
Sedangkan di luaran sana, berita tentang Brian yang ternyata sudah menikah sudah menyebar luas karena memang saat kejadian kemarin ada orang orang yang masih di sana yang nekad untuk menyebarkan berita tersebut padahal para wartawan saja tidak berani untuk menyebarkan kejadian kemarin sama sekali namun ternyata ada orang yang dengan sengaja menyebarkan berita itu dan sekarang malah menjadi berita hangat di seluruh penjuru kota, tapi untungnya yang beredar hanyalah berita tentang pernikahan Brian bukan tentang penembakan nya karena orang yang menyebarkan tersebut sudah mendapatkan ganjarannya dari Brian dengan mengamputasi salah satu tangannya bukan kah itu sudah sangat baik hati dari pada harus dua tangannya kan.
"Bri, bagaimana kamu akan mengurus berita yang sudah terlanjut menyebar di internet ini?!" tanya papa Bastian.
"Mungkin Brian akan segera mengadakan konferensi pers pa, bi, uncle. Karena bagaimana pun berita seperti ini pasti akan keluar hanya menunggu waktu saja dan mungkin ini sudah waktunya," sahut Brian.
"Tapi bagaimana dengan Sheila!" sahut papi Boni.
"Maka dari itu lebih baik sekarang kita semua ke hotel lagi dan menjelaskan semuanya kepada Sheila," ucap Brian.
"Iya, benar apa kata Brian." ucap uncle Steven setuju dengan ucapan sang ponakan.
"Kamu berangkat lebih dulu saja Bri, papi dan yang lainnya akan segera menyusul," ucap papi Boni dan di angguki oleh Brian.
Kemudian Brian pun keluar terlebih dahulu dengan yoga di sampingnya sambil membicarakan tentang orang yang sudah menyebarkan berita tersebut karena bagaimana pun berita tersebut seharusnya belum keluar ke publik.
Yoga memang sangat cepat sekali dalam mencari siapa pelakunya sehingga berita tentang penembakan tidak sampai keluar ke publik karena bagaimana pun Brian di kenal sebagai pengusaha muda sukses dan tidak banyak yang tahu soal perannya sebagai ketua mafia yang paling di takuti di sana.
"Bagus, Yog. Kalau begitu sekarang saya mau ke hotel dulu dan untuk langkah selanjutnya tunggu saja mengabari," sahut Brian kemudian pergi begitu saja tanpa melihat bahwa yoga menundukkan kepalanya paham.
Brian pun pergi dari markas dan melajukan mobilnya ke hotel di mana Sheila berada, untuk papi dan yang lainnya masih berada di markas dan sebentar lagi akan menyusul katanya.
Sedangkan Sheila yang mencoba membuka matanya pun melihat mama Daniar dan juga mami Salma yang menemani nya tanpa adanya Brian di sampingnya.
"Sayang, kamu udah bangun?!" sahut mama Daniar saat tidak sengaja melihat Sheila yang ternyata sudah bangun di ranjang membuat mami Salma pun otomatis melihat ke arah Sheila.
"Sayang!" panggil mami Salma mengkhawatirkan kondisi sang menantu.
"Sheila gak papa kok ma, mi. Brian kemana?" tanya Sheila karena tidak melihat sang suami sama sekali dari tadi.
"Brian ada urusan di luar sayang, kamu tunggu aja nanti pasti dia akan balik." ujar mami Salma dan di angguki oleh Sheila.
Tak lama pintu terbuka dan menampakkan Brian yang sangat khawatir dengan keadaan sang istri dan anaknya di dalam kandungan.
__ADS_1
"Sayang, kamu gak papa kan?!" tanya Brian.
"Aku gak papa kok sayang," ucap Sheila menenangkan sang suami.
"Beneran?" tanya Brian lagi kurang yakin.
"Iya, aku gak papa kok. Kamu santai aja aku gak papa kok," sahut Sheila lagi.
Beberapa saat semua keluarga sudah berada di kamar hotel Sheila, papi Boni dan yang lainnya juga sudah kembali dari markas karena mereka ingin membicarakan hal penting sekarang ini kepada seluruh keluarga.
"Sayang," panggil papi Boni.
"Iya, Pi." jawab Sheila.
"Sebenarnya kami semuanya ke sini hanya ingin mengatakan satu hal saja..." jeda papi Boni.
"Apa Pi?' tanya Sheila menjadi penasaran.
Setelah menimbang banyak hal Sheila akhirnya menjawab ucapan dari sang papi dan mengiyakannya saja karena bagaimana pun perkataan dari papi Boni benar, bagaimana pun semua nya akan terbongkar pada waktunya bukan.
"Iya, Pi. Sheila hanya bisa ngikut saja," sahut Sheila.
"Iya, sayang." jawab papi.
Brian pun segera memeluk sang istri karena jujur dari tadi dia sangat khawatir dan takut dengan sang istri namun setelah Sheila mengatakan hal itu Brian sudah lebih tenang pada sekarang.
"Kalau begitu besok kita adakan konferensi pers untuk mengklarifikasi berita yang beredar di luaran sana," tegas papi Boni dan di angguki oleh yang lainnya.
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kalian semuanya istirahat saja dan gak usah mikir yang aneh aneh, besok pagi kita Adain konferensi pers nya di hotel ini saja," sahut papi Boni lagi.
Setelah itu semuanya pun keluar dari kamar tersebut dan menyisakan Brian dan Sheila di sana.
"Ya sudah sekarang kita istirahat ya," ajak Brian dan di angguki oleh Sheila.
__ADS_1
"Iya, ayo. tapi kamu peluk aku ya," sahut Sheila dengan manjanya.
"Astaga bumil satu ini ya manja banget," sahut Brian dengan menoel hidung Sheila gemas.
"Ih, kamu pakek pegang pegang!" kesal Sheila dengan cemberut namun Brian langsung saja memeluk sang istri yang baru sja berbaring.
"Jangan ngambek dong maminya baby El," sahut Brian membuat Sheila mengerenyitkan dahinya.
"Baby El?!" tanya Sheila.
"Iya, aku maunya nantinya kalau kamu sudah lahiran nama anaknya harus di mulai dari huruf El," sahut Brian sambil mengelus lembut perut Sheila dari belakang.
Sedangkan Sheila hanya bisa tersenyum senang dengan perbuatan sang suami dan juga ucapannya tadi soal nama anak mereka.
Setelah itu mereka pun memasuki dunia mimpi masing masing namun tetap dengan saling berpelukan menyalurkan segalanya, Brian bersyukur karena Sheila tidak jadi mengetahui identitas aslinya karena dia bakal mengira kalau Sheila akan mengetahui identitas nya dengan kejadian di ballroom tadi.
Brian masih menyiapkan semuanya untuk memberitahukan soal identitas nya kepada sang istri karena bagaimana pun indentitas nya ini sangat berbahaya dan takut jika Sheila tidak bisa menerima nya.
Itu hanya lah ketakutan Brian bagaimana pun dia sudah mencintai sang istri dan tidak siap jika sang istri harus meninggalkannya karena tahu akan identitas nya sebenarnya maka dari itu Brian sedang menyiapkan semuanya dengan matang karena perkejaan ini juga termasuk dalam pekerjaan papa Bastian di dalam nya sehingga harus lebih berhati-hati karena papa Bastian dan Sheila juga baru saja bertemu setelah sekian lamanya.
.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA πππ
MAAF YA KALAU AUTHOR TADI TELAT UPDATE BAB KARENA AUTHOR BARU AJA NONTON "KUKIRA KAU RUMAH" SEDIH BANGET FILMNYA DAN BAGUS BANGET ACTING PARA ARTIS MEMBUAT AUTHOR TERBAWA SUASANAπ€§
AUTHOR AKAN USAHAKAN UNTUK SEGERA UPDATE BAB SELANJUTNYA JADI DITUNGGU SAJA YAπ
DAN UNTUK READERS SEKALIAN YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA TERIMA KASIH BANYAK YA, AUTHOR SANGAT SENANG SEKALI ATAS ANTUSIAS DARI PARA READERS SEKALIAN ππ₯°
SALAM HANGAT DARI AUTHOR πππππ₯°π₯°β₯οΈβ₯οΈ
__ADS_1