
Saat Sheila akan meminum minuman tersebut tiba-tiba Maya datang dari belakang dan merebut minuman tersebut membuat Sheila terkejut dan hampir saja menumpahkan minuman tersebut.
"Maya, kamu kenapa sih?!" sahut Sheila Dnegan kelakuan sahabatnya itu.
"Elo gak usah minum minuman itu, asal elo tahu Sheil itu minuman udah di campur obat perangsang!" ucap Maya membuat Sheila membulatkan matanya tak percaya.
"Apa maksud kamu?!" tanya Sheila sedikit terkejut.
"Tadi yang ngasih minuman ke kamu itu Maria dan dia berencana buat ngasih obat itu dengan minuman itu tadi," sahut Maya menjelaskan semuanya kepada sahabatnya itu.
Flashback On
*Saat sedang asyik berbicara dan juga menemani dengan Sheila, Maya tiba-tiba ngerasa kalau perutnya tidak enak sehingga dia pun izin ke toilet sebentar.
"Sheil, gue ke toilet sebentar ya." ucap Maya dan di angguki oleh Sheila.
"Iya, sana." ucap Sheila.
Kemudian Maya pun segera menuju ke toilet dan menuntaskan semua urusannya, namun saat ia baru saja akan keluar dari balik pintu tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang masuk dengan tergesa gesa dan berbicara yang sialnya itu menyangkut Sheila sahabatnya sehingga Maya pun mengurungkan niatnya untuk keluar dari pintu toilet tersebut dan memilih untuk mendengarkan perbincangan mereka.
Saat mereka mulai merencanakan memasukkan sesuatu yaitu obat perangsang ke minuman Sheila, Maya tahu semuanya dia juga tahu siapa dalang di balik ini karena dengan suara dan juga mereka memanggil satu sama lainnya membuat Maya otomatis tahu siapa itu.
Segera setelah di rasa Maria dan Tiffany keluar dari toilet Maya pun segera keluar juga, dia juga melihat Maria yang berdandan layaknya seorang pelayan membuat Sheila sama sekali tidak tahu, Maya pun segera menghampiri Sheila di sana dan merebut minuman tersebut.
Flashback Off*
"Apa! Kamu yang bener may!" ucap Sheila tidak percaya.
"Kamu percaya atau tidak yang terpenting untuk sekarang ini kamu jangan minum ini dulu," sahut Maya dan di angguki oleh Sheila.
__ADS_1
Sheila tahu sahabatnya ini sedang berusaha melindungi nya sehingga Sheila hanya bisa mengikuti ucapannya saja tanpa niatan untuk membantah.
Tak lama Laura pun kembali ke sisi Sheila dan melihat Maya sepertinya sedang mengawasi sekitarnya membuat Laura sedikit tidak enak pikiran.
"Maya, ada apa? mengapa kamu sepeti sangat curiga seperti itu?" tanya Laura.
"Laura, segera buat minuman ini, dan sepetinya ada yang berusaha untuk mencelakai Sheila!" ucap Maya dengan tegas dan memberikan gelas berisi minuman tersebut kepada Laura.
"Ada apa memangnya dengan minuman ini?" tanya Laura.
"Ini minuman di masukkan dengan obat perangsang dan ini di tujukan kepada Sheila tadi, tapi untungnya gue dateng tepat waktu jadi Sheila belum sempat meminumnya," ucap Maya membuat Laura terkejut tidak percaya dengan penjagaan yang ketat namun masih ada orang yang bisa membawa barang seperti itu.
Laura pun mengambil minuman tersebut dan segera membuangnya ke tempat sampah sehingga tidak ada bekas nya, kemudian dia kembali ke tempat Sheila berada dan menjaganya terus karena bisa gawat kalau tuan mudanya mengetahui hal tersebut.
Sedangkan Maria dan Tiffany yang melihat semua kejadian tersebut pun di buat geram dan marah karena rencananya tidak berhasil dan ternyata ada orang yang mengetahui rencana mereka.
"Sial! bagaimana tuh orang satu tahu?!" bentak Tiffany dengan kesalnya.
"Lebih baik sekarang kita pergi dari ini karena pasti mereka sedang melakukan penggeledahan karena sudah mengetahui rencana kita," ucap Maria dan di angguki oleh Tiffany.
Sedangkan di sisi lain, di rumah besar yang menunjukkan keangkuhannya itu terdapat seorang pria yang sedang mengeram marah siapa lagi kalau bukan Jeffry yang baru saja mengetahui sebuah rahasia yang ditutup-tutupi oleh keluarga Ardolph.
"Apa! Jadi wanita yang bernama Sheila itu istri dari Brian bukan Steven?!" pekik Jeffry dengan raut wajah kesal karena tidak mengetahui hal tersebut.
"Iya, tuan." ucap anak buahnya yang ia suruh untuk mencari tahu tentang kehidupan keluarga Ardolph apa lagi seorang Brian.
"Bagaimana mereka bisa menyembunyikan sesuatu yang penting seperti ini dari kita. Mereka sekarang sedang mengadakan pesta bukan, kalau begitu lebih baik kita berkunjung sekarang bukan dan juga memberikan ucapan selamat atas pembukaan resort nya dan juga pernikahan nya!" ucap Jeffry kemudian berdiri melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah pesta meriah di grand Ard hotel.
Saat sudah sampai di sana dia membawa beberapa bodyguard nya karena Jeffry tahu pasti dia tidak akan di sambut baik di sana bukan.
__ADS_1
"Ayo kita masuk," ucap Jeffry.
Saat sampai di depan pintu di mana di sana banyak sekali bodyguard yang menjaga di sana membuat semua waspada saat melihat Jeffry sudah berada di depan sana saja.
"Hai aku di sini hanya ingin datang ke pesta saja bukan untuk berkelahi mengapa kalian semuanya mencegat ku," ucap Jeffry dengan nada sedihnya.
Aldo yang melihat musuh bebuyutan klan elang berada di sini pun segera menuju ke arah Brian dan juga ketua klan elang lainnya.
"Tuan," panggil Aldo.
"Ada apa?" ucap Brian saat Aldo tiba-tiba berada di sampingnya saat acara akan selesai.
"Tuan, di depan ada Jeffry dan juga beberapa anak buahnya!" ucap Aldo membuat Brian, papi Boni dan juga uncle Steven dan uncle Eric, dan papa Bastian pun melihat ke arah Aldo bergantian.
"Apa maksud kamu?!" ucap papi Boni yang mendengar hal tersebut.
Namun sebelum Aldo menjawab mereka segera pergi menuju ke luar sana meninggalkan keluarga mereka dengan penjagaan yang semakin ketat dan mulai menyuruh anak buah lainnya untuk mengakhiri acara tersebut dan untuknya saja acara memang sudah selesai sehingga tidak ada acara apapun yang terpotong.
Beberapa tamu sudah pergi namun sebagian belum pergi karena memang banyak yang masih menunggu giliran untuk keluar karena mereka keluar dari pintu darurat karena pintu utama sudah di kepung oleh klan Elang dan Rajawali di sana.
Baru akan keluar tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Jeffry yang sudah masuk dengan para bodyguard nya membuat sebagian orang yang belum keluar seperti Monica, jovanka, Maya dan keluarga Ardolph pun terkejut bukan main.
"Hai, Boni Steven Eric dan Brian! eh ada Bastian juga lama tak jumpa!" ucap Jeffry seperti sedang mengejek mereka.
"Ada urusan apa kau ke sini?!" bentak Boni tidak mau basa basi.
"Santai bon, aku di sini hanya untuk mengucapkan selamat saja atas pembukaan resort mu dan juga...." jeda Jeffry dan menuju ke arah Sheila yang masih duduk di kursinya dengan teman temannya dan juga pastinya Laura di sana membuat Brian sedikit ketar ketir akan tingkah Jeffry.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........