
Pada sore harinya Sheila sudah berada di mansion besarnya setelah pulang kerja, sedangkan Brian belum juga pulang karena memang ada beberapa pekerjaan yang harus ia kerjakan dan dia juga sudah bilang ke Sheila nanti ia akan pulang terlambat karena hal itu Sheila pun sedikit kecewa karena dia harus menunda keingintahuannya tentang restoran yang suaminya beli tadi.
"Sayang, Brian nya mana?" tanya mami Salma saat Sheila turun ke dapur setelah bersih bersih.
"Brian bilang dia ada kerjaan penting yang tak bisa di tunda mi, jadi dia izin untuk pulang larut." sahut Sheila dan mendapat anggukan dari mami Salma.
Sheila pun membantu mami Salma dan juga bi Nana dan beberapa asisten lainnya yang bekerja di dapur, padahal hanya untuk makan beberapa orang saja, tetapi mami Salma selalu saja membuat makanan yang enak enak dan banyak pula, itu karena mami salma juga ingin membagikannya kepada para karyawannya di mansion kebesarannya itu.
Mami Salma memang seseorang yang yang sangat perhatian bahkan dengan orang lain sehingga banyak karyawan yang merasa betah tinggal di sini, tapi memang berbeda sekali dengan sikap Brian yang sedikit dingin dan cuek membuat banyak karyawan baru merasa takut dan tertekan.
Setelah selesai dengan acara masak nya keluarga tersebut pun makan malam yang hanya di hadiri oleh tiga orang saja karena Brian tak kunjung pulang, sebenarnya Sheila merasakan sedikit khawatir karena ini adalah malam pertama Brian datang telat karena bisanya dia akan pulang kalau Sheila masih bekerja atau saat Sheila baru saja pulang Brian juga pulang.
Sampai setelah makan malam Brian juga tak pulang, hingga menjelang malam Sheila menunggu Brian yang tak kunjung pulang, sesekali Sheila juga mengecek hpnya siapa tahu Brian menghubunginya namun semuanya sia-sia karena Brian sama sekali tidak menghubunginya dan dengan perasaan khawatir Sheila pun merebahkan tubuhnya di sofa kursi depan tv di kamarnya sambil menunggu Brian pulang.
Sedangkan Brian sangat sibuk sekali mulai dari mengurusi beberapa berkas yang dari pagi terus saja menumpuk hingga meeting-meeting penting dengan klien, dan jangan lupa Brian juga sebelum pulang harus ke markas terlebih dahulu karena akan ada transaksi malam hari ini sehingga Brian memutuskan untuk tidak langsung pulang dan akan pulang nanti malam setelah semuanya selesai dan jangan lupa dia juga sedang mempersiapkan barang pesanan dari Mr. Kevin yang meminta beberapa senjata api keluaran terbaru.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Brian baru saja pulang, dia segera masuk ke dalam dan menuju kamarnya, Brian sangat merasa bersalah karena harus meninggalkan Sheila sendirian padahal saat tidur Sheila sering sekali memeluknya entah bagaimana Sheila saat ini yang hanya tidur sendiri, begitu lah dalam benak Brian.
Sampai di depan pintu kamarnya Brian segera masuk dan mencari keberadaan sang istri, namun saat matanya sedang menelusuri ruangan dia melihat Sheila yang tertidur pulas di sofa kamarnya dengan tubuh meringkuk seperti kedinginan, Brian yang melihat itu pun tidak tega karena pasti sang istri menunggunya hingga dia tidak tidur di ranjangnya saja.
Segera Brian menuju ke Sheila dan mengangkat Sheila ala bridal style dan membawanya ke arah ranjang, sedangkan Sheila yang di angkat tetap tertidur pulas entah karena capek atau bagaimana dia hanya bergerak mencari tempat ternyaman nya di dekapan sang suami tanpa menyadari kalau itu memang suaminya.
Brian membaringkan Sheila kemudian menutupi tubuh Sheila dengan selimut tebalnya, setelah itu Brian beranjak dari sana dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu Brian keluar dengan tubuh yang lebih fresh lagi, dengan pakaian tidurnya Brian pun berbaring di samping sang istri dengan tangannya yang sudah memeluk erat tubuh Sheila, menyalurkan kerinduannya kepada Sheila yang padahal tidak bertemu sehari saja.
Jika boleh egois Brian tidak ingin berpisah dengan sang pujaan hati, entah pelet apa yang di bawa oleh Sheila tapi percayalah Brian sangat sangat menyayangi istrinya sekarang ini, rasanya dia tidak ingin waktu ini berlalu dan ingin selalu berdekatan dan berpelukan dengan sang istri.
"I love you sayang!" gumam Brian pelan sambil mencium kening, mata, kemudian pipi dan terakhir bibirnya yang tipis sekilas, setelah itu dia pun menyusul Sheila kedalam alam mimpi masing masing berharap nantinya mereka akan memimpikan satu sama yang lainnya juga.
Seperti hari hari biasanya, Sheila bangun terlebih dahulu sedangkan Brian masih saja tidur dengan memeluk erat sang istri, Sheila hanya bisa menggelengkan kepala dengan kelakuan sang suami yang sangat gemas tersebut.
Sheila sebenarnya cukup terkejut saat dia bangun dan ternyata dia sudah berada di tempat tidur karena seingat dia kemarin malam dirinya tidur di sofa mengingat hal itu Sheila pun di buat terharu dengan perhatian kecil dari suaminya ini.
"Udah bangun?" tanya Brian yang juga membuka matanya, dan Sheila pun menganggukkan kecil kepalanya sambil tetap berada di pelukan sang suami, Brian juga semakin mengeratkan pelukannya dengan sang istri.
Setelah itu Sheila pun bersiap siap dan begitu pun dengan Brian yang juga bersiap, namun sebelum Sheila keluar Brian sudah mencekal tangan lembut sang istri membuat Sheila mengurungkan niatnya untuk ke luar kamar.
"Ada apa?" tanya Sheila melihat ke arah Brian.
"Ada apa?" tanya Sheila lagi saat mereka sudah sampai di sofa.
"Beberapa hari lagi aku akan ke negara Y, sayang." sahut Brian sedangkan Sheila hanya diam saja.
Brian memang sudah berniat untuk memberitahukan Sheila soal perjalanan bisnisnya agar Sheila tidak khawatir tentang perjalanan bisnisnya.
"Sayang!" sahut Brian dan akhirnya Sheila pun bereaksi.
__ADS_1
"Kapan? terus berapa hari?" tanya Sheila.
"Mungkin tiga hari lagi, dan untuk berapa lamanya tidak bisa di tebak sayang, kalau memang semuanya lancar mungkin tiga hari sudah bisa pulang tapi kalau ada kendala mungkin bisa sampai dua minggu," balasnya membuat Sheila sedikit sedih.
"Ngapain ke sana?" Sheila mencoba bertanya terus.
"Aku ada urusan sayang yang sangat mendesak sehingga harus aku sendiri yang menanganinya." ucap Brian meyakinkan sang istri, karena tidak mungkin dia akan bilang kalau dia ada transaksi di dunia mafianya, lagi pula kan memang benar kalau Brian juga akan memantau proyek resort di negara Y bukan.
"Ya sudah kalau gitu kamu pergi aja! aku gak papa kok." sahut Sheila mengizinkan sang suami untuk pergi, meski pun dapat dilihat dari raut wajahnya bahwa Sheila sedikit sedih karena harus di tinggal pergi beberapa hari oleh sang suami.
"Aku janji bakalan balik cepet," sahut Brian dan di angguki oleh Sheila karena bagaimanpun Briana salah seorang pemimpin yang harus memastikan semuanya berjalan lancar bukan, begitu lah pikir Sheila.
Setelah mendapatkan izin untuk pergi ke negara Y dari Sheila, mereka berdua pun berjalan menuju ke lantai bawa di mana dia sana sudah ada mami salma dan juga papi Boni yang sudah menunggu mereka.
"Selamat pagi!" sapa Brian ke semua orang.
"Pagi, sayang." balas mami Salma.
Mereka pun sarapan dengan lancar dan Brian juga sudah memberitahukan akan kepergiannya ke negara Y beberapa hari nanti, dan papi Boni juga sebenarnya tahu urusan Brian ke sana selain urusan resort di sana.
Sedangkan Sheila sampai lupa untuk menanyakan soal restoran karena berita dari Brian tadi yang meminta izin untuk ke luar negeri padahal Sheila sudah sangat penasarannya ingin bertanya.
.
__ADS_1
.
TBC