
Rapat pun di adakan dengan rencana membahas beberapa agenda, Sheila juga ikut dalam rapat tersebut di mana hampir setiap departemen mengirimkan karyawannya untuk berpartisipasi, bahkan Monica dan jovanka juga ikut.
Sheila sudah sangat lama tidak bertemu dengan teman temannya itu bahkan mereka ingin sekali bermain ke rumah Sheila karena merasa kangen pun harus Sheila tolak dan mencari alasan yang pas untuk informasi tersebut.
"Gimana, apa kah ada pendapat untuk pembukaan resort Bali yang akan di adakan di sini?" tanya Brian kepada seluruh karyawan yang hadir siapa tahu ada yang bisa menjawab karena kemarin Brian sudah memerintahkan yoga untuk mengumumkan kepada para manajer bahkan dalam rapat kali ini harus memiliki banyak ide agar bisa di kombinasikan menjadi suatu acara yang spektakuler.
"Pak, bagiamana kalau kita mengadakan pesta di mana para kolega juga di undang untuk meriahkan pesta sekaligus untuk mengenalkan resort kita kepada pebisnis lainnya, siapa tahu saat nanti mereka akan pergi ke Bali bisa menyewa resort tersebut." ucap salah satu karyawan.
"Bagus juga, pendapat itu akan saya pertimbangkan." balas Brian.
Kemudian mereka pun kembali mengadakan rapat hampir 3 jam lamanya, sedangkan Sheila sudah merasakan sangat capek karena harus duduk terus menerus tapi dia tidak bisa protes bagiamana pun di sini dia juga seorang karyawan yang harus ikuti semua kegiatan.
Setelah selesai rapat semua karyawan kembali ke ruangan mereka masing masing sehingga di ruang rapat hanya ada Brian, Sheila, Bu Ella dan juga yoga yang masih ada.
Sheila berusaha untuk berdiri namun karena sudah sangat lama duduk dia merasa sangat kesemutan dan juga perutnya menjadi tidak enak, Bu Ella yang melihat gerak gerik istri bos nya itu pun segera memapah Sheila saat baru saja berdiri membuat Brian dan yoga segera melihat ke arah Sheila.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Brian memindahkan tubuh Sheila yang bersandar ke Bu Ella menjadi bersandar ke tubuhnya.
"Aku capek, kamu sih kalau rapat lama banget!" gerutu Sheila kepada Brian.
"Ya, maaf lah sayang. Udah kebiasaan jadi lupa kalau istri aku tadi ikut rapat juga ya," sahut Brian seperti tidak ada masalah.
"Dasar!"
"Ya udah sini aku gendong ya sampek ke ruangan," ucap Brian namun Sheila langsung menghindar.
"Gak, aku mau duluan aja sama Bu Ella. Lebih baik kamu sama yoga aja pergi dulu, bisa berabe kalau sampek ada karyawan yang lihat!" ucap Sheila.
"Ya udah yuk bu Ella kita jalan dulu," lanjut Sheila dengan menggandeng tangan Bu Ella.
"I...iya nona."
Brian yang melihat sang istri pergi begitu saja pun merasa dongo bagaimana Sheila meninggalkan nya begitu saja dan malah memilik jalan berdua dengan karyawannya.
__ADS_1
Di sisi lain Tiffany dan Maria mengadakan pertemuan mereka di suatu bar papan atas, selain untuk bertemu mereka juga ingin bersenang senang dengan beberapa pria di sana terutama Tiffany.
"Bagiamana?" tanya Maria to the point akan rencana untuk menghancurkan Sheila.
"Gue dapet kabar dari teman gue yang masih kerja di Ard Company, katanya satu Minggu lagi mereka akan ngadain pesta pembukaan resort yang ada di Bali di kota ini," ucap Tiffany.
"Terus?!" tanya Maria dengan penasaran.
"Gue mau ngadain rencana buat permaluin tuh anak karena dengan begitu dia juga akan segera di keluarkan dari kantor sama seperti gue, baru setelah itu kita balas dendam sesungguhnya!" ucap Tiffany dengan raut wajah yang sangat tajam.
"Hmmm, oke gue nurut sama elo yang penting gue mau balas dendam nantinya tuh anak mendapatkan siksaan yang paling kejam." ucap Maria dan di angguki oleh Tiffany.
"Elo tenang aja, gue juga gak akan pernah ngebiarin tuh anak hidup tenang selama gue masih ada." sahut Tiffany.
"Bagus," balas Maria.
"Gue juga mau ngenalin elo sama satu orang yang gue jamin dia akan ngebantu kita selama ngelancarin aksi kita!" sahut Tiffany.
"Siapa?!"
Benar sekali tak lama seorang pria datang dengan beberapa bodyguard di sampingnya, pria bertubuh tinggi dengan aura dingin yang mencekam membuat siapa saja akan sangat ketakutan jika berdekatan dengannya.
"Hai, om. Baru sampek nih?" tanya Tiffany seraya menggoda pria dewasa tersebut.
"Hm, ada apa kamu mengajak ku ke sini sayang? apakah kau sudah ingin meminta jatah lagi dengan ku?!" tanya pria tersebut.
"Ih, bukan begitu aku ingin menanyakan tawaran ku yang dulu pernah kau janjikan," ucap Tiffany.
"Oh, soal Ard Company?" ucap pria tersebut dan di angguki oleh Tiffany.
"Jadi apa yang bisa aku lakukan?" tanyanya lagi.
"Om Jeff," panggil Tiffany manja kepada pria tersebut.
__ADS_1
Yap pria tersebut adalah Jeffry musuh bebuyutan dari klan elang, entah bagaimana Tiffany bisa berkenalan ketua klan Rajawali namun bisa di pastikan Jeffry akan membantu Tiffany untuk menghancurkan keluarga Ardolph tak kira hanya satu dua orang tapi semua keluarga Ardolph akan berada di tangannya, apa lagi Brian yang terus terusan membu*uh anak buahnya.
"Om Jeff kan tahu kalau ku ini di keluarkan dari perusahaan dan aku juga sudah pernah cerita soal Sheila wanita yang membuat aku di pecat dari sana," jeda Tiffany.
"Terus?"
"Ternyata dia adalah istri dari tuan Steven paman dari Brian," ucap Tiffany.
"Dari mana kau tahu?" tanya Jeffry dengan penasaran karena menyangkut keluarga Ardolph.
"Dari wanita ini,"
"Siapa dia?"
"Perkenalkan saya adalah kakak dari wanita yang sedang kalian bicarakan," ucap Maria berbicara se sopan mungkin.
"Kakak?! Kalau kau adalah kakaknya, mengapa kau ingin balas dendam ke adik mu sendiri?" ucap Jeffry.
"Sebenarnya dia bukan adik ku, dia hanya lah seorang anak yang bawa oleh keluarga ku untuk bisa menjadikannya babu di rumah," ucap Maria dengan sombongnya.
"Ohh, oke aku dan anak buah ku akan membantu kalian untuk membalas dendam kan kemarahan kalian kepada wanita itu karena dia juga termasuk ke dalam keluarga Ardolph. Aku bahkan hampir tidak pernah mendapat informasi apapun mengenai keluarga Ardolph namun saat tahu kalau Steven ternyata memiliki istri muda membuat aku lebih semangat untuk mencari seluk beluk keluarga Ardolph lebih banyak lagi!" ucap Jeffry penuh penekanan
"Tunggu saja Brian, aku pastikan kau akan jatuh se jatuh jatuhnya!" pekik Jeffry kesal jika mengingat wajah Brian.
"Terus apa rencana kalian?" tanya Jeffry.
"Dari yang aku denger satu minggu lagi Ard Company ngadain pesta melihat untuk pembukaan resort di Bali namun di alamnya di kota ini. Aku berencana untuk mempermalukan Sheila di depan orang dan mengatakan kalau dia adalah seorang ****** yang hanya mengincar uang orang orang kaya aja setelah itu baru kita ngadain aksi selanjutnya yang bakalan makin seru aja dan yang pasti aku butuh bantuan om Jeff dan juga anak buah om nantinya di sana, makanya aku meminta bantuan dari om Jeffry!" sahur Tiffany Dnegan senyuman devil nya.
"Okey, selama om bisa bantu maka jangan sungkan untuk berbicara dengan om ya sayang." ucap Jeffry dan di angguki oleh Tiffany.
"Kalau begitu om pergi dulu ya cantik dan untuk temen kamu ini kalau di ada waktu luang bisa nih temenin om minum dan saling menyapa satu sama lain," goda Jeffry kepada Maria dan hanya bisa di angguki saja padahal tadi Jeffry juga memegang tipis bibir Maria setelah itu berlalu pergi.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........