
Pagi harinya semua sudah bersiap siap untuk pergi dari hotel karena memang hanya menyewa selama 2 hari saja, orang kaya mah bebas buat acara ulang tahun aja harus booking hotel dulu meksipun itu miliknya sendiri sih, serasa vila saja padahal hotel kan besar dari pada vila dan hanya beberapa orang saja yang menempati dasar emang keluarga Ardolph itu ya.
Sekarang Sheila sudah berada di mobil dengan Brian setelah tadi berpamitan dengan yang lainnya karena uncle Eric akan berlibur dengan anak dan istrinya sebentar di sini sedangkan uncle Steven langsung pergi karena akan berlibur juga dengan anak dan istrinya ke negara Z tempat di mana Gabriel anak uncle berada.
Sedangkan mami Salma dan papi Boni berada di mobil uang berbeda dengan Brian dan juga Sheila, meski pun keluarga Ardolph dianggap sebagai klan mafia kejam di dunia mafia namun percayalah jika sudah bersama dengan pasangan dan keluarga maka aura kekejaman mereka akan hilang seketika, itu lah yang terjadi sekarang dengan Brian jika dia sudah mencintai seseorang maka akan sulit untuk orang itu pergi dari Brian.
Sampai di mansion besarnya mami Salma dan papi Boni ternyata sudah sampai terlebih dahulu, sedangkan Sheila dan Brian baru saja sampai mungkin karena saat dalam perjalanan tadi Sheila ingin mampir ke taman dekat dengan kompleks perumahannya.
"Kok baru sampek?" tanya mami Salma saat pasangan muda itu baru saja masuk.
"Tadi Sheila mau lihat taman dulu mi, ternyata bagus banget ya." ucap Sheila menghampiri mami Salma dan papi Boni.
"Suka ya?"
"Iya, mi. suka banget," jawab Sheila dengan sumringah membuat semua orang di sana memandang senang Sheila karena sebelum Sheila datang keluarga mereka flat saja tanpa bumbu kesenangan.
"Oh, ya Brian, mi, Pi. Sheila mau bilang sesuatu," ucap Sheila memandang ke arah mereka semuanya.
"Ada apa sayang?" tanya Brian mulai khawatir karena bicara Sheila terlihat serius.
"Emmm, bulan depan Sheila sudah bisa wisuda dan mendapat gelar sarjana Sheila," ucap Sheila terlampau senang bukan main.
"Wah selamat sayang," balas mami memeluk erat tubuh sang menantu.
Tak hanya cantik ternyata Sheila juga pintar puji syukur dari mami Salma karena sudah memberikan menantu seperti Sheila yang selalu ia idam-idamkan.
"Selamat nak," ucap papi Boni memberikan selamat kepada Sheila.
__ADS_1
"Terima kasih, mi, Pi. tapi Sheila juga khawatir!" sahutnya membuat Brian mengerutkan keningnya.
"Ada apa?" tanya Brian.
"Kan pernikahan kita di rahasiakan dan di wisuda nanti sepertinya kak Maria akan datang, meski pun kak Maria lebih tua dari aku tadi dia lulus wisudanya bareng sama aku," sahut Sheila menjelaskan permasalahannya kepada semua orang.
Maria memang kuliah terlebih dahulu dari pada Sheila, tetapi entah gara-gara apa dia malah telat untuk lulus dan baru bisa wisuda barengan dengan Sheila.
"Kalau gitu bagaimana rencana kamu Brian?" tanya papi Boni.
"Bagaimana kalau uncle Steven saja yang hadir nanti mami sama papi bisa ikutan," ucap Sheila menjeda sambil melihat ke arah Brian.
"Kamu tenang aja, papi akan minta untuk mengosongkan ruangan VVIP di kampus kamu, kebetulan papi kenal sama rektor sana." sahut papi Boni dan mendapat anggukan dari Brian.
"Terima kasih Pi," ucap brian.
Mereka pun saling bercengkrama dengan lembut dan sesekali Sheila menceritakan pengalamannya di kampus hingga dia bisa lulus, papi Boni juga menawarkan Sheila agar bekerja saja di kantor bersama Brian tetapi Sheila menolak karena alasan dia ingin lebih mandiri dan juga dia sudah nyaman bekerja di restoran meski pekerjaannya sedikit berat tetapi bayarannya cukup mahal dan juga dia sudah nyaman dengan rekan-rekan kerja lainnya, mereka pun tidak memaksa dan menghormati keinginan dari Sheila.
"Astaga Sheila mengapa kau membangunkan macan yang sedang tertidur," gerutu Brian kemudian pergi ke kamar mandi dan berendam air dingin.
Bisa saja Brian menerkam Sheila tetapi dia masih sadar istri pasti lelah lalu tertidur Brian tidak ingin melakukannya saat Sheila masih dalam keadaan seperti itu. (Kasihan sekali kau Brian harus menuntaskan sesuatu yang bahkan belum di mulai).
š„š„š„
Satu bulan kemudian, Sheila sudah cantik dengan gaun cantik dari perancang terkenal negara X bahkan dunia karena mami Salma sendiri yang memilihkan desainer untuk pembuatan gaun wisuda untuk Sheila.
"Udah siap?" tanya Brian saat masuk ke dalam kamar yang tadi Sheila di dandani oleh makeup artist.
__ADS_1
"Kenapa? jelek ya," sahut Sheila saat melihat Brian malah hanya menatapnya tanpa berkata apapun di ambang pintu.
"Ini beneran kamu?" tanya Brian dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Mending gak usah dateng deh," ucap Brian dengan sedikit kesal.
"Kenapa?" mendengarkan hal itu Sheila sedikit terkejut pasalnya dia tidak di perbolehkan untuk ke acara wisuda nya sendiri.
"Aku gak mau istri cantik ku di nikmati oleh orang lain, biar aku aja yang menikmati betapa cantiknya istriku ini." sahut Brian lagi.
"Aduh posesif sekali suamiku ini," ucap Sheila.
"Biarin, kan emang kamu cantik Sheila ingin aku kurung aja jadian, gak mau orang lain ngelihat kecantikan kamu," godanya.
"Ih, pagi pagi udah gombal." sahut Sheila kemudian keluar meninggalkan Brian.
Keluarga yang melihat pun tak kalah terkejut seperti Brian, betapa cantik Sheila hari ini dengan gaun panjang simpel namun elegan dan juga tubuh proporsional dan aksesoris mahal dari Sheila menambah kesan mewah, pasti akan banyak mahasiswa yang kepincut dengan Sheila nantinya.
Sekarang mereka sudah berada di tempat wisuda dengan Brian, mami Salma dan Papi Boni yang sudah berada di tempat VVIP namun bisa memantau Sheila dengan jelas, sedangkan uncle Steven sudah di runding oleh Brian dan juga papi Boni untuk menemani Sheila nantinya karena adanya keluarga angkasa karena mereka belum tahu yang sebenarnya bukan.
Akhirnya uncle Steven pun mengiyakannya untung saja dia sudah kembali dari liburan nya setelah liburan sekaligus menjenguk Gabriel anak laki-lakinya dan jangan lupa Clara juga ikut dalam acara wisuda ini.
Emang ya Clara itu sangat manja dengan uncle Steven mungkin karena memang anak perempuan yang sangat di sayang.
Sheila sudah berada di dalam gedung dan sudah berpisah dengan uncle Steven dan Clara yang langsung di sambut oleh rektor, siapa juga yang ingin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk bertemu dengan Steven Ardolph salah satu pengusaha terkenal dan kakak dari Boni Ardolph, kemudian mereka duduk di barisan para tamu undangan bagian depan.
.
__ADS_1
.
TBC