
Sedangkan di tempat lain setelah Jeffry di bawa oleh anak buah klan elang ke markas dengan anak buahnya sekalian, namun Jeffry terlihat tenang saat akan di bawa ke markas padahal nyawanya sedang di pertaruhkan.
Papi Boni melakukan semua hal itu karena dia ingin membalas dendam ya kepada Jeffry, apa lagi saat melihat Bastian sang sahabat yang seperti ingin mene*bak nya pun akhirnya dia pun memutuskan untuk membawa Jeffry ke markas saja, itu tandanya klan elang memang sedang menabuh genderang perang karena sudah berani menangkap bos dari klan Rajawali mereka.
"Tuan!" pekik tahanan klan Rajawali yang masih berada di sana dengan rantai yang masih berada di tubuh mereka.
Sampai di sana papa Bastian ingin segera mene*bak Jeffry saja karena rasa marahnya karena sudah menculik anak nya dulu namun langsung di hentikan oleh papi Boni.
"Bastian, tahan dulu biarkan dia merasakan pengapnya udara di sini, lebih baik kita ke luar saja dulu!" ujar papi Boni kemudian mengajak papa Bastian ke luar sebentar.
Sampai di luar papi Boni mencoba menenangkan sang sahabat dan juga sekaligus besannya karena bagaimana pun papi Boni mengerti bagaimana perasaan sahabatnya sekarang ini, dia juga tidak akan bisa santai kalau mengingat kejadian yang membuat sahabatnya ini bahkan hampir mengakhiri hidupnya sendiri karena frustasi mencari keberadaan sang anak.
"Bon, aku ingin sekali membu*uhnya sekarang juga. Kamu bayangkan dia sudah memisahkan aku dengan Marsha 20 tahun lebih!" ucap Bastian tidak bisa lagi untuk menahan amarahnya.
"Kamu yang tenang bas, tunggu Brian datang dulu baru itu kita bicarakan rencana selanjutnya!" ucap uncle Steven yang juga masih berada di sana.
Sedangkan di hotel, Brian membawa Sheila ke kamarnya dengan pelan ia menurunkan Sheila di ranjang. Brian tahu kalau Sheila pasti syok saat melihat kekacauan tadi apa lagi ada suara tembakan tadi maka dari itu Brian mencoba untuk menenangkan sang istri dan memilih untuk nanti saja ke markas setelah Sheila sedikit lebih tenang.
Tadi dokter juga sudah memeriksa Sheila dan syukurlah Sheila tidak mengalami luka sama sekali dan baik baik saja pada kandungannya, setelah itu dokter pun memberikan obat tidur agar Sheila nanti saat bangun lebih segar lagi.
Saat Sheila sudah mulai tertidur Brian pun keluar dan akan menuju ke markas di Amna Jeffry berada, sedangkan Sheila akan di rawat oleh mama Daniar, mami Salma dan juga Tante tante nya yang lain.
__ADS_1
Brian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap ingin segera menemui Jeffry dan memberikan pelajaran karena ucapannya tadi, sesuatu yang sudah lama ia sembunyikan agar tidak ketahuan olehnya tapi malah dia sendiri yang mengatakan ucapan selamat.
Sampai markas dia di sambut oleh Aldo dan juga yoga yang sudah berada di sana, segera Brian masuk ke dalam dan tak sabar untuk bertemu dengan musuh bebuyutannya tersebut.
"Wah siapa ini yang baru datang?!" sahut Jeffry saat melihat Brian baru saja tiba dari balik pintu.
Papi Boni dan lainnya pun melihat ke arah Brian yang baru masuk sambil memberikan tatapan lega karena dari tadi Brian sudah di tunggu tunggu tapi tidak menampakkan dirinya juga.
"Oh hai, Jeff. Lama tak pernah bertemu lagi ya, bagaimana kabar mu?" ucap Brian basa-basi sambil mendekat ke arah Bastian yang berada di kursi.
"Seperti yang kau lihat, sekarang aku sedang di kurung dan mungkin sebentar lagi ajal ku yang akan menjemput ku," sahut Jeffry namun dengan raut wajah tenang.
"Kau memang seperti peramal ya tahu saja kalau sebentar lagi adalah kau akan kehilangan nyawa mu!" sahut Brian dengan nada tegas dingin cuek dan sangat mematikan.
Setiap ada anak buah klan Rajawali yang meninggal di Bu*uh oleh klan elang maka Brian akan langsung memberikan bukti nyatanya namun setelah itu akan hilang seketika agar tidak bisa di lihat untuk ke dua kalinya.
Namun Jeffry tetap mencoba untuk tenang dan dia sedang merencanakan untuk melarikan dari dari sini saat situasi sedang lengah karena bagaimana pun Jeffry harus bisa keluar dari sana untuk membalaskan dendam ke klan elang.
Setelah itu Brian pun mengajak papi Boni dan yang lainnya untuk keluar sebentar karena ada sesuatu yang sangat ingin ia bicarakan.
"Ada apa bri?" tanya uncle Eric.
__ADS_1
"Brian sebenarnya hanya ingin bertanya untuk Jeffry itu enaknya bagiamana Pi, pa, uncle? Kita Anisa saja habisi dia tapi aku mau Jeffry menerima kesakitan dan siksaan yang lebih parah lagi dari pada kematian," sahut Brian dan di angguki oleh yang lainnya karena merasa setuju dengan ucapan Brian.
"Iya, bener apa yang di ucapkan brian. Aku juga setuju sekali!" sahut uncle Steven mendukung ucapan dari sang ponakan.
Akhirnya kesepakatan pun di buat dengan tidak membu*uh Jeffry dalam waktu waktu singkat ini karena mereka ingin menyaksikan penyiksaan yang lebih kejam lagi yang nantinya akan dirasakan oleh Jeffry di dalam sana.
Di sisi lain setelah di rasa ballroom sudah sangat sepi Tiffany dan Maria lun keluar dari hotel tersebut dan segera menuju ke bar tempat bisanya mereka bertemu.
Sampai sana mereka sama sekali tidak berucap karena masih merasa syok dengan hal yang baru saja mereka dengar tadi yaitu soal suami Sheila yang ternyata adalah orang yang berbeda dengan di pikiran mereka yaitu Brian Albern Ardolph.
"Bagaimana ini, bagaimana jika Brian tahu soal obat tadi?!" sahut Tiffany dengan nada takutnya karena dia tahu bagaimana sifat mantan bosnya itu, bagaimana jika Brian tahu soal obat tersebut.
"Kamu tenang aja, kita buat rencana yang lebih matang lagi karena kita tadi tidak tahu soal suami dari Sheila. Karena sekarang kita sudah tahu maka lebih baik kita buat rencana matang matang agar tidak sampai membahayakan kita," sahut Maria mencoba menenangkan Tiffany padahal dirinya sendiri juga sedikit gugup dan ketakutan.
"Bagaimana mau tenang kalau tuan Jeffry saja juga sudah di bawa oleh mereka, kita sudah gak ada lagi penopangnya kalau begitu!" sahut Tiffany yang terus ketakutan.
"Aku bilang tenang ya tenang!" bentak Maria yang tidak sabar dengan ketakutan Tiffany.
"Lebih baik sekarang kita pikir dengan pikiran jernih," lanjut Maria dan di angguki oleh Tiffany langsung.
Mereka pun memesan minuman keras untuk menjernihkan pikirannya, karena jika memikirkan Sheila otak mereka menjadi pusing dan tidak tenang apa lagi soal tuan Jeffry yang tertangkap oleh keluarga Ardolph membuat mereka lebih bingung lagi karena tidak ada orang yang akan mendukung mereka lagi.
__ADS_1
.
Bersambung..........