Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Sakit Perut


__ADS_3

"Tapi," ucap martin terjeda, kemudian ia melihat Brian dan juga sebaliknya Brian pun melihat ke arah Martin.


"Tapi apa?" tanya Brian.


"Aku pernah dengar bahwa anak Bastian masih hidup dan berada di keluarga yang biasa saja, tetapi aku tidak tahu pastinya yang aku tahu mereka juga tinggal di new York." ucap Martin memberikan informasi yang lumayan menguntungkan setidaknya mereka tahu kemana akan mencari anak uncle Bastian.


"Benarkah?" tanya Brian.


"Iya, aku tidak salah lagi anak itu aku pernah menemui nya saat aku mencoba lari dari sini ke new York, dia memiliki wajah yang lumayan mirip dengan istrinya Bastian, dan ini aku punya kontak dan foto orang yang membawa anak tersebut ke New York." sahut martin lagi memberikan kontak yang sudah lama ia punya.


"Tapi bukan dia yang mengasuh anak tersebut, tapi orang lain yang aku juga tidak tahu siapa." jawabnya lagi.


"Okey, kalau begitu." ucap Brian dengan mengambil kontak dan juga foto tersebut kemudian meninggalkan Martin yang meronta-ronta saat di tinggal Brian.


"Hey, kumohon lepaskan aku dari sini," ucapnya memohon membuat Brian membalikkan tubuhnya.


"Kalau kau ingin lepas memohon lah pada bos mu, aku hanya mencari informasi tapi tak ingin berurusan dengan Jeffry gila itu," sahutnya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Martin.


Sedangkan setelah pergi ruangan Martin kembali di tutup lagi oleh dokter yang berjaga, yoga, Aldo, dan Brian meniggalkan rumah sakit jiwa itu dengan memikirkan bagaimana strategi selanjutnya.


"Aldo," panggil Brian.


"Iya, tuan."


"Kamu dan yang lainnya segera kembali ke New York untuk mencari tahu keberadaan anak dari tuan Brian melalui kontak dan juga foto ini," sahut Brian saat mereka berada di mobil.


"Baik, tuan. lalu bagaimana dengan tuan sendiri?" tanya Aldo.


"Aku akan berada di sini dengan yoga untuk liburan perusahan ini karena mereka tahu kalau aku berada di sini ikut dengan acara mereka," sahut Brian dan di angguki oleh Aldo.


"Baik, tuan." jawabnya singkat.


Benar saja beberapa saat setelah mengantar Brian ke hotel tempat dia menginap, Aldo dan yang lainnya segera menaiki pesawat dan pulang ke new York untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh bos mereka.

__ADS_1


Sedangkan setelah sampai hotel Brian tidak menemukan sang istri atau pun karyawan lainnya membuatnya sedikit bingung.


"Yoga segera tanya Laura sekarang Sheila ada di mana," ucapnya.


"Baik, tuan."


Yoga pun segera menelepon Laura untuk menanyakan keberadaan nona mudanya itu, tak lama yoga kembali setelah tahu di mana tempat nona mudanya itu.


"Tuan sekarang nona muda berada di area wisata gunung Fuji." sahutnya membuat Brian mengernyitkan dahinya.


"Sekarang kita ke sana!" totalnya menuju kembali ke mobil untuk menyusul sang istri.


Sedangkan di sisi lain Sheila merasa perutnya sakit namun hanya sebentar saja mungkin karena dia terlalu menikmati liburan ini hingga ia melewati jam makan apa lagi kemarin malam dia habis minum minum banyak sekali karena hal itu Sheila hingga ia lupa bahwa dia dari tadi belum makan atau pun minum karena tadi dia terburu-buru.


"Nona, sebaiknya nona makan terlebih dahulu dari tadi pagi nona tidak makan apapun." ucap Laura mengingatkan Sheila.


"Iya, Laura. udah nanti aja aku makannya ini lagi seru tahu!" ucap Sheila kemudian menuju ke arah Monica dan jovanka yang juga sedang bersenang senang.


"Nona kenapa?" tanya Laura.


"Laura, perut aku sakit!" gumamnya pelan sambil sedikit membungkuk karena Sheila tidak bisa menghindari nyeri perut yang terjadi.


"Nona sebaiknya kita segera ke rumah sakit saya takut nanti jika tuan muda tahu maka akan semakin gawat nona," ucap Laura.


"Aku gak papa kok kayaknya butuh makan aja dan kamu ambilin obat sakit perut aja." sahut Sheila, akhirnya mau tidak mau Laura pun mengikuti ucapan nona mudanya itu.


Sheila sekarang berada di kursi yang bisanya di gunakan istirahat untuk para wisatawan yang lewat.


"Sheil, elo kenapa?" tanya Monica saat dia dan jovanka menghampirinya karena merasa aneh dengan sikap Sheila Yangs sepertinya ada yang tidak beres.


"Enggak kok, gue cuma telat makan aja." sahutnya membuat Monica dan jovanka pun menganggukan kepalanya.


Setelah sarapan sebentar kemudian minum obat yang di berikan oleh Laura, Sheila sudah merasa sedikit enakan meski pun kadang sedikit nyeri tatapi sudah tidak sesakit tadi bahkan sekarang Sheila malah kembali ke mode senangnya lagi tanpa sadar kalau tadi dia mengeluh kesakitan di perutnya.

__ADS_1


Sedangkan Brian yang baru saja sampai di tempat wisata para karyawan pun mencari keberadaan sang istri yang ternyata sedang bersenang senang dengan teman temannya membuat Brian sedikit lega pasalnya istri nya kemarin sangat sedih karena sikapnya namun sepertinya Sheila sudah melupakannya atau bisa saja Sheila tidak ingat dengan ucapannya kemarin.


"Tuan, mari." ucap yoga memberikan jalan untuk tuannya itu.


Brian dan yoga pun menghampiri ke area di Amna para karyawan sedang asyik bersantai di sana, mungkin karena sekarang adalah musim semi sehingga banyak bunga bunga sakura yang bermekaran membuat nuansa Jepang sangat terasa sekali hingga banyak karyawan yang tak lupa mengabadikan kenangan mereka di sana.


"Pak Brian," sapa Bu Ella saat Brian sudah berada di dekatnya.


"Bagiamana Bu?" tanya Brian yang langsung to the point dan untung nya saja Bu Ella mengerti maksud dari pak presdir nya itu.


"Tadi pagi nona Sheila terlambat untuk bangun seperti ucapan pak Brian tetapi untung saja saya bisa menghandle semuanya sehingga nona sheila masih bisa ikut di rombongan dan juga dari tadi nona Sheila baik baik saja pak, meski pun tadi saya melihat sepertinya nona Sheila terlambat sarapan namun beliau sudah sarapan tadi." ucap Bu Ella panjang lebar.


Bu Ella memang di tugaskan untuk menjaga Sheila saat di perusahaan atau pun di Jepang karena Brian tak selalu ada untuk sang istri makanya Brian memberitahukan kepada Bu Ella yang sebenarnya setidaknya Brian tidak perlu khawatir meskipun ada Laura di samping sang istri.


"Bagus, lanjutkan Bu." ucap Brian dan di angguki oleh Bu Ella.


"Mari pak nikmati liburan dengan nona Sheila." jawab Bu Ella dengan di angguki oleh Brian.


Sheila melihat sang suami baru saja sampai pun melempar senyuman manis tipis namun singkat kepada sang suami membuat Brian pun membalasnya dengan senyuman tipis juga.


Hanya melihat sang istri yang sedang bersenang senang saja, Brian sudah sangat senang apa lagi kalau dia bisa bersenang senang dengan Sheila sekarang.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita foto yuk." ajak Bu Ella kemudian menarik tangan Sheila agar lebih dekat dengan Brian.


Sehingga sekarang Sheila sudah berada tepat di samping Brian membuat brian sedikit menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


Setelah foto bersama tiba tiba Bu Ella dan Laura menyuruh untuk fotografer memotret tuan mudanya dan juga nona mudanya berduaan saja tanpa karyawan lain.


"Eh bentar deh, Sheila kamu berada di sana saja dan pak Brian kalau boleh foto bisa kan ini untung laporan kepada bos nanti," ucap fotografer tersebut agar karyawan lainnya tidak curiga dan benar saja mereka sama sekali tidak curiga akan hal tersebut.


Setelah selesai dengan kunjungannya mereka pun segera kembali ke hotel dengan hati yang lebih baik karena bisa merasakan rasanya musim semi di Jepang.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2