Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 51_Ketahuan


__ADS_3

Pagi harinya Sheila sudah rapi dengan baju nya dan kebetulan dia sudah izin dari restoran untuk telat masuk karena ada sesuatu hal yang harus ia urus, tetapi anehnya pak Bagas malah menyuruh Sheila untuk cuti satu hari saja padahal tak biasanya pak Bagas seperti itu, tetapi Sheila berfikir positif namun dia menolak karena dia sudah sering cuti dalam bekerja bisa-bisa dia malah di pecat kalau sering mangkir dalam bekerja.


Yap Sheila pagi ini harus ke rumah sakit untuk memberikan uang tersebut kepada Aris agar segera mendapat pertolongan, meski pun dia harus meminjam terlebih dahulu dengan Brian, padahal Brian sudah bilang tidak harus di kembalikan tetapi Sheila tetap merasa itu adalah pinjaman sehingga Sheila akan berusaha untuk mengembalikannya nanti saat dia sudah ada uang meskipun tak tahu kapan dia akan memiliki uang sebanyak itu.


Semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi, Brian juga sudah mentransfer uang tersebut ke rekening Sheila yang nantinya rencana nya Sheila akan memberikan uang tersebut setelah Sheila ke sana.


Menurut Brian uang segitu tidak lah terlalu berarti baginya bagi seorang presdir dari perusahaan ternama dan juga ketua dari klan mafia raksasa yang pasti uangnya terus berterbangan di mana-mana namun Brian juga tidak akan tinggal diam dengan hal ini karena Brian sudah menyiapkan sedikit kejutan nantinya kepada keluarga tidak tahu di untung itu, bagaimana bisa mereka menyuruh anaknya untuk memberikan mereka uang apa lagi harus sampai meminjam seperti kemarin membuat hati Brian sedikit sakit.


Setelah di manfaatkan dengan di jual karena untuk membayar hutang tapi keluarga itu tak tahu malu sama sekali seperti tidak memiliki malu lagi.


Brian tidak menyangka kalau sang istri di perlakukan tidak baik seperti itu setiap harinya dahulu memikirkan hal itu membuat ubun-ubun Brian ingin pecah dan segera membunuh mereka saja, kalau bukan keluarga dari sang istri bisa di pastikan mereka sekarang hanya tinggal nama namun Sheila terlalu menyayangi mereka sehingga Brian tidak tega kalau membuat bidadari nya harus sedih karena hal seperti itu.


Setelah sarapan tadi Sheila segera pergi ke rumah sakit, karena dia tidak ingin membuang-buang waktu untuk masuk bekerja, sekarang di mobil menuju ke rumah sakit awalnya Brian mengajak Sheila untuk bersama dengannya namun Sheila dengan tegas meminta agar dia bisa pergi sendiri dengan Thomas dan Laura saja.


Brian awalnya tidak mengizinkan namun karena merasa luluh dengan rayuan sang istri Brian pun mengizinkan Sheila untuk di antar supir saja dan Brian berangkat sendirian mengendarai mobil mewahnya menuju ke kantor atau lebih tepatnya dia akan ke markas elang untuk mengeksekusi tawanan yang bermain curang dengannya, karena tangannya sudah sangat gatal ingin mendengar suara peluru dan juga percikan darah di mana-mana.


Entah antar psikopat atau bagaimana namun Brian lebih kesal dengan mereka yang terus saja mengkhianati nya apa lagi dengan yang berhubungan dengan barang-barang seperti senjata apa dan juga barang barang mahal lainnya.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Sheila sudah berada di rumah sakit dan sedang menuju ke arah kamar papanya di rawat dengan menaiki lift yang tersedia di sana dengan Laura sedangkan Thomas berada di luar, sedangkan Aris, Ketty dan juga Maria tidak tahu kalau Sheila akan datang mereka fikir Sheila akan datang nanti setelah jam 10 pagi sedangkan sekarang masih jam 8 pagi.


Karena yang mereka tahu Sheila akan datang sedikit siang setelah kemarin mereka menanyakannya kepada Sheila yang padahal itu adalah Brian yang membalasnya dan langsung menghapus pesan tersebut.


"Ma, nanti uangnya kita buat apa ya?" tanya Maria dengan wajah berbinar nya.


"Kita buat shopping aja gimana sayang," ucap Ketty di ikuti senyum simpul dari Maria.

__ADS_1


"Boleh, ma. emmm... sama mau beli hp baru ya ma, soalnya sudah ada keluar terbaru nih dari hp ini!" ucap Maria sambil memperlihatkan model hp terbarunya.


"Pa, kita berhasil membohongi Sheila, gak tahu aja dia kalau kamu sebenarnya gak sakit apa apa," ucap Ketty dengan tertawa lepas.


"Iya, dong ma. lihat akting papa jauh lebih baik akan," sahut Aris dengan sombongnya.


"Iya, papa memang jagoan," ucap Ketty dengan mengacungkan jempolnya.


"Sukurin tuh Sheila mau aja di bohongi sama kita, nanti kalau butuh uang kayak gini aja. kan bisnis papa juga lagi merosot lebih baik memanfaatkan yang sudah ada saja." sahut Ketty dengan bangganya.


"Bener, pa." bela Maria, sedangkan Aris yang berada di ranjang pun hanya mengangguk-angguk kan kepalanya tanda setuju dengan ide dari anak istrinya.


"Mari kita berfoya-foya dengan uang tersebut!" pekik Aris sambil mengarahkan segelas bir. Mereka bertiga pun saling heboh dengan jumlah uang yang akan di berikan Sheila nantinya.


(Dasar manusia gak tahu di untung, padahal Sheila sudah menyayangi mereka dengan sepenuh hati tapi kelakuan mereka malah seperti ini).


Betapa sakitnya saat Sheila mengetahui hal itu sedikit sakit hati dalam diri Sheila padahal dia sudah berkorban dengan mempertaruhkan harga dirinya saat meminjam uang kemarin kepada sang suami tapi malah dia mendengar hal yang kurang enak seperti ini.


Sheila sedikit gemetar saat dia akan membuka knock pintu untuk masuk, dan gerak gerik Sheila pun di ketahui oleh Laura karena Laura bersama dengan Sheila dari tadi dan dia juga mendengar ucapan dari dalam yang menurutnya sangat keterlaluan tapi bersyukur karena nona mudanya tersebut tidak jadi di manfaatkan oleh mereka.


Dengan berani Sheila pun masuk, dia sudah capek sebenarnya hidup selalu di hantui bayang-bayangan oleh mereka bertiga, namun belas kasih Sheila selalu di manfaatkan oleh mereka.


Karena Sheila mengetahui kalau mereka terus saja membohongi Sheila akhirnya Sheila memberanikan diri untuk lebih berani akan hidup seperti ucapan Maya kemarin.


Sheila pun masuk ke dalam kamar rumah sakit dan melihat tiga orang yang sedang asyik minum-minum.


"Oh, jadi gitu." ucap Sheila mendekat ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


Mendengar ada suara masuk membuat tiga orang itu pun mengalihkan pandangannya dan betapa terkejutnya mereka ternyata itu adalah Sheila dan Laura bodyguard nya, mereka pun gelagapan melihat Sheila.


"Sheila gak pernah nyangka ya ternyata kalian manfaatin Sheila hanya demi uang! apa kalian belum cukup siksa hidup Sheila dari kecil, Sheila selalu ngalah dan tak pernah protes akan hal itu, tapi bagaimana kalian bisa manfaatin Sheila dan berpura-pura sakit hanya demi uang dan bahkan menurunkan harga diri Sheila karena harus meminjam kepada suami Sheila dan Sheila harus berantem sama Maya!" pekik Sheila sudah tidak terbendung lagi dengan air mata yang turun tanpa izin.


"Bukan begitu Sheila, papa mu emang sakit beneran lihat dia bahkan di infus loh ya," ucap Ketty meyakinkan Sheila.


"Oh, ya?" tanya Sheila dengan nada menghina.


"Iya lah masa enggak sih, mikir dong! buruan mana uangnya?" bentak Maria yang sudah sangat tidak sabar ingin mengambil uang tersebut.


Namun Sheila malah hanya tertawa lucu dengan keluarganya itu, sudah ketahuan tapi tanpa malu masih saja meminta uang darinya.


"Mau uang? Maaf sayangnya uang tersebut tidak ada, dan sampai kapan pun tidak akan pernah ada, saya tekankan satu lagi jangan pernah meminta saya untuk hal hal apa pun lagi karena bukankah kalian pernah bilang kalau saya sudah menikah jadi saya sudah tidak ada dalam keluarga kalian, ingat jangan pernah lupa akan hal itu! dan saya bisa kapan saja membuat kalian masuk penjara atau menerima hukuman berat dari suami saya." ucap Sheila dengan sedikit tekanan dengan mengganti bahasa formalnya untuk menakut-nakuti mereka sehingga mereka bertiga pun sedikit latar ketir akan hal itu, karena siapa sih yang tidak tahu dengan tuan Steven. (Andai mereka tahu kalau suami Sheila itu Brian udah pasti langsung syok, makanya jangan sok sokan).


Setelah mengucapkan hal itu Sheila pun pergi tanpa memberikan mereka uang sepeser pun, bukan kah Maria sudah lulus seharusnya dia sudah mendapatkan uang bukan dan papanya bukan kah seorang pebisnis meskipun usahanya kecil tetapi tetap saja seharusnya tetap dapat pemasukan bukan.


Akhirnya Sheila memutuskan untuk melepaskan tanggung jawabnya akan keluarganya itu, dia sendiri sudah sangat capek jika harus patuh kepada mereka, Sheila sudah tidak ingin di manfaatkan lagi.


"Kamu sudah luar bisa Sheila," gumam Sheila dalam hati menyemangati dirinya sendiri agar tetap kuat dan tak pernah lemah sedikit pun dan mencoba mempertahankan diri mulai sekarang tidak perlu goyah lagi.


Sedangkan Laura yang mengikuti nona mudanya itu sangat puas dengan perilaku nona muda yang memilih untuk membela dirinya dari pada harus tetap menuruti kata mereka, dan jangan lupa Laura juga terus memvideokan hal tadi kepada Brian sehingga Brian tahu semuanya dari awal hingga akhir.


"Tanpa aku bertindak ternyata mereka malah menggali lubangnya sendiri," gumam Brian dari markas kebesaran klan Elang dengan senyum yang merekah.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2