
"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita paruh baya tersebut yang bernama Natali istri dari Mr. Bram tawanan Brian.
"Permisi Bu, saya Brian Ardolph cucu dari Andrian Ardolph," ucap Brian membuat wanita di depannya segera menutup mulutnya tidak percaya bahwa ada keluarga Ardolph yang mencarinya, pasalnya sang ayah sudah meninggal lama sekali dan dia sudah menebak bahwa keluarga Ardolph lupa akan keluarganya.
"Ardolph?" tanyanya sekali lagi.
"Iya, Bu." mendengarkan hal itu Natali pun tidak bisa membendung air matanya untuk tidak jatuh, bagaimana bisa tuan yang dulu sering sekali Natali ikuti sekarang cucunya berkunjung ke sini.
"Ibu jangan menangis, maafkan kami tidak membawa ibu dari dulu karena banyaknya rintangan dan halangan." jawabnya.
"Tidak apa-apa," jawabnya dengan nada lembut.
"Kalau boleh tahu apakah ibu membawa kalung yang memberikan simbol tentang keluarga Ardolph?" tanya Brian meminta sebuah kunci jawaban jika ibu tersebut memilikinya maka keluarga beliau harus di lindungi oleh klan Elang namun jika tidak memilikinya maka bisa di pastikan klan Elang tidak akan bisa berbuat banyak karena mereka bukan termasuk anggota di dalamnya.
"Kalung? sebentar," ucap Natali kemudian masuk ke dalam rumah sederhananya untuk mencari ke berada kalung tersebut.
"Ketemu!" pekiknya senang dengan Tian yang masih dalam gendongannya.
"Ini, tuan!" Natali pun memberikan kalung tersebut ke Brian dan benar saja saat kalung tersebut di berikan Aldo pun segera mengerti mengapa tuannya berada di sini, karena memang klan Elang sedang mencari beberapa anggota keluarga klan elang yang dulu harus merenggut nyawa ayah atau pun anak mereka memberikan tempat yang layak dan juga menyokong kehidupan keluarga mereka.
"Benar ini bos," ucap Aldo dan mendapat anggukan dari Brian.
"Bu, mari ikut dengan kami biar ibu bisa hidup lebih layak lagi, kami janji akan memenuhi kebutuhan ibu dan cucu ibu," ucap Aldo memohon.
"Tapi, suami saya belum pulang, saya tidak mungkin meninggalkan dia, dia sudah tidak pulang selama seminggu dan entah saya tidak tahu kabarnya!" ucap Natali sedih jika mengingat sang suami yang tak kunjung ada kabar.
"Ibu tenang saja, suami ibu ada dengan kita, sekarang nyawa ibu dan keluarga ibu sedang dalam bahaya maka dari itu lebih baik ibu ikut dengan kami," ucap Aldo meyakinkan ibu Natali.
Bu Natali pun sedikit ragu dengan ajakan mantan bos dari ayahnya itu karena memang mereka sudah lama tidak bertemu sehingga ada sedikit kecurigaan yang ternyata dapat di tangkap oleh Brian.
"Ibu, ibu tidak perlu khawatir. ibu nantinya akan Brian taruh di mansion papi saya, Boni." ucap Brian.
"Tuan Boni, nyonya Salma!" ucap Natali yang memang sebelum meninggalkan keluarga Ardolph papi Boni dan mami salma baru saja menikah sehingga Bu Natali sedikit tahu dan kenal dengan orang tua Brian, karena memang usia papi Boni yang lebih tua dari Bu Natali dengan perbedaan jarak waktu sekitar 15 tahunan Akhirnya dengan pertimbangan matang Bu Natali pun menyetujui ajakan dari Brian dan juga Aldo karena memang hidupnya sekarang sudah tidak ada pemasukan sama sekali.
Suaminya memang bekerja namun tidak pernah membawa uang sepeser pun karena memang suaminya bekerja tanpa di bayar, kasihan memang keluarga ini sudah di tinggal anaknya dalam kecelakaan kemudian tidak ada biaya dalam mencukupi kehidupan sehari-hari dan juga hanya menerima belas kasih dari tetangga sekitar membuat Bu Natali pun menyetujui siapa tahu hidupnya nanti akan kembali seperti dulu dengan hidup yang lebih berkecukupan lagi.
"Bagaimana Bu?" tanya Aldo.
__ADS_1
"Baik, saya mau. tapi tolong selamat kan suami saya dari kejaran tuan Jeffry, saya sudah tidak kuat lagi harus menanggung hidup ini." ucapnya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Iya, ibu tenang saja."
Setelah itu ibu Natali pun mengemasi barangnya dan juga barang Tian dan sang suami, untung saja Tian tidak rewel dan anteng saja duduk di kursi teras rumahnya dengan Brian yang terus memangku nya, awalnya Brian sedikit menolak tetapi Tian terus saja mendekatinya akhirnya mau tidak mau Brian pun memangku bocah kecil tersebut yang baru saja berusia 1 tahunan.
"Bos Anda sangat cocok sekali jadi papi," ucap Aldo melihat bos nya itu sepertinya sudah pantas menjadi seorang papi.
"Diam kau Aldo, atau ku potong mulut mu itu." ucap Brian tidak terima dengan ucapan Aldo. (Padahal kan Aldo niatnya baik ya, malah di marah marahin).
Tak lama Bu Natali pun sudah selesai mengemasi barang-barang yang menurutnya penting saja dan meninggalkan rumah yang sudah di makan usia tersebut, mereka sudah berada di mobil dengan Brian di samping kemudian karena Aldo yang mengemudi mobil tersebut menuju ke mansion besarnya.
Brian sengaja tidak ke kantor karena hal tersebut dan urusan kantor sekarang sedang dikerjakan oleh yoga yang Brian tugaskan dia di sana.
Tak lama mobil pun masuk ke dalam mansion besar keluarga Ardolph, dengan perasaan deg degan Bu Natali pun keluar dengan mengendong Tian di pelukannya.
Dan benar saja baru Natali keluar dari mobil dia sudah di sambut hangat oleh salah satu wanita yang ia kenal siapa lagi kalau bukan mami Salma yang sudah menganggap Natali sebagai adiknya sendiri.
"Apa kabar Natali?" tanya mami Salma sambil merentangkan tangannya memeluk ibu Natali.
"Baik, nyonya. terima kasih sudah mengajak saya ke sini," ucap Natali banyak bersyukur karena tidak ada yang banyak berubah dari kediaman keluarga Ardolph kecuali semakin besar dan mewah.
"Maaf kan saya nyonya, karena saya harus ikut dengan suami saya." ucap Natali.
"Iya, tidak apa-apa kok Natali. yah ini cucumu?" tanya mami salma sambil menggendong doang dan Tian sangat nurut sekali dengan mami Salma.
"Wah, ganteng ya." ucap mami Salma sambil mengajak Tian bermain.
"Selamat datang, Natali!" sapa papi Boni yang baru bergabung dengan mereka.
"Tuan," bungkuk Natali dengan sopan.
"Semoga kamu betah di sini, dan untuk masalah suami kamu, kamu tenang saja dia bersama dengan kami tapi mungkin dia butuh sedikit pembelajaran yang pantas terlebih dahulu," ucap papi Boni dan mendapatkan anggukan dari Bu Natali yang sudah tah cerita tersebut dari Aldo yang terus bercerita dari tadi saat di mobil.
Sekarang mereka sudah berada di ruang tamu, sedangkan Aldo dan Brian kembali ke markas untuk mengurus Bram dan juga papi Boni yang juga ikut ke sana sehingga di sini hanya ada mami Salma dan beberapa pengawal yang berjaga dan Natali dan juga tian, mereka saling bermain dengan gembiranya.
Sedangkan di sisi lain waktu sudah hampir sore itu berarti tandanya waktunya Sheila untuk pulang, dengan langkah ringan dia pun menuju ke arah parkiran di mana mobil Thomas dan Laura yang sedang menunggu mereka.
__ADS_1
"Ayo, pak." ajak Sheila.
Mobil mewah tersebut pun melaju membela kota menuju mansion mewah di perumahan elit, sampai di sana Sheila segera turun karena memang biasanya dia akan langsung mandi jika sudah sampai, hingga saat ia membuka kan pintu depan dia melihat mami Salma dengan bercengkrama dengan sesosok ibu paruh baya yang umurnya sepertinya tidak terlalu jauh dari maminya tapi lebih dewasa sang mami sih.
"Sayang, sini!" panggil mami salma saat tahu Sheila baru saja masuk ke dalam, segera Sheila menuju ke arah panggilan tersebut dan duduk dengan sopan.
"Ada apa mi?" tanya Sheila.
"Kenalin ini Bu Natali dia akan menjadi bagian dari mansion ini, dia itu anak dari salah satu karyawan dari keluarga Ardolph." ucap mami yang tidak bisa memberitahukan kalau Natali adalah anak dari orang yang bergabung dengan klan mafia elang.
"Dan Natali, ini adalah Sheila. dia adalah istri dari Brian," ucap mami salma.
"Apa istri!" pekik Bu Natali karena tidak tahu akan kabar bahwa pewaris Ard Company sudah menikah.
"Oh, salam kenal Bu saya Sheila, memang kita belum mengumumkan pernikahannya Bu," ucap Sheila menjelaskan akan hal itu.
Setelah cukup berbincang-bincang Sheila pun izin untuk bersih-bersih terlebih dahulu karena dia masih kotor saat Tian ingin sekali di gendong orang Sheila.
Sampai di kamar mandi Sheila segera mandi membersihkan diri, sedangkan Brian juga baru saja pulang setelah menyelesaikan masalah Bram.
Yap Bram akhirnya mengetahui semuanya dan juga dia memberitahukan yang sebenarnya juga kepada Brian dan juga papa Boni sehingga berjanji bahwa dia akan mengabdi kepada klan Elang yang sudah menyelamatkan nya dari Jeffry pemimpin klan Rajawali.
"Terima kasih tuan Brian, tuan Boni karena sudah menyelamatkan saya dari tuan Jeffry. saya sudah sangat tidak kuat lagi," ucap Bram dengan bersyukur karena Brian masih mau mengampuninya bahkan melindungi istri dan cucunya.
Bram sudah berjanji bahwa dia akan terus mengabdi dan akan balas dendam kepada klan Rajawali yang sudah membunuh anak dan menantunya padahal mereka tidak salah apa-apa dan meninggalkan satu cucu untuk mereka.
"Brian pulang," ucap Brian sambil melihat ke arah mami nya dan juga Bu Natali.
"Baru pulang?" tanya mami yang juga di samping Brian ada papi Boni yang juga ikut pulang.
"Iya, mi." jawab Brian dan juga papi Boni berbarengan.
"Mi, Sheila udah pulang?" tanya Brian sedikit penasaran.
"Udah kok, sana ke atas." usir mami Salma, namun dengan senang hati Brian pun naik ke tas untuk menemui sang istri yang sudah membuat nya kangen saja karena dari pagi tidak terlihat sama sekali.
.
__ADS_1
.
TBC