
Sheila pun segera merapikan pakaiannya di dalam koper sedangkan Brian malah duduk santai di sofa dan asyik melihat kegiatan sang istri yang sedang sibuk dengan pakaiannya.
"Sayang," panggil Brian.
"Ada apa?" jawab Sheila sambil menuju ke arah Brian karena dia sudah selesai merapikan kopernya dan juga koper sang suami.
"Kok aku lihat kamu tambah gemuk ya sayang," sahut Brian lagi.
"Kenapa gak suka!" balas Sheila merasa kesal, Brian juga ada ada saja udah tahu wanita tidak suka jika di bilang seperti itu malah dia ngomong kayak gitu. Mendengar sang istri sepertinya sedikit kesal pun Brian segera mencari alasan agar Sheila tidak amarah padanya.
"Bukan begitu sayang, aku senang jadi kamu tambah seksi gitu," sahut Brian.
"Alasan aja," sahut Sheila kemudian berbaring di kasur mengurungkan niatnya untuk duduk di samping Brian. Melihat hal itu Brian pun menghampiri sang istri sambil memeluknya dari belakang.
"Maaf ya sayang, aku bukannya mau ngomong gitu kok beneran deh sumpah!" ucap Brian namun Sheila tak menjawab, saat di lihat ternyata Sheila sudah tertidur pulas membuat Brian hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Mungkin karena kelelahan Sheila tak menyadari bahwa ia langsung tertidur pulas di kasur sehingga tidak mengetahui Brian yang sudah berbaring juga di belakangnya.
Brian pun ikut tertidur karena dia juga sebenarnya sangat capek karena perjalanan yang cukup panjang di jet pribadinya tadi, perusahaan juga memberikan waktu seharian ini untuk karyawan beristirahat karena mereka atau pasti semuanya letih setelah perjalanan panjang.
Baru besoknya mereka akan melakukan kegiatan yang menyenangkan mulai dari gathering dengan karyawan hingga mengunjungi beberapa tempat populer Jepang.
"Eh, jov. elo ngerasa gak kalau ada yang aneh dari Sheila?" tanya Monica saat dia sudah berada di kamarnya.
"Aneh apanya?" tanya jovanka balik.
"Enggak tahu, gue cuma merasa kalau Sheila itu punya rahasia deh sama kita." sahut Monica.
"Gue sebenarnya juga ngerasa kalau Sheila itu ada yang di sembunyikan dari kita tapi mau bagaimana lagi mungkin dia belum siap buat ungkapinnya, udah mending kita tunggu biar dia sendiri aja yang ngomong sama kita." sahut jovanka membuat Monica menganggukan kepalanya setuju.
"Iya, bener apa kata elo jov." balas Monica kemudian mereka pun juga ikut istirahat.
__ADS_1
Semua karyawan tidak tahu kalau Presdir mereka ikut dalam liburan kali ini, karen biasanya Brian sama sekali tidak tertarik dengan ini dan biasanya malah menghabiskan waktu nya untuk kerja, kerja, dan kerja. Bagaimana reaksi karyawan nanti kalau melihat bosnya akhirnya ikut.
Pagi harinya Brian bangun terlebih dahulu dengan wajah mereka yang saling berhadapan membuat Brian tersenyum sendirinya, dia pun mendekat ke arah bibi Sheila dan mengecupnya singkat di sana membuat Sheila sedikit menggeliat namun tetap tidak bangun.
"Sayang, bangun." bisik Brian mencoba membangunkan sang istri.
"Engg," lengkuh Sheila malah seperti desa*an membuat Brian syok karena bisa membangunkan adiknya.
"Sayang, jangan gitu atau aku pastikan kamu tidak akan bisa keluar kamar untuk hari ini!" ancam Brian membaut Sheila membukakan matanya lebar, dia baru sadar kalau sekarang dia tidak di kamar tetapi melainkan di hotel dan juga ada Brian di sampingnya.
"Eh, aku emangnya kenapa?" tanya Sheila yang tidak mengetahui sebabnya.
"Masih tanya," shut Brian lebih mendekat ke arah Sheila, membuat tubuh Sheila sedikit gemetar karena perlakuan sang suami.
"Eh, sayang aku mau mandi dulu!" ucap Sheila dengan beranjak dari kasurnya dan menuju ke kamar mandi, dia tidak boleh berada di kamar terlalu lama karena akan sangat berbahaya baginya bukan.
Baru saja keluar dari kamar mandi hp Sheila sudah berbunyi membuat Sheila segera mengangkat telepon tersebut.
[Sheil, buruan turun buat breakfast. Gue tadi ngelihat Bu Ella kok sendirian sih, elo nya ke mana?] tanya Monica di sebrang sana.
[Oh, gue lagi di kamar mandi tadi. perut gue sakit banget,] alasan Sheila.
[Ya, udah buruan ke sini ya.]
[Oke.]
Kemudian Sheila pun menutup teleponnya dan segera menyuruh Brian untuk mandi juga.
"Sayang, kamu mending segera mandi deh. Air hangatnya udah aku siapin, terus untuk bajunya juga udah aku siapin juga." sahut Sheila.
"Iya, sayang. makasih ya," jawab Brian.
__ADS_1
"Kalau gitu aku ke bawah dulu ya udah di tungguin soalnya, bye." pamit Sheila kemudian pergi meninggalkan Brian sendirian yang diam di buat mematung dengan tingkah sang istri, pada hal Brian belum berkata apapun tapi Sheila sudah pergi saja.
"Dasar, istri siapa sih itu!" sahutnya dengan senyum tipis tersungging di bibirnya sambil berjalan menuju ke alamat mandi untuk melakukan rutinitas paginya.
Sedangkan Sheila segera turun menuju ke area restaurant di mana Monica dan jovanka sudah menunggunya di sana dengan Laura yang ternyata sudah menunggunya tadi di depan lift saat Sheila akan turun.
"Sheila!" panggil jovanka saat melihat Sheila dan Laura yang baru saja masuk ke area restaurant.
Sheila pun menuju ke arah teman temannya itu dengan gembira dan senang karena dia bisa merasakan liburan ala-ala orang kaya, karena Sheila dari dulu tidak pernah liburan mewah seperti ini apa lagi dengan teman temannya karena Sheila hanya punya sahabat satu yaitu Maya.
perusahaan memang menyewa semua fasilitas hotel tersebut dan hanya bisa di gunakan oleh karyawan kantor sehingga di mana mana akan bertemu karyawan kantor tanpa ada pengunjung lainnya.
Sudah hotel mewah di booking semua fasilitas nya, entah berada dollar yang telah di keluarkan perusahaan untuk karyawannya berlibur kali ini, tetapi memang perusahaan tidak akan pelit kepada karyawan karena atas usaha dan kerja keras karyawan pula Ard Company bis menjadi perusahan nomor satu di new York dan juga salah satu perusahaan berpengaruh di dunia bukan.
"Eh, enaknya sebentar lagi ngapain ya?" tanya Monica penasaran akan agenda selanjutnya.
"Gimana kalau berenang!" ucap Jovanka dan mendapat anggukan dari Monica.
"Wah boleh tuh, Sheila ikut berenang ya." ajak Monica.
"Bo..." ucapannya terpotong saat Laura sudah memotong perkataan nona mudanya itu.
"Tidak boleh!" ucapnya tegas.
"Maksudnya," sahut jovanka dan Monica bersama melihat ke arah Laura dan juga Sheila.
Belum sempat menjawab, tiba tiba karyawan lainnya pada terkejut saat melihat sesosok pria tampan, siapa lagi kalau bukan Presdir mereka yang baru saja masuk ke area restaurant untuk melakukan breakfast juga dengan yoga di belakangnya.
"Astaga, pak Brian cakep banget!" pekik salah satu karyawan wanita membuat Sheila dan yang lainnya melihat ke arah pintu masuk dan benar saja Brian masuk ke restaurant dengan pakaian casual yang di pilihkan oleh Sheila membuat ketampanan nya menjadi paripurna, padahal Sheila hanya memilihkan pakaian yang biasa saja tetapi kenapa kalau di pakai oleh Brian akan sangat tampan seperti itu.
Bersambung..........
__ADS_1