Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 47_Izin Memberitahu Maya


__ADS_3

Setelah selesai mami Salma dan Sheila pun membawa kue ke depan, Brian dan papi Boni senang sekali karena kue nya enak dan mami Salma dan Sheila pun ikut senang kalau ternyata para lelaki senang juga.


Setelah makan kue tersebut Brian dan Sheila tadi memutuskan untuk kembali beristirahat karena Sheila sendiri juga lelah karena dari pagi dia sudah ribet dengan persiapan wisudanya tadi.


"Bri, aku boleh gak ngasih tahu Maya soal pernikahan kita," izin Sheila karena dia tidak bisa bersembunyi terus dari Maya yang notabennya adalah sahabatnya sendiri.


Brian diam tak menjawab, membuat Sheila ketar ketir bahwa Brian akan menolaknya, Sheila mengerti mungkin saja Brian tidak ingin memperlihatkannya karena mungkin dia dari keluarga biasa saja tak sebanding dengan seorang Brian, maka dari itu Sheila mencoba untuk izin ke Brian siapa tahu di bolehin.


"Brian, jangan diem aja dong." ucap Sheila lagi sambil menggoyangkan tubuh kekar Brian yang hanya menggunakan kaos polos tipis membuat otot sixpack nya terlihat samar samar.


"Kenapa emangnya kamu mau kasih tahu temen kamu?" tanya Brian.


"Aku cuma gak mau ngerahasiain ini ke Maya karena Maya sudah berjasa sekali buat hidup aku, dia sahabat aku satu-satunya mulai dari SMA hingga kuliah dan semua ceritaku pasti aku cerita in ke dia. Aku gak mau nantinya dia tahu malah dari orang lain," ucap Sheila.


"Oke, boleh. tapi hanya Maya dan pastikan Maya gak akan ember!" sahut Brian dan mendapat anggukan dari Sheila.


"Pasti, makasih suamiku!" ucap Sheila sambil mencium pipi Brian secara tiba-tiba.


Brian yang mendapat serangan tersebut pun hanya bisa kaget karena Sheila terlalu tiba-tiba dan Brian belum siap, namun saat Sheila akan beranjak untuk ke kamar mandi untuk buang air kecil, Brian sudah menarik tangan Sheila hingga Sheila terduduk lagi dan berhadapan dengan Brian.


"A.. ada apa?" tanya Sheila sedikit gugup dengan tatapan Brian yang sangat tajam.


Brian semakin memajukan wajahnya dengan Sheila sehingga deru nafas keduanya saling bertautan, namun tiba-tiba ada telepon masuk dari handphone Brian, segera ia angkat ternyata adalah yoga.


[Ada apa?] tanya Brian to the point.


[Bos, Mr. Kevin mencari katanya dia ingin bertemu dengan anda Minggu depan,] sahut yoga di sana.


[Atur saja sesuai rencana!]


[Baik, bos.] setelah itu telepon pun di tutup oleh Brian.


Yap kalian ingat bukan dengan janji Brian waktu perayaan ulang tahun Sheila di hotel di mana dia akan datang ke negara Y satu minggu sesudahnya, namun karena waktu itu Mr. Kevin masuk rumah sakit jadi pertemuan tersebut di tunda sehingga mungkin minggu depan Brian baru bisa ke sana untuk mengecek pembangunan resort dan juga mengecek klan mafia di sana yang di kelola oleh uncle Eric.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Sheila saat dia baru saja keluar dari kamar mandi, karena dia tadi memilih untuk kabur ke kamar mandi saat Brian sedang menerima telepon.


"Tadi ada urusan bentar," balas Brian.


"Oh."


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Sedangkan di sisi lain Maria, Ketty dan Aris uring uringan terus karena Sheila tadi, mereka melihat Sheila masuk ke dalam mobil mewah dan dikawal oleh bodyguard membuat siapapun yang melihatnya pasti iri bukan.


"Dasar si Sheila itu, sombong banget sekarang mentang-mentang suaminya orang kaya!" sahut Ketty dengan nada kesal dan marah-marah.


"Iya, ma. Maria juga setuju, sok sok an banget sumpah pingin Maria tampar aja tuh muka," balas Maria yang tak suka juga dengan Sheila.


"Oh ya sayang, gimana sama Rendi kamu itu? dia jadikan ngelamar kamu, katanya kalau kamu udah lulus mau dilamar," ucap Ketty kepada Maria.


"Iya, dong ma. kan Rendi udah janji sama Maria, siapa sih yang gak mau menikah sama Maria yang cantik ini," ucapnya. (Jangan ke PD an deh maria, orang muka banyak permakkannya aja PD nya minta ampun).


"Papa jangan diem aja dong, ngomong gitu." sahut Ketty karena melihat Haris dari tadi hanya diam.


Mereka memang soal uang selalu terdepan, bahkan menukar anaknya untuk menikah dengan orang lain pun hanya demi uang, dasar manusia tidak tahu di untung.


"Pa, ini uang kita sudah menipis. perusahaan juga tidak stabil sekarang," sahut Ketty dengan kesal pasalnya mereka sudah tidak bisa shopping lagi karena pemasukan yang nyendat.


"Papa juga bingung ma, entah kenapa perusahaan sekarang malah rugi terus kalau di biarkan bisa bangkrut ini kita ma." ucap Aris.


"Apa! enggak pa, kita gak boleh bangkrut bisa malu mama sama temen-temen arisan mama!" ucap Ketty tidak terima jika mereka bangkrut.


"Iya, Maria juga gak mau pa bisa malu juga Maria sama temen-temen Maria dan juga Rendi pa." ujar Maria kompak dengan Ketty.


"Makanya diem dulu, papa lagi mikir ini." ujar Aris. Cukup lama mereka terdiam hingga suara Maria memecahkan kediaman mereka.


"Maria tahu!" pekiknya dengan semangat.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Ketty.


"Gimana kalau kita minta bantuan Sheila aja, kan dia punya suami kaya." sahut Maria memberikan ide gila.


"Maksud kamu?" tanya Ketty yang belum paham dengan maksud dari Maria.


"Kita manfaatin dia aja ma, pa. pasti dia gak akan nolak kan dia keluarga kita," sahut Maria.


"Bener juga pa ucapan Maria," balas Ketty setuju dengan saran dari Maria, padahal tadi mereka malah sudah menganggap Sheila bukan lagi keluarganya tapi sekarang malah mau memanfaatkan Sheila.


"Ya udah kalau gitu besok kita ajak Sheila untuk ketemu," ucap Aris dan di angguki oleh Maria dan Ketty.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Sedangkan Sheila di mansion tidak tahu sama sekali dengan rencana jahat dari orang tua dan kakaknya.


Hari ini Sheila membuat janji dengan Maya di cafe langganan mereka untuk menceritakan semuanya ke Maya karena Sheila sudah dapat izin dari Brian tapi tetap harus ada penjagaan mau tidak mau Sheila pun menurutinya saja.


Karena Brian tadi pagi sudah berangkat karena ada meeting penting dengan kliennya sehingga dia tidak bisa mengantarkan Sheila ke cafe padahal sebenarnya Sheila juga ingin memperkenalkan Brian ke Maya.


Sheila pun berangkat ke cafe sendiri di temani Thomas dan juga Laura pastinya, dan ada beberapa bodyguard yang menjaga Sheila dari kejauhan itu karena perintah dari brian, sampai di cafe ternyata di sana sudah ada Maya yang menunggunya di tempat mereka biasa duduk.


"Hai, may. udah lama?" tanya Sheila basa basi.


"Enggak, baru kok. buruan ceritain!" sahut Maya yang sudah tidak sabar mendengar cerita dari sahabatnya.


"Iya, iya. sabar dong!" ucap Sheila karena melihat tingkah sahabatnya itu.


"Maaf sebelumnya kalau aku tidak cerita dari waktu itu ke kamu karena aku belum siap may," sahut Sheila dan Maya hanya menjadi pendengar yang baik, namun belum sempat Sheila lanjut bercerita tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Sheila!" panggil seseorang.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2