
Tiga bulan kemudian....
Perut Sheila sekarang sudah lebih besar lagi karena sekarang ini dia sudah memasuki usia ke sembilan bulan di mana seharusnya sekarang ini dia sudah waktu waktunya untuk melahirkan, bahkan Brian saja membatas kegiatannya dan lebih memilih untuk tetap bersama dengan sang istri, menemani sang istri di detik detik kelahiran sang jabang bayi. Untungnya saja pekerjaan Brian sudah lebih sedikit dan tidak sesibuk dulu lagi.
Sheila meminta agar melahirkan secara normal di mana dia ingin merasakan bagaimana melahirkan secara normal tanpa cesar, meski pun dia tidak juga bagaimana nantinya karena dokter Andin menyarankan lebih baik melahirkan secara operasi karena posisi bayi yang tidak bagus jika harus memaksakan untuk lahirnya normal.
"Sayang, kamu rencana nya ingin lahiran bagaimana?" tanya mama Daniar saat ini berada di villa dan bersama dengan Sheila yang berada di kamar tamu karena Sheila meminta untuk mama dan papa nya untuk menginap di villa nya karena dia merasa gugup dan takut menjelang hari persalinannya.
"Sheila juga gak tahu ma, Sheila mau nya sih normal ma tapi dokter bilang kalau posisi baby nya kurang bagus kalau normal dan menyarankan lebih baik untuk cesar saja," jawab Sheila dengan sedih.
"Sayang, mau kamu normal atau pun cesar itu tidak akan menghilangkan fakta alami bahwa kamu nantinya akan menjadi seorang ibu, jadi mama sarankan kamu pilih sesuatu yang tepat saja yang terpenting tidak membahayakan ibu dan bayi nya!" ujar mama Daniar menasehati Sheila karena dia tahu kalau Sheila pasti sedang bingung.
"Iya, ma. Mama benar yang penting Sheila dan baby El gak kenapa-kenapa!" sahut Sheila dan di angguki oleh mama Daniar.
Kemudian mama Daniar pun memeluk erat sang anak menyalurkan kasih sayang seorang ibu, mama Daniar tidak menyangka bahwa dia bisa menemukan putri kecilnya dulu dan sekarang putri kecilnya ini sudah akan melahirkan saja dan mama Daniar akan segera menjadi seorang nenek, mendengar panggilan itu saja membuat mama Daniar senang bukan main kalau nanti cucunya sudah lahir mama Daniar pasti kan bahwa cucunya adalah orang yang beruntung dan akan mama Daniar menuju dengan kasih sayang seorang nenek dan kakek.
"Wah ada apa nih kok pada peluk pelukan?!" tanya papa Bastian baru saja masuk ke dalam kamar.
"Apaan sih papa nih, emangnya gak boleh peluk anak sendiri?!" sahut mama Daniar.
"Ya bukan begitu ma, papa kan cuma tanya aja." ucap papa Bastian.
Mereka pun saling tertawa dan saling mengobrol banyak hal mulai dari masa kecil Sheila dulunya walau pun hanya singkat dan juga mama Daniar juga bercerita saat mama Daniar mengandung Sheila dulunya mama Daniar sering sekali ngidam namun tak separah kak Leon yang malah membuat papa harus terbang Austria Singapura hanya untuk membawakan makanan khas sana dan harus yang berasal dari sana.
Sheila hanya mendengarkan saja karena baginya momen momen seperti ini sangat lah jarang dan Sheila juga ingin nantinya keluarganya bisa seperti keluarga mama Daniar dan juga papa Bastian menjadi keluarga bahagia dan harmonis di masa tua.
__ADS_1
Saat malam tiba Sheila sudah berada di kamarnya dengan nyaman menunggu sang suami yang sedang ke markas sebentar tadi karena yoga menelepon dan mengatakan bahwa ada sesuatu hal penting, bosan rasanya tidak ada sang suami di dekatnya karena biasanya jam segini Brian sudah berada di kamar dan juga Brian biasanya mengelus perut Sheila dan baby El juga ikut merespon menendang nendang saat sang deddy menyapanya, namun sekarang Brian malah belum kembali juga membuat Sheila jadi bosan dan tertidur karena terlalu lama menunggu Brian datang.
Tengah balam Brian baru saja sampai di villa, tadi di markas dia harus mengurus beberapa hal karena ada yang ingin bermain main dengan klan elang maka siap-siap menerima akibat dari perbuatannya. Brian berhasil menyerang markas lawan dengan mudahnya bahkan ketuanya langsung Brian Bu*uh di tempat dan juga juga anak buah nya yang juga sudah mati di tempat, Brian pulang dengan membawa kemenangan telak.
Brian masuk ke kamar dan melihat sang istri yang sudah tertidur lelap di ranjang kamarnya dengan bantal ibu hamilnya, Brian pun segera bersih bersih setelah itu dia menyusul sang istri untuk tidur.
Sheila memang saat tidur sering bolak balik posisi karena dia sudah kesusahan untuk berbaring karena perutnya yang semakin besar dan juga pergerakan sang baby yang juga semakin aktif saja, bahkan kaki Sheila sudah bengkak dan juga dia tidak bisa lama lama dalam berjalan.
Brian pun membawa Sheila ke pelukannya tempat ternyata bagi Sheila, dan dia kalau sudah berada di pelukan Brian maka posisinya pasti dia akan langsung diam karena dia merasakan kehangatan di sana.
Mereka pun tertidur lelap satu sama lain, yang awalnya Sheila bolak balik posisi sekarang ini dia sudah nyama sehingga dia tidak perlu bolak balik lagi, Sheila tidak tahu kalau sang suami sudah kembali dan memeluknya karena dia tadi sudah sangat mengantuk bahkan untuk menunggu sang suami datang.
Bagi harinya Sheila bangun terlebih dahulu dan melihat sang suami sudah berada di pelukannya membuat Sheila hanya bisa tersenyum ternyata tidurnya kali ini nyenyak karena ulang sang suami yang memeluknya erat, setelah beberapa saat Sheila pun beranjak dari tidurnya dengan tenang menuju ke kamar mandi dan bersiap karena dia akan menjemput sang kakak yaitu Leon dan juga sang istri di bandara.
Sheila akan ke sana dengan mama Daniar dan juga papa Bastian dan tentunya Brian juga yang juga tak sempat untuk menghadiri pernikahan sahabatnya itu karena dia juga sedang sibuk sibuknya waktu itu membuat Brian sedikit tidak enak hati, maka dari itu dia pun ikut Sheila untuk menjemput leon.
Setelah siap siap Sheila pun turun ke bawah sendirian karena Brian masih saja tidur dengan nyenyak nya membuat Sheila tidak tega untuk membangunkannya.
"Sayang, kamu kok sendirian?" tanya mami Salma saat melihat sang menantu turun sendirian.
"Iya, sayang. Brian mana?" lanjut mama Daniar bertanya keberadaan Brian, sedangkan papi Boni dan juga papa Bastian melihat ke arah Sheila tanpa mengucapkan satu kata pun namun juga penasaran karena biasanya Brian akan datang dengan menggandeng tangan Sheila.
"Masih tidur, ma. Dia kemarin pulang telat kayaknya masih banyak pekerjaan," sahut Sheila dan mendapat anggukan dari yang lainnya.
"Ya sudah kalau begitu kamu duduk aja ya," sahut mami Salma menuntun sang menantu untuk duduk saja karena tidak tega kalau masih ahrus menyuruh Sheila untuk ikut ke dapur dengan perut Yanga duha membesar itu, Sheila hanya menurut saja tak membantah dan segera duduk di mejanya.
__ADS_1
Tak lama Brian turun sendiri karena saat dia bangun sudah tidak ada sang istri membuat Brian pun melihat jam yang ternyata sudah lewat jam bangunnya, Brian pun bangun dan bersiap siap setelah itu dia pun menuju ke bawah ternyata semua orang sudah berkumpul di meja makan dan mami Salma baru saja menaruh lauk untuk sarapan.
"Pagi, semuanya!" sapa Brian sampai di meja makan, Sheila yang mendengar suara sang suami pun menyengir bahagia melihat sang suami.
Mereka semuanya pun sarapan dengan bahagia dengan sesekali mereka melayangkan candaan untuk mencairkan suasana sarapan, setelah sarapan Sheila, Brian, mama Daniar dan juga papa Bastian sudah siap untuk berangkat ke bandara untuk menjemput leon dan sang istri barunya.
Mereka melajukan mobilnya di tengah padatnya kota, mama Daniar dan papa Bastian menyetir sendiri karena kak Leon akan berangkat dengan mereka nantinya sedangkan Brian berangkat dengan yoga dan Laura di depan.
Sampai di bandara Sheila sudah tak sabar untuk bertemu dengan kakak ipar baru nya yang dari foto terlihat cantik dan juga kakak nya yang selalu saja membanggakan sang istri saya mereka sedang bertelepon membuat Sheila penasaran dengan istri sah kakaknya.
.
.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA ššš
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR YA BIAR KALIAN TIDAK KETINGGALAN DENGAN CERITA AUTHOR DAN JUGA JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORIT,KOMEN YA BUAT MENDUKUNG AUTHOR TERUS AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB NYA APA LAGI SEBENTAR LAGI CERITA SHEILA DAN BRIAN AKAN SEGERA BERAKHIR š
ADA YANG KEPO GAK YA ENDING NYA NANTI HAPPY ATAU SAD YA??š¤
PANTENGIN TERUS YA CERITA INI AUTHOR JAMIN BAKALAN ADA KEJUTAN LAINNYA DI AKHIR CERITA INI šš
SALAM HANGAT DARI AUTHOR UNTUK READERS SEMUANYA ššššš„°š„°ā„ļøā„ļø
__ADS_1