Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Mengunci Pintu


__ADS_3

"Sayang, aku mohon jangan pergi!" ucap Brian mencekal tangan sang istri.


"Enggak, aku mau pergi!" tolak Sheila dengan kekeh nya, karena sikap sang istri sehingga tidak ada cara lain untuk Brian agar sang istri tetap di sisi nya.


Dengan terpaksa Brian pun menggendong sang istri melupakan bahwa dia juga terluka menuju ke mobilnya.


"Lepasin, bri!" pekik Sheila yang di bawa begitu saja oleh Brian, sedangkan mama Daniar, papa Bastian, Leon, mami Salma dan juga papa Boni melihat kejadian di mana Brian membawa Sheila begitu saja.


"Ma, tolong Sheila ma!" teriak Sheila saat melihat orang tuanya namun mereka tak menolong Sheila sekalipun membuat Sheila bingung harus meminta tolong siapa, jujur Sheila sangat takut sekarang untuk berdekatan dengan Brian, dia takut jika Brian akan melukainya karena dia mengingat betapa beringas nya Brian saat membunuh Liam dan juga Jeffry.


Sampai di mobil Brian segera menyuruh yoga untuk segera membawanya ke villa pribadi Brian, sebelum itu Brian juga sudah menyuruh yoga untuk mengurus kepulangan Sheila karena Brian tahu kalau istri nya ini pasti akan berbuat nekat seperti ini yaitu ingin pergi begitu saja dan orang tua mereka tadi Brian juga sudah meminta izin untuk membawa Sheila ke villa pribadinya untuk menenangkan pikiran Brian dan juga Sheila sekaligus untuk menyatukan kembali kepercayaan Sheila nantinya.


Mobil yang di tumpangi Brian dan Sheila terus melaju ke arah hutan yang sangat asing bagi Sheila, memang Brian tidak pernah membawa Sheila ke sana karena itu adalah salah satu hutan pribadi milik Brian dan di dalam nya itu adalah villa mewah nya bahkan villa nya ini lebih besar dari pada villa keluarga nya yang sekarang di rawat oleh bi Natali dan sang suami dan villa mewah itu juga berada di sekitaran markas di mana ada rumah dan villa di hutan tersebut.


"Tuan, kita sudah sampai." ucap yoga.


Setelah itu Brian pun turun dengan menggenggam tangan Sheila sedikit kuat karena Sheila terus meronta-ronta ingin pergi dari sana membuat Brian tidak ada pilihan lain selain menggenggam erat tangan Sheila agar dia tidak pergi.


"Brian, aku mau pergi lepasin aku mohon!" mohon Sheila dengan sekuat tenaga namun Brian tak menghiraukannya sama sekali dan terus saja membawa Sheila masuk ke dalam.


Baru saja masuk neraka berdua sudah di sambut oleh beberapa pelayang villa yang jumlahnya tak kalah banyak dengan yang berada di mansion mereka.


"Selamat datang tuan muda, nona muda." sapa para maid yang berada di sana menyambut kedatangan tuan dan nyonya mereka.


"Iya." ucap Brian singkat kemudian membawa Sheila ke kamar utama di mana di sana adalah kamarnya dan sang istri, sampai di kamar Brian melepaskan genggaman nya dan menuntun sang istri untuk duduk di ranjang.


"Sayang, hei kali lihat aku dong," ucap Brian karena Sheila sama sekali tidak mau melihat wajah sang suami.

__ADS_1


Brian rasanya harus bisa menahan emosinya kepada sang istri apa lagi sekarang ini Sheila sedang hamil besar, Brian harus bisa menahannya karena bagaimana pun semua ini adalah kesalahannya karena telah berbohong kepada sang istri.


"Bri, aku mau keluar!" mohon Sheila dengan air mata yang sudah akan turun.


"Enggak!" ucap Brian tegas.


Sekarang ini Brian harus sedikit lebih keras kepada Sheila agar sang istri tidak pergi darinya, meski pun nantinya Sheila mungkin sedikit takut dengannya namun dia sama sekali tidak berniat seperti itu.


"Mulai sekarang kamu harus tinggal di sini," sahut Brian kemudian meninggalkan Sheila sendirian di kamar tersebut dengan mengunci pintu agar Sheila tidak bisa kabur dari sana.


Sheila mencoba untuk membuka pintu tersebut namun dia dia karena pintu tersebut di kunci dari depan dan juga pengamanan nya yang cukup ketat sehingga sulit untuk membuka pintu tersebut membuat Sheila hanya bisa pasrah.


"Pak Chris, selalu awasi nona muda di dalam kamar saya akan ke markas terlebih dahulu kalau ada apa-apa langsung kabari saja." ucap Brian dengan tegas.


"Baik, tuan." balas pak Chris ketua pelayan di sana.


Setelah itu Brian pun pergi meninggalkan villa dan segera menuju ke markas di mana Aldo dan yoga sudah berada di sana dan juga papi Boni dan uncle Steven yang juga sudah berada di sana menunggu kedatangan Brian, sedangkan para istri menunggu di rumah dekat markas, awalnya mereka ingin berada di villa sama seperti Sheila tetapi setelah pertimbangan lebih baik membiarkan Sheila untuk menenangkan hatinya takutnya malah membuat dia bimbang.


Sekarang ini Sheila sedang berada di kursi dekat dengan jendela di mana dia bisa melihat pemandangan asri alam dengan hutan lebat di depannya membuat matanya kembali jernih setelah ia menangis dan juga kondisi nya yang sebenarnya masih kurang berstamina namun karena tadi dia ingin pergi dari Brian sekarang Sheila malah terjebak di tempat yang ia sama sekali tidak tahu di mana itu.


TOK TOK TOK


Tak lama pintu kamar Sheila berbunyi dan tampaklah pria paruh baya yang Sheila lihat tadi sekilas saat dia masuk tadi namun dia belum sempat menyapa tadi karena Brian sudah menarik nya.


"Selamat siang nona, perkenalkan sama Chris ketua pelayan di sini. Semua yang nona butuhkan tinggal bilang saja kepada saya nanti akan saya siapkan, dan ini untuk makan siang nona karena tadi tuan muda menyuruh saya untuk menyiapkan makanan untuk nona," ujar pak Chris.


"Salam pak Chris saya Sheila, tapi saya gak ingin makan pak," sahut Sheila.

__ADS_1


"Tapi nona tuan muda menyuruh saya untuk menyiapkan makanan ini untuk nona, kalau nona tidak makan maka tuan muda akan marah kepada kami," sahut pak Chris dengan wajah sedih membuat Sheila tak tega untuk menolaknya.


"Brian kemana pak?" raya Sheila karena dia belum melihat Brian sama sekali setelah ia membawa Sheila ke villa tersebut.


"Tuan muda ada sedikit urusan sebentar lagi juga akan kembali nona," jawab pak Chris dan mendapat anggukan dari Sheila.


"Mohon di makan ya nona," sahut pak Chris.


"Ya sudah pak, kalau begitu bapak tahu di meja sana aja biar nanti saya makan." ucap Sheila membuat pak Chris tersenyum lega.


"Baik, nona. Kalau begitu makanan nya saya taruh di meja dan secepatnya agar segera di makan karena jika tuan muda datang dan masih melihat makannya tersisa maka kami bisa kena marah nona," sahut pak Chris lagi membuat Sheila menganggukkan kepalanya mengerti.


"Iya, pak." jawab Sheila.


"Kalau begitu kami permisi nona," pamit pak Chris dan di angguki oleh Sheila.


Setelah di rasa pak Chris keluar, Sheila pun segera menuju ke makan siang yang sudah di siapkan oleh para pelayan di villa tersebut, sebenarnya dia enggan sekali untuk makan tetapi melihat raut wajah pak Chris yang seperti meminta tolong untuk di makan membuat Sheila tidak tega, bagaimana jika nanti Brian memang memarahi pak Chris hanya karena makannya maka dari itu Sheila pun memilih untuk memakan makanan tersebut saja, lagian dari tadi pagi dia juga belum sarapan sama sekali.


.


.


Bersambung..........


FOLLOW IG: @LALA_SYALALA13


HAI READERS SEMUANYA 👋👋

__ADS_1


GIMANA NIH CERITANYA SERU GAK YA??


JANGAN LUPA BERI RESPON POSITIF YA UNTUK CERITA AUTHOR INI DAN JUGA JANGAN LUPA SUPPORT NYA DENGAN CARA FOLLOW AKUN AUTHOR, LIKE, VOTE, FAVORIT, DAN JUGA JANGAN PULA HADIAHNYA YA BIAR AUTHOR TERUS SEMANGAT DALAM MENULIS CERITA SHEILA DAN BRIAN INI DNA NANTIKAN CERITA BARU AUTHOR YANG SEBENTAR LAGI SECEPATNYA AKAN AUTHOR PUBLISH NIH😊😊


__ADS_2