Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 58_Di tinggal Pergi


__ADS_3

Tak terasa tiga hari berlalu dan hari ini adalah jadwal keberangkatan Brian ke negara Y, dari kemarin Sheila hanya diam dan tak banyak bicara seperti biasanya karena dia sangat sedih harus di tinggal oleh Brian.


"Boss, jet pribadinya sudah sampai." ucap yoga yang masuk ke area ruang keluarga di mana di sana juga ada mami salma dan papi Boni.


"Oke, sebentar lagi saya ke sana!" sahutnya, kemudian yoga pun meninggalkan ruangan tersebut dan memilih untuk tetap berada di luar sana.


Sedangkan di dalam suasana sedikit hening tidak ada pembicaraan sama sekali, dan Brian terus saja menggengam tangan Sheila erat dan juga sebaliknya.


"Sayang, aku harus pergi sekarang ya," izin Brian dengan mengelus kepala Sheila memberikan kehangatan dan Sheila sebenarnya tidak ingin Brian pergi namun ia tetap saja menganggukkan kepalanya.


"Mi, Pi. Brian pergi dulu, dan Brian juga titip tolong jaga Sheila saat Brian tidak ada ya," sahut Brian pamit dan juga menitipkan Sheila ke orang tuanya.


"Kamu tenang aja bri, kita pasti akan jagain mantu kesayangan mami ini," sahut mami Salma dan di angguki oleh papi Boni.


"Kalau gitu Brian pergi dulu," pamitnya dan di angguki oleh orang tuanya dan Brian juga melepas genggaman tangan nya kepada Sheila kemudian pergi meninggalkan mansion megah tersebut menuju ke jet pribadi yang kebetulan memang lending tak jauh dari mansion tersebut. (maklum kan orang kaya ya kan).


Brian sudah menaiki jet pribadinya untuk pergi ke negara Y, sedangkan Sheila masih saja sedih karena harus di tinggal pergi oleh suaminya.


"Udah sayang, gak usah sedih lagi ya." sahut mami Salma dengan mengelus rambut Sheila pelan.


"Iya, mi." jawab Sheila mencoba untuk tetap tersenyum padahal hatinya sudah mulai sepi padahal juga baru di tinggal beberapa jam saja.


"Gimana kalau kamu ikut mami aja," sahut mami Salma.


"Kemana mi?" tanya Sheila karena memang dia hari ini dia libur karena weekend dan Sheila juga tidak ada agenda kemana manapun.


"Gimana kalau kita main golf aja, soalnya mami pingin bangat main golf sama mantu kesayangan mami!" sahut mami salma yang begitu antusias.

__ADS_1


Sheila pun menimbang-nimbang ajakan mami Salma, karena Sheila tidak ada kegiatan juga jadi Sheila menyetujui ajakan dari maminya tersebut.


Setelah sampai di area lapangan golf mami Salma dan juga Sheila pun berganti pakaian golf, Sheila sangat terlihat cantik dan elegan dengan pakaian simpel tersebut, dasarnya memang Sheila sudah cantik sehingga pakaian apapun cocok untuknya.


"Sudah siap sayang?" tanya mami salma yang sudah siap semuanya.


"Sudah, mi."


Mereka berdua pun berangkat menuju ke lapangan golf dengan mengendarai golf cart, rasanya ini adalah pengalaman pertama Sheila dalam bermain golf bahkan pertama kalinya juga untuknya masuk ke dalam lapangan golf.


Saat sampai di area lapangan betapa terkejutnya Sheila melihat hamparan rumput hijau yang sangat luas, tak banyak orang yang ada karena memang untuk menyewa tempat ini saja harus merogoh kocek yang sangat besar apa lagi bagi Sheila yang makan saja dia harus bekerja dulu meski pun orang tuanya ada tapi dia sama sekali tidak pernah merasakan uang hasil kerja keras orang tuanya.


Karena ini adalah pengalaman pertama Sheila sehingga dia sangat kaku dan perlu beberapa waktu agar dia bisa terbiasa dengan stik golf tersebut.


Sheila di ajari oleh pelatih yang memang mami siapkan untuk menantunya tersebut, semuanya sangat senang karena bisa mengajari Sheila yang notabennya adalah salah satu menantu dari keluarga terkenal.


"Iya, mi. seru banget ternyata!" pekik Sheila saking senangnya karena ia menganggap bahwa golf salah satu permainan yang sangat seru.


"Nah kan ketagihan, kalau gitu mami akan sering ajak kamu buat main ke sini," sahut mami Salma.


"Bener mi?" tanya Sheila dan mendapat anggukan dari mami Salma, hal itu membuat Sheila amat senang bukan main sekali.


Namun saat sedang seru serunya bermain golf dengan mami Salma, tak jauh dari tempat Sheila dan mami Salma berdiri ada wanita yang sedang melihat intens ke arah Sheila, dia adalah Maria yang kebetulan sedang melakukan pemotretan sebuah sampul majalah meski pun tidak terkenal tapi Maria tetap melakukannya padahal dia inginnya yang sudah terkenal tapi untuk pemula gak masalah. Maria memang sedang menjajaki dunia permodelan dan ingin menjadi artis itu pun berkat bantuan Rendi sang pacar yang kebetulan mengenal beberapa pemilik agensi kecil karena usaha orangtuanya yang juga berkecimpung di dunia agensi untuk mencari para artis.


Karena ada sedikit jeda dalam pemotretannya Maria hanya sekadar ingin jalan-jalan tipis lah di area lapangan golf ini karena memang jarang sekali Maria datang ke tempat mewah seperti ini. Namun tanpa sengaja saat ia sedang asyik berjalan-jalan dengan golf cart nya dia melihat penampakan orang yang sangat ia kenali, yang sedang asyik bermain golf dan juga saling tertawa dengan wanita tua.


"Stop!" pekiknya dan mobil pun berhenti.

__ADS_1


"Itu bukannya Sheila," gumam maria tak terima kalau Sheila bisa datang ke tempat mewah seperti ini.


Maria pun turun dari golf cart nya dan berjalan menghampiri Sheila dan mami Salma yang pasti Maria sudah tahu, siapa sih yang tidak tahu soal keluarga Ardolph pemilik perusahaan besar.


"Eh, siapa ini ya?" sahut Maria dari belakang Sheila dan mami Salma.


Sedangkan Sheila yang mendengar suara itu pun berbalik dan melihat siapa gerangan yang menyapanya dan diikuti oleh mami Salma.


"Kak Maria?" sahut Sheila yang sedikit terkejut akan adanya kakaknya di sana.


"Wahh, nyonya Salma ke sini sama istri dari tuan Steven ya," sahut Maria yang sok sokan kenal.


Sedangkan mami Salma hanya mengerutkan dahinya saat Maria bilang kalau Sheila adalah istri dari Steven, tapi sedetik kemudian Sheila memberitahukan kalau kakaknya ini lah yang kabur di hari pernikahannya dengan Brian waktu itu.


"Ohh, iya." respon mami Salma.


"Nyonya Salma hati-hati sama wanita ini, dia itu sangat tidak sopan dan nakal awas aja nanti tuan Brian malah di goda lagi padahal kan dia sudah menjadi istri dari tuan Steven!" sahut Maria dengan sombongnya.


"Kak Maria, tolong ya ucapannya di jaga!" sahut Sheila yang sedikit geram.


"Apa!" bentaknya.


"Sudah Sheila mending kita pergi aja ya," ajak mami Salma menarik Sheila untuk menjauh dari Maria, sedangkan Maria yang di tinggal pun mendesah kesal ingin marah tapi dia takut jika ada nyonya Salma secara dia adalah istri dari Boni Ardolph dan juga ibu dari Brian Albern Ardolph bisa habis dia jika menyakiti nya.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2