
Sampai di depan markas rasanya jiwa Sheila langsung menciut melihat tempat yang sangat mengerikan jika di lihat dari depan itu, awalnya Sheila sangat senang bisa bertemu dengan orang tuanya dulu tetapi sekarang Sheila malah sedikit takut dengan suasana yang tercipta dari tempat tersebut.
"Ayo," ajak Brian.
Sheila pun mengikuti sang suami masuk ke dalam, saat baru saja masuk Brian dan Sheila langsung di sambut oleh Aldo dan juga yoga. Sheila yang melihat yoga di sana pun sedikit terkejut meski pun dia sudah tahu kalau yoga berhubung dengan klan elang anggota mafia juga.
"Selamat datang, tuan nona." sapa Aldo dan yoga dan hanya di angguki oleh Brian.
"Saya akan ke bawah tanah dengan istri saya jadi pastikan di sana tidak akan terjadi apa-apa!" perintah Brian.
"Baik, tuan." jawab Aldo.
Kemudian dia pun membawa Brian dan Sheila ke ruang bawah tanah di mana para tahanan di tempatkan, baru saja masuk Sheila sudah mencium bau darah segar yang sepertinya baru saja ada pembantaian membuat bulu kuduk Sheila merinding dengan keganasan dunia mafia.
Sheila melihat di sekelilingnya orang orang yang mengerang minta ampun saat Brian datang tadi, jujur Sheila tidak tega melihat nyawa orang harus di perlakukan seperti ini rasanya Sheila tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan nya menuju ke orang tua dan kakaknya.
Sampai di salah satu tempat di mana di ana ada Aris, Ketty, Maria dan juga Tiffany dalam satu sel. Mereka sudah di lumuri banyak darah membuat Sheila sangat sangat kasihan bagaimana bisa orang yang dulunya sangat cantik karena perawatan sekarang malah harus merasakan sakit akibat perbuatannya.
"Sheila!" pekik Aris saat melihat Sheila dan Brian datang ke sana.
Semua orang melihat kedatangan orang yang sudah mereka tunggu yaitu Sheila di mana mereka bisa meminta agar Sheila memaafkan mereka dan agar Brian Brian melepaskan mereka juga.
"Sheila sayang, tolongin mama ya nak!" ucap Ketty dengan nada memelas meminta pertolongan namun di hati Sheila sekarang ini mereka adalah orang tua yang sudah membuat hidup Sheila hancur beberapa tahun lalu, untuk masalah kasihan Sheila sangat kasihan sekali dan ingin melepaskan mereka semuanya tetapi di lihat dari sikap mereka yang dulunya sangat berbeda jauh kepada Sheila membuat Sheila seperti menutup pintu hatinya, untuk masalah maaf, dia sudah memaafkannya namun untuk masalah melepaskan mereka maaf Sheila tidak ikut campur dalam urusan Brian dan juga para tahanan nya.
"Ma, pa, kak Maria. Aku sebenarnya ingin sekali melepaskan kalian semuanya tetapi ini semua bukan kehendak ku, aku tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain. Kalian semuanya berurusan dengan Brian maka minta ampun lah kepada Brian bukan aku," sahut Sheila mencoba untuk menahan air matanya yang sudah ingin jatuh tidak tega, dasarnya memang hati Sheila lembut sehingga dia tidak tega akan hal seperti ini. (Sheila jangan polos polos ngapa, kesel deh author jadinya!)
"Brian, kami minta ampun!" sahut Aris meminta ampun kepada Brian.
__ADS_1
"Sheila, tolong lepaskan kami!" minta ampun Tiffany dengan suara yang sudah bergetar hebat.
"Sheila tolong kami ya!" sahut Maria meminta pertolongan namun Sheila malah mengabaikannya begitu saja karena baginya kakak nya dulu sangat jahat kepadanya bahkan di juga terlibat dalam penculikannya waktu itu.
"Kak Maria, aku di sini bukan untuk melepaskan kalian! Aku di sini hanya untuk mengatakan bahwa mulai sekarang aku tidak akan pernah menemui kalian lagi dan juga memutuskan semua tahu kekeluargaan kita, asal kalian tahu bahwa kalian semuanya adalah golongan tanah yang terkutuk dan keji karena membenarkan segala cara untuk membenarkan suatu hal," sahut Sheila.
"Dan satu lagi, kalau kalian ingin keluar maka lebih baik mati saja di sana karena aku pastikan bahwa Brian tidak akan pernah melepaskan kalian semuanya kalau bukan karena kalian yang mati," sahut Sheila kejam kemudian pergi meninggalkan aris dan yang lainnya.
Sedangkan Brian melihat sikap sang istri sedikit tercengang karena baginya Sheila sangat berubah, awalnya Brian mengira bahwa Sheila akan meminta kepada Brian untuk mengeluarkan Aris dan keluarnya namun pemikirannya sepenuhnya salah karena Sheila ternyata malah menyerahkan sepenuhnya hukuman kepada klan elang dan Brian, dimana dia sudah menjelaskan kepada semua orang bahwa tidak ada yang bisa keluar dari tahanan tersebut kecuali kalau mereka kami membuat Brian salut dengan sikap sang istri.
Brian pun mengikuti Sheila keluar dari ruang bawah tanah tersebut meninggalkan Ketty dan yang lainnya meronta-ronta untuk di selamatkan karena mereka sudah Riska sanggup lagi berada di sana.
"Sheila, Brian! Tolong selamatkan kami!!" pekik Ketty saat melihat Sheila pergi bahkan dia terus saja berteriak hingga Sheila dan Brian tak terlihat lagi mereka.
"Sayang," panggil Brian saat mereka sudah keluar sepenuhnya dari ruang bawah tanah.
"Sayang," ucap Brian merangkul bahu sang istri.
Sheila pun langsung memeluk erat tubuh sang suami dan menyalurkan tangisannya di pelukan sang suami, Sheila hanya merasa tak tega namun dia juga sudah puas setelah mengucapkan hal yang menurutnya kejam.
"Mau aku lepasin?" tanya Brian namun langsung mendapat gelengan dari Sheila, ia memang kasihan tetapi mereka juga harus mendapat balasan dari perbuatan mereka bukan sehingga Sheila tidak akan meminta sang suami untuk melepaskan mereka dan biar kan mereka merasakan kejam nya dunia karena telah berbuat semuanya sendiri.
"Enggak usah, biar kan saja mereka mendapat balasan atas apa yang sudah mereka perbuat!" ucap Sheila kemudian pergi dari sana di ikuti oleh Brian.
Sheila sudah puas setelah bertemu dengan keluarganya dia pun memilih untuk kembali ke villa tersebut saja karena dia capek sekali padahal dia hanya berbicara sedikit tadi meski pun dengan sedikit ngegas juga sih.
Sampai di villa di sana ternyata sudah ada mama Daniar dan juga papa Bastian yang sudah berada di sana sedangkan sang kakak Leon sudah kembali ke Austria untuk mengurus bisnis keluarga Kiel karena mama dan papanya memilih untuk tidak bekerja lagi dan menikmati masa tua dengan anak dan juga cucunya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
__ADS_1
"Mama papa," sapa Sheila saat baru saja masuk ke dalam villa.
"Sayang, kamu dari mana aja sih sayang?" tanya mama Daniar ke arah Sheila sambil mengelus perut buncit sang anak.
"Habis jalan jalan bentar ma," jawabnya.
"Sayang, kamu minum susu kamu dulu ya." sekarang mami Salma yang datang dengan membawa susu ibu hamil dari dapur.
"Makasih mi," ucap Sheila berterima kasih karena maminya sangat perhatian sekali dengan dirinya.
"Iya, sayang. Sama sama," jawab mami Salma.
Para ibu-ibu itu asyik mengobrol dengan senangnya bahkan mereka juga mengelus perut sang anak dan menantu seperti tidak sabar akan kedatangan jagoan kecil keluarga Ardolph dan Kiel ke dunia ini.
Sedangkan para laki laki sedang berada di depan dengan membahas soal dunia gelap mereka apa lagi kalau bukan mafia, karena sekarang ini banyak media yang menyoroti keluarga Ardolph dan Kiel setelah tahu kalau Brian sudah menikah dan istrinya adalah anak dari Bastian Kiel yang hilang beberapa tahun lamanya sehingga banyak pengusaha dunia mafia mengincar Sheila di mana jika mereka bisa mendapat kan Sheila maka bisa di pastikan bisnis keluarga Ardolph dan Kiel akan hancur karena Sheila adalah titik lemah dari semua orang.
"Bagaimana bri, apa yang akan kamu lakukan?" tanya papi Boni.
"Brain pasti akan menangkap orang yang sudah berusaha untuk menyerang klan elang melalui Sheila karena bagaimana pun klan elang dan juga Sheila sangat lah penting bagi Brian," sahut Brian penuh keyakinan.
"Bagus, papi mu dan papa akan terus mendukung apa pun tindakan kamu yang terpenting Sheila aman!" sahut papa Bastian.
"Pasti itu pa," balas Brian meyakinkan sang mertua nya bahwa dia akan menjaga sang istri dengan sungguh sungguh.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........