Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Melahirkan


__ADS_3

Setelah proses pemakaman selesai Brian dan Sheila pun kembali villa di mana sudah ada mama Daniar dan juga papa Bastian di sana, mereka segera ke villa saat mendengar Aris meninggal karena bagai mana pun mereka tahu bahwa Sheila sang anak pasti masih menyayangi papa angkat nya walau pun mereka selalu jahat kepada Sheila.


Setelah beberapa hari kondisi Sheila sudah lebih baik bahkan dia sudah tidak terlalu memikirkan akan papanya yang sudah meninggal, tepat hari ini weekend sehingga semua orang berkumpul di villa dengan shetyang terus saja mengeluh kesakitan di perutnya, awalnya Brian ingin mengajak Sheila untuk ke rumah sakit tetapi Sheila bilang kalau ini pasti kontraksi palsu sehingga Brian pun mengurungkan niatnya untuk mengajak sang istri ke dokter karena Sheila sendiri juga tidak ingin ke dokter dulu.


"Sayang, gimana masih sakit?" tanya Brian dan langsung di angguki oleh Sheila.


"lebih baik kita ke dokter aja ya," ajak Brian Sheila sudah tidak bisa fokus lagi dia merasakan sakit sekali pada perutnya.


Mami Salma yang melihat Sheila seperti itu pun menebak bawah seperti nya Sheila sebentar lagi akan lahiran segera mami Salma dan para ibu ibu yang lainnya tahu akan hal itu pun segera menyuruh untuk Brian membawa Sheila ke rumah sakit dan untuk barang barang nya akan di bawa oleh mami Salma dan yang lainnya, semua orang ikut rempong karena Sheila akan lahiran.


Brian segera menggendong sang istri karena Brian tahu bahwa Sheila pasti sudah tidak bisa berjalan, Sheila mencoba untuk mengatur nafasnya agar tidak tambah sakit dia terus menarik dan menghela nafas mempraktikkan pelajaran senam ibu hamil yanh rutin ia lakukan saat hamil ini yang katanya baik untuk kesehatan ibu dan bayi nya.


Brian melajukan mobilnya dengan laju namun tetapi berusaha agar tidak membahayakan sang istri yang berada di belakang dengan mama Daniar yang memegangi Sheila, Brian rasanya sangat khawatir dengan kondisi sang istri sekarang ini yang menurutnya sangat tidak baik baik saja, keringat mulai bercucuran di dahinya membuat wajah nya menjadi pucat kasih.


Sampai di rumah sakit Brian langsung membawa Sheila ke ruangan pemeriksaan untuk diberikan oleh dokter Andin, Brian terburu hingga ia meninggalkan mama daniar, sedangkan mama Daniar tahu kalau menantunya itu pasti sedang khawatir.


Sampai di ruang pemeriksaan dokter Andin segera melihat kondisi Sheila dan benar saja Sheila sudah mulai pembukaan ke tiga Meksi pun masih lama Sheila meminta agar di lakukan cesar saja seperti ucapan dokter Andin waktu itu.


"Dok, kalau memang kondisi janinnya berbahaya seperti kata dokter lebih baik cesar saja dok," sahut Sheila.


"Nona, setelah saya lihat lagi ternyata seperti nya nona bisa melahirkan secara normal karena di lihat dari posisi janin yang sangat pas dan strategis dengan jalur keluarnya bayi," sahut dokter Andin.


"Jadi maksud dokter saya bisa lahiran normal?" tanya Sheila tak percaya dengan ucapan sang dokter.


Sheila terharu rasanya mendengar berita bahwa dia bisa melahirkan secara normal karena itu adalah idaman bagi setiap ibu.


Semua orang juga sudah berada di sana menunggu kelahiran pewaris kerajaan Ardolph yang akan menguasai seluruh kekayaan Ardolph bahkan berita bahwa Sheila sedang dalam proses melahirkan saja sudah bertebaran di mana mana membuat semua dunia maya dan dunia bisnis heboh karena telah lahir pewaris Ard Company.


"Sayang, bagaimana kondisi kamu?" tanya mami Salma yang sedang berada di dekat Sheila, beliau menyemangati sang menantu karena sudah berani untuk lahiran normal karena mami Salma tahu sangat sakit harus menahan pembukaan yang sangat lama tapi untungnya untuk pembukaan Sheila cukup singkat bahkan sekarang ini dia sudah pembukaan ke sembilan dalam waktu dua jam saja bukankah itu termasuk cepat.


Selama tiga jam menunggu akhirnya pembukaan untuk Sheila, sekarang ini Sheila sudah di pindahkan keruangan bersalin Dnegan Brian yang menemaninya di sampingnya menguatkan sang istri agar bisa bertahan demi baby mereka.


"Nona, saat saya hitung 1 sampai 3 di hitungan ke tiga maka nona mengejan ya," sahut dokter Andin.


"1, 2, 3!" ucap dokter Andin dan Sheila pun segera mengejan.


Hal tersebut berjalan beberapa kali hingga Sheila merasa sudah sangat capek, Brian sudah mencium i wajah sang istri beberapa kali memberikan semangat untuk Sheila agar tetap berusaha dan tidak menyerah, setelah hampir satu jam Sheila mengejan akhirnya bayi mungkin yang bahkan Sheila dan Brian saja belum tahu jenis kelaminnya karena setiap mereka USG selalu saja bersembunyi entah kemana membuat mereka memutuskan untuk tidak tahu jenis kelaminnya saja dan untuk suprise juga.


"Oek oek oek!" suara tangisannya terdengar nyaring di telinga pendengar nya bahkan Sheila yang mendengarkan suara baby nya untuk yang pertama kali pun meneteskan air matanya tak percaya bahwa dia sudah resmi menjadi seorang ibu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Selamat tuan, nona anak nya berjenis kelamin laki laki," sahut dokter Andin membersihkan tubuh bayi mungkin yang baru saja lahir ke dunia itu.

__ADS_1


Setelah di bersihkan dokter Andin pun segera memberikan bayi tersebut ke Sheila untuk mendapatkan ASI dari ibunya, dan untuk pertama kalinya Sheila dengan kesadaran yang tidak terlalu sadar dia mengendong sang anak untuk pertama kalinya dan juga memberikan asi atas instruksi dari dokter Andin pun merasa sangat terharu hingga ia menetes kan air mata bahagianya saat sang anak dengan lahap meminum asi sang mommy.


"Sayang terima kasih," sahut Brian mencium lama kening sang istri menyalurkan kesenangannya karena sang istri sudah berhasil melahirkan seorang putra tampan untuknya dan juga sudah berhasil bertahan di masa masa sulit saat melahirkan tadi, seorang mafia yang gagah harus luluh dengan kelahiran putra pertamanya pasti semua orang merasa terkejut jika melihat hal tersebut namun Brian tidak menghiraukannya karena baginya sekarang hidupnya adalah tentang istri dan anaknya tidak ada yang lainnya.


Setelah memberikan asi baby El pun di bawah oleh dokter Andin untuk di bersih dan di pakaikan baju sedangkan Sheila yang juga sudah di bersihkan pun segera di bawa keluar menuju ke ruang inapnya di ruang VVIP tempat biasa keluarga Ardolph di rawat jika di ruang sakit.


"Sayang, bagaimana?" tanya mami Salma saat Brian baru saja keluar sendirian karena Sheila masih di dalam dan juga karena Sheila sedang dalam pengaruh obat bius sehingga dia tidak bisa menjawab.


"Syukur ibu dan bayinya selamat dan untuk jenis kelamin nya adalah laki-laki mi," sahut Brian memberitahukan kepada keluarganya tentang proses persalinan tadi yang membuat Brian sangat tegang di dam sana.


Setelah beberapa saat Sheila pun di bawa oleh suster ke ruangan tersebut, dia masih dalam kondisi di bius sehingga dia tidak sadar akan hal apapun membuat Brian hanya bisa melihat wajah cantik istrinya yang sepertinya sedang kelelahan karena proses persalinan tadi.


Tak lama dokter Andin datang dengan membawa bayi Sheila dan Brian ke dalam membuat semua orang berkerumun dia ana merasa sangat gemas dan lucu melihat bayi yang sangat tampan tersebut.


"Wahh, tampan sekali ini cucu Oma!" sahut mami Salma merasa sangat senang akhirnya sekarang ada yang memanggilnya Oma.


Brian segera maju dan mengambil bayi tersebut lalu ia gendong karena Sheila belum bangun dari pengaruh obat bius, rasanya sangat aneh mengendong anaknya sendiri karena ini adalah pengalaman pertama baginya sehingga dia belum terbiasa.


"Sayang, kamu tinggi mommy bangun dulu ya baru habis itu kamu bisa di gendong sama mommy mu!" sahut Brian mengajak sang anak berbicara.


"Bri, akan kamu namai siapa bayi kamu?" tanya papa Bastian penasaran dengan nama yang sudah di siapkan oleh sang menantu.


"Nanti akan Brian beritahu kalau Sheila sudah bangun agar nanti Sheila juga bisa mendengar siapa nama anak nya," sahut Brian dan di angguki oleh yang lainnya.


Dia menggendong bayi mungkin yang padahal kemarin masih ada di perutnya namun sekarang dia malah sudah berada di gendongannya.


"Bri, sekarang kan Sheila sudah bangun. Kami penasaran dengan nama bayi kalian," sahut papi Boni yang sudah sangat penasaran.


"Iya, sayang. Aku juga penasaran sekali," sahut Sheila melihat ke arah Brian dan juga anaknya bergantian.


"Oke, aku akan kasih tahu siapa nama jagoan kecil ku ini," sahut Brian sambil menoel pipi cabi bayinya.


"Namanya adalah Elard Frey Ardolph yang memiliki arti seseorang yang berani dan yang di agungkan dari keluarga Ardolph, bagaimana?" sahut Brian bertanya.


"Bagus sayang," sahut Sheila merasa suka dengan nama yang di berikan.


"Selamat datang, baby El!" sapa Sheila kepada sang baby.


Semua orang sangat senang mendengar ucapan Brian tadi rasanya mereka tidak tahu lagi harus bagaimana karena merasa sangat bahagia bisa melihat baby El yang sangat tampan dan menggemaskan itu.


"Brian jangan lupa kamu harus konferensi pers untuk memberitahukan tentang kelahiran putra pertama kamu karena sekarang ini di luar rumah sakit media sedang berkumpul dan juga berita tentang kelahiran Sheila sudah tersebar, sudah banyak hadiah yang dikirimkan ke mansion dan juga karangan buka ucapan selamat di depan rumah sakit yang sudah berjejer panjang di sana," sahut papi Boni mengingatkan kepada sang anak.

__ADS_1


"Iya, Pi. Sebentar lagi Brian akan mengadakan konferensi pers namun hanya Brian saja tidak perlu Sheila karena Brian dan Sheila sepakat untuk tidak memperlihatkan terlebih dahulu wajah baby El karena dia masih sangat kecil nanti saat sudah waktu nya untuk di perkenalkan maka akan Brian perkenalkan kepada dunia siapa Elard itu!" sahut Brian dan di angguki oleh yang lainnya.


"Ya sudah kalau gitu terserah kamu bri, kalau begitu biar papi temani!" sahut papi Boni.


"Aku juga," lanjut papa Bastian dan di angguki oleh Brian.


Mereka bertiga pun segera menuju ke ruang konferensi pers dan akan memberitahukan tentang kelahiran pewaris tunggal kerajaan Ardolph mulai dari dunia bisnis bahkan dunia yang semua orang tidak tahu yaitu dunia mafia yang pasti akan jatuh ke tangan baby Elard.


Sampai di sana Brian segera membuka konferensi pers, banyak jepretan kamera yang menyala saat Brian baru saja masuk ke ruang konferensi namun mereka mencari sosok istri dari Brian namun tidak terlihat sama sekali dan hanya ada papi Boni dan juga papa Bastian sehingga kan Sheila dan para wanita sedang melihat konferensi pers di layar televisi yang di sediakan di sana.


"Selamat datang semuanya sekarang ini saya mengadakan konferensi pers ini untuk memberitahu kan tentang berita yang simpang siur di luaran sana agar nantinya tidak terjadi berita palsu yang akan merugikan saya dan keluarga saya!" sahut Brian tegas dan penuh wibawa.


"Pertama saya ingin memberitahukan bahwa berita tentang istri saya yang melahirkan adalah benar," sahut Brian menjeda ucapannya.


"Dan untuk jenis kelamin sendiri yaitu berjenis kelamin laki-laki dan saya beri nama Elard Frey Ardolph yang memiliki arti nama seseorang yang berani dan yang di agungkan dari keluarga Ardolph," sahut Brian.


Banyak orang yang merasa sangat suka dengan nama itu karena memiliki makna yang sangat dalam dan juga dengan nama itu bisa memastikan bahwa dia adalah keturunan dari Ardolph.


Brian pun kembali menjelaskan semuanya mulai dari berat badan saat lahir hingga tinggi badan saat lahir, semuanya Brian beritahukan agar tidak ada kesalahan dalam penulisan berita karena bisa mempengaruhi informasi sang baby.


"Tuan, mengapa anda melakukan konferensi pers sendirian, di mana nona Sheila?" tanya salah satu wartawan yang sangat penasaran dengan keberadaan bintang utamanya yaitu Sheila dan juga sang anak baru lahir.


"Karena dia baru saja melahirkan jadi stamina kurang bagus untuk berada di sini, dia juga dengan beristirahat dan memulihkan kondisinya dan juga saya ingin menyampaikan bahwa untuk saat ini saya harap agar para wartawan tidak mencari tahu wajah baby El karena kami berencana untuk merahasiakannya untuk beberapa waktu karena masih sangat kecil, kalau sudah waktunya kami pasti akan mengungkapkan wajah baby El, kalau sampai saya menemukan ada yang menyebarkan berita bohong dan juga wajah baby El maka saya akan melakukan tindakan jadi saya mohon untuk di pertimbangkan lagi," sahut Brian kemudian berpamitan pergi dari sana karena semua informasi yang ingin ia sampaikan semuanya sudah tersampaikan dengan baik sehingga dia merasa puas.


Setelah itu dia pun segera masuk ke dalam kamar sang istri ternyata sat masuk ke dalam Brian melihat sang istri sedang memberikan asi untuk sang baby membuat Brian merasa sangat senang sekali, di sana juga ada mami Salma dan juga mama daniar dan para Tante dan uncle yang juga di sana. (Tenang saja ya readers Sheila memberikan asi yang sudah di pompa kok jadi aman meski pun ada pria loh ya.)


"Hai anak deddy," sapa Brian dengan gemasnya melihat wajah sang anak yang menurutnya sangat persis dengannya mulai dari mata hidung hingga rambut yang lebat seperti nya namun hanya bibir saja yang sama seperti sang istri membuat Sheila seperti kesal karena bagaimana bisa dia yang mengandung terpaut wajah sang bayi malah seperti deddy nya.


"Bagaimana bisa ya padahal aku yang mengandung tetapi hampir sembilan puluh persen semua wajah nya sama seperti kamu sayang," sahut Sheila sewot tak terima.


"Namanya juga cetakan nya sayang," sahut Brian.


Semua orang senang sekali Dnegan hadirnya baby El membuat kehidupan mereka menjadi berwarna bahkan setelah beberapa bulan kelahiran baby El suasana mansion sudah menjadi lebih berwarna dan ceria.


Ngomong ngomong Brian dan Sheila sudah kembali ke mansion keluarga Ardolph dengan mami Salma dan juga papi Boni pastinya bahkan baby El makin ceria karena banyak mainan di sana yang di berikan oleh oma dan opanya juga kakek dan nenek nya yang berada di Austria.


Mama Daniar dan papa Bastian memang memutuskan untuk kembali ke Austria karena di sana ada kak Leon yang ternyata sang istri juga sedang hamil anak kembar membuat mama dan papa lebih baik di sana membantu untuk menjaga cucu kembar mereka nantinya namun juga sesekali ke Sheila untuk melihat cucu tampannya tersebut.


.


.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2