Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 61_Berita Heboh Part 3


__ADS_3

Siang harinya Sheila dan Brian baru saja keluar dari kamar mereka, saat keluar dari kamar menuju ke meja makan karena mereka menunda sarapan tadi, setelah selesai dengan makan siangnya Brian dan Sheila pun berjalan ke arah ruang keluarga di mana di sana ada mami Salma dan papi Boni yang sedang santai duduk di ruang keluarga pun ingin rasanya menggoda anak dan menantunya tersebut apa lagi mami Salma yang di buat gemas akan tingkah anak mantunya tersebut.


Mereka berdua tahu kalau Brian baru saja pulang tadi malam dari bi Nana dan juga tahu kenapa tadi pagi baik Sheila atau pun Brian tidak ikut sarapan pagi, apa lagi Sheila yang biasanya akan membantu mempersiapkan sarapan tapi tadi pagi tidak menampakkan diri sama sekali, pasti mereka sedang kangen kangennya begitu kah fikir mami Salma yang memang benar adanya.


"Ada yang habis kangen kangen an nih!" goda mami Salma dengan ucapannya cukup keras agar terdengar di telinga pasangan muda tersebut.


Sheila yang sedang berjalan dengan Brian yang terus menggenggam tangannya pun di buat malu dan menyembunyikan tubuhnya di belakang sang suami, sedangkan Brian hanya diam saja tidak menanggapi ucapan sang mami. Sampai lah mereka di ruang keluarga tersebut dan Sheila masih saja bersembunyi di balik tubuh tegap Brian.


"Kamu kapan sampai bri?" tanya papi Boni saat Brian dan Sheila sudah duduk di sofa kosong, lebih tepatnya Sheila duduk di samping mami Salma karena Brian duduk dekat dengan papi Boni, karena mami salma yang menariknya tadi sehingga Sheila sekarang duduk berduaan dengan mami Salma.


"kemarin malem Pi," balas Brian.


"Sayang, kamu di gempur lama ya sama Brian?" tanya mami lebih tepatnya menggoda Sheila yang sudah memerah pipinya.


"Ih, mami. jangan ngomong kayak gitu ih," sahut Sheila karena sangat mu sekali.


Mereka berempat pun saling mengobrol banyak cerita, saat sedang berbincang bincang tiba-tiba televisi yang di tonton menampakkan sebuah berita menghebohkan lagi di mana ada Sheila dan uncle Steven yang baru selesai keluar dari kantor pernikahan waktu itu, di mana sebenarnya uncle Steven kan hanya mengantarkan Sheila untuk melakukan proses pernikahan kilatnya.


Semua yang berada di ruangan diam tidak berbicara, saling berpandangan apa lagi Sheila yang sudah merasa sangat takut jika berita ini akan mempengaruhi pernikahannya.


"Sayang, kamu tenang aja ya." sahut mami Salma menggenggam erat tangan Sheila agar tidak takut benar saja saat mami salma menggenggam tangan Sheila mami salma bisa merasakan tangan yang sudah dingin dan memucat.


"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya mami Salma khawatir membuat dua lelaki yang sedang fokus dengan berita tersebut pun teralihkan ke arah mami Salma dan juga Sheila.

__ADS_1


"Aku gak papa kok mi," balas Sheila.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Brian beranjak menuju ke arah Sheila yang sepertinya sedang sedih.


Brian menggenggam tangan dingin Sheila kemudian memeluknya erat agar istrinya lebih hangat dan merasakan nyaman, sedangkan mami Salma memilih untuk beranjak dan duduk di samping papi Boni.


"Brian, mendingan kamu bawa Sheila ke kamar dulu. Kamu tenangkan dia ya," sahut papi Boni dan mendapat anggukan dari Brian.


Segera Brian membawa Sheila ke kamarnya, dengan menuntunnya dan tetap memeluk erat tubuh mungil sang istri.


"Sayang," panggil Brian, sedetik kemudian Sheila pun menumpahkan air matanya refleks Brian langsung memeluk erat sang istri agar Sheila menumpahkan semua kesedihannya di pelukannya.


"Ada apa?" tanya Brian pelan saat di rasa Sheila sudah cukup tenang.


"Maaf!" hanya itu yang keluar dari bibir tipis Sheila dengan di barengi dengan air mata.


"Karena berita berita itu pasti nama kamu juga akan jelek," sahut Sheila dengan sesenggukan nya karena habis menangis.


"Hey, hey. lihat aku!" ucap Brian sambil mengangkat kepala Sheila agar mau melihatnya.


"Asal kamu tahu ya, aku malah khawatir dengan kamu sayang bahkan saat aku di negara Y sana, benar tubuh ku di sana tapi pikiranku terus berada di kamu sayang!" ucap Brian menjelaskan perasaan takutnya kepada sang istri.


"Benarkah? tapi kenapa kamu tidak pernah mengabari ku," sahut Sheila tidak yakin dengan ucapan sang suami.

__ADS_1


"Aku sebenarnya ingin sekali mengabari mu sayang, tapi karena waktu itu berita tentang keluarga Ardolph yang keluar membuat aku harus menundanya dan harus mengurus beberapa masalah terlebih dahulu hingga aku tidak sempat mengabari mu," ucap Brian menjelaskan semuanya.


Mendengarkan hal itu membuat Sheila menangis terharu akan tindakan sang suami karena sudah bersusah payah meredam berita di luaran sana padahal dia di negara Y ada perjalanan bisnis.


"Makasih, sayang!" ucap Sheila sambil memeluk erat Brian.


Brian yang sekali lagi mendapatkan ucapan sayang pun tak kalah senangnya, ia sangat bersyukur yang menjadi istrinya salah Sheila bukan orang lain.


"Iya, sayang." mereka pun saling berpelukan hingga malam hari pun mereka tertidur dengan masih berpelukan. (Gini nih kalau lagi bucin bucin nya sama pasangan,)


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Pagi harinya suasana lebih bersahabat meski pun berita berita yang menghebohkan itu masih saja berkeliaran meski pun sudah ada beberapa yang hilang atas perintah dari Brian sendiri.


Sekarang ini Brian izin ke Sheila untuk pergi kerja ke kantor padahal dia sekarang berada di markas kebesaran klan elang.


"Tuan," sapa yoga yang berada di sana dan juga Aldo berbarengan.


"Bagaimana, apakah kalian sudah tahu siapa orang yang menyebarkan berita tersebut?" tanya Brian saat dia baru saja sampai.


Brian memang memerintahkan yoga dan aldo untuk mencari tahu siapa dalang di balik berita menghebohkan tersebut yang membuat istrinya memiliki nama jelek di depan semua orang.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2