
Sedangkan Sheila dan mami Salma sedang asyik dengan acara siram menyiram mereka hingga mereka tidak menyadari kehadiran Brian di sana karena terlalu asyik, mami Salma juga sesekali bercerita banyak hal yang membuat Sheila melupakan kebosanannya karena harus berada di mansion besar tersebut terus terusan.
"Sayang, kamu seneng?" tanya mami Salma di sela-sela kegiatan mereka.
"Iya, mi. Sheila seneng banget!" jawab Sheila dengan girangnya.
Tak lama kegiatan mereka pun selesai, mereka segera menuju ke arah papi Boni yang ternyata sudah ada Brian di sana.
"Ada Brian mi!" ucap Sheila dengan antusias karena menurutnya sekarang Sheila jarang sekali bertemu sang suami bahkan di malam hari saja Brian datang saat Sheila sudah tidur dan berangkat saat Sheila masih tidur juga membuat Sheila merasa jarang sekali bertemu dengan sang suami.
Jika ingin keluar Brian tak menemaninya terpaut malah menyuruh Laura yang ahrus menemaninya membuat Sheila merasa sangat jauh dengan Brian, terkadang Sheila mencoba menelepon Brian pun hanya jawaban singkat yang di balasnya padahal akhirnya ini Sheila sering sekali banyak kemauannya dan juga nafsu makannya yang lebih tinggi.
"Iya, sayang. Ayo ke sana," ajak mami Salma.
Sampai di depan papi Boni dan Brian Sheila tak langsung berbicara dengan Brian karena merasa sedikit takut jika sang suami malah menolaknya, entah mengapa Sheila berfikir seperti itu tetapi untuk berjaga-jaga saja Sheila tidak memeluk sang suami.
Sedangkan mami Salma dan papi Boni yang melihat kecanggungan dari Sheila kepada Brian pun menyuruh mereka berdua untuk ke kamar saja untuk istirahat.
"Lebih baik kalian istirahat dulu sana ke kamar, dan sayang kamu bersih-bersih dulu ya." sahut mami Salma dan di angguki oleh Sheila.
Mereka berdua pun segera ke kamar nya dengan Brian yang mengikuti Sheila yang sudah berjalan terlebih dahulu, Brian merasa sang istri seperti nya menghindarinya padahal kan Brian yang sedang menghindari Sheila untuk kebaikannya, meski pun di mansion tidak ada orang yang mengawasi namun Brian harus lebih hati-hati siapa tahu orang tersebut menyewa mata-mata bukan.
__ADS_1
Sampai kamar Sheila lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi karena dia merasa sudah lengket sekali setelah menyirami tanaman tadi karena di luar cuaca nya sangat lah panas membuat Sheila banyak berkeringat apa lagi sekarang Sheila merasa sedikit berat untuk berjalan padahal usia kandungannya belum sampai sembilan bulan dan masih enam bulan.
Brian yang di tinggal Sheila ke kamar mandi pun memilih untuk duduk di sofa degan membuka iPad nya untuk melihat email yang masuk, saat sedang asik dengan iPad nya Sheila sudah selesai mandi dan lebih segar lagi dengan baju casual namun tetap memperlihatkan kecantikan dari sang istri.
Brian seketika terdiam melihat penampilan sang istri padahal dia sudah biasa melihat sang Istri menggunakan pakaian seperti itu, tetapi bagi Brian sang istri selalu saja mempesona setiap saat membuatnya tidak bisa kalau berjauh jauhan seperti ini terus terusan.
Sheila yang mendapat tatapan seperti itu pun seketika merasa malu karena tatapan Brian namun ia mencoba menetralkan detak jantungnya, setelah di rasa sedikit tenang Sheila pun membaringkan tubuhnya di kasur untuk tidur siang karena ia merasa beberapa hari ini ia merasa sering sekali mengantuk dan lebih banyak tidak dari pada makan meski pun nafsu makannya juga naik 2 kali lipat dari biasanya.
Brian yang melihat sang istri tidak melihat nya sama sekali itu pun serasa sedikit aneh dengan sikap sang istri, segera Brian berbaring di samping sang istri yang tertidur membelakanginya, jujur saja Brian sendiri sangat capek harus bersikap seperti itu Dnegan Sheila namun dia belum tahu siapa orang yang memata-matai nya, bagiamana jika orang itu tahu Sheila dan mencoba untuk mencelakai sang istri itu akan membuat Brian takut.
Namun saat Brian mencoba untuk memejamkan matanya, Brian mendengar isak kan tangis dari wanita di sampingnya. Sedangkan Sheila mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis namun sia-sia saja usahanya karena air matanya terus saja turun saat Brian berbaring di sampingnya, detak jantung Sheila juga semakin meningkat, ia terisak namun harus menahannya agar tidak sampai keluar suara karena bisa membuat Brian mendengar nya, padahal Brian sudah mendengar isakan dari Sheila karena bagi Sheila yang bergetar menandakan bahwa dia menangis membuat Brian tidak tega sehingga dia pun memeluk Sheila dari belakang membuat Sheila terkejut dan seketika isakan nya semakin terdengar meski pun tidak keras namun tetap membuat hati Brian sakit melihat orang yang ia sayangi malah menangis seperti ini.
"Kenapa?" begitu lah tanya Brian.
"Asal kamu tahu ya Brian, kamu sepetinya sudah gak sayang aku lagi buktinya sekarang kita jarang sekali bertemu bahkan untuk bicara sama kamu aja butuh tenang ekstra, di telpon pun kamu cuma jawab singkat dan sekarang kamu bilang kenapa?!" sahut Sheila Dnegan tangisan yang lebih kencang lagi.
Akhirnya Sheila mengutarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam, beberapa minggu ini Brian memang sangat berbeda sekali dengan Brian yang Sheila kenal tidak seperti dulu lagi.
"Maaf, sayang. Aku bukannya mau menghindar tetapi ada hal yang mengharuskan aku untuk melakukan itu," ucap Brian mencoba menjelaskan kepada sang istri.
"Alasan apa?" tanya Sheila.
__ADS_1
"Aku gak bisa beritahu akan hal itu sayang," ucap Brian.
Setelah itu Sheila pun membalikkan badannya dan akhirnya melihat ke arah Brian, mereka berdua saling bertatapan dalam waktu lama dengan air mata Sheila yang sudah membasahi wajah cantiknya yang natural tanpa make up itu.
"Bri, mengapa aku merasa bahwa aku sama sekali belum mengenal kamu lebih dalam lagi ya." sahut Sheila membuat Brian mengerenyitkan dahinya tak mengerti.
"Apa maksud kamu sayang?!" tanya Brian meminta penjelasan.
"Aku ngerasa kalau kamu sepetinya memiliki rahasia yang belum aku ketahui, apa itu bri kamu kasih tahu aku biar aku gak terus menerus memikirkan hal itu. Kamu selalu saja ngehindar kalau aku tanya akan hal itu," sahut Sheila dengan air mata yang terus saja keluar.
Ucapan Sheila tadi membuat Brian diam membisu tidak mungkin kan dia mengatakan bahwa sebenarnya selain sebagai seorang Presdir dia juga sebagai ketua mafia klan elang salah satu klan yang sangat berpengaruh di dunia mafia, karena Sheila pasti akan terkejut akan hal tersebut apa lagi Sheila selama ini termasuk orang yang sangat bersih dan jauh dari hal hal seperti mafia.
"Sayang, bukannya begitu. Aku tidak menyembunyikan apa pun dari kamu sayang," ucap Brian mencoba mengelak ucapan Sheila.
"Bri," gumam Sheila pelan.
"Sayang," balas Brian juga mengusap lembut pipi sang istri agar tidak menangis lagi kemudian membawa Sheila ke dalam pelukannya menyalurkan kehangatan yang sudah sangat ia rindukan beberapa minggu ini.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........