Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
EXTRA PART


__ADS_3

Lima tahun kemudian.....


Sekarang ini Sheila sedang berada di kamarnya sendirian karena sang suami sedang bekerja dan sang anak sedang sekolah sehingga dia sendirian.


Dia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya karena dari tadi dia merasa lemas dan ingin sekali muntah.


Benar saja baru saja akan keluar dari kamarnya Sheila sudah merasa mual, dia segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengeluarkan semua yang ingin di keluarkan, namun tidak ada apa apa dan hanya cairan saja yang keluar.


"Aduh aku kenapa sih kok mual banget?" tanya Sheila merasa kesal karena harus bolak balik ke kamar mandi.


Setelah di rasa sudah membaik Sheila pun berencana keluar untuk sekedar menghirup udara segar taman belakang siapa tahu sang mami berada di sana juga.


Namun saat dia akan melangkah tiba-tiba dia teringat akan suatu hal yaitu terakhir kali dia datang bulan.


"Astaga, aku terakhir datang bulan kapan ya?" tanya Sheila mencoba mengingat ingat kembali.


Dia pun segera mencari kalender perhitungan nya dan benar saja dugaannya kalau dia sudah telat dua minggu dari biasanya.


Dia pun mengerenyitkan dahinya mengingat kalau dia telat dua minggu dan dia mual di pagi hari sama seperti waktu dia mengandung Elard anak pertamanya.


"Jangan jangan." duga nya.


Segera dia menuju ke kamar mandi dan mencari testpack yang untung saja dia sediakan di lemari kamar mandi.


Sheila pun mulai memeriksa hingga beberapa saat hasil pun keluar dan betapa terkejutnya Sheila saat melihat testpack tersebut bergaris dua membuatnya merasa sangat bahagia sekali.


"Astaga! Aku tidak menyangka bahwa aku sedang mengandung dan Elard sebentar lagi akan memiliki adik," gumam Sheila bahagia sekali bahkan meneteskan air mata saking bahagianya.


Penantiannya bersama sang suami selama hampir lima tahun terakhir berjuang untuk mendapatkan momongan lagi ini akhirnya terkabulkan dengan hadirnya anak kedua yang sedang tumbuh di rahimnya setelah terakhir kali dia melahirkan enam tahun lalu.


"Mommy akan jaga kamu selalu sayang, daddy juga bakalan terus jaga juga dan kakak El juga bakalan jaga kamu, mereka pasti senang mendengar kabar ini sayang," sahut Sheila sambil terus mengelus perutnya yang belum buncit dan masih datar itu.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Malam harinya setelah semua kegiatan selesai dan sekarang Sheila dan Brian sedang berbaring di kasur dengan Brian terus memeluk sang istri.


Rencana Sheila dia akan memberitahu kan kepada sang suami tentang kehamilannya ini dan semoga saja sang suami bahagia mendengarnya.


"Sayang," panggil Sheila membuat Brian pun melihat ke arah sang istri.


"Ada apa hm?" tanya Brian.


"Ini aku ada kado buat kamu," ucap Sheila memberikan sebuah kotak kado yang sudah dia siapkan yang mana isinya adalah sebuah testpack yang bergaris dua.

__ADS_1


"Ini apa?" tanya Brian bingung karena setahunya ulang tahunnya sudah lewat.


"Buka aja kenapa sih," protes Sheila karena sang suami sangat lama membukanya.


Brian pun menurutinya saja dan membuka kotak tersebut, betapa terkejutnya Brian saat melihat isi dari kotak tersebut di mana di sana ada tulisan.


*HELLO DADDY!* dengan sangat besarnya.


Bukan hanya itu tak lama Brian pun kembali terkejut dengan sebuah testpack bergaris dua di sana.


Dia pun melihat ke arah sang istri dengan tatapan tak percaya namun juga senang.


"Kamu hamil?" tanyanya memastikan saja.


Dan Sheila hanya bisa menganggukkan kepalanya saja membuat Brian tak kuasa menahan kesenangannya dan langsung memeluk erat tubuh sang istri sambil terus berterima kasih.


"Makasih sayang, makasih." ucapnya merasa sangat senang.


Hingga Sheila merasa sesak karena Brian terlalu erat memeluknya apa lagi di tambah dia sedang hamil membuat Sheila harus berhati-hati dengan pelukan yang sangat erat seperti sekarang ini.


"Sayang, aku gak bisa nafas nih kamu kenceng banget meluknya," protes Sheila dan Brian langsung melepaskannya.


"Maaf, maaf sayang." ucapnya.


Keesokan harinya di meja makan Sheila pun memberitahu kan tentang kehamilannya, awalnya semua orang terkejut namun setelah itu senang mendengar hal itu, Elard juga merasa senang karena dia akan mempunyai adik.


Dia mengekspresikan kesenangan nya hanya dengan menampilkan wajah datarnya saja, sungguh jiplakan yang sangat persisi dengan Brian.


Brian sudah mulai mencari eh ada es kutub lainnya yang masih membeku dan butuh matahari lain untuk mencairkan nya.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Sembilan bulan kemudian.....


Saat ini Sheila sedang berjuang untuk melahirkan sang anak di ruang persalinan dengan Brian yang pastinya menunggu sang istri.


Oekkkk oekkkk


Suara tangisan bayi menggelegar membuyarkan kesunyian ruangan persalinan, Sheila melakukan persalinan secara normal membuat dia merasa sangat bahagia sekali bukan main.


"Selamat tuan, putri anda lahir dengan selamat. Bayinya akan di bersihkan terlebih dahulu setelah itu baru lah bisa di gendong nantinya." ucap dokter dan di angguki oleh Brian.


"Terima kasih sayang," ucap Brian kemudian mencium lama kening sang istri.

__ADS_1


Tak lama suster datang dengan membawa baby girl nya di sana, segera Sheila menyusui sang baby setelah itu di lakukan touch skin antar anak dan ayah nya.


Brian tak bisa berkata-kata lagi karena saking harunya, dia tidak menyangka akan memiliki dua anak yang tampan dan cantik, rasanya hidupnya sangat lengkap sekali.


Sedangkan Sheila masih kelelahan dengan proses persalinannya, setelah dokter membersihkan tubuh Sheila dia pun di bawa ke ruang VVIP untuk istirahat setelah itu nanti baby nya akan di antar.


Di sana semua keluarga dengan menunggu kedatangan ibu dan baby nya.


"Sayang kamu gak papa?" tanya mama Daniar saat melihat sang anak.


"Aku gak papa kok ma," balas Sheila dengan lemas.


Setelah itu tak lama baby girl pun datang dengan suster yang membawanya, semua orang terperangah dengan kecantikan dari baby girl ini.


Elard yang juga kepo dengan sang adik pun hanya tersenyum sekilas saat melihat wajah sang adik namun dia juga merasa puas karena merasa gen dari daddy dan mommy nya memang gen pilihan sehingga anak-anak nya menjadi tampan dan cantik.


"Aduh cantik banget sih cucu Oma ini," ucap mami Salma sambil menggendong sang cucu keduanya.


Semua orang merasa senang dengan hadirnya baby cantik ini tapi rasa penasarannya tak kalah tinggi dengan rasa senangnya, mereka menantikan nama yang akan di berikan oleh Brian kepada anak ke duanya itu.


"Namanya siapa dad?" tanya Elard karena penasaran sekali.


"Kamu penasaran ya?" goda Brian.


"Oh daddy mah, enggak!" ucap Elard dengan datarnya.


"Jadi namanya adalah.... Mikaila yesica Ardolph," jawab Brian.


"Wah bagus dad, jadi ini adek mikaila ya?" tanya Elard yang tersenyum sambil memegang tangan mungil sang adik.


"Iya sayang, ini adik mikaila. Kamu sudah menjadi seorang kakak jadi daddy harap kamu bisa menjaga adik kamu ya sayang," ucap Brian dan di angguki oleh sang anak.


Elard merasa senang karena selama ini di sekolahnya sering sekali temannya bercerita bahwa dia punya adik dan sangat menggemaskan membuat Elard sempat iri dia ingin memiliki adik juga dan akhirnya keinginannya pun tercapai membuat Elard merasa senang sekali.


.


.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


BUAT YANG KEPO SAMA CERITA SELANJUTNYA JANGAN LUPA CEK CERITA DI AKUN MIMIN YA CINGGU😊


...SEKUEL : MENIKAHI MAFIA...

__ADS_1



__ADS_2