Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 37_Surprise


__ADS_3

Tak terasa dua minggu sudah Sheila berada di mansion besar ini, dia sama sekali tidak tahu bagaimana kabar dari orang tuanya dan juga kak Maria, yang pernah ia dengar bahwa kak Maria sudah pulang ke rumah, ada rasa syukur dari Sheila akhirnya kak Maria pulang setelah kabur meski dia yang harus menggantikan nya untuk menikah namun Sheila tetap bersyukur karena dengan menerima pernikahan ini Sheila bisa bertemu dengan Brian.


"Apa kah aku harus minta izin ke Brian buat nemuin mama sama papa ya?" gumam Sheila pelan dalam perjalanannya menuju ke mansion setelah selesai bekerja.


Sampai di mansion Sheila segera mandi karena dia sudah di penuhi dengan keringat, setelah itu baru lah Sheila turun ke bawah di sana sudah ada mami Salma sendirian di ruang keluarga sambil melihat televisi.


"Mami kok sendirian, papi mana?" tanya Sheila dengan duduk di samping maminya.


"Papi mu lagi pergi sama temennya, katanya sih mau main golf." ujar mami.


"Oh, mami gak masak?" tanya Sheila.


"Enggak deh kayaknya soalnya bentar lagi papi mu ngajak mami dinner, kamu juga sana ajak Brian dinner, masa pengantin baru gak pernah makan berduaan sih," goda mami yang hanya mendapat senyuman dari Sheila.


"Andai saja mami tahu kalau meski pun Brian sudah melabelkan dia sebagai wanitanya, namun Brian belum pernah sama sekali menyentuk sheila." gumamnya dalam hati.


Kadang sebagai seorang wanita yang sudah menikah pastilah ingin memuaskan hasrat pasangannya, namun entah Brian sama sekali tidak pernah memintanya sekali pun sehingga membuat Sheila kadang berfikir apakah Brian mempunyai wanita lain di luaran sana, membayangkan hal itu membuat Sheila takut sekali.


Tak lama papi sampai di mansion dan bersiap-siap untuk dinner berdua dengan mami Salma, saat sudah pergi tinggallah Sheila sendirian tanpa Brian entah mengapa dia hari ini pulang telat padahal dia selalu saja pulang tepat waktu, jika ada hal penting pun Brian selalu mengabarinya namun hari ini berbeda Brian tidak menghubunginya sama sekali bahkan dari pagi dia terus saja cuek kepada Sheila.


Flashback On


"Brian, kamu udah bangun?" tanya Sheila saat bangun tidur dan mendapati Brian yang sudah rapih dengan setelah jas kantornya. Brian pun tak menanggapi ucapan Sheila dan memilih untuk pergi dari kamar saat dia sudah rapih semuanya.


Sheila menyusul Brian keluar meski pun dia hanya menggunakan pakaian tidurnya tanpa bersiap-siap terlebih dahulu, Brian hanya mengambil sepotong roti kemudian pamit kepada mami dan papi untuk bekerja tanpa berpamitan kepada Sheila yang mematung di tangga.


"Loh Brian, kamu kok udah rapi aja sih?" tanya mami saat melihat setelah Brian.


"Iya, Brian ada urusan di kantor mi."


"Ya udah sana pergi deh urus kantor segera!" sahut papi Boni.


"Iya, pi. Kalau gitu Brian berangkat dulu ya," pamit Brian.


"Kalau gitu hati hati kamu ya." sahut mami Salma.


"Iya, kalau gitu Brian berangkat!" ucap Brian kemudian menghilang di balik pintu mansion.

__ADS_1


Dengan kecewa Sheila kembali ke atas, dia sedih karena ini pertama kalinya Brian cuek sekali padanya, padahal biasanya Brian akan sangat perhatian kepada Sheila, Brian seperti menganggap Sheila tidak ada seperti hantu.


"Brian, kamu kenapa?" gumam Sheila pelan saat dia sudah berada di ranjangnya menatap foto dirinya dan Brian saat tak sengaja Sheila memotret Brian dan dirinya selfi namun tampak bagus.


"*Apa ini pertanda bahwa pernikahan ku akan berakhir seperti ini," gumam Sheila dengan sesenggukan karena terus menangis.


Namun ia coba kuat mungkin saja Brian banyak kegiatan di kantor sehingga dia harus berangkat pagi-pagi begini. Sheila pun mencoba tak ambil pusing dan memilih untuk siap-siap juga karena dia juga harus bekerja bukan*.


Flashback Off


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam namun Brian juga bum pulang dan ngasih kabar ke Sheila, sedangkan mami tadi sudah chat Sheila kalau akan menginap di hotel saja.


Saat Sheila sedang khawatir dengan Brian yang tak kunjung datang, tiba-tiba kamarnya terdengar ketukan pintu.


TOK TOK TOK


Segera Sheila membukakan pintunya ternyata bi Nana yang mengetuknya dengan muka yang sedikit kelelahan dan juga khawatir.


"Ada apa bi?" tanya Sheila.


"Ada apa sama Brian bi?" tanya Sheila khawatir.


"Tuan muda, kecelakaan non!" pekik bi Nana, langsung membuat tubuh Sheila kaku tak bisa bergerak rasanya ia sangat blank sekali.


"Apa!" pekiknya setelah ia sadar dari lamunannya.


Sheila berlari ke arah depan mencari keberadaan pak Thomas untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Perjalanan sedikit panjang karena kekhawatiran dari Sheila, namun saat dalam perjalanan Sheila merasa aneh dengan rute yang di lewati karena setahu Sheila rumah sakit bukan lewat ke arah sini namun sebaliknya.


"Thomas, bukan kah rumah sakit bukan di arah sini?" tanya Sheila.


"Iya, nona. Tetapi tadi yoga memberitahukan saya kalau tuan Brian tidak di bawah ke rumah sakit namun di alihkan ke hotelnya karena ada awak media yang tahu soal kecelakaan tersebut," ucap Thomas dan Sheila sebegitu percaya saja tanpa banyak bertanya mungkin karena kekhawatirannya sehingga dia langsung diam.


Sampai di hotel ternyata sangat sepi tidak ada orang mungkin hanya ada petugas hotel saja, dan Sheila tahu kalau ini adalah hotel dari Ardolph famili yaitu Grand Ard hotel, mungkin memang karena ingin private sehingga hotel di kosongkan.


"Mrs. saya mencari kamar Brian Ardolph di mana?" tanya Sheila to the point.

__ADS_1


"Mari saya antar nona," ucap resepsionis tersebut.


Sheila pun di antar ke sebuah ruangan ternyata di sana terdapat beberapa make up artist yang profesional yang siap mendandani Sheila.


"Silahkan duduk nona," ucap make up artist tersebut membuat Sheila bingung sekali.


"Maaf Mrs. saya mencari suami saya!" ucap Sheila dengan emosi karena dia sudah sangat khawatir dengan keadaan Sheila.


"Nona silahkan ikuti saja ucapan mereka," ucap Laura yang entah dari mana datangnya.


"Laura!"


"Nona sudah turuti saja mereka," sahut Laura lagi.


Mau tidak mau Sheila pun menurutinya dan duduk diam, Sheila hanya bingung tak tau harus merespons seperti apa hingga sekarang dia sudah cantik dengan gaun indah dan juga make up tipis namun cantik membuat siapapun pasti terpesona dengan Sheila.


"Mari ikut saya nona," ajak Laura saat Sheila sudah selesai dengan gaun cantiknya dan juga make up nya.


Mereka sudah sampai di depan ruangan entah Sheila tidak tahu, tapi dari depan seperti ballroom besar karena pintu juga yang sangat lebar, mereka berada di lantai sepuluh salah satu lantai mewah yang terdapat sweat room mahal dan juga mewah.


"Laura bukankah Brian kecelakaan tetapi kenapa aku harus dandan seperti ini?" tanya Sheila masih mencari jawab.


"Silahkan di buka nona," pinta Laura tidak menjawab dan Sheila pun membuka pintu tersebut dengan sedikit dorongan.


Saat membukanya yang Sheila dapatkan adalah sebuah ballroom besar namun dengan pencahayaan yang tidak ada sama sekali, Sheila mencari keberadaan orang orang namun dia tidak bisa melihat ke mana pun, tiba-tiba tanpa aba-aba lampu tersebut menyala dan menampakkan beberapa orang yang sudah berdiri di sampingnya dan melihat Sheila senang.


"Surprise!" pekik semua orang saat lampu menyala.


Sedangkan Sheila melihat ballroom tersebut dengan mewah yang sudah terpasang rapih hiasan-hiasan dan juga kursi kursi cantik, banyak bunga-bunga terpasang di sana.


Sheila merasa terharu dan tak percaya namun Sheila mencoba mencari seseorang yang sedang ia cari dari tadi.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2