Sheila gak butuh apa-apa kok mi," jawab Sheila.
__ADS_1
"Kamu pasti capek ya sayang dari tadi jalan, ma mending kita istirahat dulu deh!" ucap papa Bastian.
"Oh iya, mama sampek lupa. Kalau gitu kit istirahat dulu ya sayang," ucap mama Daniar dan di angguki oleh Sheila dan papa Bastian.
Sheila sendiri juga merasakan capek di kakinya karena sekarang ini ia tidak bisa jalan terlalu lama karena badannya pasti akan langsung pakek padahal dia belum hamil besar, bagiamana nantikan kalau kehamilan sudah besar mungkin dia memilih untuk tidak bekerja saja dan hanya duduk duduk santai di kamar.
"Sayang, kamu pasti haus biar papa beliin minum ya!" ucap Bastian kemudian pergi meninggalkan anak istrinya untuk membeli minuman.
Sedangkan mama Daniar dan Sheila sedang menunggu minuman datang tiba-tiba mama Daniar merasa perutnya sedikit sakit, dia tidak tahan untuk segera ke kamar mandi.
"Sayang, mama rasanya perlu ke kamar mandi. Kamu sendirian dulu gak papa kan?" tanya mama Daniar yang sudah menahannya.
Sheila yang melihat sang mama sepertinya sudah menahan sesuatu pun hanya bisa tersenyum lucu, akhirnya Sheila pun menyuruh sang mama agar segera ke toilet.
"Mama ke toilet saja, Sheila baik baik saja kok sendirian. Lagi pula papa sebentar lagi juga pasti bakalan dateng kok," ucap Sheila.
Setelah itu mama Daniar pun ke toilet dan Sheila pun sendirian di sana menunggu kedua orang tuanya datang, namun saat sedang menunggu tidak sengaja ternyata Aris, Ketty dan juga Maria ternyata juga berada di mall tersebut untuk memborong berbagai marang branded yang mampu menunjang penampilan mereka atau lebih tepatnya untuk pamer kekayaan mereka.
"Ma, pa. Itu bukannya Sheila ya?!" ucap Maria saat melihat Sheila di sana.
Mereka tadi sedang berjalan jalan di mall kemudian tak sengaja bertemu dan melihat Sheila yang sedang duduk sendirian di sana membuat mereka pun segera mendekati mantan anak angkatnya itu.
"Kita sekarang ke sana ajak yuk," ajak Ketty berencana untuk menyombongkan diri mereka karena setelah Sheila pergi mereka bisa memiliki banyak barang branded seperti sekarang ini.
__ADS_1
Bersambung..........