
Malam harinya perasaan Sheila sudah lebih baik, setelah melamun kan banyak hal tadi siang sekarang ini solusinya yaitu memaafkan keadaan adalah hal yang paling penting karena sekarang ini tidak ada gunanya menyesali semuanya bagaimana pun itu sudah terjadi dan kedepannya Sheila ingin sang suami tidak berbohong lagi dengannya, ya meski pun masih ada sedikit sakit dan kesal di hatinya dan rasa takut juga jika Brian akan melukainya.
Brian sekarang tidak tidak tidur dengan Sheila karena Sheila sendiri yang meminta kepada Brian untuk lebih baik beberapa hari ini tidur terpisah karena ketakutan Sheila yang masih besar meski pun begitu dia sudah tidak marah lagi.
Brian hanya menuruti keinginan sang istri saja dan memilih untuk tidur di kamar tamu di mana kamar tersebut berada tak jauh dari kamar utama, walau pun ukurannya tak seluas kamar utama tetapi tetap saja nyaman untuk di tiduri.
Sedangkan Sheila yang sedang berada di kamar utama tidak bisa tidur entah mengapa dia merasakan ada yang kosong di sampingnya karena biasa nya Brian lah di sana namun sekarang dia malah harus tidur sendirian di kamar yang besar sekali lagi menurutnya membuat Sheila merasa menyesal berbicara seperti itu kepada Brian dan menyuruhnya untuk tidur sendirian sekarang malah Sheila yang tidak bisa tidur. (Dasar bumil, sekarang nyesel deh.)
Meski pun begitu Sheila mencoba untuk tetap tidur dan melupakan Brian yang tidak ada di sampingnya, tetapi semakin di paksakan semakin Sheila ingin berada di samping sang suami membuat Sheila seperti orang gila yang mencari barang kesukaannya.
Akhirnya dengan keberanian dan keterpaksaan nya Sheila pun keluar dari kamarnya dan segera menuju ke kamar tamu di mana sang suami berada, dengan langkah seperti maling Sheila masuk ke dalam berusaha agar tidak membuat bunyi apa pun.
Saat masuk dia melihat sang suami sudah tertidur lelap di atas kasur, Sheila sedikit kesal karena dia harus berusaha untuk tidur namun Brian malah enak banget tidurnya, dengan pelan Sheila naik ke atas ranjang tersebut dan tidur di samping sang suami.
Saat merebahkan tubuhnya di dada bidang sang suami Sheila sangat merasakan nyaman hingga tanpa butuh waktu lama dia sudah terlelap saja sambil memeluk erat tubuh Brian membuat sang empunya tubuh hanya bisa tersenyum melihatnya.
Sebenarnya tadi Brian tidak tidur dia hanya mengecek email yang masuk di iPad nya tetapi saat mendengar sang istri masuk Brian segera mematikannya dan berpura-pura tidur agar tidak ketahuan oleh sang istri, Brian menahan untuk tidak membuka matanya dan seolah-olah bahwa dia memang sedang tidur pulas.
Tak lama ia mendengar dengkuran halus menandakan Sheila sudah tidur, Brian pun membuka matanya dan tersenyum melihat sang istri.
"Manis banget sih istri ku ini, ngomongnya tidurnya mau pisah sekarang malah di sini!" sahut Brian gemas.
Setelah itu dia pun membawa Sheila ke dalam pelukannya, dengan lembut tangan kanan Brian mengusap lengan sang istri dan tangan kirinya mengusap perut buncit sang istri yang berada di pelukannya itu menyapa sang jabang bayi di dalam perut Sheila.
__ADS_1
"Baby, mami lucu ya!" ucap Brian sambil mengelus perut Sheila seolah olah mengajak sang anak berbicara.
"Mami kamu itu cantik, baik, lucu lagi, gimana deddy gak terpikat oleh pesona mami kamu sayang!" sahut brian untuk terakhir kali sebelum dia juga ikut terbang ke alam mimpi bersama dengan sang istri.
Pagi harinya Brian bangun dari tidurnya dan masih mendapati sang istri tertidur di pelukannya, Brian tak habis fikir kalau sang istri akan tertidur begitu lama padahal ini sudah jam 7 pagi di mana Sheila biasanya sudah bangun.
Namun Brian tak ingin membangunkan sang istri, mungkin saja dia sedang capek dan Brian juga memaklumi itu karena sekarang ini Sheila sedang hamil akan lebih baik juga tidak mengerjakan suatu hal yang berat berat bukan.
Brian pun bangkit dari kasurnya dan mulai membersihkan dirinya dan bersiap siap karena dia harus ke kantor terlebih dahulu mengerjakan tugasnya di sana yang tidak bisa ia tinggal, sedangkan Sheila di sini akan di jaga oleh papi Boni, mami Salma dan juga Aldo yang Brian perintah untuk berjaga-jaga karena sekarang wilayah paling aman adalah hutan area markas sehingga Brian lebih tenang jika meninggalkan Sheila di sana dari pada di mansion.
Setelah itu Brian pun pergi setelah melihat Sheila tadi yang malah tertidur pulas tanpa terganggu, rasanya Brian sangat gemas sekali dengan sang istri yang menurutnya lucu saat tidur mungkin karena hamil besar sehingga membuat Sheila seperti kesusahan dalam bergerak padahal kehamilan nya ini masih menginjak usia 6 bulan.
"Mi, Pi. Brian pergi dulu ke kantor ya nanti kalau ada apa-apa sama Sheila langsung kabari Brian aja!" sahut Brian saat dia berjalan menuju ke ruang tamu di mana orang tuanya baru saja sampai di villanya.
"Iya, sayang. Kamu hati-hati dan segera balik loh ya," sahut mami Salma dan di angguki oleh Brian.
Sheila yang merasa terganggu dalam tidurnya pun mau bangun dan merasa aneh dengan kamar yang ia tempati sekarang karena yang ia tahu seperti nya bukan kamar ini yang ia tiduri kemarin, Sheila pun mulai mencoba untuk mengingat apa yang terjadi kemarin, saat Sheila sudah ingat rasanya malu sekali apa lagi sekarang dia malah bangun telat dari Brian otomatis Brian melihatnya tidur tadi bukan mengingat itu membuat Sheila malu dan segera menuju ke kamar nya dengan tergesa Sega hingga tak melihat mami Salma dan juga papi Boni yang melihatnya dengan tatapan tanya dengan sikap sang menantu.
Sheila mandi dan bersiap karena dia akan bertemu dengan orang tuanya hari ini atau lebih tepatnya orang tuanya akan berkunjung ke villa tersebut, rasanya Sheila sudah sangat kangen dengan mama dan papa nya dan jangan lupa akan kak Leon yang juga sangat di kangenin oleh Sheila.
Saat dia keluar kamar dia melihat ke arah dapur di mana ada mami Salma yang sedang asyik memasak membuat Sheila penasaran dan dia pun memilih untuk mendekati mertuanya yang sedang memasak itu.
"Mami, mami kapan di sini?" daya Sheila penuh tanya.
__ADS_1
"Sayang, udah dari tadi kamu nya aja yang gak tahu!" jawab mami Salma.
"Oh, papi mana mi?" tanya Sheila karena tak minat adanya tanda-tanda papi Boni karena biasanya kalau ada mami Salma pasti akan ada papi Boni.
"Papi mu ada di luar nungguin papa mu katanya," sahut mami Salma dan di angguki oleh Sheila mengerti.
"Mami buat apa nih?" tanya Sheila saat melihat tangan terampil maminya sedang menyiapkan hidangan.
"Mami sedang buat pasta buat kamu, kamu mau kan?" tanya mami Salma.
"Wah mau banget dong mi, mami ini tahu aja kalau Sheila pingin pasta!" sahut Sheila.
Sheila sebenarnya masih sedikit kecewa dengan mertua dan orang tuanya yang menyembunyikan kebenaran akan pekerjaan sang suami namun Sheila tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka bukan karena Sheila mengira bahwa mereka juga pasti punya pertimbangan khusus akan hal tersebut.
Namun yang tidak Sheila ketahui adalah bahwa sebenarnya mertua dan orang tuanya juga berkecimpung dalam dunia yang Sheila anggap sangat menakutkan itu.
.
.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA πππ
__ADS_1
AUTHOR CUMA MAU NGASIH TAHU AJA BUAT TERUS PANTENGIN CERITA SHEILA DAN JUGA BRIAN AGAR KALIAN ENGGAK KETINGGALAN UPDATE AN DARI AUTHOR YA DAN JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS AGAR AUTHOR SEMANGAT DALAM MENULIS KARYA KARYA BARU LAGIπ
AUTHOR MAU NGASIH TAHU AJA KALAU AUTHOR BAKALAN BUAT CERITA BARU LAGI YANG BAKALAN MENARIK DAN SERU LOH JADI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN YA, TERUS PANTENGIN AKUN AUTHOR BIAR KALIAN SEMUANYA TAHU KAPAN AUTHOR UPLOAD CERITA BARU TERSEBUT YAππ