Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Makan Siang


__ADS_3

Sheila pun menikmati makan siangnya, memikirkan nasibnya kedepannya membuat Sheila kurang fokus jadi lebih baik dia pasrah saja entah Brian akan menghukum nya atau tidak yang terpenting sekarang dia harus bisa bertahan demi bayi dalam kandungannya.


"Sayang, kamu jangan pula makan makanan yang mami makan ya." ucap Sheila mengelus perutnya di sela sela acara makan siangnya berinteraksi dengan sang jabang bayi.


Mencoba tetap kuat dan tegar, setelah mengetahui identitas sang suami yang aslinya membuat Sheila mencoba untuk menjaga jarak dengan sang suami karena dia takut jika Brian marah nanti akan menghancurkannya dan juga sang anak.


Sedangkan di sisi lain Brian setelah keluar dari villa tersebut dia pun menuju ke markas di mana papi Boni dan uncle Steven sudah menunggu di sana, karena mereka ingin menghukum para manusia tidak tahu diri yang sedang mereka tahan itu.


"Bri, bagaimana kondisi Sheila?" tanya papi Boni yang juga sangat khawatir dengan Sheila.


"Dia sedang istirahat Pi, nanti setelah dari sini Brian akan cek lagi." sahut Brian dan mendapatkan anggukan setuju dari papi Boni.


"Uncle, bagaimana apa kah semuanya sudah berada di bawah?" tanya Brian kepada uncle Steven.


"Iya, bri. Semuanya sudah berada di bawah tinggal kamu tentukan saja mereka mau di hukum seperti apa," ucap uncle Steven dan mendapat anggukan dari Brian.


Setelah itu Brian pun segera turun ke tempat para pelaku di tahan di mana mereka juga sudah di hajar dari tadi sehingga wajahnya sudah berlumuran darah dan juga sudah babak belur tidak berbentuk lagi wajah mereka yang dulu ya sangat mulus karena operasi plastik dan juga perawatan mahal namun sekarang malah seperti sampah bekas yang tidak di gunakan lagi.


"Tuan, tolong maafkan kami. Kami tahu kami salah!" pekik Aris dengan wajah yang sudah babak belur.


"Iya, tuan. tolong kami!" lanjut Ketty.


Sedangkan Maria dan Tiffany hanya menangis saja dan juga merasakan sakit di kaki mereka karena tembakan waktu itu, mereka juga memohon untuk di lepaskan karena mereka merasa bahwa mereka tidak bersalah.


"Tuan tolong lepaskan kami, semua kejadian itu adalah rencana dari Liam dan juga tuan Jeffry tuan. Kami hanya membantunya saja karena mendapatkan imbalan!" tutur Tiffany namun sayang Brian tidak percaya.

__ADS_1


"Berisik!" bentak Brian karena terlalu berisik, bagaimana pun Brian tidak akan pernah melepaskan mereka semuanya karena gara-gara mereka Sheila hampir saja terluka.


Brian pun segera pergi dari sana dan menuju ke ruangannya tadi di mana ada papi Boni dan juga uncle Steven di sana.


"Bagaimana bri?" tanya uncle Steven kepada Brian saat dia baru saja masuk.


"Aku pasti akan menghukum mereka uncle, Pi. Tapi aku harus bersabar karena sekarang ini Sheila sedang dalam tahap pemulihan dari keterkejutan nya akan identitas asli Brian, Brian takutnya jika nanti Sheila mencari keberadaan Maria dan orang tuanya dulu bagaimana jika dia tahu kalau Brian yang bunuh, lebih baik sekarang Brian tenangin kondisi kesehatan Sheila dulu dan juga meyakinkan kepercayaan Sheila bahwa keluarganya dulu sangat tidak baik," sahut Brian dan di angguki oleh yang lain nya.


"Iya, apa yang kamu katakan tadi benar. Kalau begitu papi sama uncle mu ini hanya bisa mendukung mu saja yang terpenting jangan sampai Sheila pergi itu saja harapan kami," sahut papi Boni.


"Iya, Pi. Pasti!" jawab Brian dengan tegas.


Setelah itu Brian pun kembali ke villa dan bertemu dengan pak Chris, pak Chris pun melaporkan semuanya dari nona mudanya yang awalnya menolak tetapi karena mengatakan bahwa jika Sheila tidak makan maka Brian akan menghukum semuanya baru lah Sheila makan, Brian pun sedikit tenang setidaknya Sheila sudah makan siang.


Brian sendiri sudah memberitahukan kepada pak Chris untuk membuat alasan apapun jika Sheila tidak mau bahkan menggunakan namanya, dan benar saja Sheila malah menurut saja dan memakan makan siangnya.


"Sayang, enak ya makanannya. Kamu mau lagi?" tanya Sheila sambil mengelus perutnya.


Dia merasa sangat senang sekali karena makan siang yang dia makan sangat enak sehingga menambah selera makannya, bahkan makanan di mejanya sudah habis tanpa tersisa. Sheila ingin sekali menambah lagi karena dia belum merasa kenyang sama sekali namun dia sudah menghabiskan semua makanannya, ingin meminta lagi namun Sheila malu kepada pak Chris karena tadi dia menolak makanan nya tetapi sekarang malah minta lagi.


Brian yang melihat gelagat aneh sang istri pun mengerenyitkan dahinya dan segera melihat situasi, dia tahu bahwa sang istri seperti nya masih lapar di lihat dari ekspresi Sheila yang sangat tidak senang sambil mengelus perutnya dan berkata kepada kandungannya seperti itu.


"Astaga, masih lapar saja padahal sudah makan tiga piring makanan!" tutur Brian dengan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum merasa lucu dengan tingkah sang istri.


Segera Brian memanggil pak Chris ke ruangannya dan menyuruhnya untuk menyiapkan makanan lagi untuk sang istri.

__ADS_1


"Iya tuan, ada apa?" tanya pak Chris sampai di ruang kerja Brian.


"Pak, tolong siapkan makan siang lagi untuk Sheila seperti nya dia masih belum kenyang dan jangan bilang kalau saya yang menyuruh nya bilang saja pak Chris hanya menebak nebak dan juga suruh untuk minum vitamin nya," perintah Brian.


"Baik, tuan." balas pak Chris kemudian pergi meninggalkan Brian.


TOK TOK TOK


Tak lama pintu kamar utama di ketuk membuat Sheila yang sedang memikirkan bagaimana dia untuk meminta tambahan menu kepada pak Chris pun terkejut namun segera ia menetralkan ekspresi seperti tak terjadi apa-apa.


"Masuk!" jawab Sheila.


Pak Chris pun masuk dengan membawa troli makanan di mana di sana ada makanan lagi yang membuat Sheila ingin meneteskan air liurnya karena merasa tergoda.


"Nona muda, saya ke sini ingin memberikan makan siang tambahan, saya berfikir seperti nya nona masih lama karena porsi makanan yang sedikit," sahut pak Chris mencoba merasa bersalah padahal porsi makan siang tadi sudah cukup besar sebenarnya.


"Gak usah pak, saya gak lapar kok." balas Sheila.


"Akan saya taruh sini nona, jika nona lapar lagi silahkan di makan dan juga ini untuk vitamin nya segera di minum nona." ucap pak Chris.


"Ya sudah kalau begitu, terima kasih pak Chris." tutur Sheila.


"Sama sama, nona. Kalau begitu saya permisi," ucap pak Chris kemudian pergi dari kamar utama meninggalkan Sheila dengan makan siang tambahan nya, Brian yang melihat wajah sang istri yang sepertinya sangat gembira itu pun merasa senang setidaknya wajah Sheila sudah tidak seperti tadi pagi yang hanya menangis terus.


.

__ADS_1


.


Bersambung..........


__ADS_2