
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah sakit, baru saja masuk mami Salma dan Sheila sudah di sambut oleh suster yang mengetahui siapa mami Salma namun tidak dengan Sheila karena hanya beberapa suster saja yang mengetahui identitas Sheila itu karena Brian yang mengaturnya.
Saat sudah masuk Sheila mengira mereka akan periksa ke ruangan dokter Haikal tetapi Sheila salah, mami Salma malah membawanya ke ruangan yang jelas-jelas di sana tertera dokter kandungan membuat Sheila mengerenyitkan dahinya bingung namun ia tetap saja berjalan mengikuti mami salma di depannya.
"Mami," ucap Sheila saat mami Salma akan masuk ke dalam, padahal di sana di tempat duduk masih banyak pasien yang mengantri.
"Ada apa sayang?" tanya mami Salma.
"Kok kita ke sini sih," sahut Sheila dengan polosnya.
"Udah kamu ikut mami aja," ucap mami lagi yang akan masuk ke ruangan tersebut.
"Mami," panggil Sheila lagi membuat mami Salma menengoknya untuk ke dua kalinya.
"Ada apa lagi sayang?"
"Masih banyak pasien mi, alangkah baiknya kalau kita menunggu sesuai dengan antrian kita, mereka pasti tidak senang jika antriannya di dahului mi." ujar Sheila karena melihat di sana ada beberapa ibu yang perutnya masih kecil atau pun yang sudah besar sedang mengantri.
Mami Salma yang mendapat ucapan seperti itu dari sang menantu pun melihat ke arah kursi duduk yang memang masih ada beberapa ibu hamil lainnya yang juga sedang mengantri.
"Ya sudah, kalau gitu kita duduk di sana saja, mami ambil antriannya dulu sayang." sahut mami Salma dan di angguki oleh Sheila.
Setelah mengambil nomor antrian mereka berdua pun duduk di kursi yang untungnya saja masih kosong, untung saja mereka menggunakan masker sehingga menutupi mereka dari pandangan orang lain.
Setelah menunggu sekitar satu jam an akhirnya nomor antrian Sheila pun di panggil.
"Nomor 15 atas nama ibu Sheila!" panggil salah satu suster yang keluar dari ruangan dokter kandungan tersebut.
Sheila dan mami salam segera masuk ke dalam saat nama nya sudah di panggil, baru saja masuk dokter tersebut terkejut pasalnya orang yang menemuinya adalah nyonya Salma Ardolph.
"Nyonya," ucap dokter tersebut dengan berdiri dan menghampiri mami Salma.
"dokter Andin," sapa mami Salma.
"Silahkan duduk nyonya," ucap dokter Andin mempersilahkan mami Salma dan juga Sheila duduk.
sekedar info
__ADS_1
Dokter Andin adalah dokter yang membantu mami Salma waktu melahirkan Brian, beliau adalah dokter kepercayaan dari keluarga Ardolph selain dokter Haikal, apalagi untuk urusan cewek seperti sekarang ini.
"Apakah nyonya sudah menunggu lama? Kenapa tidak langsung masuk saja nyonya," tanya dokter Andin sedikit takut kalau nyonya Salma menunggunya terlalu lama.
"Ya sekitar satu jam an lah, tapi gak papa kasihan tadi ada banyak ibu hamil lainnya lebih baik saya menunggu saja, dan saya juga tidak terlalu terburu buru kok." ucap mami Salma dengan santai.
"Baik kalau begitu nyonya, oh iya ada apa gerangan hingga nyonya datang ke ruangan saya ini ya? dan kalau boleh tahu nona cantik ini siapa ya nyonya?" tanya dokter Andin sedikit penasaran dengan sosok Sheila dan juga karena jarang sekali atau bahkan tidak pernah istri orang kaya ingin datang ke ruangannya kalau tidak sangat penting.
"Begini dok, terlebih dahulu kenalkan dia menantu saya." ucap mami Salma membuat dokter Andin terkejut tetapi langsung menetralkan keterkejutan nya, sedangkan Sheila hanya bisa tersenyum kikuk saat ia melihat ke arah dokter Andin.
"Jadi ini adalah istri Brian?" tanyanya lagi dan di angguki oleh Sheila.
"Iya, dok." jawab Sheila.
"Wah cantik ya, gak salah Brian memilih nya." ujar dokter Andin.
"Terima kasih, dok."
"Tapi dokter Andin kami mohon untuk tetap merahasiakan ya, soalnya keluarga kami memang belum mengumumkan tentang pernikahan ini karena mungkin takut mengganggu privasi dari mereka berdua," ucap mami Salma dan di angguki oleh dokter Andin.
"Sheila, panggil saja Sheila dok." ucap Sheila sambil membalas uluran tangan dari dokter Andin.
"Salam kenal nona Sheila, saya dokter Andin." ucapnya memperkenalkan diri lebih sopan lagi.
"Iya, dok."
"Kalau boleh tahu ada apa ya nyonya dan juga nona ke sini?" tanya dokter Andin.
"Kami datang ingin memeriksakan menantu saja, dari pagi tadi dia merasa mual bahkan muntah." ucap mami Salma.
"Oh, kalau boleh tahu nona Sheila sudah telat datang bulan berapa Minggu ya?" tanya dokter Andin kepada Sheila.
"Kira-kira sudah sekitar tiga mingguan dok," ucap Sheila.
"Kalau boleh tahu kapan terakhir kali nona berhubungan suami istri?" tanya dokter Andin membuat Sheila sedikit malu jika harus berbicara terus terang tetapi ini kan juga untuk kebaikannya.
"Mungkin tiga hari lalu dok," ucap Sheila dengan sedikit malu mengungkapkan hal tersebut.
__ADS_1
"Kalau begitu saya periksa sebentar ya," izin dokter Andin dan di angguki oleh mami Salma dan juga Sheila.
Sheila pun mengikuti dokter Sheila menuju ke tempat pemeriksaan untuk melakukan USG, dokter Andin pun memberikan gel khusus di perut Sheila.
"Nona Sheila, anda lihat itu ada titik kecil di sana," ucap dokter Andin memberitahukan kepada Sheila, sedangkan mami Salma fokus dengan layar di depannya.
"Iya, dok." jawab Sheila.
"Itu adalah gumpalan darah yang nantinya akan membesar dan menjadi janin," ucap dokter Andin membuat mami Salma dan Sheila kaget bukan main.
"Maksud dokter! Sa... saya," potong Sheila tidak bisa berkata kata lagi.
"Iya, nona Sheila sekarang sedang hamil dan usia kandungannya sedikit empat Minggu, tapi sekarang kondisi kandungan nona Sheila sedikit lemah, saya sarankan untuk istirahat cukup dan makan makanan yang bergizi karena dengan usia kandungan yang masih di trimester pertama sangat rentan sekali nona." ujar dokter Andin.
"Astaga sayang, kamu hamil. selamat ya!" ucap mami Salma memberikan selamat kepada Sheila dengan memeluknya.
Mami Salma sangat senang sekali mendengar kabar tentang kehamilan menantunya itu, ternyata doanya selama ini terjawab juga, mami Salma sangat bahagia sekali seperti satu-satunya orang paling bahagia di dunia ini.
"Makasih, mi." jawab Sheila dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan segera mendapatkan kepercayaan untuk hamil dan memiliki anak.
setelah pemeriksaan menyeluruh Sheila pun keluar dari tempat pemeriksaan dan menghampiri mami Salma yang sudah keluar tadi duluan.
"Nanti akan saya resepkan obatnya dan jangan lupa untuk di minum nona karena kandungan nona yang sedikit lemah dan saya sarankan lagi nona harus istirahat yang cukup." ucap dokter Andin lagi.
"Baik, dok. Terima kasih banyak," sahut Sheila.
"Iya, nona."
"Dokter Andin kalau begitu kami pamit," pamit mami Salma kemudian keluar dari ruangan tersebut dengan Sheila dan segera menebus obat di apotek rumah sakit.
Bersambung..........
INI YANG MINTA BUAT SHEILA SEGERA HAMIL NIH UDAH AUTHOR KABULKAN, GIMANA NIH SERU GAK YA??
KALAU PENASARAN SAMA KELANJUTANNYA JANGAN LUPA TERUS PANTENGIN YA CERITA INI AGAR KALIAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG TAHU KALAU AUTHOR UDAH UPDATE BAB BARU š
DITUNGGU LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE DNA HADIAHNYA BIAR BISA BUAT AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI BUAT UPDATE BAB BARU READERS ššššš„°š„°
__ADS_1