
Sheila sudah berada di dalam gedung dan sudah berpisah dengan uncle Steven dan Clara yang langsung di sambut oleh rektor, siapa juga yang ingin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk bertemu dengan Steven Ardolph salah satu pengusaha terkenal dan kakak dari Boni Ardolph, kemudian mereka duduk di barisan para tamu undangan bagian depan.
š„š„š„
"Eh, siapa ini gaes?" ucap seorang wanita yang lain dan tak bukan adalah kak Maria dengan teman-temannya.
"Kak Maria," sapa Sheila dengan sopan.
"Mama papa, mana kak?" tanya Sheila masih dengan nada sopan karena bagaimana pun dia adalah kakak dari Sheila meski Sheila sedikit sakit hati karena kakaknya memilih kabur dalam pernikahannya sendiri sehingga dia yang harus menggantikannya.
"Kenapa elo cari cari mama sama papa, jangan jangan elo udah mau pisah sama suami elo ya?" ledek Maria kepada Sheila.
Maria sekarang tampil dengan gaun seksi dengan memperlihatkan belahan dadanya yang seperti ingin menggoda seseorang, namun Sheila tidak menghiraukannya sama sekali.
"Wah, dapet om-om tajir hidup elo jadi kayak princess ya sayang. Lihat nih gaunnya pasti mahal terus aksesoris nya juga lumayan nih!" ucap Maria kepada Sheila sambil ingin memegang barang-barang yang di pakai Sheila.
"Kak, yang sopan!" bentak Sheila.
"Berani elo," pekik Maria.
"Mar, udah jangan keras keras di lihatin orang orang tuh!" ucap salah satu teman Maria, Maria pun berusaha untuk menahan emosinya kepada Sheila yang kurang ajar itu menurutnya. (Yang kurang aja itu elo Maria, masih nyalahin Sheila. Ih author gedeg sama Maria sumpah).
"Awas aja elo, kalau bukan karena banyak orang udah gue habisin juga elo di sini." ancamnya kemudian pergi meninggalkan Sheila yang sedikit gemetar namun ia coba untuk menetralkan ketakutannya.
"Eh, siapa ini kok kayak kenal sih!" sindir wanita ibu dari anak tadi yang mengancamnya siapa lagi kalau bukan Ketty. Sungguh anak dan ibu sama sama gak ada sopan sopan nya.
"Mama," sapa Sheila masih saja sopan kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Saya sekarang sudah bukan mama kamu, lihat tuh di sana ada suami tua kamu." ledek Ketty dengan menunjuk uncle Steven yang berada di depan sambil tertawa terbahak bahak kemudian pergi meninggalkan Sheila sendirian dengan menggandeng tangan Aris yang hanya diam saja tanpa berbicara sama sekali.
"Sheila, jangan sedih sekarang adalah hari bahagia mu karena sudah bisa menyelesaikan kuliahmu, jangan gara-gara mereka hati bahagia mu rusak." ucap Sheila menyemangati dirinya sendiri.
Sedangkan tanpa mereka tahu kalau Brian dan juga mami Salma dan papi Boni ternyata melihat semua kejadian dari awal hingga selesai di ruang VVIP yang terpasang cctv di sana, rasanya Brian sangat ingin marah dan ingin langsung menembak mati saja orang tua Sheila tetapi Brian juga tahu kalau mereka adalah mertua mereka awas saja kalau mereka mengusik Sheila lagi maka Brian tidak akan segan-segan untuk menghabisi nyawa mereka semuanya.
"Astaga, jahat banget sih mereka!" pekik mami Salma tidak tega melihat Sheila yang di tindas.
"Mami yang sabar tenang saja, Brian pasti akan membalaskan semuanya." sahut papi boni memeluk tubuh sang istri yang terlihat sedih.
"Kasihan mantu mami, acara wisudanya terganggu sama keluarga yang tidak tahu di untung." sewot mami Salma.
Acara wisuda pun di mulai dari penyambutan dari rektor dan pembukaan lainnya, hingga acara inti yaitu penyebutan nama mahasiswa yang nantinya maju ke depan untuk di pakaian selempang tanda kelulusan.
Semua wisudawan terlihat gembira saat namanya di panggil satu persatu hingga sampailah pada nama Sheila yang di panggil, entah mengapa Sheila berada di urutan belakang sendiri untuk pemanggilan nama Sheila juga tidak tahu.
Sheila sempat syok karena memang tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu soal tersebut, mendengarkan hal itu Sheila dengan senang dan bangga Sheila maju ke depan sambil terus tersenyum di depan, semua itu tak luput dari pantauan Brian dan orang tuanya di ruang VVIP.
Setelah menerima selempang tersebut ternyata Sheila di persilahkan untuk memberikan sepatah dua kata untuk ucapan terima kasih.
"Terima kasih buat semuanya yang sudah menyemangati saya sehingga saya bisa sampai di titik ini, untuk semua orang yang berjasa buat saya, untuk suami saya terima kasih sudah mensupport saya hingga saya bisa berdiri di sini dan mami, papi terima kasih sudah memberikan kasih sayang layaknya orang tua saya sendiri dan Maya akhirnya kita lulus!" sambutan Sheila dengan bangga memperkenalkan suami dan mertuanya.
Maya juga ikut terharu dengan sambutan dari Sheila, karena Maya akhirnya bisa lulus bersama dengan Sheila.
Saat sambutan Sheila banyak yang syok karena Sheila yang ternyata sudah menikah, banyak yang penasaran dengan suami Sheila karena siapa pria beruntung yang bisa mendapatkan hati seorang Sheila ratu kampus di sini.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Maria pun segera menyebarkan banyak berita soal suami Sheila yaitu uncle Steven.
__ADS_1
"Mau tahu gak suami dari Sheila?" tanya Maria kepada teman-teman nya. semua orang pada mengangguk tanda ingin tahu, Maria pun menunjuk uncle Steven yang duduk di depan sana.
"Elo beneran mar, gak mungkin lah Sheila mau sama om-om, meski pun cakep sih tapi pasti udah tua lihat aja tuh ubannya," ujar lainnya.
"Gak percaya ya udah, gue ini kakaknya loh asal elo tahu." ucap Maria, semua orang pun merasa yakin dengan ucapan Maria.
Tak jauh berbeda dengan tribun para keluarga mahasiswa yang juga kebanyakan pengusaha pasti akan tahu siapa Steven Ardolph bukan, karena memang tak banyak tahu soal Brian yang lebih tertutup meski pun banyak media yang sangat ingin mengulik kehidupan pribadinya karena banyaknya scandal tentang Brian dengan artis namun Brian merasa sangat cuek dengan hal itu.
"Beneran Bu, itu kan tuan Steven Ardolph kakak dari Boni Ardolph bukan sih pemilik Ard Company?" sahut ibu-ibu tersebut.
"Iya, Bu."
"Kok ibu bisa tahu kalau gadis cantik itu nikah sama tuan Steven?" tanya ibu-ibu itu lagi.
"Ya, karena saya kan ibunya." jawab Ketty dengan santainya.
Semua gosip sudah beredar mulai dari Sheila adalah pelakor dalam hubungan orang lain karena semua tahu kalau tuan Steven sudah memiliki istri bahkan anaknya sekarang sudah ikut hadir. (Andai mereka tau kalau Sheila adalah menantu dari keponakannya dan Tante Melinda istri uncle Steven juga tahu soal kebohongan ini jadi tenang saja tidak akan ada yang salah paham.) dan banyak yang bilang kalau tuan Steven adalah sugar daddy dari Sheila dan banyak gunjingan lainnya.
"Rasain elo Sheila," gumam maria dalam hati senang.
Setelah itu Sheila pun turun ke bawah dengan bangga namun dia tidak menyadari tatapan aneh dari orang-orang yang menganggapnya sebagai wanita murahan hanya demi harta dia menikah dengan suami orang.
.
.
TBC
__ADS_1