Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 45_Serangan Dadakan


__ADS_3

Sheila merasa bingung dengan tatapan semua orang yang melihatnya, apakah dia membuat kesalahan tadi hingga semua orang melihatnya seperti memandangnya jijik dan berbisik bisik dengan masih bisa di dengar oleh Sheila.


"Sheila, sini!" panggil Maya saat Sheila sudah akan duduk.


"Ada apa sih mau, kok kayaknya semua orang ngelihat aku kayak gitu?" tanya Sheila yang tidak tahu apa-apa.


"Sheila, semua orang sedang membicarakan tentang dirimu yang menikah dengan tuan Steven, apa kah itu benar?" tanya Maya yang sebenarnya juga kepo akan kebenaran pernikahan sahabatnya ini.


Akhirnya Sheila tahu kenapa semua orang melihatnya dengan tatapan seperti itu, namun Sheila tidak ingin ambil pusing toh kata Brian biarin saja yang penting kebenarannya tidak begitu.


"Nanti aku ceritain," ucap Sheila dengan tetap menampilkan senyum manisnya.


Maya pun hanya menganggukkan kepalanya paham karena dia hanya percaya saat itu keluar dari mulut Sheila sendiri begitu pun sebaliknya.


Sheila memang sangat menyayangi Maya seperti saudara sendiri begitu pun dengan Maya, bahkan Sheila sering sekali bermalam di rumah Maya juga Sheila sudah kenal dengan tua Maya makanya mereka sangat akrab dan tak sungkan-sungkan untuk bercerita.


Acara wisuda berjalan lancar hingga sekarang sudah banyak wisudawan dan tamu undangan yang pergi dan tinggal beberapa saja, sedangkan uncle Steven tadi izin kepada Brian untuk pergi terlebih dahulu karena ada sedikit urusan dengan markas elang namun Clara masih stay menemani Sheila yang akan berjalan ke luar ballroom dengan Maya dan Clara masing-masing di samping Sheila, karena orang tua Maya tadi ada urusan karena nenek Maya sakit sehingga hanya bisa sebentar namun Maya tetap senang dan mendoakan semoga neneknya segera sembuh.


"Eh, ibu sama anak kompak banget sih!" sindir Maria yang berjalan angkuh menuju ke arah Sheila.


"Kak, selamat ya." ucap Sheila masih tetap sopan. (Nih Sheila jangan sok polos ngapa sih, kesel author lihatnya.)


"Cihh, asal elo tahu ya. gue gak butuh ucapan selamat elo, elo pasti nyuap kampus kan biar elo dapet predikat mahasiswa terbaik," ucap Maria.


"Astaga, kak. Sheila gak pernah gitu ya," ucap Sheila sedikit meninggikan suaranya tidak terima atas tuduhan yang di layangkan kakaknya tersebut.


Namun Maria hanya diam dan tak menggubrisnya, tak lama Aris dan Ketty pun menghampiri Sheila dan juga Maria.


"Sayang, selamat ya." ucap Ketty sambil mencium pipi sang anak memberikan kasih sayangnya, sedangkan Sheila rasanya sangat sakit karena dia dari kecil tidak pernah di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Ih, eh Tante banyak oplas inget ya kak Sheila itu emang pinter dari Sono nya kalau iri bilang bos!" sindir Clara yang tidak kuat melihat kakak cantiknya di hina seperti tadi.


"Maaf, nona muda. tuan sudah menunggu di mobil," ucap Laura yang datang menghampiri Sheila.


"Iya, Laura. sebentar lagi saya ke sana," jawab Sheila.


"Udah, kak. ayo pulang! kayaknya mereka semua udah nunggu gak ada untungnya terus-terusan di sini banyak kuman," sahut Clara menarik tangan Sheila.


Mereka bertiga pun pergi, awalnya Maya tidak enak hati tetapi Clara malah ikut tarik Maya sehingga sekarang Maya berada di mobil Clara dan Sheila berada di mobil depannya yang juga terlihat mewah.


"Kok Sheila sama Clara pisah ya, bukannya Clara sekarang anak dari Sheila?" gumam Maya dalam hatinya masih merasa bingung.


"Kak Maya, biar Clara anter aja ya." ucap Clara dan mendapat anggukan dari Maya yang sebenarnya dia sangat tidak enak hati karena baru pertama bertemu dengan Clara tapi Clara sangat baik padanya.


Sedangkan Brian sudah menunggu Sheila lama di mobil, dia terus memantau Sheila dari cctv yang terpasang rasanya ia ingin membalas dendam dengan Aris dan juga Ketty yang menurutnya keterlaluan sebagai orang tua.


Sheila masuk ke dalam mobil dan melihat Brian yang hanya duduk diam di belakang, karena di depan ada yoga sebagai supirnya dan Laura di samping supir.


"Ada apa?" tanya Brian karena tanpa melihat Sheila Brian sudah tahu kalau Sheila terus saja melihat, saat Brian mengucapkan hal itu Sheila otomatis gelagapan dan mencari segera mencari alasan yang tepat.


"Ehh,, ehh siapa yang ngelihat kamu ih GR banget sih!" ucap Sheila sambil mengalihkan pandangannya ke arah jendela samping.


Brian melihat gelagat aneh dari sang istri pun segera menutup kaca dengan bahan yang tidak tembus pandang dan jangan lupa menaikkan pembatas antara kemudi dengan bagian belakang dengan tombol otomatis sehingga sekarang hanya Sheila dan Brian saja yang ada di sana, yoga dan Laura segera mengalihkan pandangannya mereka tahu apa yang akan di lakukan bosnya itu sebentar lagi.


Pasti Sheila keluar dengan Brian sudah menggendongnya dan juga baju yang sudah tidak tertata rapi, apa lagi nona mudanya sekarang menggunakan gaun mewah yang sangat cantik, begitu lah pandangan dari Laura dan juga yoga.


Sedangkan Sheila sedang menatap Brian dengan elang, maklum Sheila sedikit syok saat melihat mobilnya sudah di tutup apa lagi sekarang ia tidak bisa melihat depan.


"Ada apa?" tanya Sheila sedikit ketus saat melihat Brian terus melihatnya secara intens.

__ADS_1


"Cantik!" ucap Brian kemudian segera mengalihkan Sheila ke pangkuannya.


"Aaaaa!" pekik Sheila yang kaget akan kecepatan tangan Brian yang langsung menariknya.


"Kok teriak sih sayang," ucap Brian.


"Turunin, aku bisa duduk sendiri!" ucap Sheila dengan sewotnya membuat Brian gemas di buatnya.


Segera Brian mencium bibir Sheila yang sangat ingin ia cicipi dari tadi, bahkan saat sebelum berangkat namun Brian harus menahannya karena nanti makeup sialan itu akan jelek.


Brian memperdalam ciumannya, tangan kirinya menahan tengkuk Sheila agar bisa membedakan lagi sedangkan tangan satunya lagi menarik pinggang Sheila dengan erat hingga Sheila tidak bisa bergerak dan terus ke arah Brian, melihat Sheila sudah kehabisan nafas pun Brian melepaskan ciumannya.


"Manisnya," ucap Brian sambil membersihkan lipstik di bibir Sheila yang sedikit tak beraturan karena ulahnya.


"Ih, lepasin." ucap Sheila kemudian kembali ke tempat duduknya bajunya sedikit berantakan karena tangan Brian tadi yang terus saja berkeliaran di semua tubuh Sheila membuat Sheila mau tidak mau menerima serangan dadakan di mobil tadi.


"Kamu tadi kenapa enggak bilang aja kalau aku suami kamu," ucap Brian membahas soal Sheila tadi di acara wisuda.


"Aku emang gak mau aja, aku udah gak mau ambil pusing dengan berita bodoh kayak gitu Brian. yang terpenting kan sekarang yang jadi suami aku kamu bukan uncle Steven," sahut Sheila.


"Tapi kamu bisa membalasnya dengan kekuasaan kamu sekarang Sheila!" sahut Brian dan hanya mendapat tatapan sayu dari Sheila.


"Iya, aku minta maaf." ucap Sheila.


Brian pun merasa bersalah karena ucapannya tadi, segera ia memeluk erat tubuh sang istri yang sepertinya sangat lemah ini.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2