
Setelah beberapa saat mereka pun Samapi di mansion mewahnya, sedangkan mobil Sheila yang mogok sudah di taruh bengkel untuk di cek kerusakannya.
"Sayang, kamu gak papa?" tanya mami Salma saat Sheila baru saja masuk.
"Mami, Sheila gak papa kok." sahut Sheila menenangkan mami mertuanya yang terlihat panik karena mendengar mobilnya yang mogok.
"Syukur kalau begitu, kalau gitu mending kamu segera mandi terus makan malam ya, ini mami udah bikinin masakan khas Indonesia yang dulu pernah kamu minta," sahut mami Salma dengan penuh semangat.
"Iya, mi. Kalau gitu Sheila ke atas dulu ya," pamitnya dan di angguki oleh mami salma, dan Sheila pun segera menuju ke lantai atas tempat kamarnya berada di ikuti oleh Brian.
"Sekarang ada Sheila anaknya gak di tanyain!" sewot Brian saat berjalan melewati mami salam, sedangkan yang di sindir hanya tersenyum bodoh amat dengan sindiran anak kandungnya.
Sampai di kamar Sheila memilih untuk mandi terlebih dahulu karena dia sudah tidak sabar ingin menyicipi masakan yang ia request dari sang mami mertua yang asalnya dari Indonesia, negara dengan cita rasa yang khas dan juga banyaknya kuliner yang ada dari beberapa daerah membuat Sheila banyak mencari beberapa referensi makanan khas Indonesia.
Setelah selesai ia segera turun ke bawah dengan Brian yang juga sudah selesai bersih bersih diri, mereka segera menuju ke meja makan yang ternyata sudah ada mami Salma dan papi Boni dan juga jangan lupa ada masakan yang Sheila request sebelumnya.
"Wahh, apa ini mi?" tanya Sheila saat melihat masakan yang ia inginkan, kemudian duduk di kursinya di ikuti oleh Brian juga.
"Nah ini sayang, ini namanya rawon makanan khas Indonesia dan kebanyakan orang Indonesia pasti makan makanan ini dan ini juga ada sate makanan yang enak dan juga terkenal di dunia." sahut mami Salma sangat senang menjelaskan jenis jenis makanan yang ia masak.
"Wah banyak banget ya mi, Sheila gak sabar deh pingin coba." ucapnya dengan mata berbinar.
"Kalau begitu mari kita coba!" sahut mami Salma kemudian di angguki semangat oleh Sheila.
Sheila pun mencoba masakan mami mertuanya yang ternyata sangat enak, awalnya dia sedikit ragu karena warna dari makanan rawon yang sedikit kurang menggugah selera karena warna yang hitam tersebut, tetapi saat di coba ternyata rasanya bisa di terima oleh lidah Sheila yang notabennya tidak pernah makan makanan yang seperti itu dengan perpaduan rempah-rempah yang sangat kuat.
"Bagiamana?" tanya mami salam setelah mereka semuanya selesai makan malam.
"Enak banget mi, Sheila kapan kapan mau di ajarin dong buatnya," shut Sheila.
__ADS_1
"Itu gampang sayang," jawab mami Salma.
Setelah makan malam yang nikmat tersebut mami Salma mengajak Sheila untuk membuat cemilan khas Indonesia lagi, mami Salma memang lebih suka makan makanan Indonesia dari pada makanan barat sehingga hal itu pun menurun ke papi Boni dan Brian yang dari dulu sudah memakan makanan khas Indonesia.
"Mi, sekarang kita mau buat apa?" tanya Sheila yang sudah siap di dapur.
"Sekarang mami mau ngajarin kamu buat pisang goreng," sahut mami Salma.
"Pisang goreng! Apa itu mi?" tanya Sheila yang memang tidak mengerti mengapa pisang di goreng, bukan kah pisang biasanya di makan langsung.
Mami Salma pun mengajari Sheila magai.ana membuat pisang goreng, sedangkan Sheila tak henti hentinya merasa sedikit aneh karena pisang di goreng, bahkan rasanya saja Sheila tidak bisa membayangkan, entah nanti Sheila akan menamakannya atau tidak.
"Kamu coba sayang," ucap mami Salma memberikan sepotong pisang goreng yang sudah matang.
"Sheila, gak usah deh mi." tolak Sheila halus.
"Bagaimana?" tanya mami Salma saat melihat Sheila hanya mengunyah nya tanpa berkata apapun.
"Mi, ini emang banget!" pekik Sheila karena masih merasa kagum dengan rasa yang di hasilkan.
"Beneran?" tanya mami Salma lagi dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Iya, mi. Ini enak banget," sahut Sheila.
Sedangkan para pria berada di ruang keluarga membicarakan pekerjaan tanpa ikut dengan keseruan para wanita di dapur.
"Brian, bagaimana dengan perusahaan?" tanya papi Boni. Meski sudah tidak terlalu aktif di perusahaan tetapi sesekali papi Boni juga tetap datang dan mengecek kondisi perusahaan.
"Semuanya stabil Pi, tapi mungkin sedikit menumpuk sekarang karena satu minggu lagi karyawan akan liburan tahunan bersama," sahut Brian.
__ADS_1
"apakah sudah! wah sangking lamanya papi tak bekerja sampai lupa kalau sekarang sudah waktunya liburan tahunan, jadi pingin ikut deh rasanya." ucap papi Boni dengan nada bercandanya dan hanya mendapat gelengan kepala dari Brian.
"Oh iya, papi dengar kamu habis mecat karyawan kantor, ada apa?" tanya papi Boni yang sebenarnya udah tahu tapi ia ingin laporan lengkapnya dari Brian sendiri.
"Iya, Brian habis memecat salah satu karyawan kantor. Papi ingat dengan kejadian Sheila yang keracunan ternyata itu adalah ulah salah satu karyawan kantor, Brian tidak terima jadi langsung Brian keluarkan dan juga Brian bunuh semua keluarganya agar dia bisa merasakan bagaimana sakit sesakit sakitnya hingga ia sendiri yang meminta untuk menemui keluarganya di neraka sana!" ucap Brian panjang lebar dan papi Boni hanya mendengarkan saja.
"Oke, papi setuju dengan kamu. hancurkan semuanya jika ada orang yang berusaha menyakiti keluarga kita," ucap papi Boni dan mendapat anggukan mengerti dari Brian. (Keluarga mafia memang sangat menakutkan sekali bukan).
Tak lama mami Salma dan Sheila keluar dari dapur dengan membawa cemilan pisang goreng yang mereka masak.
"Wah apa ini?" tanya papi Boni saat para wanita sudah duduk di sana.
"Ini mami sama Sheila buatin pisang goreng," sahut mami Salma.
"Enak nih kayaknya," ucap Brian.
"Pasti dong," jawab Sheila.
Para pria pun mencoba camilan yang di buatkan oleh para wanita dan hasilnya sangat enak sekali, membuat mereka nambah lagi dan para wanita sangat senang melihat hal itu berarti kerja keras mereka membuat cemilan rumahan ini sukses besar.
"Kamu baru pertama bikin kan sayang?" tanya Brian tak percaya kalau sang istri juga yang membuat cemilan ini.
"Iya, kenapa gak enak ya?" sahutnya sedikit sedih.
"Enggak kok, enak banget malah. aku cuma gak habis fikir kamu baru bikin ini tapi rasanya sangat enak sekali," sahut Brian dan mendapat senyuman dari Sheila.
Mereka pun menikmati cemilan malamnya dengan tenang dan berbincang bincang banyak hal membuat suara tawa dan senyuman menyebar di seluruh ruangan pasti dengan melihat pemandangan tersebut tidak ada yang tahu kalau mereka adalah anggota keluarga mafia terbesar di New York, bahkan Sheila saja tidak tahu asal usul sang suami bagiamana nantinya jika Sheila mengetahuinya ternyata keluarga yang sangat ia kagumi India salah keluarga mafia.
Bersambung..........
__ADS_1