
Sampai di rumah Brian segera menuju ke kamarnya dan mencari keberadaan sang istri yang ternyata sedang berada di taman belakang dengan sang mami yang Brian lihat dari balkonnya sehingga Brian pun mengurungkan niatnya untuk segera menanyakan hal tersebut kepada sang istri hingga nanti Sheila sudah berada di kamar saja baru Brian akan menanyakan hal tersebut.
Sedangkan Sheila setelah pulang kantor dan sampai di mansion kemudian bersih bersih, dia sekarang dengan berada di taman belakang dengan sang mami yang mengajaknya bersantai di taman belakang menghabiskan waktu bersama berdua saja.
"Sayang," panggil mami Salma sambil duduk di kursi taman belakang menikmati pemandangan bunga bunga yang mekar.
"Ada apa mi?" tanya Sheila.
"Mami sangat berterima kasih sama kamu sayang karena kamu sudah mau bersama dengan Brian, sebelum ada kamu dia adalah orang yang sangat kaku, cuek, dingin, tapi saat kamu datang kamu bisa mengubahnya menjadi manusia yang lebih banyak tersenyum dan juga menumbuhkan rasa kasih sayangnya." ucap mami Salma, mendengarkan hal itu Sheila pun ikut terharu akan penuturan dari mertuanya tersebut.
"Mami, Sheila lah yang seharusnya bersyukur karena mami, papi dan juga Brian sudah mau menerima kekurangan Sheila ini," ucap Sheila sedih jika ia mengingat masa lalunya sebelum ia menjadi keluarga Ardolph.
Mami Salma pun mendekat ke arah Sheila dan memeluknya dengan penuh kasih sayang, sedangkan Sheila yang mendapat pelukan pun membalas pelukan tersebut dengan hangat pula karena dia sangat merindukan pelukan tersebut, pelukan seorang ibu kepada anak nya.
"Aduh kenapa nih kok pada peluk pelukan?!" sahut papi Boni yang menghampiri istri dan menantunya tersebut.
"Ih, papi mah ganggu momen aja!" ucap mami Salma dengan sedikit kesal.
"Maaf lah istri ku sayang," ucap papi Boni mendekati sang istri sedangkan Sheila melihat kemesraan dari mertuanya itu hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
"Sheila kamu ke atas aja, tuh suami kamu tadi baru aja dateng." ucap papi Boni.
"Kalau begitu Sheila ke atas dulu ya mi, Pi." pamit Sheila dan di angguki oleh mereka berdua.
Sheila pun segera masuk ke dalam kemudian naik ke atas di mana sang suami katanya sudah datang, Sheila merasa sangat kangen dengan sang suami padahal dia baru satu hari saja tak bertemu karena memang Brian tak datang ke kantor karena ada urusan penting di luar kata yoga tadi.
Saat masuk ke dalam Sheila mencari keberadaan sang suami, sedangkan Brian arus aja selesai mandi dan melihat sang istri masuk ke dalam kamar setelah berada di taman belakang dengan sang mami.
"Sayang, udah pulang," sahut Sheila melihat sang suami.
"Iya, kamu habis dari mana aja sayang? dan anak Deddy gimana kabar nya sayang?" tanya Brian mendekati sang istri dan mengelus perut Sheila lembut.
"Aku habis santai santai di taman belakang sama mami, oh ya kok beda lagi sih panggilannya kemarin waktu itu papa, kemarin papi sekarang ganti Deddy!" ucap Sheila.
"Hehe iya sayang maklum masih mencari nama panggilan yang cocok," sahut Brian.
__ADS_1
"Jadi sekarang sudah cocok?"
"Iya, kayaknya Deddy lebih bagus deh," sahut Brian.
Malam harinya saat akan tidur Brian pun mendekati Sheila dan mengajaknya mengobrol sebentar.
"Sayang," panggil Brian.
"Ada apa?"
"Sayang, aku punya foto buat kamu," ucap Brian kemudian menyerahkan foto yang ia bawa dari markas kepada Sheila.
"Ini apa? ini bukannya foto aku?!" tanya Sheila sedikit bingung mengapa foto kecilnya bisa berada di sini.
"Apa ini foto kamu?" tanya Brian dan di angguki oleh Sheila.
"Sebenarnya tadi aku tak masuk ke kantor karena harus menyelesaikan sebuah kasus, sebenarnya selama ini uncle Bastian sahabat dari papi meminta aku untuk mencari keberadaan anaknya yang sudah menghilang beberapa tahun silam karena musuh dari uncle Bastian membuat mereka menculik anaknya," jeda Brian, sedangkan Sheila hanya mencoba untuk mendengarkan saja tanpa berniat memotong karena dia tidak mengerti mengapa sang suami mencoba menjelaskan hal itu padanya.
"Setalah beberapa bulan aku dan juga tim ku mencari anak dari uncle Bastian, sekarang ini semua sedikit menemukan hasil dan foto kalung pada foto anak kecil ini adalah petunjuknya."
"Maksudnya?" tanya Sheila.
"Jadi maksud kamu!" sahut Sheila sedikit mencoba mencari tahu jawaban dari ucapan sang suami.
"Iya, anak di foto ini adalah anak dari uncle Bastian!" ucap Brian membuat Sheila syok bukan main.
"Kamu apaan sih, ini adalah fotoku dan enggak mungkin akan anak dari uncle Bastian karena aku ini adalah dari papa dan mama aku apa Aris dan juga Ketty!" ucap Sheila tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Brian sang suami.
"Sayang kamu dengerin dulu ya aku cerita, setelah itu terserah kamu, kamu mau percaya atau tidak itu pilihan kamu," ucap Brian, kemudian dia pun menceritakan kejadian awal penculikan anak dari uncle Bastian namun tidak menyebutkan bahwa mereka dari kalangan mafia karena Sheila bisa syok berat mendengar kan hal itu.
Setelah cukup lama Brian menjelaskan semua nya mulai dari awal penculikan hingga permintaan tolong dari uncle Bastian, bahkan dia juga menjelaskan mengapa dia memutuskan untuk ikut ke Jepang waktu itu.
"Dan ini juga hasil tes DNA kamu dan juga uncle Bastian dan di sana menunjukkan 99,9% bahwa kalian adalah anak dan orang tua," ucap Brian kemudian memberikan hasil tes DNA yang ia lakukan tadi, mustahil memang bisa melakukan tes DNA dengan cepat tapi jangan lupa dengan kekuasaan Brian di negeri ini maka bukan hal yang mustahil bukan bagi Brian.
"Dan ini adalah bukti lagi kalau kamu bukan anak dari Aris," ucap Brian kemudian memberikan rekaman di mana Aris mengakuinya sendiri bahwa dia dan Sheila tidak punya hubungan darah sama sekali.
__ADS_1
"Apa! jadi selama ini aku terpisah dengan orang tua ku!!!" pekik Sheila tak bisa membendung lagi air matanya dan akhirnya turun juga dia tidak menyangka akan hal itu.
"Iya, sayang." sahut Brian menenangkan sang istri.
"Sayang, aku ingin bertemu dengan orang tua aku," ucap Sheila di sela tangisannya.
"Iya, besok kita bertemu sama mereka ya," sahut Brian dan di angguki oleh Sheila.
Sheila memeluk erat sang suami menyalurkan rasa terima kasih sebanyak banyaknya atas kerja keras sang suami sehingga Sheila bisa tahu akan identitas orang tuanya dan juga sudah menemukan orang tua aslinya.
Sedangkan mami Salma yang mengetahui fakta tersebut pun tak pernah menyangka bahwa Sheila adalah anak dari sahabat nya yang sudah menghilang beberapa tahu lamanya.
"Pi, beneran kan ini?!" tanya mami Salma masih tak percaya.
"Iya, mi. Brian sendiri yang mengatakan kepada papi dan juga bukti yang ia dapatkan papi juga sudah memeriksanya," ucap papi Boni ikut terharu.
Di sisi lain uncle Bastian dan juga Tante Daniar sedang berada di Austria tempat tinggal mereka tiba-tiba mendapat kabar dari Brian kalau mereka sudah menemukan anak dari uncle Bastian dan tante Daniar pun di buat gembira bukan main.
"Mama!!" pekik Bastian kepada sang istri.
"Ada apa sih pa?" ucap Daniar.
"Ma, mereka sudah menemukan Marsha ma!" ucap Bastian membuat Daniar mendengarkan hal itu pun senang bukan main.
"Kabari Leon pa, sekarang juga kita terbang ke new York," sahut Daniar antusias.
Mereka tak sabar ingin bertemu dengan Marsha kecil mereka, Brian juga sudah mewanti-wanti bahwa akan ada kejutan lain yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA πππ
MAAF SEBELUMNYA YA KALAU AUTHOR JARANG MERESPON KOMENTAR KALIAN SATU PERSATU KARENA MEMANG BANYAK KOMENTAR YA MASUK DAN KESIBUKAN AUTHOR JADI JARANG SEKALI MEMBALASNYA TETAPI AUTHOR SELALU MEMBACA KOMENTAR KALIAN UNTUK EVALUASI DIRI AUTHOR SENDIRI JADI TERUS DUKUNG AUTHOR YAππ
DAN DOA KAN AUTHOR AGAR BISA SEGERA SIDANG YA BIAR AUTHOR SEGERA MEMILIKI GELAR SARJANA DAN BISA BERGUNA BAGI BANYAK ORANG π
__ADS_1
TERUS DUKUNG AUTHOR YA READERS SEMUANYA, DAN JANGAN LUPA FOLLOW, FAVORIT, LIKE, VOTE DAN JANGAN LUPA HADIAHNYA YA BIAR AUTHOR BISA LEBIH SEMANGAT LAGI BUAT NULISNYAππππππ€π€
SALAM HANGAT DARI AUTHOR πππππ₯°π₯°β₯οΈβ₯οΈ