
Tak lama masakan pun jadi dan papi Boni juga masuk dengan mama Daniar dan juga papa Bastian juga yang sudah datang dan masuk ke dalam.
"Sayang," panggil mama Daniar merasa khawatir dengan kondisi sang anak.
Dengan senang hati Sheila pun membalas pelukan hangat dari sang mama, Sheila tahu pasti orang tuanya itu sangat khawatir dengan kondisinya karena bisa di lihat dari wajahnya yang merasa lega saat melihatnya tadi.
"Mama, mama kenapa nangis?" daya Sheila saat mereka melepaskan pelukannya dan melihat mamanya malah menangis.
"Mama takut sayang," ujar mama Daniar.
"Takut kenapa?" tanya Sheila.
"Takut jika kamu gak mau ketemu lagi sama mama sama papa juga," ucap mama Daniar membuat Sheila tersentak tak menyangka bahwa mamanya memiliki pemikiran seperti itu.
"Ma, mama kok ngomongnya gitu sih. Sheila gak akan pernah ninggalin kalian kok," ucap Sheila menenangkan hati sang mama tercinta.
"Mama kamu itu emang sheil, padahal dari kemarin waktu pulang papa sudah bilang kalau kalian pasti akan bertemu lagi tapi mama kamu tetap aja takut," sahut papa Bastian.
Mendengar hal itu Sheila pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum manis melihat tingkah lucu sang mama.
Sedangkan Leon sedang berada di luar dengan Aldo di sana berbincang bincang mengenai tahanan yang berada di markas, Leon ingin melihat tahanan tersebut maka dari itu dia berbincang bincang dengan Aldo dan juga ada Brandon juga di sana yang tak lain adalah anak buah dari uncle Steven.
"Kak Leon mana ma, pa?" tanya Sheila karena tidak melihat sang kakak.
"Dia ada di luar, sebentar lagi juga masuk sayang." ucap papa Bastian dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Kalau gitu gimana kalau kita sarapan aja, Sheila kan juga belum sarapan kan," sahut mami Salma.
"Iya, jeng. Kalau begitu kita sarapan yuk," balas mama Daniar.
__ADS_1
Mereka semuanya pun pergi ke meja makan di villa tersebut, awalnya uncle Steven akan datang namun karena ada urusan bersama keluarganya jadi uncle Steven dan Tante Melinda memutuskan untuk pergi terlebih dahulu dan akan balik lagi nanti.
"Wah banyak banget makanya!" seru mama Daniar melihat makanan di meja makan yang sangat banyak nya.
"Iya dong, kan buat menantu aku jeng," sahut mami Salma.
Tak lama Leon pun datang dari pintu luar ke arah semua orang membuat semua orang beralih ke arah nya tak lain halnya dengan Sheila.
"Pagi," sapa Leon.
"Pagi, kak." jawab Sheila merasa senang ada kakaknya di sini.
"Yuk kak sarapan," ajak Sheila dan Leon pun segera duduk di kursi yang kosong.
Mereka pun segera melakukan sarapan paginya yang kebetulan juga mama Daniar tidak sarapan di mansion dan memilih untuk sarapan di rumah sang anak nya aja Sheila, mama Daniar juga membawa masakan ala dirinya yang Sheila sangat suka sekali yaitu kimchi Korea padahal Sheila sendiri tidak pernah memakannya tetapi saat dia datang ke mansion mamanya tempo hari mama Daniar menyajikan kimchi dan Sheila sangat suka sekali sehingga setiap Sheila ke rumah mamanya itu dia selalu minta dibuatkan kimchi.
Setelah sarapan selesai Sheila dan yang lainnya berada di ruang keluarga sekedar ingin berbincang-bincang dengan Sheila karena jujur saja mami Salma dan mama Daniar takut terjadi hal hal yang tidak tidak saat kemarin Brian dan Sheila ribut mengenai pekerjaan Brian sebagai seorang mafia.
"Iya, mi." jawab Sheila.
"Kamu sudah gak marah lagi sama Brian?" Naya mami Salma membuat semua orang tertuju kepada Sheila, mereka semuanya juga penasaran akan hak itu karena kemarin mereka tahu kalau Sheila sangat marah kepada suaminya.
"Marah sih mi tapi Sheila gak boleh egois karena Sheila sekarang akan punya anak dan anak ini juga akan mencari deddy nya, kalau di bilang Sheila mau apa sebenarnya Sheila ingin pergi dari Brian!" sahut Sheila membuat semua orang terkejut.
"Jangan sayang, jangan pernah pisah dari Brian ya!" mohon mami Salma.
"Mami tenang saja, Sheila gak akan pisah kok sama Brian, itu hanya pemikiran Sheila waktu kemarin belum stabil, mungkin memang sedikit sulit untuk melupakannya atau pun menerimanya tetapi akan Sheila usahakan karena semuanya sudah terjadi jadi lebih baik menerimanya dari pada bertengkar dan juga menyalahkan keadaan." sahut Sheila penuh kedewasaan.
"Terima kasih, Brian pasti punya alasan akan hal itu semoga kalian akan baik baik saja ya," sahut mami Salma merasa senang karena Sheila memilih untuk bertahan dan tidak menyerah.
__ADS_1
"Tapi sebenarnya Sheila ingin sekali bertanya sama mami, papi, papa, mama dan juga kak Leon!" ucap Sheila membuat semua orang terfokus kan kepada Sheila.
"Ada apa sayang?" tanya papi Boni.
"Apa kah kalian semua sudah tahu tentang pekerjaan Brian ini sebelum aku tahu?" tanya Sheila membuat semua orang terdiam tak menjawab.
Sebenarnya Sheila sudah mengira dia akan mendapatkan respon seperti apa dari semua orang tetapi dia hanya mencoba saja, ternyata hanya dia yang tidak tahu identitas asli Brian dari awal bahkan orang tua yang baru saja Sheila ketahui itu juga sudah tahu.
"Jadi cuma Sheila saja yang telat tahu ya," ucap Sheila dengan senyum canggung.
"Sayang, bukan begitu. Sebenarnya kami ingin memberitahu kan itu sama kamu tapi kami mencari waktu yang pas sayang," jawab mami Salma.
"Iya, Sheila paham kok mi." jawab Sheila.
"Tapi bagaimana mama sama papa dan juga kak Leon bisa tahu akan hal ini?" tanya Sheila yang cukup penasaran.
"Sayang, sebenarnya ini juga yang ingin papa bicarakan sama kamu tapi akan lebih baik jika ada Brian nanti, jadi lebih baik tunggu Brian saja baru akan papa jawab!" sahut papa Bastian membuat Sheila mengerenyitkan dahinya mengapa papa nya memberitahu kan nya jika ada Brian kenapa tidak sekarang saja.
"Ya sudah," jawab Sheila.
Dengan papa nya bilang seperti itu Sheila sedikit penasaran sebenarnya namun dia juga menduga seperti nya papanya ini membicarakan sesuatu yang menyangkut tentang sang suami sebagai mafia sehingga Sheila rasanya tidak sabar, entah dugaannya benar atau salah tetapi semoga itu bukan lah kejutan lainnya yang bisa membuat Sheila terkejut untuk kedua kalinya.
Sambil menunggu Brian suasana sedikit canggung karena pertanyaan Sheila tadi membuat mereka terdiam takut jika mereka salah berkata dan membuat Sheila dan Brian menjadi renggang lagi jadi lebih baik jika Brian segera datang dan mereka akan menjelaskan semuanya.
Papi Boni dan papa Bastian memang sudah berbicara dengan Brian bawah mereka akan menjelaskan semuanya kepada Sheila bahwa mereka adalah juga seorang mafia, awalnya Brian menolaknya tetapi setelah berkompromi dan mendiskusikan semuanya akhirnya Brian pun setuju dan nanti setelah Brian pulang mereka akan memberitahukan semuanya kepada Sheila tentang identitas keluarga Ardolph dan juga Kiel apakah Sheila bisa menerimanya tetapi lebih baik Sheila marah sebentar jadi pada harus melihat Sheila terus di bohongi seperti ini bukan.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........